Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Teknologika

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TRANSPORTASI ONLINE GO-JEK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA MASYARAKAT KABUPATEN PURWAKARTA Rizky Fajar Ramdhani; Muhammad Ali Akbar
Jurnal Teknologika Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.35 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas pelayanan yang diberikan oleh PT. Gojek Indonesia terhadap k epuasan pelanggan di kalangan masyarakat Kabupaten Purwakarta dengan jumlah responden sebanyak 100 orang masyarakat yang di deskripsikan menurut jenis kelamin, alamat dan umur. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel kualitas pelayan an sebagai variabel independent (bebas) dengan menggunakan lima indikator penelitian, yaitu Bukti tampilan (Tangibles), Kehandalan (Reability), Daya tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), dan Empati (Emphaty). Dan variabel kepuasan pelanggan sebaga i variabel dependent (terikat) dengan menggunakan lima indikator penelitian, yaitu Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, Emosional, Harga, dan Biaya. Persamaan regresi pada penelitian ini adalah Y= 15,975+0,368X. Berdasarkan hasil analisis korelasi sederhan a didapatkan korelasi yakni 0,406 yang berarti terjadi hubungan yang sedang dengan hubungan yang positif karena nilai R positif. Sedangkan berdasarkan hasil indeks determinasi, presentase pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan sebesar 16 ,5% yang berarti menunjukan hubungan yang sangat kuat.
MENTAL WORKLOAD ANALYSIS OF PRIVATE ISLAMIC RELIGIOUS UNIVERSITIES OPERATORS WITH NASA-TLX METHOD Ivan Fanani Qomusuddin; Rizky Fajar Ramdhani; Siti Romlah
Jurnal Teknologika Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.021 KB) | DOI: 10.51132/teknologika.v11i2.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban kerja mental Operator Perguruan Tinggi Islam dengan metode NASA TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) dan mengetahui apakah ada hubungan jenis kelamin, usia, dan pengalaman kerja dengan beban kerja mental. Metode NASA TLX mengukur 6 dimensi ukuran beban kerja yaitu Mental demand, Physical Demand, Temporal Demand, Performance, Effort dan Frustation Level. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan beban kerja mental Operator Perguruan Tinggi Islam sebesar 77,43 atau masuk kedalam kategori sedang. Berdasarkan skor yang diperoleh, diketahui bahwa 57,89% operator memiliki beban kerja mental yang berat, 42,11% memiliki beban kerja mental sedang, dan 0% memiliki beban kerja mental ringan. Indikator dengan beban kerja mental yang paling tinggi adalah Performance sebesar 21,2% yang berhubungan dengan seberapa besar keberhasilan operator di dalam pekerjaannya dan seberapa puas dengan hasil kerjanya. Berdasarkan uji Chi-Square variabel jenis kelamin, usia, dan pengalaman kerja tidak ada hubungan yang signifikan dengan beban kerja mental, karena memiliki nilai signifikan diatas 5%.
P ER A N C A N G AN AL A T BA N TU LIFT M A N U A L MENGGUNAKAN P E N DE K AT A N AN T HRO P OME T RI DI A R EA F AT BL E ND P T .X Y Z Bintang Nidia Kusuma; Rizky Fajar Ramdhani; Muhammad Ali Akbar
Jurnal Teknologika Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.709 KB) | DOI: 10.51132/teknologika.v11i1.102

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan produsen dengan bergerak di bidang industri pembuatan susu formula. Di salah satu departemen produksi pada perusahaan tersebut yaitu bagian fat blend terdapat aktivitas manual material handling (MMH) yang di lakukan operator, yaitu penuangan larutan emulsifier ke dalam intermediate tank. Berdasarkan permasalahan yang timbul di perlukan adanya penanganan perbaikan pada aktivitas pengangkatan tersebut, dengan merancang alat bantu yang dapat memindahkan pengangkatan dengan bantuan alat bantu guna mencegah risiko keluhan musculoskeletal disorder pada pekerja. Tahapan dalam perancangan yang di lakukan dengan menghitung nilai Recommended Weight Limit (RWL) dan Lifting Index (LI) menggunakan NIOSH equation, kemudian menggunakan metode anthropometri dan metode perancangan yang mengadopsi serta modifikasi beberapa tahapan dalam proses perancangan, dengan metode rasional dan NIDA (Need,Idea,Decision and Action). Hasil Penelitian di peroleh dengan nilai Recommended Weight Limit (RWL) lebih kecil dari berat aktual wadah berisi larutan dan Lifting Index (LI) lebih besar dari 1 (LI>1), Maka aktivitas tersebut tidak di rekomendasikan dan dapat berisiko cedera termasuk risiko keluhan pada Musculoskeletal Disorder (MSDs). Kemudian menghasilkan sebuah rancangan alat bantu dengan pembuatan desain dan prototype yang sesuai dengan anthropometri pekerja dengan persentil 95th yang mengasilkan tinggi pegangan penggerak ialah 107.2 cm, dan lebar untuk alat bantu 46.1 cm.
ANALISA DAN MITIGASI RISIKO SUPPLY CHAIN DENGAN PENDEKATAN MODEL HOUSE OF RISK PADA PERUSAHAAN XYZ Hady Sofyan; Akhsani Nur Amalia; Daffa Pratama Akmal; Rizky Fajar Ramdhani
Jurnal Teknologika Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v12iNo 2.236

Abstract

Abstract. XYZ Company is a company engaged in the food service industry that produces various types of products such as food, spices, flour, etc. The production process, starting from raw materials until the products are sent to consumers, there are still many risks that interfere with industrial activities that do not run smoothly. The steps taken to identify and measure the potential risks that exist in supply chain at XYZ Company are using the house of risk (HOR) model. This model is a framework developed by Laudine H. Geraldin and I. Nyoman Pujawan by developing the FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) method and the QFD (Quality Function Deployment) method. The identified risk events have the potential to arise in the supply chain of XYZ Company, namely in Plan activities there are 4 risks, source there are 5 risks, make activities have 9 risks, delivery activities have 5 risks, and in Return activities there are 3 risks. As many as 22 risk agents (risk agents) in the supply chain of Company XYZ were identified, which were then prioritized based on the ARP value of 5 risk agents, namely delaying the production process (A8), not being careful with production planning (A1), quality inspection errors (A17), Human Error (A5), Don't care about SOP (A22). Mitigation or prevention strategies that are prioritized to prevent the causes of risk are (in order) Increase the emphasis on SOPs to each line, Show the consequences of not meeting SOPs, namely work accidents, Improve employee abilities with good training or direction, Always emphasize employees to comply with SOPs, Motivate employees Making value stream mapping, briefing each employee that SOPs are important Conduct training for employees. Keywords: Risk Mitigation, Supply Chain Management, House of Risk
RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DALAM MENGANALISIS PADA PRECISION AIR CONDITIONING (PAC) DI PT XYZ Rikzan Bachrul Ulum; Tarman; Herry Firmansyah; Rizky Fajar Ramdhani
Jurnal Teknologika Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v13i1.239

Abstract

Kelancaran proses bisnis perusahaan sangat dipengaruhi oleh alat-alat produksi utama maupun alat-alat pendukung produksi yang handal, hal ini juga berlaku pada PT XYZ yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada jasa komunikasi. Salah satu bagian yang paling penting dari proses penyediaan jasa komunikasi tersebut adalah Precission Air Conditioning (PAC), yang memiliki fungsi untuk menjaga suhu server rack berada pada suhu optimal untuk bekerja, unit PAC bekerja selama 24 jam setiap harinya. Kegagalan pada unit PAC dapat mengakibatkan terganggunya server rack sehingga proses penyediaan jasa komunikasi dapat terhenti. Maka untuk menghindari terjadinya kegagalan tersebut, diperlukan usaha-usaha perawatan yang dilakukan oleh perusahaan. Salah satunya adalah dengan menerapkan Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk menerapkan sistem perawatan prediktif pada unit PAC dengan mencari komponen-komponen kritis dari PAC dan interval perawatannya. Dari hasil analisis RCM yang telah dilalukan, dapat diketahui terdapat 4 komponen yang memiliki risk priority number paling besar, komponen tersebut adalah fan dengan nilai RPN 576, compressor dengan nilai RPN 471, electric heater dengan nilai RPN 386 dan thermal expansion valve dengan nilai RPN 248. Untuk komponen fan, interval perawatan suku cadang v-belt adalah 155 hari dan bearing blade unit adalah 252 hari, sedangkan pada komponen compressor, interval perawatan untuk suku cadang sensor switch adalah 78 hari dan pelumas 42 hari, kemudian pada komponen electric heater, interval perawatan suku cadang komponen sensor temperatur adalah 182 hari dan sensor air flow 351 hari.
Analisis Line Balancing Menggunakan Metode Ranked Position Weight Pada Body Wuling Air Ev Abdullah, Kukuh Abdullah; Rizky Fajar Ramdhani; Rikzan Bachrul Ulum; Haris SAndi Yuda
Jurnal Teknologika Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v14i1.303

Abstract

ABSTRAKDalam membangun lini produksi baru pada suatu proses manufaktur harapan utama pada lini produksi tersebut adalah mampu membuat produk yang efektif dan efisien.Hal ini diterapkan pada system produksi pada PT SGMW Motor Indonesia pada lini produksi baru pada perakitan mobil lsitrik. Salah satu metode yang dilakukan dalam menganalisis efisiensi lini produksi tersebut adalah menganalisis dari segi keseimbangan lintasan (line balancing) yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi stasiun kerja, kondisi keseimbangan lintasan dan nilai smoothing index. Hal ini dilakukan agar tidak ada pemborosan proses pada lini produksi tersebut sehingga dari manajemen tidak ada biaya operasional produksi yang terbuang. Metode line balancing yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line balancing ranked position weight yaitu proses pengidentifikasi kegagalan pada dalam suatu proses produksi dengan menentukan bobot – bobot pada elemen kerja proses produksi tersebut.
A Dynamic System Model for Multi-Echelon Inventory Policy Optimization Considering Bullwhip Effect and Supply chain Disruptions in the Sport Footwear Industry oetomo, Dedy Setyo; Fajar Ramdhani, Rizky; Hermawan, Asep
Jurnal Teknologika Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v15i1.447

Abstract

This research develops a dynamic system model to optimize inventory policies in multi-echelon supply chains within the sport footwear industry, addressing challenges from the bullwhip effect and supply chain disruptions. The sports footwear sector faces unique inventory management challenges due to complex demand patterns influenced by seasonality, fashion trends, and competitive dynamics. Our comprehensive system dynamics model captures the intricate relationships between four supply chain echelons: retailers, distributors, manufacturers, and raw material suppliers. The model integrates machine learning algorithms—specifically Long Short-Term Memory (LSTM) neural networks—for adaptive demand prediction and employs genetic algorithm optimization to determine optimal inventory parameters under various disruption scenarios. Using real-world data from a leading sports footwear manufacturer, we validated the model under normal operations and three distinct disruption scenarios: raw material shortages (45% reduction for 6 weeks), manufacturing capacity constraints (30% reduction for 8 weeks), and transportation disruptions (doubled lead times for 4 weeks). Results demonstrate that our proposed hybrid model reduces overall inventory costs by 18.7% compared to traditional policies while maintaining a 97.2% service level. The integration of machine learning for demand forecasting reduced prediction errors by 43.6% compared to conventional methods, directly mitigating the bullwhip effect by decreasing the order variability coefficient from 0.89 to 0.61 at the supplier level. Furthermore, the model enhanced supply chain resilience by reducing recovery time by 42% following major disruptions. This research contributes to the theoretical understanding of complex supply chain dynamics and practical applications for inventory management in volatile industries, offering a robust framework for decision-making under uncertainty.