Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Midwifery Journal

Dukungan Suami Dalam Pencegahan Anemia Pada Kehamilan Rachmawati, Fijri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.6386

Abstract

Background: More than 80% of countries in the world, the prevalence of anemia in pregnancy is > 20% and can be considered as a major public health problem. Chronic iron deficiency can affect the general well-being of both mother and baby. The indirect factor of anemia is the husband's support, the husband has a very important role for the mother, support can be given in the form of physical and psychological.Objective: To determine the relationship of husband's support in preventing anemia in pregnancy.Methodology: An analytical observational study with a cross sectional approach, which was conducted from December 2020 to February 2021. The sample size was 47 pregnant women and 47 husbands. Data analysis uses chi square, if it does not meet the requirements then use Kolmogorov Smirnov.Results: statistical test results showed that there was a relationship between husband's support in preventing anemia in pregnancy (P=0.000)Conclusion: the results of the study found that there was a relationship between husband's support in preventing anemia in pregnancy.Suggestion: Conduct counseling and IEC about the importance of nutrition during pregnancy to prevent nutritional iron deficiency anemia in pregnant women by involving husbands, families and health workers, as well as health workers to provide assistance and regular monitoring of activities that have been carried out as an effort to improve maternal nutrition. pregnant Keywords: Husband's support, Prevention of Pregnancy Anemia ABSTRAK Latar Belakang: Lebih dari 80% Negara di dunia, prevalansi anemia pada kehamilan > 20% dan dapat dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama. Kekurangan zat besi kronis dapat mempengaruhi kesejahteraan umum ibu dan bayi. Faktor tidak langsung anemia yaitu dukungan suami, suami memiliki peran yang sangat penting bagi ibu, dukungan dapat diberikan dalam bentuk fisik maupun psikis.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan.Metodologi: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember sampai bulan Februari Jumlah sampel 47 responden ibu hamil dan 47 responden suami. Analisa data menggunakan chi square.Hasil: hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan (P=0.000)Kesimpulan: hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan.Saran: Melakukan penyuluhan dan KIE tentang pentingnya nutrisi selama kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia defesensi besi gizi ibu hamil dengan melibatkan suami, keluarga serta petugas kesehatan, serta petugas kesehatan melakukan pendampingan dan pemantauan secara rutin tentang kegiatan yang sudah dilakykan sebagai salah satu upaya meningkatkan gizi ibu hamil Kata Kunci: Dukungan suami, Pencegahan Anemia Kehamilan 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN MAKROSOMIA Rachmawati, Fijri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5625

Abstract

Background: The condition of babies with excess or abnormal birth weight is termed fetal macrosomia or macrosomia babies. Macrosomia is a baby born weighing more than 4000 grams. Excess fetal weight is attracting attention because it increases perinatal and maternal morbidity and mortality. Based on the results of the 2013 Basic Health Research (Riskesdas), the percentage of birth weight of children weighing > 4000 grams is around 4.8% of the national number of births.Purpose: to find out the mothers risk factors in macrosomia case in the Regional General Hospital of Panembahan Senopati Bantul.Method: This research is analytical in case control research design with a retrospective design. This study used secondary data from 2014-2018. Samples in this study amounted to 110 respondents. The sampling technique used purposive sampling. Analysis of bivariate data with chi-squre, and multivariate data analysis using logistic regression with 0, 05  for a p-value and 95% for CI.Result: Multivariate analysis using logistic regression found diabetes in pregnancy (P = 0.002; OR = 6.029; 95% CI: 1,974-18,416), gestational age > 41 weeks (P = 0.027; OR = 2.825; 95% CI: 1,123-7,109) and childbirth history of macrosomic infants (P = 0.033; OR = 2.682; 95% CI: 1.081-6.651).Conclusion:diabetes in pregnancy, gestational age> 41 weeks and childbirth  history of macrosomia babies are risk factors that cause macrosomia in infants,Suggestion: so it is necessary to make preventive efforts by screening for diabetes mellitus in pregnancy at the puskesmas, for gestational age > 41 weeks should consult a doctor for consideration of termination of pregnancy and pregnant women with a history of giving birth to macrosomic babies should carry out integrated integrated antenatal examinations for the prevention of macrosomia in infants .Key Word             :diabetes in pregnancy, gender of the baby, childbirth history of macrosomic babies, gestational age, macrosomia AbstrakLatar Belakang: Kondisi bayi dengan berat lahir berlebih atau abnormal diistilahkan dengan fetal makrosomia atau bayi makrosomia. Makrosomia adalah bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4000 gram. Berat janin berlebih menarik perhatian karena meningkatkan morbiditas serta mortalitas perinatal dan maternal. Berdasarkan pada hasil Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) tahun 2013, presentase berat badan lahir anak dengan berat badan > 4000 gram adalah berkisar 4,8% dari jumlah kelahiran bayi nasional.Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko ibu dengan kejadian makrosomia di  Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul.Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian case control dengan rancangan retrospektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2014-2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data bivariate dengan chi-squre, dan analisis data multivariat dengan menggunakan regresi logistic dengan nilai p-value  0,05 dan CI 95%.Hasil: Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic didapatkan diabetes dalam kehamilan (P=0,002; OR=6,029; 95%CI:1,974-18,416), usia kehamilan > 41 minggu (P=0,027; OR=2,825; 95%CI:1,123-7,109) dan riwayat melahirkan bayi makrosomia (P=0,033; OR=2,682; 95%CI:1,081-6,651).Kesimpulan : diabetes dalam kehamilan, usia kehamilan > 41minggu dan riwayat melahirkan bayi makrosomia merupakan faktor risiko yang menyebabkan terjadinya makrosomia pada bayi,Saran: perlu melakukan upaya preventif dengan melakukan skrining diabetes mellitus dalam kehamilan di puskesmas, untuk usia kehamilan > 41 minggu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk pertimbangan terminasi kehamilan dan ibu hamil dengan riwayat melahirkan bayi makrosomia sebaiknya melakukan pemeriksaan antenatal terpadu yang terintegrasi untuk pencegahan terjadinya makrosomia pada bayi.Kata Kunci           : diabetes dalam kehamilan, jenis kelamin bayi, riwayat melahirkan bayi makrosomia, usia kehamilan, usia kehamilan, makrosomia