Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Asuhan Keperawatan Kompres Dingin (Cool Pack) terhadap Nyeri Saat Pemasangan Infus pada Anak Prasekolah dengan Leukemia Putri, Novia; Roslita, Riau
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2326

Abstract

Pemasangan infus pada anak akan menimbulkan nyeri dan stressor pada anak, nyeri ini butuh perhatian terkait tatalaksana intervensi tambahan untuk meminimalkan nyeri. Penerapan kompres dingin (cool pack) adalah pemberian stimulasi kulit menggunakan ice pack gel di area yang akan dilakukan pemasangan infus. Penerapan intervensi ini bertujuan untuk menurunkan skala nyeri anak terutama saat dilakukan pemasangan infus. Dengan demikian dapat menurunkan ketakutan dan meningkatkan toleransi terhadap nyeri. Setelah dilakukan penerapan kepada pasien dengan intervensi didapatkan skala nyeri pasien adalah 7 (nyeri berat) menggunakan skala FLACC. Sedangkan pada pasien kontrol saat dilakukan pemasangan infus tanpa menggunakan kompres dingin (cool pack) skala nyerinya adalah 10 (nyeri berat) dengan menggunakan skala FLACC. Setelah dilakukan penerapan EBNP kompres dingin (cool pack) pada kelompok intervensi, tidak ada perbedaan skala nyeri yang signifikan antara anak yang diberikan kompres dingin dengan anak yang tidak diberikan kompres dingin saat pemasangan infus. Jadi dapat disimpulkan dari penerapan ini bahwa tidak ada pengaruh kompres dingin (cool pack) terhadap penurunan skala nyeri pada tindakan pemasangan infus di ruang perawatan Anggrek RSUD Arifin Achmad. Disarankan kepada perawat dan pihak rumah sakit agar tetap dapat mengembangkan penerapan kompres dingin (cool pack) menjadikan intervensi ini sebagai rujukan asuhan keperawatan dalam mengurangi nyeri meskipun tidak menurunkan nyeri secara signifikan saat pemasangan infus pada anak.
Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang Perawatan Anak Talasemia Alviani, Gustri; Utami, Agnita; Yovinna Tobing, Vella; Roslita, Riau
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2023): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v12i2.2550

Abstract

Penyakit talasemia pada anak dan pengobatan yang dilakukan rutin dalam jangka waktu yang lama menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti, pembesaran hati dan limfa, gangguan pertumbuhan, pubertas terhambat, hingga gagal jantung. Keberlangsungan dari proses pengobatan dan pencegahan komplikasi pada anak penderita talasemia dipengaruhi oleh dukungan orang tua. Orang tua perlu dibekali pengetahuan yang baik, sehingga dapat memberikan perawatan yang baik bagi anak penderita talasemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari tingkat pengetahuan orang tua yang merawat anak penderita talasemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif sederhana. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang tua yang memiliki anak penderita talasemia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengetahuan orang tua tentang perawatan anak penderita talasemia diukur menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia orang tua 21-40 tahun (53,3%), 20 orang (66,7%) berjenis kelamin perempuan, pendidikan SMA 16 orang (53,3%), lama anak terdiagnosa talasemia ≥ 5 tahun 16 orang (46,7%), 11 orang tua (36,7%) memiliki tingkat pengetahuan baik, sebagian besar tingkat pengetahuan orang tua yang merawat anak penderita talasemia berkategori cukup baik yaitu sebanyak 13 orang dengan presentase sebesar (43,3%), dan 6 orang tua (20%) kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua yang merawat anak penderita talasemia belum memiliki pengetahuan yang baik tentang talasemia. Perawat perlu memberikan informasi kesehatan khususnya tentang penyakit talasemia dan perawatan orang tua kepada anak penderita talasemia.  
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN SCABIES PADA SANTRI Maulida, Sopia; Roslita, Riau; Yovinna, Vella
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit menular melalui kontak fisik yang dapat terjadi pada manusia dan cenderung tinggi pada kelompok usia anak dan remaja. Penularan scabies rentan terjadi di lingkungan asrama salah satunya di pondok pesantren. Pelaksanaan upaya pencegahan penularan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap upaya pencegahan scabies pada santri. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan metode korelatif menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dan melibatkan 214 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pernah mendapatkan informasi tentang scabies 158 responden (73%), sumber informasi tentang scabies dari petugas kesehatan 73 responden (46%). Hasil pengetahuan tentang scabies diperoleh sebagian besar tinggi 143 responden (66,8%), upaya pencegahan baik 125 responden (58,4%). Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square didapatkan p-value 0,02 ( 0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan tingkat pengetahuan terhadap upaya pencegahan scabies pada santri. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dengan pengetahuan yang tinggi dapat diaplikasikan untuk mengupayakan pencegahan yang maksimal terkait scabies sehingga tidak terjadi lagi scabies pada santri.
GAMBARAN KECANDUAN SMARTPHONE PADA REMAJA Ginting , Herfina; Utami, Agnita; Roslita, Riau
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/bxkcx111

Abstract

Kecanduan smartphone pada remaja menjadi masalah yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi yang mempermudah akses informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis durasi penggunaan smartphone, aktivitas penggunaan smartphone, dan gambaran kecanduan smartphone pada remaja di SMAN 9 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan analisis univariat. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS SV). Sampel penelitian ini terdiri dari 54 siswa SMAN 9 Pekanbaru dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 9 Pekanbaru menunjukkan bahwa durasi penggunaan smartphone terbanyak adalah > 6 jam dengan 31 responden (57,4%) dan aktivitas penggunaan yang paling banyak 26 responden (48,1%) menggunakan internet browsing, social media, dan gaming. Rata-rata skor kecanduan smartphone yang diperoleh adalah 28,80 dengan rentang nilai 10 - 60. Kesimpulan dari penelitian ini adalah durasi penggunaan smartphone yang panjang dan aktivitas penggunaan merupakan faktor pemicu dari kecanduan smartphone pada remaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang kecanduan smartphone pada remaja dan menjadi referensi bagi pihak sekolah serta instansi kesehatan dalam merancang program untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan smartphone.
Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada lansia Pratiwi, Lusi Ade; Hamid, Abdurrahman; Roslita, Riau; Rasyid, Abdur; Lita, Lita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2385

Abstract

Background: As the number of elderly people in Indonesia, particularly in Pekanbaru City, increases, the implementation of clean and healthy living behaviors is crucial for improving their quality of life. This is because the elderly are a vulnerable group to various diseases, including infections. Purpose: To describe the knowledge, attitudes, and behaviors of clean and healthy living in the elderly. Methods: This study used a quantitative design with a descriptive and survey approach, involving 60 elderly respondents from the Payung Sekaki Community Health Center in Pekanbaru City. The instrument used was a questionnaire to assess knowledge, attitudes, and behaviors of clean and healthy living in the elderly. Results: The majority of respondents were aged 60-69 years (50 respondents (83.3%), and 37 respondents were male (62.7%). Most had completed high school/vocational school/junior high school (28 respondents (46.7%), the majority had no medical history (25 respondents (41.7%), and 21 respondents (35%) were entrepreneurs. Based on knowledge level, the majority of respondents (30 respondents) had sufficient knowledge. All respondents had a positive attitude toward clean and healthy living behaviors (100%), and clean and healthy living behaviors was categorized as good (38 respondents) (63.3%). Conclusion: Most respondents were aged 60-69 years, male, most had completed high school/vocational school/junior high school, had no medical history, and were entrepreneurs. Based on knowledge level, the majority of respondents had sufficient knowledge, all respondents had a positive attitude toward clean and healthy living behaviors and good.   Keywords: Attitude; Clean and Healthy Living Behavior; Elderly; Knowledge.   Pendahuluan: Seiring dengan meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, khususnya di Kota Pekanbaru, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Hal karena lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk infeksi. Tujuan: Untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan survei, yang melibatkan 60 responden lansia dari Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia. Hasil: Mayoritas usia responden Adalah 60-69 tahun sebanyak 50 responden (83.3%), dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 37 responden (62.7%). Sebagian besar menamatkan pendidikan hingga SMA/SMK/SLTA sebanyak 28 responden (46.7%), mayoritas tidak memiliki Riwayat penyakit sebnyak 25 responden (41.7%), dan riwayat pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 21 responden (35%). Berdasarkan tingkat pengetahuan, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 30 responden (50%). Seluruh responden memiliki sikap positif terhadap PHBS (100%) dan perilaku PHBS sendiri masuk ke dalam kategori baik sebanyak 38 responden (63.3%). Simpulan: Sebagian besar responden berusia 60-69 tahun, berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar menamatkan pendidikan hingga SMA/SMK/SLTA, tidak memiliki riwayat penyakit, dan riwayat pekerjaan sebagai wiraswasta. Berdasarkan tingkat pengetahuan, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup, seluruh responden memiliki sikap positif terhadap PHBS, dan perilaku PHBS baik.   Kata Kunci: Lansia; Pengetahuan; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Sikap.