HERDIANTO, FERRY
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Musica: Journal of Music

Fantasia Andung Ni Si Boruadi ; Perwujudan Tradisi Andung Batak Toba Ke dalam Komposisi Musik Bentuk Fantasia Tiga Bagian (Fantasia Andung Ni Si Boruadi; Embodiment Of The Andung Batak Toba Tradition Into A Three-Part Fantasia Music Composition) Pane, Wulan Puriani Batman Sitorus; Herdianto, Ferry; Anggraini, Nora
Musica: Journal of Music Vol 3, No 2 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i2.3923

Abstract

Andung Ni Si Boruadi  dalam bahasa Batak Toba berarti ratapan seorang gadis adalah sebuah karya komposisi musik  yang berangkat dari reinterpretasi terhadap budaya andung yang ada di masayarakat Batak Toba. Andung adalah nyanyian ratapan seseorang yang murni atau refleks saat sedang berduka. Dalam karya ini, aspek suasana, karakteristik dan teknik andung akan  menjadi ide garapan yang digarap ke dalam sebuah komposisi musik fantasia tiga bagian. Karya  komposisi ini digarap dengan menggunakan metode penciptaan yaitu:  Interpretasi, orkestrasi dan improvisasi. Bagian penting dalam proses penggarapan karya ini terdiri dari ide tema garapan, tangga nada, sistem atonal, teknik pengembangan, motif sulim, motif hasapi dan motif taganing. Komposisi musik Fantasia Andung Ni Si Boruadi digarap ke dalam formasi full orkestra yang dikolaborasikan dengan penggunaan alat musik tradisonal Batak Toba yaitu sulim  ( Seruling) dan pada bagian tertentu, penggarap memunculkan si pangandung (orang yang meratap) untuk menguatkan tema dari Andung  tersebut. Hasil karya komposisi musik ini yaitu musik programa ideational  dengan bentuk fantasia tiga bagian yang diberi judul Fantasia Andung Ni Si Boruadi.ABSTRACTAndung Ni Si Boruadi in the Toba Batak language means a girl's lament is a musical composition that departs from a reinterpretation of the Andung culture in the Toba Batak community. Andung is a pure or reflexive lamentation of someone when they are grieving. In this work, aspects of the atmosphere, characteristics and techniques of andung will be the ideas worked on into a three-part fantasia musical composition. This compositional work was worked on using creative methods, namely: interpretation, orchestration and improvisation. An important part of the process of creating this work consists of the theme ideas, scales, atonal systems, development techniques, sulim motifs, hasapi motifs and taganing motifs. The musical composition Fantasia Andung Ni Si Boruadi was worked on into a full orchestral formation which was collaborated with the use of traditional Toba Batak musical instruments, namely the sulim (flute) and in certain parts, the composers brought out si pandung (people who wail) to strengthen the theme of Andungthe. The result of this musical composition is ideational programmatic music in the form of a three-part fantasia entitled Fantasia Andung Ni Si Boruadi.
Pertunjukan Musik Solis Marimba dan Ensambel Perkusi dengan Repertoar Concerto In E Minor For Solo Marimba, Can You Feel The Love Tonight, dan Journey To Deli (Marimba Solis Music Show and Percussion Ensemble with Repertoire Concerto In E Minor For Solo Marimba, Can You Feel The Love Tonight, and Journey To Deli) Akmal, Muhammad Fauzan; Herdianto, Ferry; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3465

Abstract

ABSTRAKRepertoar musik dari berbagai era seperti classic, popular dan melayu dikemas ke dalam sebuah pertunjukan solis marimba dengan menggunakan kaidah pertunjukan konvensional.Repertoar dalam pertunjukan ini terdiri dari repertoar berbagai era.Repertoar pertama dalam pertunjukan adalah repetoar era klasik yang berjudul Concerto in E minor For Solo Marimba dengan komposer Braedon Bomgardner.Repertoar kedua adalah Can You Feel The Love Tonight yang merupakan lagu popular animasi disney ciptaan Elton John. Repertoar terakhir dengan judul Journey To Deli karya dari Tengku Ryo Riezkan. Penyaji menginterpretasikan berbagai teknik seperti legato, arpegio, triol, single stroke roll, roll, dan improvisasi untuk mewujudkan tercapainya sebuah pertunjukan yang utuhKata kunci : Pertunjukan, Marimba, Solis ABSTRACTMusic repertoire from various eras such as classic, popular and Malay is packaged into a solo marimba performance using conventional performance rules. The repertoire in this show consists of repertoires of various eras. The first repertoire in the show is the classical era repertoire entitled Concerto in E minor For Solo Marimba with composer Braedon Bomgardner. The second repertoire is Can You Feel The Love Tonight which is a popular song by Elton John. The last repertoire with Journey To Deli by Tengku Ryo Riezkan. Presenters interpret various techniques such as legato, arpegio, triol, single stoke roll, roll, and improvisation to achieve a complete performance.Keywords: Performance, Marimba, Solis
Performance of Concerto in B Minor By Oscar Rieding for Solo Marimba Feroz, Alifianez Mahardika; Herdianto, Ferry; Marh, Fahmi; Syahputra, Ade
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4425

Abstract

The marimba solo performance featuring the composition Concerto in B Minor is a work by O. Rieding adapted for the marimba. Originally composed for the violin, this piece was released in November 1909 in Leipzig by the publishing company Bosworth & Co. The work consists of three movements: Allegro moderato, Andante, and Allegro moderato. The objective of this performance is to demonstrate the adaptation of this piece for the marimba, focusing on the application of arpeggio techniques and various expression marks such as piano, forte, crescendo, decrescendo, mezzo forte, ritardando, and a tempo. The performance results illustrate the successful application of these techniques and expression marks, showcasing the performer's ability to interpret and convey the musical nuances of the composition. The performance methodology includes the conceptualization, preparation, and execution of the performance..
Fantasia Taur-Taur Purba, Jayanto; Herdianto, Ferry; Sina, Ibnu; Munafri, Sastra; HR, Hafif
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4720

Abstract

Komposisi musik Fantasia Taur-taur  adalah komposisi yang berangkat dari salah satu kesenian Batak Simalungun yaitu Taur-taur Simbandar. Komposisi musik Fantasia Taur-taur merupakan musik komposisi dengan gaya Fantasia digarap dalam bentuk dua bagian dengan format orkestra. Pada komposisi musik ini, melodi dan pola ritme yang berangkat dari lagu Taur-taur Simbandar diambil sebagai ide garapan yang digarap dalam sebuah komposisi musik instrumental. Dalam penggarapan komposisi musik Fantasia Taur-taur digunakan beberapa teknik pengolahan variasi motif seperti repitisi, sequen, imitasi, diminusi tanpa menghilangkan ciri khas dari lagu Taur-taur Simbandar tersebut.. Kata Kunci: Taur-Taur, Inggou, Doding,Fantasia dan Orchestra
Komposisi Musik "Dayang Diani Format Orkestra” Fahreza, Nanda; Yusnelli, Yusnelli; Herdianto, Ferry; Sina, Ibnu; Budaya, Arga
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5432

Abstract

Komposisi Dayang Daini Format Orchestra adalah sebuah komposisi yang berangkat dari tema dendang Dayang Daini yang berasal dari Minangkabau. Tema dari dendang tersebut diolah kedalam format orkestra dengan bentuk bebas (Free Form). Metode penciptaan ini terdiri dari persiapan, perancangan, perwujudan, penyajian. Adapun teknik pengumpulan data yang pengkarya gunakan pada komposisi ini antara lain: studi pustaka dan studi lapangan seperti: observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan perwujudan karyanya menggunakan tahap: transkripsi, orkestrasi, aransement, proses karya, dan pertunjukan. Hasil penciptaan ini menunjukan bahwa komposisi musik yang berjudul Dayang Daini Format Orchestra, berhasil dibuat oleh pengkarya dalam format orkestra dengan bentuk bebas (FreeForm). Komposisi ini dimainkan menggunakan tempo Larghetto sampai tempo Allegro, dengan memakai tanda birama 4/4.
Fantasia Begambang: Transformasi Musik Tradisi Muaro Jambi dalam Komposisi Dua Bagian Yanda, Jefri; Herdianto, Ferry; Hidayatmi, Hidayatmi; Martarosa, Martarosa; Irwan, Irwan
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.6012

Abstract

Penelitian ini merupakan penciptaan karya komposisi musik berjudul Fantasia Begambang yang berangkat dari tradisi musik Begambang di Desa Dano Lamo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Karya ini dikembangkan dalam bentuk Fantasia dua bagian dengan format ensambel campuran yang memadukan instrumen tradisional dan instrumen Barat. Proses penciptaan dilakukan melalui metode eksploratif-kreatif yang meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pelaku tradisi, studi pustaka, serta analisis dan pengolahan material musikal. Melodi dan ritme Begambang diolah menggunakan teknik komposisi seperti repetisi, imitasi, augmentasi, diminusi, dan sequence. Bagian pertama menampilkan tema dasar yang menonjolkan karakter tradisi melalui instrumen gambang, flute, dan instrumen pendukung, sedangkan bagian kedua merupakan pengembangan tema dengan eksplorasi harmoni, tekstur, dan dinamika melalui integrasi instrumen modern, tradisional, dan format combo band. Karya ini menunjukkan bahwa tradisi musik lokal dapat ditransformasikan ke dalam komposisi musik kontemporer tanpa kehilangan identitas musikalnya, sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif dan akademik.
Laras Turonggo Seto (Ansambel Campuran) Sandiga, Chandra; Tindaon, Rosmegawaty; Wijaksana, Bambang; Herdianto, Ferry; Saputra, Weldy
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5939

Abstract

Laras Turonggo Seto merupakan komposisi musik yang bersumber dari melodi tradisi Turonggo Seto dalam repertoar Kuda Lumping Aneka Turonggo. Karya ini digarap berdasarkan sistem laras pelog, slendro, dan madenda yang dikembangkan ke dalam bentuk musik fantasia dua bagian menggunakan media ansambel campuran. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan tahapan eksplorasi dan eksperimentasi musikal. Melodi tradisi diolah melalui teknik unisono, call and response, imitasi, serta augmentasi untuk membangun struktur dan karakter musikal karya. Unsur ladrang dihadirkan sebagai penguat identitas musikal Jawa dalam konteks komposisi kontemporer. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa pengolahan laras tradisional yang dipadukan dengan instrumen modern mampu menghasilkan ekspresi musikal baru tanpa menghilangkan nilai estetika dan karakter khas Turonggo Seto sebagai seni pertunjukan tradisi.
Transformasi Dendang Suayan Balenggek ke dalam Komposisi Fantasia Orkestra Rivaldo, Rivaldo; Herdianto, Ferry; Sina, Ibnu; Adha, Yasril; Surraya, Yade
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5401

Abstract

Penelitian ini merupakan penciptaan karya musik berjudul Transformasi Dendang Suayan Balenggek ke dalam Komposisi Fantasia Orkestra yang berangkat dari dendang tradisional Suayan Balenggek berasal dari Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Karya ini bertujuan mentransformasikan karakter melodi dan ritme dendang Suayan Balenggek, khususnya pada bagian lenggek, ke dalam bentuk komposisi musik Fantasia dua bagian dengan format orkestra yang dipadukan dengan combo band. Metode penciptaan yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pelaku seni tradisi, studi pustaka, transkripsi melodi, serta eksplorasi musikal melalui teknik komposisi seperti augmentasi, diminuisi, repetisi, imitasi, canon, unison, dan modulasi. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa bentuk Fantasia memberikan ruang kebebasan struktural dan ekspresif dalam mengolah materi tradisi tanpa menghilangkan karakter musikal dendang aslinya. Transformasi ini menghasilkan komposisi berdurasi 12 menit yang menampilkan integrasi instrumen tradisional dan modern secara harmonis. Karya ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan komposisi musik berbasis tradisi serta menjadi upaya pelestarian budaya Minangkabau melalui pendekatan musikal kontemporer.