Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Literasi Digital dan Pemberdayaan UMKM untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal di Kelurahan Koya Timur Nainggolan, Hotnida; Abu, Mohamad Rusdianto; Matdoan, Mohamad Rahmat Irjii; Nurdiansyah, Lukman; Manullang, Evanita Veronika; Sembor, Thelly Sula Hendrina
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zh0yk084

Abstract

Transformasi digital di Indonesia telah menjadi pendorong utama dalam penguatan literasi digital dan pemasaran digital yang berdampak positif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Kelurahan Koya Timur dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas, pemasaran digital, serta pelayanan publik. Metode yang digunakan penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, dan tanya jawab. Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan pembuatan konten promosi menggunakan Canva, pemasaran digital melalui TikTok, pelatihan Microsoft Word dan Excel, pembuatan presentasi menarik dengan Canva, pengenalan coding dasar (HTML dan CSS), pelatihan mengetik 10 jari, sosialisasi manfaat Nomor Induk Berusaha (NIB), edukasi etika digital dan keamanan siber, serta pembuatan website resmi kelurahan beserta pelatihan pengelolaannya. Hasil dari kegiatan PkM di Kelurahan Koya Timur antara lain tersedianya website resmi kelurahan sebagai sarana informasi publik, meningkatnya pemahaman masyarakat dalam penggunaan aplikasi produktivitas dan desain, meningkatnya keterampilan digital pelaku UMKM untuk pemasaran produk secara online, serta bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai keamanan dan etika dalam bermedia digital. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dapat membantu masyarakat menguasai keterampilan digital sesuai kebutuhan mereka.
Analisis Keberlanjutan Multidimensi Program Food Estate di Kabupaten Keerom, Papua Nainggolan, Hotnida; Rumabar, Anna Maria Fransiska; Tahir, Usman
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2026.013.01.1

Abstract

ABSTRAK Program food estate Kabupaten Keerom, Papua, dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan, kebutuhan pakan ternak, dan peningkatan ekonomi petani lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis status keberlanjutan program food estate Keerom secara multidimensi serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi prospek keberlanjutannya. Penilaian dilakukan menggunakan pendekatan Multidimensional Scaling dengan Rap-Industrial dan analisis prospektif terhadap lima dimensi, yaitu ekologi/lingkungan, ekonomi, sosial-budaya, teknologi dan infrastruktur, serta manajemen kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program secara umum berada pada kategori kurang berkelanjutan. Dimensi teknologi dan infrastruktur merupakan aspek paling lemah, terutama terkait keterbatasan mekanisasi, irigasi, drainase, teknologi panen, dan sistem pendukung produksi. Meskipun hasil panen awal menunjukkan potensi produktivitas, keberlanjutan jangka panjang memerlukan penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, pengelolaan lingkungan, dan kemitraan pasar. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi perbaikan kebijakan food estate berkelanjutan di Papua. Kata kunci: food estate, keberlanjutan, MDS  ABSTRACT  The food estate program in Keerom Regency, Papua, was developed to support food security, livestock feed supply, and the economic improvement of local farmers. This study aimed to analyze the multidimensional sustainability status of the Keerom food estate program and identify key factors influencing its future sustainability. The assessment employed a Multidimensional Scaling approach using Rap-Industrial and prospective analysis across five dimensions: ecological/environmental, economic, socio-cultural, technological and infrastructural, and institutional management. The results indicate that the program is generally categorized as less sustainable. The technological and infrastructural dimension was identified as the weakest aspect, particularly due to limited mechanization, irrigation, drainage, harvesting technology, and production support systems. Although the initial harvest showed promising productivity, long-term sustainability requires stronger institutional arrangements, community participation, environmental management, and market partnerships. These findings provide a strategic basis for improving sustainable food estate policy and management in Papua. Keywords:  food estate, sustainability, MDS