Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PROGRAM DERADIKALISASI NARAPIDANA TERORISME DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB CILACAP: PROSES PERJALANAN MENUJU IKRAR SETIA NKRI Abdullah, Sulthan; Yuska, Syahrial
Ensiklopedia Education Review Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eer.v7i2.3365

Abstract

Abstract: The threat of terrorism in Indonesia has evolved into a multidimensional problem that demands an approach not only legally but also socially and ideologically. As a follow-up to these threats, the penitentiary system has a strategic role in fostering terrorism inmates through deradicalization programs. This study aims to describe the process of implementation of the program of deradicalization of prisoners of terrorism in prison Class IIB Cilacap, as well as identify obstacles and challenges in its implementation. Using a descriptive qualitative approach, data was obtained through observation, interviews with key informants, and official documentation. The results showed that the deradicalization program in Cilacap Class IIB prison was implemented through a multidimensional approach: spiritual, ideological, psychosocial, and reintegrative. The success of the two inmates in declaring the Pledge of allegiance to the Republic of Indonesia proves the effectiveness of the program. However, the program faces challenges in the form of limited human resources, sectoral egos between institutions, as well as resistance from the community to the reintegration of ex-prisoners of terrorism. Intensive collaboration and strengthening of regulations and public education are needed to support the long-term success of this program.Keywords: deradicalization, terrorism inmates, Cilacap prison, NKRI pledge, Correctional.
Implementasi Manajemen dalam Mendukung Pelaksanaan Pemilu 2024 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai Pakpahan, Zibidion Oholibama; Yuska, Syahrial
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i3.31611

Abstract

Pemilihan umum di Lembaga Pemasyarakatan merupakan upaya penting untuk menjamin hak konstitusional warga binaan serta mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen dalam pelaksanaan Pemilihan Umum tahun dua ribu dua puluh empat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Dua B Tanjung Balai serta mengidentifikasi hambatan yang muncul. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil menunjukkan penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan dengan strategi jemput bola, pengorganisasian dengan pembagian tugas berbasis sistem pengamanan berlapis, pelaksanaan yang menyeimbangkan prosedur ketat dan pendekatan humanis, serta pengendalian melalui simulasi dan evaluasi. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan dokumen kependudukan, minimnya akses informasi kampanye, dan kekurangan surat suara. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga, peningkatan sarana dan prasarana, serta optimalisasi manajemen keamanan untuk menciptakan pemilihan umum yang aman, tertib, dan inklusif.
Peran Rehabilitasi Therapeutic Community Dalam Pemulihan Narapidana Narkotika di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta Martcelino, Aldo; Yuska, Syahrial
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19237

Abstract

This study aims to analyze the role of therapeutic community (TC) rehabilitation in the recovery process of drug offender inmates at the Narcotics Penitentiary Class IIA Jakarta. Rehabilitation using the TC approach is expected to change the mindset and behavior of inmates by providing useful life skills and reducing the risk of relapse. This research uses a qualitative approach with in-depth interviews conducted with inmates, prison officers, and other relevant parties. The results show that the TC rehabilitation program has made a significant contribution to the recovery of inmates, in terms of mental, social, and life skills aspects. This program provides a supportive environment for behavioral change, with an emphasis on social interactions among inmates who support one another. However, challenges still exist, such as limited facilities and inadequate family involvement. This study recommends strengthening collaboration between prison authorities, families, and society to support the sustainability of the drug offenders' recovery. Keywords: rehabilitation, therapeutic community, drug offender inmates  
Implementasi Manajemen Security sebagai Upaya Pencegahan Penyelundupan Alat Komunikasi Ilegal Wicaksana, M Dhadhat; Yuska, Syahrial
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19354

Abstract

Penyelundupan alat komunikasi ilegal, seperti telepon genggam, di lembaga pemasyarakatan (lapas) merupakan ancaman serius terhadap keamanan dan ketertiban, yang dapat menghambat proses rehabilitasi narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen keamanan sebagai strategi pencegahan penyelundupan alat komunikasi ilegal, dengan fokus pada pendekatan preventif dan represif. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi prosedur operasional, seperti pemeriksaan ketat, penggunaan teknologi pendeteksi, pelatihan petugas, dan koordinasi antarinstansi. Penelitian ini juga mengidentifikasi kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, dan potensi kolusi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan petugas keamanan, dan analisis dokumen terkait, seperti Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 Tahun 2024. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan teoritis dan praktis untuk pengembangan kebijakan yang mendukung kebijakan Zero Halinar, yang menargetkan eliminasi telepon genggam, pungutan liar, dan narkotika. Dengan mengintegrasikan teknologi modern dan peningkatan kompetensi petugas, penelitian ini menawarkan rekomendasi untuk menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan kondusif bagi rehabilitasi narapidana, sekaligus memperkuat sistem pemasyarakatan di Indonesia.
Analisis Manajemen Security Dalam Rangka Menanggulangi Gangguan Kamtib Pada Lapas Kelas 1 Bandar Lampung Surgawi, Anugrah Bakas; Yuska, Syahrial
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19652

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan manajemen keamanan dalam mengatasi gangguan ketertiban dan keamanan (Kamtib) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Bandar Lampung. Keamanan di lingkungan Lapas memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman, terkendali, dan mendukung proses pembinaan narapidana. Dengan pendekatan analisis deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan manajemen keamanan serta langkah-langkah yang diambil dalam menghadapi potensi gangguan Kamtib. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sumber daya manusia, sistem pengawasan, serta pemanfaatan teknologi sangat berpengaruh dalam mendukung keamanan di Lapas. Rekomendasi yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan keamanan dan menciptakan lingkungan yang kondusif di Lapas Kelas 1 Bandar Lampung. Kata Kunci: manajemen pengamanan, gangguan ketertiban, lembaga pemasyarakatan+
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Residivisme Pengedar Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas Iib Langsa Firdausi, Hafizd Nahwa; Yuska, Syahrial
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19653

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat residivisme di kalangan pengedar narkoba yang dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Langsa. Residivisme, terutama dalam kasus kejahatan narkotika, masih menjadi masalah serius di Indonesia, di mana banyak pelaku kejahatan kembali terlibat dalam tindak pidana setelah menjalani hukuman mereka. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berkontribusi pada perilaku kriminal berulang, termasuk aspek psikologis, sosial, dan ekonomi. Melalui metode penelitian kualitatif, penelitian ini menilai peran program rehabilitasi dan efektivitasnya dalam mengurangi angka residivisme. Wawancara dengan narapidana, petugas lapas, dan ahli hukum digunakan untuk menggali wawasan mengenai proses rehabilitasi dan dampaknya dalam mencegah pelaku kembali melakukan kejahatan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya program rehabilitasi yang komprehensif, dukungan psikologis yang terbatas, dan layanan reintegrasi pasca-pembebasan yang kurang memadai merupakan faktor utama yang menyebabkan residivisme terus berlanjut. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki strategi rehabilitasi, meningkatkan kapasitas lembaga pemasyarakatan, dan memperkuat kolaborasi antara lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah. Dengan mengatasi faktor-faktor tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memberikan kerangka kerja yang lebih efektif dalam mengurangi angka residivisme dan meningkatkan reintegrasi mantan narapidana ke dalam masyarakat. Kata Kunci: Residivisme, Pengedar Narkoba, Program Rehabilitasi
The Governance of State Confiscated Goods & State Loot in the Storage House of State Confiscated Goods Class I Yogyakarta Tuharea, Dyah Ayu Aprilia; Yuska, Syahrial
JURNAL AKTA Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Magister (S2) Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/akta.v11i3.39741

Abstract

The protection of property rights in Indonesia is regulated in the 1945 Constitution article 28H paragraph 4. Confiscated goods and state loot confiscated or taken over by the authorities in the investigation process must be stored in the State Confiscated Goods Storage House (RUPBASAN). However, the governance of confiscated goods and loot at the Class I RUPBASAN Yogyakarta faces various problems that require more attention. Problem Formulation from this study What are the problems in the management of confiscated goods and loot in the Class I RUPBASAN Yogyakarta and how the role of the RUPBASAN is in line with the current goals of the Correctional Service. The purpose of this study is to find out and analyze the problems in the governance of confiscated goods and loot in the Class I RUPBASAN Yogyakarta as well as to provide recommendations for improvement and analyze how the role of the RUPBASAN position is in line with the current Correctional Objectives. Methods This research uses a qualitative approach with a descriptive research design of analysis. Data was obtained through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results of this study show that several main problems were found in the governance of confiscated goods and confiscated goods in the Class I RUPBASAN Yogyakarta, including limited infrastructure, lack of human resources, and overlapping regulations. The role and position of the RUPBASAN in the Indonesian correctional system shows that although the RUPBASAN is not explicitly regulated in the Indonesian Law No. 22 of 2022 concerning Corrections, the presence of the RUPBASAN still has an important role in supporting the enforcement of human rights and must still be maintained at the Directorate General of Corrections. Recommendations for improvement include increased warehouse capacity, staff training, and clearer and more detailed policy revisions.
Manajemen Konflik dalam Mencegah Gangguan Kemanan dan Ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi Priambodo, Ahmad Budi; Yuska, Syahrial
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12360

Abstract

Lembaga pemasyarakatan memiliki dinamika sosial kompleks yang memicu konflik antarpenghuni akibat over kapasitas, tekanan lingkungan, perbedaan karakter, dan keterbatasan fasilitas. Kondisi ini menimbulkan friksi yang dapat mengganggu keamanan dan menghambat proses rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika konflik dalam lapas dan membantu manajemen merancang strategi efektif untuk menciptakan lingkungan yang kondusif. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan lapas, petugas keamanan, dan narapidana. Temuan menunjukkan faktor pemicu konflik meliputi perbedaan kepribadian, persaingan sumber daya, dan perlakuan tidak adil. Peran kepemimpinan sangat krusial dalam mengelola konflik dengan menerapkan gaya manajemen kolaborasi, kompromi, dan mediasi untuk meredakan ketegangan dan memperbaiki hubungan antarnarapidana serta petugas. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa strategi manajemen konflik yang tepat berkontribusi pada lingkungan yang lebih aman dan mendukung pembinaan. Penelitian merekomendasikan pelatihan tambahan bagi petugas dan penguatan program rehabilitasi untuk mencegah konflik dan mendukung pemulihan narapidana.
Dampak Penempatan Kamar Hunian Terhadap Perilaku Narapidana Lapas Kelas I Bandar Lampung Setiawan, M. Hendi; Yuska, Syahrial
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penempatan kamar hunian terhadap perilaku narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung. Penempatan narapidana menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan kondusif bagi proses pembinaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan teori konflik dari Bart Klem, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari petugas pemasyarakatan dan narapidana dari berbagai blok hunian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan kamar hunian yang tidak memperhatikan faktor psikososial, klasifikasi risiko, dan latar belakang narapidana dapat menimbulkan konflik, tekanan emosional, hingga penguatan jaringan kriminal di dalam Lapas. Sebaliknya, penempatan yang tepat dapat mendorong interaksi sosial yang sehat dan mendukung proses rehabilitasi. Oleh karena itu, penempatan kamar hunian harus dilakukan secara strategis dan terintegrasi dengan asesmen psikososial, serta didukung dengan infrastruktur memadai dan program pembinaan yang menyeluruh.