Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Biji Chia (Salvia hispanica L.) Sebagai Pangan Fungsional Wati, Sri Sukma; Permana, Denih Agus Setia; Pertiwi, Yuniariana
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/v7zdrt36

Abstract

Biji chia (Salvia hispanica L.) adalah sumber pangan dengan aktivitas antioksidan tinggi. Senyawa bioaktif biji chia yaitu senyawa fenolik, flavonoid, peptida bioaktif, asam omega-3 (ALA). Senyawa bioaktif ini mampu menangkap radikal bebas, meningkatkan daya reduksi, dan perlindungan terhadap peroksidasi lipid. Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular akibat pola makan modern menuntut inovasi dalam pengembangan pangan fungsional alami tinggi antioksidan. Data perdagangan internasional menunjukan Indonesia mengimpor sekitar 2,8 juta kg biji chia pada tahun 2023, menunjukan permintaan domestik yang tinggi dan peluang pengembangan komoditas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen bioaktif utama dalam biji chia dan mengevaluasi mekanisme aktivitas antioksidan berdasarkan hasil uji pra klinis sebagai pangan fungsional untuk meningkatkan antioksidan dalam tubuh. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pedoman PRISMA menggunakan basis data Scopus pada periode 2017–2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa biji chia mengandung senyawa fenolik total sekitar 1201.94 mg GAE/kg, flavonoid sekitar 233.98 mg CE/kg, ALA sekitar 60-70% dari total asam lemak, dan peptida bioaktif. Data kuantitatif menunjukan inhibisi radikal mencapai 70%-90% pada uji pra klinis, menunjukan aktivitas antioksidan yang tinggi. Kesimpulan, senyawa fenolik total sekitar 1201.94 mg GAE/kg, flavonoid sekitar 233.98 mg CE/kg menjadi kandidat utama antioksidan pada biji chia dengan senyawa bioaktif lainnya yang memiliki potensi kuat dalam pengembangan pangan fungsional. Bioactif Compounds and Antioxidant Activity Chia Seeds (Salvia hispanicaL.) as Functional Food Abstract Chia seeds (Salvia hispanica L.) are a food source with high antioxidant activity. The bioactive compounds in chia seeds include phenolic compounds, flavonoids, bioactive peptides, and omega-3 fatty acid (ALA). These bioactive compounds are capable of scavenging free radicals, enhancing reducing power, and providing protection against lipid peroxidation. The increasing prevalence of non-communicable diseases such as diabetes, hypertension, and cardiovascular disorders due to modern dietary patterns demands innovation in the development of natural functional foods with high antioxidant content. International trade data shows that Indonesia imported approximately 2.8 million kg of chia seeds in 2023, indicating high domestic demand and opportunities for developing local commodities. This study aims to identify the main bioactive components in chia seeds and evaluate the mechanism of antioxidant activity based on preclinical test results as functional foods to increase antioxidants in the body. The method used is a systematic literature review following PRISMA guidelines using the Scopus database for the period 2017–2025. A total of 10 articles meeting the inclusion criteria were analyzed descriptively. The results show that chia seeds contain approximately 1201.94 mg GAE/kg of total phenolic compounds, 233.98 mg CE/kg of flavonoids, 60-70% ALA of total fatty acids, and bioactive peptides. Quantitative data shows radical inhibition reaching 70%-90% in preclinical tests, indicating high antioxidant activity. In conclusion, total phenolic compounds at approximately 1201.94 mg GAE/kg and flavonoids at approximately 233.98 mg CE/kg are the primary antioxidant candidates in chia seeds, along with other bioactive compounds that have strong potential in the development of functional foods.
Pengaruh Minyak Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) terhadap Kadar MDA Plasma Tikus Wistar Diinduksi Klorpirifos Rahayu, Putri; Tajudin, Tatang; Pertiwi, Yuniariana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v13i1.20756

Abstract

The use of chlorpyrifos remains prevalent in Indonesia, and excessive exposure can trigger oxidative stress, as indicated by increased Malondialdehyde (MDA) levels. Sacha inchi oil (Plukenetia volubilis L.) contains antioxidant compounds that may mitigate oxidative stress. This study investigated the effect of sacha inchi oil on plasma MDA concentrations, Body Weight (BW), and clinical parameters in male Wistar rats exposed to chlorpyrifos. Thirty rats were allocated to five groups (n=6 per group): a normal control, a negative control (chlorpyrifos 10 mg/kg BW/day), and three treatment groups receiving sacha inchi oil orally at doses of 1, 2, and 4 mL/kg BW/day for 28 days. Plasma MDA levels were measured using the TBARS method with spectrophotometric detection at 532 nm, and data were analysed by One-Way ANOVA followed by Tukey’s HSD test. Chlorpyrifos exposure increased MDA levels (18.83 nmol/mL) compared with the normal control, whereas sacha inchi oil reduced MDA levels in a dose-dependent manner to 11.32, 8.98, and 3.90 nmol/mL (p<0.05). Supplementation promoted BW gain and ameliorated clinical manifestations, including lethargy, alopecia, and increased respiratory rate, with no mortality observed in treated groups. Sacha inchi oil exhibited protective effects against chlorpyrifos-induced oxidative stress, demonstrating maximal efficacy at 4 mL/kg BW/day.
ANALISIS SWOT DI APOTEK KIMIA FARMA CILACAP TENGAH Pertiwi, Yuniariana; Khasanah, Nurul Baety
JURNAL MUTIARA MANAJEMEN Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Manajemen
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis Apotek Kimia Farma 89 dan 206 di Kota Cilacap melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal yang mempengaruhi kinerja kedua apotek. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai IFAS sebesar 1,77 menandakan kondisi internal yang kuat, didukung oleh reputasi brand, kualitas pelayanan kefarmasian, lokasi strategis, serta ketersediaan produk yang lengkap. Sementara itu, nilai EFAS sebesar 1,24 mengindikasikan bahwa peluang eksternal di wilayah Cilacap masih sangat besar, terutama meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan penggunaan obat swamedikasi. Kombinasi kedua nilai tersebut menempatkan Apotek Kimia Farma 89 dan 206 pada Kuadran I (Growth Strategy), yang berarti kedua apotek berada dalam posisi ideal untuk melakukan strategi pertumbuhan dan pengembangan lebih lanjut. Secara keseluruhan, kondisi SWOT menunjukkan bahwa kedua apotek memiliki daya saing yang kuat dan layak untuk terus dilanjutkan serta diperluas layanannya.