Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

JEMPUT BOLA TERPADU GOES TO SCHOOL (JBT GTS) SEBAGAI INOVASI DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN SIDOARJO Putra, Rayhan Surya; Pertiwi, Vidya Imanuari
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 21 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10081701

Abstract

Berkembangnya bidang Informasi dan Teknologi yang semakin cepat membuat pemerintah sebagai penyelenggara negara semakin gencar untuk memberikan inovasi pelayanan kepada seluruh masyarakat. Hal tersebut merupakan tuntutan yang harus dikerjakan oleh pemerintah agar memudahkan masyarakat dalam menjangkau kepemilikan dokumen kependudukan. Untuk meningkatan mutu pelayanannya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo berinovasi dengan menciptakan layanan yang Bernama Jemput Bola Terpadu Goes to School atau JBT GTS. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan dan keberhasilan inovasi yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo dengan melakukan layanan JBT GTS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dan lokasi penelitian ini dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa JBT GTS telah berhasil dan berjalan dengan baik dalam menunjang peningkatan kualitas pelayanan publik serta membantu masyarakat khususnya siswa yang baru berusia 17 tahun dalam kepemilikan dokumen kependudukan E-KTP. Urgensi dalam penelitian ini yaitu, dikarenakan tidak semua siswa ataupun siswi memiliki fleksibilitas waktu dalam mengurus dokumen kependudukan E-KTP ke kantor kecamatan, mal pelayanan publik dan kantor dispendukcapil sidoarjo.
Localizing Sustainable Development Goals in Rural Areas: A Case Study on Rising Awareness in Pohjejer Village, East Jawa, Indonesia Priambodo, Bayu; Ilman, Ghulam Maulana; Pertiwi, Vidya Imanuari
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol. 8 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpsi.v8n2.p78-87

Abstract

The Indonesian government, through the Ministry of Villages, has made innovative efforts in the form of the village SDGs program, where this program develops local potential at the village level. This article aims to describe a case study on an innovative program in building facilities in the Pohjejer village, East Jawa, Indonesia, through the village SDGs program. This research uses a qualitative approach, specifically adopting a case study methodology, allowing researchers to delve into the specific context and explore the complexity of the phenomenon being researched. Data collection for this research involved interviews and secondary data. Specifically, interviews will be conducted with key informants from the SDGs working group and the Pohjejer village government. The research results show that the Ministry has initiated an SDGs localization program by implementing various development projects involving village teams. However, the community has not yet felt the specific results of this program in real terms. The Ministry needs to address the need for a more visible impact from these initiatives. The synergy between local and national initiatives highlights the importance of coordinated efforts to ensure meaningful and real localized implications of the SDGs for society.
Adaptive Governance dalam Pengembangan Kebun Raya Mangrove Surabaya Nur Hidayati, Lila Rahma; Rohmalia, Fitri; Arnanda, Ghea; Al Fawwaz, Muhammad Adli; Pertiwi, Vidya Imanuari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip adaptive governance dalam pengembangan Kebun Raya Mangrove Surabaya yang berfungsi tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan penelitian ekosistem mangrove. Pendekatan ini melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta untuk merumuskan kebijakan yang responsif terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah pengelola Kebun Raya Mangrove Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptive governance di Kebun Raya Mangrove diterapkan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta. Pendekatan ini berhasil dalam merespon perubahan lingkungan dan sosial. Kebun Raya Mangrove Surabaya berhasil bertransformasi menjadi destinasi ekowisata unggulan yang mendukung pemberdayaan masyarakat lokal. Disarankan untuk meningkatkan promosi melalui media digital guna menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
EFEKTIVITAS PROGRAM E-PEKEN DALAM MEMBERDAYAKAN UMKM KOTA SURABAYA Dindaputri, Zalwa Navy; Pertiwi, Vidya Imanuari
Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Hudan Linnaas Vol 5 No. 2, 2024
Publisher : Al-Amien Prenduan University, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/hudanlinnaas.v5i2.1645

Abstract

Peken Surabaya adalah online marketplace untuk memfasilitasi UMKM Kota Surabaya agar dapat memasarkan produknya secara online di peken.surabaya.go.id. Melalui aplikasi E-Peken, diharapkan dapat ditingkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya berusaha untuk memfasilitasi transaksi antara pembeli, pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM di Kota Pahlawan. Dilansir dalam laman artikel surabaya.go.id mengenai capaian dari transaksi jual beli online melalui e-peken Surabaya pada awal tahun 2022 telah mencapai Rp 35 miliar. Namun masih ditemukan beberapa permasalahan terkait penggiat UMKM dalam mengakses e-peken.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dan mendeskripsikan Keefektifan dari Program E-Peken bagi UMKM Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Kota Surabaya dan memiliki fokus penelitian dengan menggunakan 5 (lima) indikator untuk pengukuran efektivitas program oleh Campbell J.P (1989), yaitu: Keberhasilan Program, Keberhasilan Sasaran, Kepuasan Terhadap Program, Tingkat Input dan Output, dan Pencapaian Tujuan. Pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program E-PEKEN bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya belum efektif. Hal ini dikarenakan hanya keberhasilan sasaran yang telah efektif. Sedangkan, indikator lainnya masih belum efektif dikarenakan masih banyak kendala – kendala atau faktor penghambat yang membuat indikator ini menjadi belum optimal.
Efektivitas Program Government Resource Management System (GRMS) dalam Meningkatkan Kinerja Administrasi Pembangunan di Kota Surabaya Lismaya, Marsya; Pertiwi, Vidya Imanuari
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 1 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i1.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Government Resource Management System (GRMS) dalam meningkatkan kinerja administrasi pembangunan di Kota Surabaya. GRMS, yang telah diimplementasikan sejak tahun 2004, dirancang untuk memperbaiki pengelolaan keuangan daerah dan administrasi pembangunan melalui sistem terintegrasi yang mencakup e-Planning, e-Budgeting, dan e-Procurement. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap pegawai terkait, serta pengukuran efektivitas berdasarkan lima indikator: pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi dan pelatihan yang baik berkontribusi pada peningkatan pemahaman pengguna terhadap GRMS. Ketepatan sasaran program GRMS juga terbukti meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Meskipun terdapat kendala teknis dan non-teknis, seperti mutasi pegawai, upaya maksimal dilakukan untuk menjaga ketepatan waktu dan mencapai tujuan program. GRMS berhasil meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam administrasi pembangunan, serta diakui sebagai model oleh pemerintah daerah lain. Indikator keberhasilan program ini meliputi peningkatan pelayanan publik, pengurangan penggunaan kertas, dan penghargaan yang diterima. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah lain dalam penerapan sistem serupa untuk meningkatkan kinerja administrasi dan pelayanan publik.
Community Participation in Manyaran Village, Banyakan Subdistrict, Kediri District in the Kampung Keluarga Berkualitas Program Sari, Irla Rahma; Pertiwi, Vidya Imanuari
ARISTO Vol 13, No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v13i2.10239

Abstract

Kampung Keluarga Berkualitas (KB) in Manyaran Village was established in response to the challenges faced by the community, namely the low awareness of the importance of using long-term contraceptives and the prevalence of marriage at a young age.  This study aims to determine the active participation of Manyaran Village community in the Quality Family Village program. This study uses Cohen and Uphoff's theory of community participation to look at community participation in four stages: when making decisions, when carrying out activities, when utilizing program results, and when evaluating the program. This research uses qualitative methods by collecting data through interviews, observations, and documents. The results showed that: 1) Decision Making: The community has not been fully involved in decision-making, especially during meetings; 2) Activity Implementation: Tribina Kampung KB activities have not been implemented evenly in all hamlets; 3) Utilization of Results: The community benefits from additional food for children, vitamins, and new knowledge about the family. In addition, the establishment of Rumah Data Ku also provides social benefits; 4) Evaluation: The community has not actively participated in evaluating the program.
EVALUASI PROGRAM KLAMPID NEW GENERATION UNTUK PEMUTAKHIRAN BIODATA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN LAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN PENJARINGANSARI Ningrum, Dhea Pramestya; Pertiwi, Vidya Imanuari
Jurnal PubBis Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/jurnalpubbis.v9i1.1244

Abstract

The Pejaringansari Village is still facing challenges in achieving the target of updating population administration data, particularly the updating of family card data, which remains significantly delayed. As an effort to address this issue, Pejaringansari Village optimizes its biodata updating services through the implementation of Klampid New Generation. The purpose of this study is to analyze and obtain a specific description of the success of the Klampid New Generation Program for Digital Biodata Updates in Improving Public Services in Pejaringansari Village. This study uses a qualitative descriptive method with an approach focused on qualitative analysis. Data sources were selected using purposive sampling techniques, and data collection was conducted through observation, interviews with five informants, and documentation. The results show that the Klampid New Generation Program for Digital Biodata Updates in Improving Public Services in Pejaringansari Village has been successfully implemented. This is evident through five assessment indicators: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy, all of which demonstrate more efficient, effective, fair, responsive, and accurate public services. The implications of this study indicate that the biodata updating service through KNG has made a significant contribution to improving the quality of public services and digital biodata updates. Therefore, there is a need for sustained commitment from the local government to expand the implementation and strengthen this system to support the development of a more effective and efficient government. Keywords : Program Evaluation, KNG, Biodata Update
Analisis SOAR Terhadap Strategi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Provinsi Jawa Timur Putri, Annisa Ika; Pertiwi, Vidya Imanuari
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v11i1.661

Abstract

Public information disclosure is one of the principles of a state that guarantees the right of its people to access public information. Public information disclosure in Indonesia is contained in Law Number 14 of 2008. East Java Province is one of the provinces that implement public information disclosure. In providing public information, East Java Province has received several awards in the informative category. This paper aims to analyze and describe the public information disclosure strategy through the Information and Documentation Management Officer (PPID) of East Java Province using SOAR analysis. This research method uses qualitative with case study type. Data collection techniques were obtained through observation, interviews, and documentation. This paper uses primary data and secondary data. The results of this study indicate a public information disclosure strategy in East Java Province through PPID using SOAR analysis, namely, the strengths possessed by PPID East Java Province by coordinating and providing assistance to PPID implementing public agencies. Opportunities are utilized both internal opportunities derived from facilities and infrastructure and external opportunities by utilizing technological advances to develop websites as a forum for providing public information. Aspirations that are owned as the strength of PPID East Java Province, namely criticism and suggestions from leaders or other stakeholders regarding public information disclosure. The results of efforts through strategies carried out by the Public Information Management Officer in implementing public information disclosure services in East Java Province include the results of assistance, mentoring, and socialization efforts carried out by PPID.
Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur Melalui Survei Kepuasan Masyarakat Larasati, Ajeng Dwi; Pertiwi, Vidya Imanuari
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 2 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i2.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Hasil survei menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 86,14, yang masuk kategori "Baik." Kekuatan utama terdapat pada indikator sarana dan prasarana (3,93) serta perilaku pelaksana (3,73), sementara kelemahan ditemukan pada sistem dan prosedur (3,2) serta persyaratan administratif (3,23). Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data SKM dan mengidentifikasi area perbaikan. Penelitian ini tidak bermaksud menjustifikasi keberhasilan implementasi, tetapi untuk memberikan gambaran obyektif terkait kekuatan dan kelemahan pelayanan. Rekomendasi mencakup penyederhanaan prosedur, optimalisasi teknologi digital, peningkatan kompetensi pelaksana, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam survei untuk hasil yang lebih representatif. Adapun ini dilakukan berkelanjutan berbasis data diperlukan guna menciptakan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan akuntabel.
Evaluasi Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kecamatan Sawahan Kota Surabaya Dista Yasah, Aulya; Ardiana, Puput; Indah Aprilia, Dini; Aprilliana Futri Gunawan , Dwingga; Pertiwi, Vidya Imanuari
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 2 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i2.513

Abstract

Artikel ini mengevaluasi pelaksanaan program Identitas Kependudukan Digital di Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, menggunakan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn dengan indikator efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program belum berjalan optimal. Aktivasi Identitas Kependudukan Digital hanya mencapai 14,79 persen akibat keterbatasan perangkat, rendahnya literasi digital masyarakat, dan kekhawatiran terkait legalitas serta risiko penipuan. Namun, program ini tergolong efisien dan cukup memadai dalam mendukung administrasi kependudukan secara digital. Petugas pelayanan menunjukkan responsivitas tinggi dengan memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat. Program dinilai tepat sasaran karena relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital. penelitian ini merekomendasikan peningkatan intensitas dan cakupan sosialisasi melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan warga sehari-hari. Selain itu, peningkatan kapasitas petugas pelayanan publik pada tingkat kelurahan dan kecamatan dalam literasi digital serta komunikasi yang persuasif juga dianggap penting. Edukasi berkelanjutan tentang pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan dan kode keamanan juga perlu digencarkan untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap penipuan.