Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Antibiotika Profilaksis Terhadap Kejadian ILO Pada Pasien Sectio Caesarea Fandinata, Selly Septi; Novita, Rennie Puspa; Putra, Deddy Aryanda; Utari, Yunita Winda; Permatasari, Silfiana Nisa; Suryandari, Mercysca; Lubada, Eziah Ika
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i3.934

Abstract

Sectio Caesarea merupakan tindakan melahirkan benih dengan insisi pada bilik rahim yang utuh. Kurang lebih 90% morbiditas pasca pembedahan diakibatkan oleh ILO. Pemberian antibiotik profilaksis bisa merendahkan resiko ILO sebesar 30-65%. Riset ini bertujuan buat mengevaluasi pemakaian antibiotik profilaksis pada seksio sesarea terhadap peristiwa ILO. Riset di jalani di salah satu rumah sakit di surabaya dengan waktu riset sepanjang 30 hari. Total sampel riset ini sebanyak 28 penderita. Dijumpai kalau peristiwa sectio caesarea sangat banyak berlangsung pada kelompok umur 20-35 tahun (71,43%), (92,85%) tanpa penyakit penyerta serta (7,15%) dengan hipertensi yang terjalin sepanjang kehamilan. Golongan antibiotik profilaksis yang sangat banyak digunakan merupakan sefalosporin generasi ketiga (71,43%) dengan nama ceftriaxone. Pemakaian antibiotik profilaksis selaku pengobatan tunggal mendominasi (96,43%). Dosis yang kerap digunakan merupakan seftriakson 1 gr (67,85%). Waktu pemberian paling banyak merupakan lebih dari 60 menit saat sebelum pembedahan (71,43%). Frekuensi paling tinggi merupakan dosis ulangan tiap 12 jam (60,72%) serta durasi pemberian terlama dalam 24 jam sesudah dilakukan operasi (89,29%). Dari seluruhnya data (100%), tidak terdapat peristiwa ILO
In Vitro Evaluation of Cholesterol-Reducing Ability of Chitosan from Mangrove Crab (Scylla serrata) Shell Solid Dispersion using PVP K-30 as a Carrier: Uji In Vitro Penurunan Kadar Kolesterol Sistem Dispersi Padat Kitosan dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) Menggunakan PVP K-30 Sebagai Pembawa Imtihani, Hilya Nur; Permatasari, Silfiana Nisa; Prasetya, Rahmad Aji
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2021): (October 2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2021.v7.i2.15597

Abstract

Background: Chitosan is a compound that can be synthesized from nature which can reduce the total serum cholesterol levels between 5.8−42.6% and decrease LDL (Low-Density Lipoprotein) between 15.1-35.1%. One of the natural resources containing chitosan derivative compounds is the shell of mud crab. Chitosan is insoluble in water but soluble in acidic solutions such as acetic acid. With such chitosan solubility, it is necessary to increase the solubility by making a solid dispersion system so that drug absorption can be faster. Objectives: The aims of this study is to determine the potential of chitosan solid dispersion system for reducing cholesterol. Material and Methods: The reduction of cholesterol levels was carried out by in vitro tests using UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 405 nm with Lieberman-Burchad reagent. The positive control used was simvastatin. There are 4 formulas, namely SD1, PM1, SD2, and PM2. This solid dispersion system uses polyvinyl pyrrolidone K-30 (PVP K-30) as carrier. Results: The characterization of chitosan has fulfilled all the characterization requirements that is organoleptic (shape and color) was creamy white, moisture content was 2.15%, ash content was 1.14%, ninhydrin test was positive purple, and deacetylation degree was 70.57%. The results of in vitro evaluation were obtained a dark green solution. The reducing percentage in cholesterol levels are SD1: 18.44%; PM1 : 18.11%; SD2 : 29.57%; and PM2 :12.01%. Simvastatin as a positive control has a percentage reduction in cholesterol levels of 30.07%. Conclusion: Chitosan has an activity as anticholesterol agent. SD2 (Solid Dispersion Chitosan: PVP K-30 = 1:2) has the higher percentage than other formulas for reducing cholesterol level comparable with the positive control.
SOSIALISASI PERAN TENAGA FARMASI DALAM PENYIAPAN DAN PENGELOLAAN OBAT DAN PERBEKALAN FARMASI SEBAGAI UPAYA TANGGAP BENCANA Ernawati, Iin; Nisa Permatasari, Silfiana; Yulita Fazadini, Safira; Nurseno, Satriyo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1024-1030

Abstract

Indonesia merupakan negara yang secara geografis berada di garis khatulistiwa, kepulauan dengan potensi besar adanya berbagai jenis bencana alam seperti banjir, kekeringan, banjir bandang, cuaca ekstrim, gempa bumi, kebakaran lahan dan hutan  dan gelombang ekstrim. Manajemen dalam penanggulangan bencana dilakukan seluruh kejadian bencana (sebelum, saat dan setelah bencana). Pemahaman mengenai jenis-jenis bencana, antisipasi dan manajemen individu maupun komunitas dalam menyikapi dampak dari kejadian bencana termasuk kondisi krisis kesehatan yang dialami saat bencana. Melalui upaya pemberian informasi mengenai kesiapsiagaan bencana, penyiapan pengobatan mandiri oleh masyarakat sebagai bentuk pencegahan terjadinya krisis kesehatan yang mengancam jiwa dan munculnya masalah kesehatan yang terjadi akibat terjadinya bencana. Peran tenaga farmasi dalam penanggulangan bencana terjadi pada pra (sebelum), saat, dan pasca (setelah) bencana. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam bentuk sosialisasi ini mendatangkan narasumber dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jawa Timur terkait pengenalan bencana dan kondisi tanggap bencana, kemudian masalah lain terkait pengelolaan serta jenis obat dan alkes yang harus diketahui oleh tenaga teknis farmasi pada saat tanggap bencana dipaparkan oleh dosen dari Akademi Farmasi Surabaya. Peserta pengabdian masyarakat diberikan pre-test sebelum acara pemaparan materi dan sosialisasi dimulai untuk melihat sejauh mana pengetahuan mereka terkait bencana, edukasi dan peran farmasi. Berdasarkan hasil dari rekapitulasi penilaian skor dari hasil pre-test mayoritas mendapatkan skor rata-rata 50. Kenaikan tingkat pengetahuan terjadi setelah mendapatkan sosialisasi dan berdasarkan hasil uji statistic non-parametric Wilcoxon diketahui bahwa adanya sosialisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan skor pengetahuan (p-value=0.000 0,05).
Peningkatan Keterampilan Siswa Vokasi melalui Pelatihan Pengujian Antibakteri Minuman Herbal Fermentatif dan Non Fermentatif pada Siswa SMK di Akademi Farmasi Surabaya Lestari, Kinanti Ayu Puji; Permatasari, Silfiana Nisa; Lubada, Eziah Ika; Fandinata, Selly Septy
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2025.4(2).69-77

Abstract

Indonesia dikenal kaya akan tanaman herbal yang memiliki potensi antibakteri tinggi. Untuk meningkatkan literasi sains terapan dan keterampilan vokasional siswa, telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan uji aktivitas antibakteri terhadap minuman herbal fermentatif dan non-fermentatif di SMK Nur Medika Surabaya pada Mei 2025. Kegiatan ini menggunakan pendekatan praktikum laboratorium yang diawali dengan pemberian materi teori, demonstrasi, hingga praktik uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Siswa dilibatkan aktif dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan, inokulasi bakteri, hingga interpretasi zona hambat. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai yang signifikan, dari rata-rata 40 menjadi 90. Survei kepuasan peserta juga menunjukkan respon sangat positif. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan teknis, serta minat siswa terhadap pengembangan produk herbal sebagai alternatif antibakteri. Program ini mendukung pencapaian kompetensi vokasional dan profil pelajar Pancasila.