Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sosialisasi Literasi Pajak Penghasilan Pada Generasi Milenial Dikota Sungai Penuh Antoni, Syafrul; Karim, M.; Patria, Nelly; Halim; Oktarina, Karlini
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 : Mei (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to improve tax literacy, particularly related to Income Tax (PPh), among the millennial generation. The program was implemented through four stages: preparation and planning, socialization implementation, simulation and Q&A, and evaluation. The preparation phase involved identifying information needs, which led to the development of visual and digital-based educational modules and media. Socialization was conducted both offline and online, using a communicative approach relevant to young adults' characteristics. Tax calculation and reporting simulations were carried out to enhance participants' practical understanding, followed by interactive question-and-answer sessions. Evaluation using pre-test and post-test methods showed a significant improvement in participants' understanding, with average scores increasing from 52 to 84. The activity received positive feedback, with most participants expressing increased confidence in fulfilling their tax obligations independently. These results indicate that a communicative and applicative educational approach is effective in promoting voluntary tax compliance among millennials.
Stunting dan Ketimpangan Sosial: Implementasi Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Sambas Halim; Nursyifa, Ferzie
Ekodestinasi Vol. 3 No. 1 (2025): EKODESTINASI: Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/ekodestinasi.v3i1.144

Abstract

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, stimulasi psikososial yang tidak memadai, serta kurangnya pengetahuan dan informasi orang tua mengenai stunting. Faktor-faktor utama penyebab stunting antara lain praktik pemberian kolostrum dan ASI eksklusif yang tidak optimal, pola konsumsi anak yang kurang bergizi, penyakit infeksi, terbatasnya akses dan ketersediaan bahan makanan, serta kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungan yang buruk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap realitas sosial secara mendalam dan objektif sebagaimana adanya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program penurunan stunting di Kecamatan Sambas belum optimal, di antaranya karena belum seluruh balita terdata atau terukur secara menyeluruh sehingga validitas data belum mencapai 100%. Selain itu, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat turut menjadi tantangan utama, sehingga peran Balai Penyuluhan KB dalam edukasi gizi dan kesehatan sangat diperlukan, meskipun hingga saat ini belum berjalan secara maksimal. Kabupaten Sambas sendiri baru menerapkan kebijakan sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Meskipun data menunjukkan adanya penurunan angka stunting, hal tersebut belum sepenuhnya valid mengingat bayi yang baru lahir belum dapat dikategorikan stunting karena masih berada dalam fase pencegahan. Penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan peningkatan akses terhadap pangan bergizi serta layanan kesehatan yang terjangkau perlu dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting.
Spatial Transformation of Physical Change of Built-up Land in Ambon City Center, Indonesia, Period 1940-2025 Rifai, Ahmat; Rakuasa, Heinrich; Halim; Latue , Philia Christi; Sarfan , Riri; Tehupelasury, Syifa
Asian Journal of Environmental Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-April
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/ajer.v2i1.319

Abstract

The background of this research focuses on the physical transformation of built-up land in the center of Ambon City from 1940 to 2025, influenced by historical, social, and economic factors, including the impact of riots and population growth. The tools and materials used in this research include thematic maps of land use from various periods, satellite images (Ikonos-2 and Planet Scope), and ArcGIS Pro software for spatial data processing. The method applied is an urban morphology approach with qualitative deductive analysis, which includes geospatial data processing to understand the pattern of urban development. The results of the discussion show that built-up land has increased significantly, although environmental challenges remain a major concern, such as the conversion of green land that impacts the carrying capacity of the environment. The conclusion of this study emphasizes the need for sustainable urban planning strategies to balance urban growth with ecosystem preservation in the future.
Spatial Analysis of Benthic and Geomorphic Habitat Distribution in the Shallow Waters of Pombo Island, Indonesia, using High Resolution PlanetScope Satellite Imagery Rifai , Ahmat; Halim; Rahayaan , Muhamad F. M.; Rakuasa, Heinrich; Rajani , La Mbeli
Asian Journal of Environmental Research Vol. 2 No. 2 (2025): May-August
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/ajer.v2i2.392

Abstract

The benthic biodiversity-rich but degradation-prone coastal waters of Pombo Island, Maluku, were mapped using high-resolution PlanetScope (3m) satellite imagery and field data through a random forest approach. The results showed the dominance of inner reef flat (54%) and sand substrate (39.62%), with 22.31% coral cover, while geomorphological analysis revealed a strong correlation between sheltered reef slope (18.78%) and benthic habitat distribution (85% classification accuracy). These findings not only prove the effectiveness of remote sensing technology for tropical ecosystem monitoring but also recommend zoning-based conservation strategies, particularly reef crest protection and seagrass rehabilitation, as a contribution to sustainable environmental management in line with SDG targets.
Spatial Analysis of Vegetation Index in Ambon City Center Area, Indonesia using Sentinel-2 Satellite Imagery in Google Earth Engine Rifai , Ahmat; Halim; Rakuasa, Heinrich; Tade , Ferdi; Purnama , Aventus; Jufriansah , Adi; Khusnani , Azmi
Frontiers in Sustainable Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2025): June
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/fsst.v2i1.365

Abstract

This study analyzed the impact of urbanization on vegetation cover in Ambon City using Google Earth Engine (GEE) technology and the NDVI index. The methods used include Sentinel-2 image data processing and field validation at 40 sample points conducted in Google Earth Engine. The analysis revealed that the Non-vegetation area has a percentage area of 29.25%, Sparse vegetation area of 19.89%, Medium Vegetation area of 21.80% and Dense Vegetation area of 29.06% of the total area of Ambon City center. The results of this study emphasize the urgent need for conservation policies and utilization of monitoring technology in the planning of sustainable green open space in Ambon City Center.
Pengembangan Cultural Tourism pada Kampung Wisata Melalui Branding dan Pemasaran digital Kussudyarsana, K; Widi Utami, Dyah; Halim
Abdi Psikonomi Vol 4, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.vi.3170

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan wisata budaya (cultural tourism) di Kampung Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kotamadya Surakarta. Kemlayan selama ini dikenal sebagai tempat banyak maestro budaya lahir, namun mengalami degradasi sebagai dampak dari aktivitas ekonomi yang terjadi di daerah tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat mengembalikan lagi citra Kemlayan sebagai Kampung Budaya. Terdapat empat strategi utama utama yang diterapkan dalam PKM pengembangan wisata budaya Kampung Kemlayan. Pertama, ditetapkanlah jalur wisata Kampung Kemlayan dengan empat tema utama: sejarah, budaya, maestro, dan kuliner. Kedua, dilakukan kegiatan branding melalui pembuatan logo, maskot, dan simbol. Aspek ketiga mencakup pembuatan strategi pemasaran digital wisata Kampung Kemlayan melalui platform sosial media seperti TikTok, YouTube, dan Instagram. Keempat, dilakukan pelatihan pengelolaan media sosial kepada masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini telah di rasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, khususnya mitra PKM yaitu LPMK Kemlayan yang tercermin pada kepuasan mereka atas kegiatan pengabdian masyarakat ini yang angkanya di atas 80%.