Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kaitan Pengetahuan dengan Respon Pengunjung Apotek terhadap Penolakan Pelayanan Pengobatan Mandiri dengan Antibiotik Lubada, Eziah Ika; Zulfa, Ilil Maidatuz; Putri, Octavia Eka
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.196

Abstract

Pengobatan mandiri dengan antibiotik masih menjadi masalah di masyarakat Indonesia dimana sebagian besar sumber perolehan antibiotik adalah apotek. Beberapa apotek mungkin menolak memberikan antibiotik tanpa resep, namun angka pengobatan mandiri masih susah ditekan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan respon pengunjung apotek terhadap penolakan pelayanan antibiotik tanpa resep. Studi cross sectional di lakukan di Apotek Daerah Kebonsari Surabaya pada Januari-Februari 2020 menggunakan kuisioner untuk mengukur pengetahuan pengunjung apotek tentang antibiotik dan mengobservasi respon mereka apabila apotek menolak memberikan antibiotik tanpa resep. Pengetahuan responden diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan dan dianalisis kaitannya dengan bentuk respon yang dipilih menggunakan Fisher exact test. Sebanyak 82 responden dilibatkan dalam penelitian dimana 64,63% berpengetahuan baik tentang antibiotik dan sisanya berpengetahuan cukup dan sebanyak 75,60% pernah melakukan pengobatan mandiri dengan antibiotik. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pengalaman pengobatan mandiri antibiotik (p-value 0,068) namun tingkat pengetahuan tentang antibiotik berkorelasi dengan respon ketika mengalami penolakan pelayanan antibiotik tanpa resep (p-value 0,049). Responden yang berpengetahuan baik terhadap antibiotik cenderung memilih periksa ke dokter sedangkan yang berpengetahuan cukup cenderung memilih pergi ke apotek lain yang masih memberikan antibiotik tanpa resep. Peningkatan edukasi serta penguatan penerapan regulasi antibiotik di komunitas masih sangat diperlukan guna menekan pengobatan mandiri dengan antibiotik
VALIDASI METODE ANALISA PADA PENETAPAN KADAR KOENZIM Q10 DALAM SEDIAAN MIKROEMULSI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROPHOTOMETER UV-VIS Silvi ayu Wulansari; Eziah Ika Lubada
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i1.19241

Abstract

Koenzim Q10 banyak digunakan dalam bidang kosmetika karena dapat digunakan sebagai antioksidan, namun koenzim Q10 memiliki kekurangan yaitu hanya dapat larut dalam minyak dan memiliki ukuran partikel yang besar sehingga sulit untuk masuk pada kulit. Koenzim Q10 diformulasikan dalam sediaan mikroemulsi untuk memperbaiki penetrasi dalam kulit. Untuk menunjang efek terapetik dari sediaan mikroemulsi perlu dikembangkan penetapan kadar Koenzim Q10 menggunakan spektrofotometer Uv-Vis, menggunakan pelarut [Acetonitril : 2-propanol (84:16)] dan diukur pada panjang gelombag 275 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koenzim Q10 linier pada rentang konsentrasi 25,5 – 153,0 ppmdengan LOD dan LOQ sebesar 5,25 µg/ml dan 17,48 µg/m. Metode peetapan kadar koenzim Q10 pada sampel mikroemulsi memiliki nilai akurasi dan presisi yang cukup baik dengan rata-rata perolehan kembali 100,70% dan SD 0,41% . Spektrofotometer UV-Vis dapat digunakan sebagai metode dalam penetapan kadar koenzim Q10 dalam sediaan mikroemulsi yang memenuhi persyaratan validasi penetapan kadar sediaan farmasi.
Evaluasi Penggunaan Antibiotika Profilaksis Operasi Digestif Laparatomi Selly Septi Fandinata; Eziah Ika Lubada; Ilil Maidatuz Zulfa
Journal Syifa Sciences and Clinical Research Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Edisi 1 2022
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v4i1.13496

Abstract

Laparotomy is a major operation and causes a lot of injuries, so the risk of infection of the laparotomy surgery wound is quite high. Surgical Site Infection (ILO) or Surgical Site Infection (ITP). Prevention of postoperative infection in patients with clean-contaminated surgery, and some clean operations with the use of prophylactic antibiotics. The purpose of this study was to evaluate the use of prophylactic antibiotics in patients with laparotomy surgery in a hospital in Surabaya. The research method is descriptive operational with retrospective data. The results of this study obtained as many as 160 patients aged 46-55 years at 20.6%, the sex of the respondents were dominated by male sex 66.3%, and the diagnosis of generalized peritonitis was 46.9%. The use of prophylactic antibiotics is class I cephalosporin antibiotics (cefazolin) with a dose of 1000-2000 mg, which is by the 2011 Ministry of Health guidelines.
Pengaruh Metode Medication Picture dengan Metode Pill Count terhadap Kepatuhan Pasien Lansia dalam Penggunaan Obat Oral Antidiabetes dan Oral Antihipertensi Ninik Mas Ulfa; Eziah Ika Lubada; Rizky Darmawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.8620

Abstract

Kepatuhan minum obat sangat menentukan keberhasilan terapi, terutama pada pasien lansia. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh tingkat kepatuhan pasien lansia dalam menggunakan obat oral antidiabetes (OAD) dan obat oral antihipertensi. Metode kepatuhan yang digunakan adalah metode medication picture dan metode pill count. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengambilan data secara prospektif. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 60 pasien lansia, yang terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok A merupakan pasien lansia yang mendapat metode medication picture dan kelompok B mendapatkan metode pill count. Hasil penelitian dengan analisis chi square diperoleh bahwa metode medication picture dapat meningkatkan kepatuhan minum obat oral antidiabetes pasien lansia sebesar 93,3% dengan p value < 0,05 dibandingkan dengan metode pill count 63,3%. Tetapi pada kepatuhan minum obat oral antihipertensi dari kedua metode tersebut tidak memberikan perbedaan yang signifikan dengan nilai p value > 0,05.
EDUKASI RAGAM OLAHAN MAKANAN KAYA ANTIOKSIDAN UNTUK PENCEGAHAN DIABETES PADA ANAK Meyke Herina Syafitri; Eziah Ika Lubada; Rizky Darmawan
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v2i2.2809

Abstract

Angka kasus diabetes pada anak-anak semakin meningkat dari tahun ke tahun, yang merupakan ancaman jangka panjang terhadap kesejahteraan generasi mendatang. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan yang dimulai dari lingkungan keluarga untuk meningkatkan pola makan dan minum yang sehat, terutama yang kaya akan antioksidan. Kegiatan dimulai dengan melakukan survei lokasi dan menilai kebutuhan warga yang menjadi sasaran. Melalui diskusi dengan pihak RT dan PKK setempat, diputuskan untuk memberikan penyuluhan tentang pencegahan diabetes pada anak. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu muda. Sebelum memulai acara, peserta menjalani pemeriksaan tensi dan kadar gula darah. Edukasi kepada masyarakat disampaikan melalui presentasi yang menggunakan slide PowerPoint yang dilengkapi dengan distribusi brosur informatif untuk mempermudah pemahaman peserta. Selanjutnya, dilakukan permainan mendekorasi makanan dan minuman yang mengandung antioksidan. Kesadaran warga terhadap pentingnya mengonsumsi makanan sehat tampak meningkat, ditunjukkan oleh pertanyaan aktif warga mengenai jenis makanan dan minuman yang disarankan untuk mencegah atau menjaga kadar gula darah tidak meningkat di atas normal. Selain itu, antusiasme warga dalam mengikuti seluruh proses kegiatan pengabdian masyarakat, mulai dari awal hingga akhir, sangat tinggi.
Comparison of the Effect of Morning Versus Night Amlodipine Administration on Blood Pressure Reduction in Primary Hypertensive Patients: Perbandingan Pengaruh Waktu Pemberian Amlodipin Pagi Versus Malam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Primer Eziah Ika Lubada; Selly Septi Fandinata; Rizky Darmawan
Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science) Vol. 8 No. 2 (2023): Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v8i2.304

Abstract

Human blood pressure goes according to a circadian rhythm, blood pressure drops during sleep and increases in the morning this happens in most individuals. One of the hypertension drug therapies is Amlodipine Calcium Channel Blocker class which has a long half-life, so it can be used once a day, and amlodipine works as a long-acting antihypertensive. On reducing blood pressure in primary hypertensive patients. The design of this study was a cohort by measuring blood pressure before and after administration of amlodipine therapy in the morning or amlodipine at night in outpatients with a diagnosis of primary hypertension who received amlodipine therapy at the “X” Clinic in Surabaya with retrospective data collection. The results of this study were obtained from 20 patients who stated that there was no significant difference in difference in systolic and diastolic blood pressure between January and December 2019 in patients receiving amlodipine therapy 5 mg in the morning, 10 mg in the morning, 5 mg in the evening and 10 mg in the evening. There is an effect of giving amlodipine therapy in the morning and evening.
PRESCRIPTION PROFILE OF ANTIHYPERTENSIVE DRUGS IN PREECLAMPSIA PATIENTS AT KIRANA HOSPITAL Lubada, Eziah Ika; Fandinata, Selly Septi; Alfiana, Silvina Sita; Suryandari, Mercyska; Isdianto, Andik
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 5 No. 1 (2024): International Journal of Islamic and Complementary Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55116/IJICM.V5I1.87

Abstract

Preeclampsia is a complication of pregnancy with symptoms of hypertension ≥ 140/90 mmHg and proteinuria ≥ 0.3 grams/24 hours or 30 mg/dl (+1 dipstick) arising after more than 20 weeks of gestation in previously normotensive pregnant women. Maternal deaths in Indonesia in 2021 related to hypertension in pregnancy reached 1077 cases (Source: Directorate General of Public Health, Ministry of Health, 2021). Pharmacological therapy intervention, antihypertensive treatment is also needed in addition to maintaining a healthy lifestyle. The purpose of the study was to determine the description of pharmacological therapy including the pharmacological class of drugs, drug names, drug doses, rules of use, and types of antihypertensive drug therapy (single / combination) in patients with preeclampsia. This type of descriptive observational research is retrospective with total sampling obtained from medical records and patient prescriptions. The results of this study were the incidence of preeclampsia aged 35 years and over by 21 patients (36%) and the most common diagnosis was mild preeclampsia by 38 samples (66%). The use of nifedipine which is included in the CCB (Calcium Channel Blocker) group was 42 respondents (72%). Meanwhile, the use of methyldopa which is included in the central sympatholytic group was 17 respondents (28%). In the single therapy type study, 59 prescriptions (100%) used nifedipine or methyldopa. Pregnant women are encouraged to routinely conduct antenatal care checks at the hospital every month.
Identifikasi Kelengkapan Resep Anak secara Administrasi Farmasetik dan Klinis (Dosis) di Apotek X Surabaya Lubada, Eziah Ika; Fandinata, Selly Septi; Zakiyah , Farah Afifatuz
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 1 No. 3 (2024): September-Oktober
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v1i3.214

Abstract

Resep merupakan permintaan dari penulis resep untuk menyediakan dan menyerahkan obat sesuai peraturan sehingga harus tercantum informasi lengkap agar farmasis bisa mendeteksi potensi kesalahan sebelum obat disiapkan dan diberikan ke pasien. Skrining peresepan dilakukan untuk mencegah kesalahan pengobatan atau pemberian obat pada semua resep tanpa pengecualian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan resep anak di Apotek X Surabaya pada periode September-November 2023. Penelitian menggunakan observasional deskriptif secara retrospektif dengan total 313 resep yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek administrasi tidak lengkap 100% meliputi nama pasien, nomor rekam medis, nama dokter, alamat dokter, surat izin praktik, tanggal penulisan resep, usia, berat badan , jenis kelamin, alamat, nomor telepon pasien dan paraf dokter. Aspek farmasetik menunjukkan 99.36% Lengkap meliputi nama obat, aturan pakai, jumlah sediaan,  bentuk sediaan dan kekuatan sediaan. Namun, untuk aspek klinis kesesuaian dosis hanya 7,67% yang sesuai dengan dosis menurut literatur.
Education On The Potential Of Telang Flower Kombucha (Clitoria Ternatea L) As An Effort To Prevent Stunting And Diabetes Mellitus Fandinata, Selly Septi; Puji, Kinanti Ayu; Permatasari, Silfiana Nisa; Suryandari, Mercysca; Lubada, Eziah Ika
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v12i2.6796

Abstract

Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan, kematian, perkembangan motorik terhambat dan juga terganggunya pertumbuhan otak. Angka kejadian diabetes mellitus pada orang dewasa juga terus bertambah. Hal tersebut perlu adanya perhatian secara khusus dari pemerintah setempat maupun negara supaya kasus stunting dan diabetes mellitus yang terjadi tidak cenderung mengalami suatu peningkatan. Salah satu upaya dalam mencegah yaitu dibutuhkan nya suatu edukasi. Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia adalah bunga telang (Clitoria ternatea L.).  ini yang mempunyai fungsi tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK di Jalan Tanah Merah Surabaya tentang Pemanfaatan Kombucha Bunga Telang Sebagai Pencegahan Stunting dan Penurunan Kadar Gula Darah. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi, edukasi dan pelatihan telah berhasil meningkatkan  pemahaman mereka  mengenai  Potensi Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L) sebagai Upaya Pencegahan Stunting dan Diabetes Mellitus. Kegiatan   ini   membantu   masyarakat   untuk menghadapi permasalahan stunting dan diabetes mellitus yang saat ini masih menjadi masalah pemerintah dalam bidang Kesehatan dan meningkatkan wirausaha masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga berpotensi untuk dilanjutkan, dan partisipasi  peserta,  baik  secara  langsung  maupun  tidak  langsung,  sangat  diperlukan  untuk memantau kelangsungan kegiatan ini
Intervention Digital Medication Reminder App to Improve Hypertension Patient's Self-Management Medication Adherence Selly Septi Fandinata; Eziah Ika Lubada; Ninik Mas Ulfa; Rizky Darmawan
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v11i2.926

Abstract

Among other chronic disorders, hypertension the most common chronic degenerative disease. Patient adherence to treatment is critical to the outcome of hypertension treatment. The provision of a digital medication reminder application intervention is one way to improve medication adherence. This study is to determine the impact of using digital smartphone applications to improve self-management of hypertensive patients. Quasi experimental with 2 prospective groups. The number of study samples was 408 patients. The results were descriptive, the control group had a pre post adherence level at the medium level of adherence, with 111 patients (60.66%) and 108 patients (59.02%). Intervention group at the level of adherence pre Middle 143 patients (63.56%), post 161 patients (71.56%) with a high level of adherence Mann Whitney test analysis, showed a significant change in the level of drug adherence in both groups p value of 0.000. Thus, digital smartphone applications can improve drug adherence.