Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Antibiotika Profilaksis Terhadap Kejadian ILO Pada Pasien Sectio Caesarea Fandinata, Selly Septi; Novita, Rennie Puspa; Putra, Deddy Aryanda; Utari, Yunita Winda; Permatasari, Silfiana Nisa; Suryandari, Mercysca; Lubada, Eziah Ika
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i3.934

Abstract

Sectio Caesarea merupakan tindakan melahirkan benih dengan insisi pada bilik rahim yang utuh. Kurang lebih 90% morbiditas pasca pembedahan diakibatkan oleh ILO. Pemberian antibiotik profilaksis bisa merendahkan resiko ILO sebesar 30-65%. Riset ini bertujuan buat mengevaluasi pemakaian antibiotik profilaksis pada seksio sesarea terhadap peristiwa ILO. Riset di jalani di salah satu rumah sakit di surabaya dengan waktu riset sepanjang 30 hari. Total sampel riset ini sebanyak 28 penderita. Dijumpai kalau peristiwa sectio caesarea sangat banyak berlangsung pada kelompok umur 20-35 tahun (71,43%), (92,85%) tanpa penyakit penyerta serta (7,15%) dengan hipertensi yang terjalin sepanjang kehamilan. Golongan antibiotik profilaksis yang sangat banyak digunakan merupakan sefalosporin generasi ketiga (71,43%) dengan nama ceftriaxone. Pemakaian antibiotik profilaksis selaku pengobatan tunggal mendominasi (96,43%). Dosis yang kerap digunakan merupakan seftriakson 1 gr (67,85%). Waktu pemberian paling banyak merupakan lebih dari 60 menit saat sebelum pembedahan (71,43%). Frekuensi paling tinggi merupakan dosis ulangan tiap 12 jam (60,72%) serta durasi pemberian terlama dalam 24 jam sesudah dilakukan operasi (89,29%). Dari seluruhnya data (100%), tidak terdapat peristiwa ILO
In Vitro Evaluation of Cholesterol-Reducing Ability of Chitosan from Mangrove Crab (Scylla serrata) Shell Solid Dispersion using PVP K-30 as a Carrier: Uji In Vitro Penurunan Kadar Kolesterol Sistem Dispersi Padat Kitosan dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) Menggunakan PVP K-30 Sebagai Pembawa Imtihani, Hilya Nur; Permatasari, Silfiana Nisa; Prasetya, Rahmad Aji
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2021): (October 2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2021.v7.i2.15597

Abstract

Background: Chitosan is a compound that can be synthesized from nature which can reduce the total serum cholesterol levels between 5.8−42.6% and decrease LDL (Low-Density Lipoprotein) between 15.1-35.1%. One of the natural resources containing chitosan derivative compounds is the shell of mud crab. Chitosan is insoluble in water but soluble in acidic solutions such as acetic acid. With such chitosan solubility, it is necessary to increase the solubility by making a solid dispersion system so that drug absorption can be faster. Objectives: The aims of this study is to determine the potential of chitosan solid dispersion system for reducing cholesterol. Material and Methods: The reduction of cholesterol levels was carried out by in vitro tests using UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 405 nm with Lieberman-Burchad reagent. The positive control used was simvastatin. There are 4 formulas, namely SD1, PM1, SD2, and PM2. This solid dispersion system uses polyvinyl pyrrolidone K-30 (PVP K-30) as carrier. Results: The characterization of chitosan has fulfilled all the characterization requirements that is organoleptic (shape and color) was creamy white, moisture content was 2.15%, ash content was 1.14%, ninhydrin test was positive purple, and deacetylation degree was 70.57%. The results of in vitro evaluation were obtained a dark green solution. The reducing percentage in cholesterol levels are SD1: 18.44%; PM1 : 18.11%; SD2 : 29.57%; and PM2 :12.01%. Simvastatin as a positive control has a percentage reduction in cholesterol levels of 30.07%. Conclusion: Chitosan has an activity as anticholesterol agent. SD2 (Solid Dispersion Chitosan: PVP K-30 = 1:2) has the higher percentage than other formulas for reducing cholesterol level comparable with the positive control.
SOSIALISASI PERAN TENAGA FARMASI DALAM PENYIAPAN DAN PENGELOLAAN OBAT DAN PERBEKALAN FARMASI SEBAGAI UPAYA TANGGAP BENCANA Ernawati, Iin; Nisa Permatasari, Silfiana; Yulita Fazadini, Safira; Nurseno, Satriyo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1024-1030

Abstract

Indonesia merupakan negara yang secara geografis berada di garis khatulistiwa, kepulauan dengan potensi besar adanya berbagai jenis bencana alam seperti banjir, kekeringan, banjir bandang, cuaca ekstrim, gempa bumi, kebakaran lahan dan hutan  dan gelombang ekstrim. Manajemen dalam penanggulangan bencana dilakukan seluruh kejadian bencana (sebelum, saat dan setelah bencana). Pemahaman mengenai jenis-jenis bencana, antisipasi dan manajemen individu maupun komunitas dalam menyikapi dampak dari kejadian bencana termasuk kondisi krisis kesehatan yang dialami saat bencana. Melalui upaya pemberian informasi mengenai kesiapsiagaan bencana, penyiapan pengobatan mandiri oleh masyarakat sebagai bentuk pencegahan terjadinya krisis kesehatan yang mengancam jiwa dan munculnya masalah kesehatan yang terjadi akibat terjadinya bencana. Peran tenaga farmasi dalam penanggulangan bencana terjadi pada pra (sebelum), saat, dan pasca (setelah) bencana. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam bentuk sosialisasi ini mendatangkan narasumber dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jawa Timur terkait pengenalan bencana dan kondisi tanggap bencana, kemudian masalah lain terkait pengelolaan serta jenis obat dan alkes yang harus diketahui oleh tenaga teknis farmasi pada saat tanggap bencana dipaparkan oleh dosen dari Akademi Farmasi Surabaya. Peserta pengabdian masyarakat diberikan pre-test sebelum acara pemaparan materi dan sosialisasi dimulai untuk melihat sejauh mana pengetahuan mereka terkait bencana, edukasi dan peran farmasi. Berdasarkan hasil dari rekapitulasi penilaian skor dari hasil pre-test mayoritas mendapatkan skor rata-rata 50. Kenaikan tingkat pengetahuan terjadi setelah mendapatkan sosialisasi dan berdasarkan hasil uji statistic non-parametric Wilcoxon diketahui bahwa adanya sosialisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan skor pengetahuan (p-value=0.000 0,05).
Penguatan Branding Desa Wayut Berbasis Aset Budaya melalui Tradisi Sedekah Sayur Silfiana Nisa Permatasari; Kinanti Puji Lestari; Widya Dara; Fitria Abbas Thalib; Eziah Ika Lubada; Selly Septi Fandinata
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2026.5(1).1-12

Abstract

Abstrak Tradisi sedekah sayur merupakan salah satu aset budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Wayut dan memiliki potensi untuk mendukung penguatan identitas lokal desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan tradisi sedekah sayur sebagai aset budaya dalam upaya membangun branding Desa Wayut berbasis kearifan lokal. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 2 Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang meliputi tahapan discovery, define, dream, design, dan destiny. Metode yang digunakan meliputi observasi, diskusi partisipatif, sosialisasi, dokumentasi, dan publikasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tradisi sedekah sayur berhasil diidentifikasi sebagai aset budaya yang berpotensi menjadi identitas lokal Desa Wayut. Partisipasi masyarakat meningkat melalui keterlibatan dalam donasi, pengemasan, distribusi, serta publikasi kegiatan melalui media sosial. Selain itu, tradisi berkembang dari sedekah sayur menjadi sedekah sayur dan sembako sebagai bentuk penguatan kepedulian sosial masyarakat. Luaran kegiatan berupa dokumentasi dan publikasi digital yang mendukung promosi budaya lokal serta branding Desa Wayut.   Abstract The vegetable alms tradition is a cultural asset still preserved by the Wayut Village community and has the potential to support the strengthening of the village's local identity. This community service activity aims to optimize the vegetable alms tradition as a cultural asset in an effort to build Wayut Village branding based on local wisdom. The activity was carried out in Wayut Hamlet 2, Jiwan District, Madiun Regency using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach that includes the stages of discovery, define, dream, design, and destiny. The methods used included observation, participatory discussions, socialization, documentation, and digital publication. The results of the activity showed that the vegetable alms tradition was successfully identified as a cultural asset that has the potential to become the local identity of Wayut Village. Community participation increased through involvement in donations, packaging, distribution, and publication of activities through social media. In addition, the tradition evolved from vegetable alms to vegetable and basic food alms as a form of strengthening community social awareness. The output of the activity was documentation and digital publication that supported the promotion of local culture and the branding of Wayut Village.
Edukasi Penggunaan Obat Antiepilepsi yang Tepat sebagai Strategi Peningkatan Kepatuhan Iin Ernawati; Silfiana Nisa Permatasari; Eziah Ika Lubada; Selly Septi Fandinata; Wardah Rahmatul Islamiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1546

Abstract

Epilepsi ditandai dengan terjadinya kejang yang tidak dipicu setidaknya dua kali, dengan selang waktu minimal 24 jam, akibat pelepasan berlebihan atau aktivitas neuron abnormal yang terjadi sebagian atau secara umum di otak. Penggunaan obat antiepilepsi adalah salah satu hal yang dapat digunakan untuk mencegah kekambuhan kejang. Pemberian intervensi untuk meningkatkan pemahaman dari pentingnya patuh minum obat adalah hal yang penting bagi pasien epilepsi. Salah satu kegiatan yang menjadi upaya peningkatan kepatuhan adalah pengabdian kepada komunitas pasien epilepsi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada anggota komunitas ODE (Orang Dengan Epilepsi). Kegiatan ini dihadiri oleh anggota komunitas yang menjadi penyintas epilepsi serta para orang tua atau caregiver yang menjadi pendamping orang dengan epilepsi. Tujuan diadakannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mematuhi minum obat bagi pasien epilepsi. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, serta diskusi dan berbagi pengalaman dalam mengelola kejang dan penggunaan obat antiepilepsi antaranggota komunitas ODE yang hadir. Setelah pemberian materi edukasi, banyak feedback dari anggota komunitas melalui beberapa pertanyaan yang diajukan, di antaranya mengenai bagaimana mendapatkan informasi tentang interaksi obat, penggunaan obat, pemicu kejang serta efek samping yang paling sering muncul. Untuk melanjutkan monitoring, perlu adanya pendampingan berkelanjutan serta inovasi intervensi yang dapat diberikan kepada anggota komunitas epilepsi agar tetap patuh minum obat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu wadah untuk sesama anggota komunitas berkumpul dan saling berbagi informasi tentang kontrol kejang serta mendapatkan informasi dan motivasi agar tetap terus mengonsumsi obat antiepilepsi.
Peningkatan Keterampilan Siswa Vokasi melalui Pelatihan Pengujian Antibakteri Minuman Herbal Fermentatif dan Non Fermentatif pada Siswa SMK di Akademi Farmasi Surabaya Kinanti Ayu Puji Lestari; Silfiana Nisa Permatasari; Eziah Ika Lubada; Selly Septy Fandinata
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2025.4(2).69-77

Abstract

Indonesia dikenal kaya akan tanaman herbal yang memiliki potensi antibakteri tinggi. Untuk meningkatkan literasi sains terapan dan keterampilan vokasional siswa, telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan uji aktivitas antibakteri terhadap minuman herbal fermentatif dan non-fermentatif di SMK Nur Medika Surabaya pada Mei 2025. Kegiatan ini menggunakan pendekatan praktikum laboratorium yang diawali dengan pemberian materi teori, demonstrasi, hingga praktik uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Siswa dilibatkan aktif dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan, inokulasi bakteri, hingga interpretasi zona hambat. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai yang signifikan, dari rata-rata 40 menjadi 90. Survei kepuasan peserta juga menunjukkan respon sangat positif. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan teknis, serta minat siswa terhadap pengembangan produk herbal sebagai alternatif antibakteri. Program ini mendukung pencapaian kompetensi vokasional dan profil pelajar Pancasila.