Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Penerapan HIRADC untuk Peningkatan K3 di Perusahaan Manufaktur Henny; Andriana, Iyan; M Andriyansyah; M Rizzki Ar Rozzak; Maretno Marcelina Baru
Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer (Petik) PETIK : Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/petik.v5i2.18316

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan bersama sebuah perusahaan manufaktur yang memiliki aktivitas kerja dengan potensi bahaya cukup tinggi, khususnya pada area support. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan pihak manajemen, diketahui bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area tersebut belum berjalan secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap K3, rendahnya kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keterbatasan akses informasi keselamatan kerja, serta belum tersedianya dokumen identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang tersusun secara sistematis. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan masih ditemukannya beberapa insiden kerja berskala ringan, seperti luka pada tangan dan iritasi akibat paparan bahan kimia, yang berpotensi berkembang menjadi kecelakaan kerja yang lebih serius apabila tidak segera dikendalikan. Sebagai upaya pemecahan masalah, tim PkM melaksanakan program pelatihan dan pendampingan penerapan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Kegiatan PkM dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi K3, pelatihan konsep dan tahapan HIRADC, observasi lapangan, simulasi identifikasi bahaya berbasis aktivitas kerja nyata, serta pendampingan penyusunan dokumen HIRADC. Bentuk intervensi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi kelompok, praktik pengisian formulir HIRADC, klarifikasi hasil penilaian risiko, serta evaluasi sebelum dan sesudah pendampingan. Luaran utama dari kegiatan PkM ini adalah tersusunnya dokumen HIRADC area support yang mencakup lima aktivitas kerja utama beserta rekomendasi pengendalian risiko. Hasil evaluasi pascapendampingan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tingkat risiko kerja secara lebih sistematis dan konsisten. Selain itu, berdasarkan hasil observasi pascakegiatan, terjadi peningkatan kepatuhan penggunaan APD dibandingkan sebelum pendampingan. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini memberikan dampak positif bagi mitra dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat budaya K3, serta mendukung upaya pencegahan kecelakaan kerja secara berkelanjutan.
Pengaruh Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas, dan Rasio Pertumbuhan terhadap Pertumbuhan Ekonomi pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2024: The Effect of Independence Ratio, Effectiveness Ratio, and Growth Ratio on Economic Growth in Regencies and Cities in West Java Province from 2021 to 2024 Rizqy Vebry Wibowo; Hendro Lukman; Henny
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari delapan puluh titik data dari dua puluh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat untuk periode 2021-2024. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode pengujian hipotesis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model regresi panel. Model regresi panel yang sesuai untuk penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM). Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan aplikasi Eviews versi 12. Penelitian ini menggunakan rasio kemandirian, rasio efektivitas, dan rasio pertumbuhan sebagai indikator kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil analisis data, rasio kemandirian memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, rasio efektivitas memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan rasio pertumbuhan memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemerintah pusat perlu menganalisis kebijakan dukungan keuangan regional, pemerintah daerah perlu memilih program dan kegiatan yang sesuai, dan masyarakat harus berpartisipasi dalam pemantauan implementasinya.
KRISIS KRISIS IDENTITAS PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA: ANALISIS ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT Zahra, Alya Puspita Zahra; Indah; Wifa; Henny; Widyatmike Gede Mulawarman; Akhmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36409

Abstract

Perkembangan teknologi, dinamika sosial, dan tekanan globalisasi telah memicu krisis identitas pendidikan tinggi Indonesia, yang ditandai oleh disorientasi tujuan institusi, melemahnya budaya ilmiah, dan degradasi nilai moral. Penelitian ini menganalisis krisis tersebut melalui perspektif filsafat ilmu, khususnya dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta merumuskan pendekatan konseptual untuk memperkuat identitas pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur yaitu menelaah artikel nasional dan internasional melalui proses identifikasi, seleksi, pembacaan mendalam, dan sintesis tematik. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldana serta diperkuat triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa krisis ontologis muncul akibat komersialisasi dan birokratisasi yang menyempitkan makna pendidikan menjadi aktivitas teknokratis. Krisis epistemologis tampak melalui rendahnya literasi akademik, melemahnya budaya riset, dan maraknya plagiarisme yang menggeser pendidikan dari pencarian kebenaran. Krisis aksiologis terlihat dalam menurunnya integritas moral, etika ilmiah, dan tanggung jawab sosial. Sintesis literatur merekomendasikan rekonstruksi ontologis berbasis pemanusiaan, reformasi epistemologis melalui penguatan budaya ilmiah dan integritas akademik, serta revitalisasi aksiologis melalui internalisasi nilai moral dan misi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa identitas pendidikan tinggi hanya dapat diperkuat melalui integrasi seimbang antara makna, pengetahuan, dan nilai dalam seluruh proses akademik Kata Kunci: Krisis Identitas Pendidikan Tinggi, Filsafat Ilmu, Ontologi, Epistemologi, Aksiologi