Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS UNSUR PERBUATAN MELAWAN HUKUM PADA UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGAN DATA PRIBADI Ayoe Adilia Yasynta; Ifrani
Al Qisthas Jurnal Hukum dan Politik Vol. 15 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/alqisthas.v15i1.10726

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk Untuk menganalisis makna dari unsur melawan hukum pada undang-undang No. 27 tahun 2022 dan untuk menemukan maksud unsur melawan hukum yang diatur pada pasal 67 ayat (2) dan (3) dalam undang-undang No. 27 tahun 2022 apakah sudah sesuai dengan prinsip kebijakan hukum pidana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, bahwa data pribadi tiap warga negara indonesia adalah hal yang wajib dilindungi oleh pemerintah negara indonesia sebagai pemegang kendali peraturan di indonesia, namun menurut penulis dalam penelitian ini, pada pasal 67 ayat 2 dan 3 undang-undang No. 27 tahun 2022 tentang perlindungan data pribadi ditemukan unsur yang dapat menimbulkan over kriminalisasi pada pelaku yang tidak sengaja melakukan perbuatan melawan hukum dalam unsur melawan hukum mengungkapkan dan menggunakan data pribadi miliknya. Kedua, Pasal 67 ayat 2 dan 3 undang-undang tentang perlindungan data pribadi dinilai menghadirkan kekaburan hukum, antara lain; UU PDP yang tidak menjelaskan lebih rinci apa yang dimaksud dengan “perbuatan melawan hukum”, kemudian dampak kebingungan pada masyarakat karena sifatnya yang multitafsir sehingga pasal 67 ayat (2) dan (3) menjadi tidak efektif yang jelas menjadi tidak pastinya hukum tersebut.
PENCIPTAAN LAGU DAERAH “MBALI MBOJO KU” SEBAGAI MEDIA EKSPRESI Feri Zulkarnain; Rasti Amelia; Gunawan; Syamsiah; Ifrani; Soraya; Helmalia Putri; Nurfatuh; Putri Aulia; Radiatul Adwiah; Irmaningsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35660

Abstract

The creation of the regional song "Mbali Mbojo Ku" was motivated by the desire to express love, longing, and pride for the birthplace of Bima (Mbojo) through music as a medium of cultural expression. This song was created to maintain the existence of the language and regional cultural values ​​that are starting to be eroded by modernization, as well as to rekindle the spirit of love for local identity among the younger generation. Through a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques, this research focuses on the meaning, function, and social context of the song's creation. The results show that "Mbali Mbojo Ku" represents a deep emotional bond between the creator and his birthplace, where the poetic Mbojo lyrics and touching melody depict longing, pride, and commitment to preserving Bima culture. This song not only serves as a medium of personal expression, but also as a unifying tool for the Mbojo community and an educational tool that strengthens awareness of the importance of preserving local cultural heritage amidst the currents of globalization.