Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Take and Give dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Sekolah Dasar Jaswandi, Lalu; Kartiani, Baiq sarlita; Najamuddin, M.
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i1.16693

Abstract

Abstract: One of the causes of students' low arithmetic ability is the use of less varied and non-contextual learning models. Many teachers still use lecture methods or conventional approaches that make students tend to be passive and less actively involved in the learning process. Therefore, a learning model is needed that can enhance students' active participation and encourage them to share knowledge and understanding in a pleasant learning atmosphere. The purpose of this study is to determine the effect of using the Take and Give learning model to improve students' arithmetic skills at Hadi Sakti Baretais Elementary School. This study's design uses a One-Group Pretest Posttest Design. Data analysis uses the t-test, then the results of thitung will be compared with ttabel. Based on the data analysis results, it shows that thitung < ttabel, namely 0.039 < 0.05, which means, the use of the Take and Give model can improve students' counting skills.Key Words: Learning Model, Take and Give, Counting Ability.Abstrak: Salah satu penyebab rendahnya kemampuan berhitung siswa adalah karena penggunaan model pembelajaran yang kurang variatif dan tidak kontekstual. Banyak guru masih menggunakan metode ceramah atau pendekatan konvensional yang membuat siswa cenderung pasif dan kurang terlibat secara aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa serta mendorong mereka untuk saling berbagi pengetahuan dan pemahaman dalam suasana belajar yang menyenangkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Take and Give dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa di SD Hadi Sakti Baretais. Desain dalam penelitian ini menggunakan model One-Group Pretest Postest Desain. Analisis data menggunakan uji t, kemudian akan dibandingkan hasil thitung dengan ttabel. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa yaitu thitung < ttabel yaitu 0,039 < 0,05 artinya, penggunaan model Take and Give dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Take and Give, Kemampuan Berhitung.
Pembimbingan Kepribadian Klien Pemasyarakatan Mataram (Bentuk Pribadi yang Berjiwa Besar dan Peduli Terhadap Sesama) Mujiburrahman, Mujiburrahman; Najwa, Lu'luin; Ahzan, Moh. Zainul; Najamuddin, M.
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 1 (2024): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i1.12245

Abstract

Community service was carried out at the Mataram Class II Correctional Center. The target of this activity is 40 correctional clients. In the implementation of this community service, training and mentoring methods are used which are followed by employees and inmates in correctional institutions. The training consists of two stages, where the first stage involves an explanation of cognitive guidance, while the next stage involves individual assistance to practice materials related to cognitive guidance. This training and mentoring runs in accordance with the goals and plans that have been set. This program received a positive response from Bapas and Mataram Class II correctional clients. This activity provides additional knowledge about positive behavior patterns, the development of potential to live independently, and motivation to live normally in society. In the process of guidance activities, correctional clients actively discuss and convey problems faced in community life
HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI DENGAN PENGELOLAAN DIRI SISWA Satriadi, M.; Nuraeni, Nuraeni; Najamuddin, M.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9797

Abstract

ABSTRACT Emotional stability is an important aspect of adolescent development that influences an individual’s ability to self-regulate in both academic and social contexts. At the junior high school level, adolescents often experience emotional instability that may affect their self-management abilities, such as behavior control, decision-making, and adaptation to environmental demands. This condition highlights the importance of examining the relationship between emotional stability and students’ self-management. This study aims to determine the relationship between emotional stability and self-management among Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar in the 2020/2021 academic year. This study employed a quantitative approach with an ex post facto correlational design. The population consisted of all Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar (N = 100 students), while the sample comprised 50 students selected using proportional random sampling. The instrument used was a Likert-scale questionnaire developed based on the dimensions of emotional stability (Azwar, 2010) and self-management (Goleman in Rinanda, 2006). Validity was tested using Pearson Product Moment correlation, and reliability was measured using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation analysis. The results showed that r-count = 0.567 > r-table = 0.281 at a 5% significance level with df = 49. The null hypothesis was rejected, indicating a positive and significant relationship between emotional stability and students’ self-management. It can be concluded that the higher the students’ emotional stability, the better their self-management ability. ABSTRAK Kestabilan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja yang berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam mengelola diri, baik dalam aspek akademik maupun sosial. Pada usia sekolah menengah pertama, remaja sering mengalami ketidakstabilan emosi yang dapat berdampak pada kurang optimalnya pengelolaan diri, seperti pengendalian perilaku, pengambilan keputusan, dan penyesuaian terhadap tuntutan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian mengenai hubungan antara kestabilan emosi dan pengelolaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar (N = 100 siswa) dan sampel berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa angket skala Likert yang dikembangkan berdasarkan aspek kestabilan emosi (Azwar, 2010) dan aspek pengelolaan diri (Goleman dalam Rinanda, 2006). Validitas diuji dengan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan rxy hitung = 0,567 > rtabel = 0,281 pada taraf signifikansi 5% dengan df = 49. Hipotesis nol ditolak sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa. Semakin tinggi kestabilan emosi siswa, semakin baik kemampuan pengelolaan dirinya.
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP SIKAP KOGNITIF PADA KONSEP BERHITUNG ANAK USIA 5-6 TAHUN Mustapa, Mustapa; Mustakim, Mustakim; Najamuddin, M.
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.10959

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low numeracy skills of children aged 5–6 years, indicating the need for engaging learning media appropriate to children’s developmental characteristics. Block play was chosen as a learning medium because it helps children recognize number concepts, improve concentration, and stimulate cognitive development in numeracy learning through enjoyable activities. The purpose of this study was to determine the effect of block play on the cognitive ability of numeracy concepts among children aged 5–6 years at TK Yazida NW Tangar in the 2019/2020 academic year. This research employed a quantitative approach with an experimental design. The population consisted of 40 students, while the sample included 15 students selected through purposive sampling. Data were collected using observation, interviews, documentation, and questionnaires. The data were analyzed using the t-test to determine the effect of block play on children’s numeracy abilities. The results showed that block play had a positive effect on early childhood numeracy skills. Children became more active, were able to recognize number concepts more easily, and showed greater interest in participating in numeracy learning activities after the implementation of block play activities. The findings indicate that the use of educational play media can help improve children’s cognitive abilities, particularly in understanding basic numeracy concepts in early childhood education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Permainan balok dipilih sebagai media pembelajaran karena mampu membantu anak mengenal konsep angka, meningkatkan konsentrasi, serta merangsang perkembangan kognitif dalam proses berhitung secara lebih menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan balok terhadap kemampuan kognitif pada konsep berhitung anak usia 5–6 tahun di TK Yazida NW Tangar Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa, sedangkan sampel penelitian terdiri atas 15 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t-test untuk mengetahui pengaruh permainan balok terhadap kemampuan berhitung anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan balok memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berhitung anak usia dini. Anak menjadi lebih aktif, mudah mengenal konsep angka, serta lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran berhitung setelah diberikan perlakuan menggunakan permainan balok. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media permainan edukatif dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak, khususnya dalam memahami konsep berhitung dasar pada pendidikan anak usia dini.
PENGARUH STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Cintawati, Cintawati; Mustakim, Mustakim; Najamuddin, M.
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10962

Abstract

ABSTRACT Playing is an important activity in early childhood development because through play children learn to understand their environment, build social experiences, and develop independent attitudes in everyday life. However, in reality, there are still children aged 5–6 years who show a high level of dependence on teachers and parents in completing learning activities and simple tasks at school. This condition indicates the need for learning strategies that are able to stimulate the development of children’s independence more optimally. This study aims to determine the effect of storytelling techniques on the independence attitude of children aged 5–6 years at TK Hati Ceria in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design through a one-group pre-test and post-test design. Data were collected through observation as the primary method, while interviews and documentation were used as supporting data. The findings showed that the application of storytelling techniques was able to improve children’s independence, as reflected in increased confidence, responsibility, and the ability to carry out learning activities independently. These findings indicate that storytelling techniques not only function as entertainment media but are also effective as learning strategies to instill independence values in early childhood. The novelty of this study lies in the use of storytelling techniques as an educational approach to develop children’s independence in a more contextual and communicative early childhood education setting. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam perkembangan anak usia dini karena melalui kegiatan bermain anak dapat belajar memahami lingkungan, membangun pengalaman sosial, dan mengembangkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya masih ditemukan anak usia 5–6 tahun yang menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap guru maupun orang tua dalam menyelesaikan aktivitas belajar dan tugas sederhana di sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang mampu menstimulasi perkembangan kemandirian anak secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik cerita terhadap sikap kemandirian anak usia 5–6 tahun di TK Hati Ceria Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui one group pre-test dan post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi sebagai metode utama, sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik cerita mampu meningkatkan sikap kemandirian anak, yang ditandai dengan meningkatnya keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan anak dalam melakukan aktivitas belajar secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik cerita tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk menanamkan nilai kemandirian pada anak usia dini. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan teknik cerita sebagai pendekatan edukatif dalam mengembangkan sikap kemandirian anak pada konteks pendidikan anak usia dini secara lebih kontekstual dan komunikatif.