Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Animasi Upin Ipin dan Implementasinya terhadap Pembentukan Akhlak Siswa di SDIT Bunga Cempaka Permana, Neng Mega; Fauziah, Debibik Nabilatul; Ulya, Neng
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak bisa didapatkan dimana saja, salah satunya melalui media aplikasi YouTube yang berisi berbagai video animasi edukasi seperti serial Upin dan Ipin, serial Riko, dan lain-lain. Pendidikan Islam harus dimulai sedini mungkin untuk membentuk akhlak, salah satunya pada usia sekolah dasar. SDIT Bunga Cempaka merupakan sekolah dasar yang menaruh perhatian terhadap pembentukan moral peserta didik dengan berbagai cara, salah satunya dengan penggunaan serial animasi Upin dan Ipin di kelas 4, yang sejalan dengan visi sekolah yaitu: “terwujudnya sekolah Islam yang berpusat pada peserta didik, menjadikan peserta didik memahami makna iman dan taqwa, berakhlak mulia, jujur, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, mandiri, cinta terhadap keluarga dan tanah air”. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode deskriptif kualitatatif. Dengan demikian akan tergambar hasil penelitian yang mengambil hasil analisis nilai-nilai Pendidikan islam pada serial animasi Upin Ipin lalu pengimplementasian nilai-nilai Pendidikan islam dalam serial tersebut terhadap pembentukan akhlak siswa di SDIT Bunga Cempaka serta faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai tersebut didukung oleh pendapat para ahli dan pihak lain dalam pendidikan akhlak. Sedangkan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan Teknik analisis data dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa animasi Upin Ipin episode ini tidak hanya mengandung unsur hiburan untuk anak-anak, tetapi juga mendidik dengan nilai-nilai moral. SDIT Bunga Cempaka menggunakan empat metode dalam melaksanakan pendidikan akhlak, yaitu: metode pembiasaan, metode keteladanan, dan metode reward and punishment. Faktor yang menghambat penerapan ini adalah: lingkungan sekitar dan individu itu sendiri. Sedangkan faktor pendukung meliputi sarana prasarana sekolah serta kerjasama guru dan wali murid.
STRATEGI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA MATA PELAJARAN FIQH DI MA AL-JIHADIYAH CIKARANG Pengelola, Pengelola; ilmaknuna, Lulu; Fauziah, Debibik Nabilatul
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 32 No. 02 (2025): Oktober
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/9xycc385

Abstract

Strategi pengelolaan kelas merupakan kemampuan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan memulihkan jika terjadi gangguan dalam proses pembelajaran. permasalahan yang sering dihadapi di Lembaga sekolah tentunya berkaitan dengan proses pembelajaran dan menjadi hambatan dalam proses belajar dan mengajar. Permasalahan manajemen pengelolaan kelas sangat erat kaitannya dengan permasalahan sarana prasaranan serta menurunnya kedisiplinan siswa salah satu sekolah yang mempunyai permasalahan dalam hal tersebut adalah MA Al-Jihadiyah Cikarang Sukatani, terutama dalam pembelajaran Fiqih, oleh sebab itu penulis tertarik untuk meneliti Strategi guru dalam pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru Fiqih dalam membina kedisiplinan siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Proses pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru Fiqih dilakukan dengan dua cara yaitu membuat peraturan tidak tertulis dan menggunakan metode reward dan punishment. Faktor pendukung stategi guru dalam pengelolaan kelas adalah profesionalitas guru dan murid yang kooperatif. Sedangkan faktor penghambatnya terletak pada faktor internal yaitu keluarga yang kurang memberi perhatian kepada siswa dan fasilitas sekolah yang kurang mendukung.