Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MODEL MEANINGFUL LEARNING BERBASIS ADVACE ORGANIZER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN KELAS VI SISWA SEKOLAH DASAR Ihda Malihatun Nisa; Rida Fironika Kusumadewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42411

Abstract

Mathematics learning in elementary school plays an essential role in developing students’ logical, analytical, and conceptual thinking skills, particularly in fraction topics that are abstract in nature. However, in practice, fraction learning is still dominated by procedural memorization, causing students’ conceptual understanding to remain underdeveloped. This study aims to examine the effect of the meaningful learning model based on advance organizers assisted by fraction flower media on students’ understanding of basic fraction concepts in Grade VI of SD Negeri Gabahan. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental one group pretest–posttest design. The research subjects consisted of 14 sixth-grade students selected through a saturated sampling technique. Data were collected through pretest and posttest essay tests, teacher interviews, and classroom observations. Data analysis was conducted using the Shapiro–Wilk normality test and the Paired Sample t-test with SPSS. The results showed an increase in the average score of students’ conceptual understanding from 51.60 in the pretest to 72.67 in the posttest. The Paired Sample t-test results indicated a significance value of 0.000 < 0.05, demonstrating a significant effect of the meaningful learning model based on advance organizers on students’ fraction concept understanding. These findings indicate that learning which connects students’ prior knowledge with new information through concrete visual representations can promote deeper and more meaningful conceptual understanding, in line with the principles of deep learning in mathematics education.
Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Literasi Matematika di Sekolah Dasar Rida Fironika Kusumadewi; Nuhyal Ulia; Nesti Ristanti
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v28i12019p11-16

Abstract

An innovative learning model is very influential on mathematical literacy skills. Mathematical literacy skills, indirectly learn about several aspects, one of which is identifying mathematical aspects in mathematics reading. This study aims to prove the effectiveness of the discovery learning model of mathematical literacy abilities. This study uses experimental research. The design used is the non-equivalent posttest-only control group design which is one of the Quasi Experimental Design research designs. The results of the final data hypothesis were then analyzed by the t test. The results of the t test show t count 3.16> t table2.04, meaning that the ability of mathematical literacy with the discovery learning model is better than the teacher centered model. Model pembelajaran yang inovatif sangat berpengaruh terhadap kemampuan literasi matematika. Kemampuan literasi matematika, secara tidak langsung mempelajari tentang beberapa aspek, salah satunya mengidentifikasi aspek matematis dalam bacaan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas model discovery learning terhadap kemampuan literasi matematika. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Desain yang digunakan adalah the non-equivalent posttest-only control grup design yang merupakan salah satu dari desain penelitian Quasi Experimental Design. Hasil hipotesis data akhir kemudian dianalisis dengan uji t. Hasil dari uji t menunjukkan thitung3,16 > ttabel2,04, diartikan bahwa kemampuan literasi matematika dengan model discovery learning lebih baik daripada model teacher centered.
Peningkatan Kemampuan Berhitung Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Berorientasi Deep learning Berbantuan Alat Peraga Manipulatif dan Media Gambar Trijoko Bagus Setyawan; Rida Fironika Kusumadewi; Imam Kusmaryono
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 11, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v11i1.23574

Abstract

Kemampuan berhitung siswa pada jenjang sekolah dasar awal masih relatif rendah karena pembelajaran matematika sering bersifat abstrak dan kurang menarik bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media pembelajaran konkret yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih efektif. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas 1 sekolah dasar melalui penggunaan media manipulatif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini melibatkan 32 siswa dan dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pembelajaran dan tes kemampuan berhitung untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berhitung siswa pada setiap siklus. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 58,4 pada kondisi awal menjadi 70,2 pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 90,1 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 42% pada kondisi awal menjadi 68% pada Siklus I dan mencapai 92% pada Siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media manipulatif efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa serta mendukung pembelajaran matematika yang lebih bermakna di sekolah dasar.
Keefektifan Pembelajaran Berbasis Kuis terhadap Pemahaman Literasi Numerasi Idha Slamet Andriyani; Muhamad Afandi; Rida Fironika Kusumadewi; Anis Rohmatun
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i1.23575

Abstract

Literasi numerasi merupakan sebuah kecakapan untuk menggunakan berbagai angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah praktis dalam berbagai macam konteks dikehidupan sehari-hari. Biasanya pada saat pembelajaran, siswa mengalami kendala atau kesulitan. Salah satu kesulitan yang dialami anak pada usia Sekolah Dasar adalah kesulitan belajar matematika. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa penyebab dari kesulitan yang dialami siswa saat belajar, dan untuk menganalisis efektifitas dari media pembelajaran berbasis kuis terhadap pemahaman siswa terhadap literasi numerasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuis. Pembelajaran berbasis kuis dapat dipakai sebagai alat untuk meningkatkan minat literasi dan numerasi peserta didik, pembelajaran tidak monoton dan peserta didik merasa lebih senang belajar daripada pembelajaran biasa.  Kesulitan belajar simbol dan angka merupakan gangguan yang dimiliki anak yang berkaitan dengan faktor internal dan eksternal yang menyebabkan otak anak kesulitan dalam mengikuti pembelajaran dalam hal menerima dan menganalisis informasi yang didapat selama mengikuti pembelajaran matematika.
PENGGUNAAN METODE PSIKOLOGIS DALAM MENGATASI MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA SISWA SD Tin Susanti; Evi Chamalah; Rida Fironika Kusumadewi
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.5.3.545-557

Abstract

Psychological methods in Indonesian language lessons focus on approaches that consider the psychological aspects of students to enhance learning effectiveness. One commonly used method is constructivism, where students are encouraged to build their own understanding based on prior experiences and knowledge. The aim of this study is to explore and analyze the effectiveness of using psychological methods to improve elementary students' comprehension of the Indonesian language. By applying educational psychology techniques such as game-based learning, positive reinforcement, and individualized learning approaches, it is hoped that students can more easily grasp Indonesian language concepts. Data collection techniques through qualitative methods include direct classroom observation and interviews with teachers and students. Research on the use of psychological methods to address issues in improving elementary students' understanding of the Indonesian language shows significant results. The applied psychological methods help students overcome emotional and cognitive barriers that often disrupt their learning process. With this approach, students can be more focused and motivated in learning the Indonesian language. Moreover, these methods boost students' confidence in their language skills, as they feel more understood and emotionally supported. The results of this study emphasize the importance of psychological approaches in learning, which do not only focus on academic aspects.
PENERAPAN MODEL OUTDOOR LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN ALAM KAYONG UTARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPTIF SISWA KELAS VI SDN 12 PELERANG Eva Juniati; Evi Chamalah; Rida Fironika Kusumadewi
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.6.2.440-447

Abstract

Kemampuan menulis deskriptif siswa sekolah dasar sering terkendala karena pembelajaran berlangsung dominan di dalam kelas sehingga siswa kurang memperoleh pengalaman konkret untuk mengembangkan ide, detail, dan kosakata deskriptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan menulis deskriptif siswa kelas VI SDN 12 Pelerang melalui penerapan model outdoor learning berbasis lingkungan alam Kayong Utara. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) dengan subjek 20 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis, observasi aktivitas belajar, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan proses dan capaian belajar antar-siklus. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis deskriptif: pada siklus I capaian berada pada rentang 65–75, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 78–90. Peningkatan tersebut didukung oleh perubahan proses belajar, yaitu keterlibatan siswa lebih aktif saat observasi langsung, ide tulisan lebih spesifik, kosakata deskriptif lebih variatif, serta paragraf lebih runtut setelah diberi scaffolding (panduan observasi, pengayaan kosakata, dan arahan revisi). Dengan demikian, outdoor learning berbasis lingkungan lokal efektif untuk memperkuat kualitas tulisan deskriptif siswa melalui pengalaman autentik dan dukungan menulis yang terstruktur.Kata kunci: outdoor learning; menulis deskriptif; sekolah dasar; lingkungan lokal; penelitian tindakan kelas.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SDN KALIGAWE Karina Mafaza Sania; Yunita Sari; Rida Fironika Kusumadewi; Nuhyal Ulia
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 9, No. 2: November 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.9.2.456-466

Abstract

Abstract.  This study aimed to determine the effect of the Make A Match learning model on fourth-grade students’ critical thinking skills in Matematika at SDN Kaligawe. The Make A Match model is a cooperative learning strategy that engages students in finding matching pairs of question and answer cards, thereby promoting active participation and deeper understanding of the material. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental design with pretest and posttest. Data were collected through a critical thinking skills test administered before and after the treatment. The hypothesis testing was conducted using SPSS with the criterion that if Sig. (2-tailed) < 0.05, the hypothesis is accepted. The results showed a significant difference between students’ performance before and after the implementation of the Make A Match model. The SPSS output indicated a significance value of 0.00, which is lower than 0.05, meaning the hypothesis was accepted. The average pretest score was 55, which increased to 80 in the posttest.In conclusion, the implementation of the Make A Match learning model in teaching the Hindu-Buddhist and Islamic kingdoms material in IPAS is more effective than the conventional lecture method in improving fourth-grade students’ critical thinking skills at SDN Kaligawe. Keywords: Make A Match, Critical Thinking
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MIMIMAT(MINIATUR MINIMARKET MATEMATIKA) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN BERSUSUN KELAS III Faiza Mujtahida Noor; Rida Fironika Kusumadewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47953

Abstract

  This research is motivated by the low understanding of students towards the concept of compound addition and the lack of use of interesting and interactive learning media in the mathematics learning process in elementary schools. Therefore, MIMIMAT learning media was developed to help students understand the concept of compound addition more easily and enjoyably. This study aims to analyze the validity, practicality, and effectiveness of MIMIMAT media on the understanding of the concept of compound addition. This study aims to analyze the validity, practicality, and effectiveness of MIMIMAT media and its influence on the understanding of the concept of compound addition of grade III students. The study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model. Data were collected through expert validation, questionnaires, tests, interviews, and observations, then analyzed descriptively and inferentially. The results of the study indicate that MIMIMAT media meets the valid criteria based on the assessment results of material experts and media experts. The media was also declared practical based on teacher and student responses that showed a good category. Statistical tests showed a significant increase in conceptual understanding (Sig. = 0.013) with an N-Gain value of 0.60 (moderate category). This finding confirms that the use of MIMIMAT media is in line with constructivism theory which states that students more easily understand concepts when directly involved in the learning process through concrete media and meaningful learning experiences. In addition, MIMIMAT media supports an active learning approach because it is able to help students build an understanding of the concept of compound addition gradually and systematically. Keywords: MIMIMAT, learning media, compound addition, conceptual understanding,
ICE LEARN AI: BUKU PANDUAN ICE BREAKING BERBASIS DEEP LEARNING BERBANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) GURU Devita Arianto; Nuhyal Ulia; Rida Fironika Kusumadewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60395

Abstract

-