Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluation of Student Satisfaction with the Use of ChatGPT in the Selected Chapters Course using the SUS Method Pratama, Aryo Bimo Putra; Widodo, Suprih; Elviani, Ulva
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 3 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.3.p.359-368

Abstract

The use of artificial intelligence technologies such as ChatGPT has increasingly been integrated into student learning activities in higher education, including the Selected Capita course in the Information Systems and Technology Education Study Program (PSTI). However, student satisfaction and user experience with this technology have not been sufficiently evaluated using standardized instruments. This study aims to evaluate the usability and student satisfaction toward the use of ChatGPT in the Selected Capita course using the System Usability Scale (SUS). This study employed a quantitative survey approach, with the sample determined using the Slovin formula, resulting in 60 PSTI students who had taken the course as respondents. Data were collected through an online questionnaire distributed via Google Forms and analyzed using Microsoft Excel. The preliminary survey showed that 68.3% of students utilized ChatGPT in their learning activities. The SUS analysis produced an average score of 78.2, which falls into the Good category (Grade B+), indicating that ChatGPT is easy to use, intuitive, and provides a positive user experience. In conclusion, ChatGPT demonstrates good usability and is positively received by students, although improvements are still needed in usage limitations, response accuracy, and answer consistency.
Peningkatan Literasi Melalui Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Digital Offline di SDN 1 Kutamanah Purwakarta Putri, Dewi Indriati Hadi; Venica, Liptia; Herlina, Nina; Sodikin, Reisa Aulia; Elviani, Ulva; Zahron, Aulia Aufa; Kurniawan, Muhammad Randy; Nugraha, Ariel Dwika
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16275

Abstract

Keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi kendala utama pemerataan akses pendidikan di daerah pedesaan Indonesia. Salah satunya dialami oleh Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, yang memiliki skor Indeks SDGs Desa pada aspek Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) di bawah 50. Kondisi minimnya konektivitas internet menjadi salah satu penyebab rendahnya literasi membaca dan kemampuan pemanfaatan teknologi, khususnya di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta keterampilan teknologi melalui implementasi Workshop Pemanfaatan Teknologi Perpustakaan Digital Offline KutaBaca. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research dengan melibatkan guru dan siswa secara aktif dalam tahapan perencanaan, pelatihan, observasi, dan evaluasi dengan instrumen pre-test dan post. Sebanyak 21 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep perpustakaan digital, dari skor rata-rata 2,6 (rendah) pada pre-test menjadi 4,7 (sangat baik) pada post-test. Selain itu, tingkat keterampilan digital meningkat dari skala 2-3 menjadi 4-5, sedangkan tingkat kepuasan peserta mencapai 4,62 (kategori sangat puas). Implementasi sistem perpustakaan digital offline KutaBaca terbukti efektif mendukung proses pembelajaran dan memperkuat budaya literasi digital di sekolah pedesaan. Kegiatan ini menghasilkan model pengabdian berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain dengan keterbatasan akses internet.
Efektivitas Efektivitas Sistem Bimbingan Cerdas, Pembelajaran Adaptif, dan Teknologi Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Matematika: Tinjauan Komprehensif dari Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Ferdian Yunizar; Widodo, Suprih; Elviani, Ulva
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/2q9whh74

Abstract

This umbrella review synthesizes evidence from systematic reviews and meta-analyses on the effectiveness of intelligent tutoring systems, adaptive learning platforms, and artificial intelligence-based technologies in mathematics learning. A semi-automated search was conducted on 18 December 2025 using an indexed academic search engine, complemented by forward-backward citation chasing. Eligible reviews were screened and appraised using a proxy version of AMSTAR 2 focused on critical domains. Across the included reviews, technology-enhanced and adaptive interventions generally showed small-to-moderate positive effects on mathematics achievement, with more consistent benefits when feedback was immediate, personalization was meaningful, and implementation was supported by teachers and well-aligned tasks. Evidence for non-cognitive outcomes (e.g., motivation, self-efficacy, engagement) was positive but less consistently reported. Heterogeneity across contexts and substantial overlap among primary studies remain major challenges. The review highlights implementation conditions, recurring moderators, and priority gaps to strengthen future research and reporting in mathematics education.
Implementasi Model MDLC pada Media Pembelajaran Interaktif Informatika ‘Synet’ untuk Siswa Kelas VIII SMPN 1 Purwakarta Hafiezh, Jasmine Nayla; Elviani, Ulva
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4216

Abstract

Kajian ini difokuskan terhadap upaya pengembangan dari aplikasi game edukasi Synet sebagai media pembelajaran secara interaktif terhadap materi pengantar jaringan komputer terhadap peserta didik kelas 8 di SMP Negeri 1 Purwakarta. Upaya pengembangan dilaksanakan dengan mengaplikasikan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) versi Luther-Sutopo yang mencakup 6 tahapan, yakni konsep, desain, pengumpulan materi, m assembly, testing, dan juga upaya distribusi. Subjek yang dilibatkan dalam kajian ini yakni total 30 peserta didik dari kelas 8 SMP Negeri 1 Purwakarta. Upaya pengumpulan data dilaksanakan berdasar pada kajian literatur upaya wawancara dan upaya pengisian kuesioner dengan mengaplikasikan instrumen angket validasi dari ahli materi, ahli media, serta System Usability Scale (SUS), yang selanjutnya dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis perhitungan persentase kelayakan. Aplikasi Synet dinyatakan berhasil dikembangkan sebagai media pembelajaran interaktif berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh. Validasi oleh ahli materi dan ahli media menghasilkan rata-rata skor 84%, sehingga aplikasi ini termasuk dalam kategori sangat layak. Adapun pengujian menggunakan SUS menunjukkan skor rata-rata 84,08 dengan Grade Scale B, yang diklasifikasikan ke dalam kategori Acceptable dan Adjective Rating Excellent, mengindikasikan bahwa aplikasi ini tidak hanya mudah digunakan tetapi juga memiliki kualitas usabilitas yang tinggi. Atas dasar temuan-temuan tersebut, aplikasi Synet direkomendasikan sebagai media pembelajaran pendukung yang berpotensi mendorong interaktivitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran informatika, sekaligus hadir sebagai alternatif sumber belajar di lingkungan kelas.
Analisis Pengaruh Penggunaan Learning Management System (LMS) terhadap Kemandirian Belajar Siswa SMK 1 Muhammadiyah Cikampek Ramadhan, Farel Disyah; Elviani, Ulva
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4258

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh penggunaan dua platform Learning Management System (LMS), yaitu Google Classroom dan Moodle, terhadap kemandirian belajar siswa di SMK 1 Muhammadiyah Cikampek dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif komparatif. Penelitian melibatkan 65 responden yang terdiri atas 33 siswa pengguna Google Classroom dan 32 siswa pengguna Moodle. Instrumen penelitian menggunakan angket Skala Likert 5 poin yang mencakup 10 indikator penggunaan LMS dan 9–10 indikator kemandirian belajar. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas Shapiro-Wilk, analisis deskriptif per dimensi, serta uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan LMS pada kedua platform berada pada kategori tinggi, yaitu Google Classroom sebesar 88,0% dan Moodle sebesar 89,6%. Selain itu, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua platform baik pada skor penggunaan LMS (U=483,5, p=0,557) maupun kemandirian belajar siswa (U=548,0, p=0,796), dengan effect size tergolong negligible (r < 0,10). Moodle lebih unggul pada aspek kecanggihan fitur pembelajaran dengan rata-rata indikator X5, X8, dan X9 sebesar 4,573 dibandingkan Google Classroom sebesar 4,374, sedangkan Google Classroom lebih unggul pada aspek kemudahan akses dan kesederhanaan penggunaan dengan rata-rata indikator X1 dan X2 sebesar 4,455 dibandingkan Moodle sebesar 4,360 sehingga lebih mendukung kemandirian belajar secara organik. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pemilihan LMS perlu disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan pembelajaran yang ingin dicapai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti merekomendasikan agar penelitian selanjutnya melibatkan jumlah responden yang lebih besar dan cakupan sekolah yang lebih luas untuk meningkatkan generalisasi hasil penelitian, menggunakan metode mixed methods dengan tambahan wawancara atau observasi agar memperoleh data yang lebih mendalam, serta mengkaji faktor lain yang memengaruhi kemandirian belajar seperti motivasi belajar, dukungan guru, literasi digital, dan akses internet. Selain itu, penelitian berikutnya juga dapat membandingkan platform LMS lainnya atau meneliti pengaruh LMS terhadap hasil belajar, keterlibatan siswa, dan kemampuan berpikir kritis pada berbagai jenjang pendidikan.
Bibliometric Study of TVET and Industry Synergies in the Digital Era on Global Research Direction and Strategy Rahmatya, Aura Salsabillah; Widodo, Suprih; Elviani, Ulva
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/%x

Abstract

This study aims to assess the direction and strategy of global research related to the synergy between vocational education and training (TVET) and industrial needs in the digital era through a bibliometric approach. The analysis was conducted on 500 scientific documents obtained from the Scopus database using VOSviewer and Biblioshiny software. The analysis showed that keywords such as higher education, vocational education, workplace learning, innovation, employability, and industry 4.0 dominated the scientific discourse, signalling the important role of TVET in building employability skills based on digital industry needs. The thematic visualisation identified four main clusters in the research: (1) education and training, (2) digitalisation and innovation, (3) outcome orientation such as entrepreneurship and employability, and (4) sustainable development and well-being. Geographically, countries such as Germany, Australia, Malaysia, China, Indonesia, South Africa, and Nigeria emerged as major contributors with varied research focuses. Highlighted global strategies include revitalising TVET curricula, strengthening, triple helix collaboration (academic, industry, government), enhancing employability skills through work-based learning approaches, and digitalising learning processes. The findings provide a useful conceptual mapping for stakeholders in developing adaptive, collaborative, and sustainable vocational education policies and practies in the digital era.