Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : eproceedings of engineering

Perancangan Sistem Pengukuran Dan Perbaikan Kinerja Order Processing Dengan Pendekatan Model Scor Dan Lean Logistics (Studi Kasus: Perusahaan Rintisan Pesenkuy) Swandari, Anak Agung Citra; Novitasari, Nia; Kusuma, Putu Giri Artha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PesenKuy merupakan sebuah Perusahaanrintisan yang dibentuk pada tahun 2019 dan kembali hadirdengan tampilan baru pada tahun 2022. PesenKuy membantumahasiswa untuk memenuhi kebutuhan seperti kebutuhanharian , laundri dan cuci sepatu, PesenKuy juga memilikiseasonal project pada saat tertentu seperti layanan seragam danperlengkapan PKKMB serta paket sahur dan bukapuasa. Dalam melakukan perancangan usulan padaPesenKuy, digunakan metode Model SCOR untuk mengukurkinerja pada PesenKuy, dimana Model SCOR mengukurkinerja berdasarkan proses supply chain dalam suatuPerusahaan. Kemudian untuk meningkatkan kinerja melaluiperbaikan proses bisnis, PesenKuy menggunakan metode LeanLogistics, dimana metode ini dapat meminimasi pemborosanpada proses bisnis sehingga mampu mempercepat aliran prosesbisnis atau memperpendek lead time pada suatuperusahaan. Kemudian sebelum melakukan perbaikan prosesbisnis untuk dapat meningkatkan kinerja ketiga tersebutdilakukan identifikasi pemborosan dengan hasil masih terdapat27% aktivitas VA, 40% aktivitas NVA dan 33% aktivitasNNVA dengan efisiensi waktu siklus sebesar 28% dan jenispemborosan yaitu pemborosan waktu. Dari hasil perbaikanyang sudah dilakukan dapat meningkatkan kinerja menjadikondisi excellent dari yang sebelumnya ketiga kondisi tersebutberada pada kondisi poor, marginal dan average. Kata kunci— Model SCOR, Lean Logistics, Proses Bisnis
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Dan Perbaikan Kinerja Perusahaan Rintisan Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Bsc) Dan Business Process Improvement (Bpi) (Studi Kasus : Perusahaan Rintisan Pesenkuy) Pramesti , Dayaning Daffa; Novitasari , Nia; Kusuma, Putu Giri Artha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Pengukuran kinerja merupakan aspek penting dalam mengelola sebuah organisasi yangdigunakan untuk memantau dan mengendalikanpelaksanaan strategi yang bertujuan untuk mencapaitujuan organisasi. Tingginya persaingan pada duniaindustri digital saat ini mengharuskan PesenKuy untukmemiliki daya saing yang tinggi agar terhindar dari faktorkegagalan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, PesenKuymembutuhkan sistem pengukuran kinerja yang dapatmembantu perusahaan dalam mengukur kinerjanya dariberbagai perspektif dan menghubungkannya denganstrategi yang akan meningkatkan daya saing danpertumbuhan bisnis. Salah satu pendekatan yang dapatdigunakan adalah Balanced Scorecard (BSC), yangmengintegrasikan empat perspektif utama yaitu keuangan,pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran danpertumbuhan. Dengan menerapkan pendekatan BalancedScorecard, PesenKuy dapat mengetahui dan mengukursistem pengukuran kinerja yang terintegrasi dari keempatperspektif tersebut. Dengan sistem pengukuran kinerjayang terintegrasi ini, PesenKuy berharap dapat lebih baikmemenuhi ekspektasi pelanggan, meningkatkan loyalitaspelanggan, dan mencapai visi dan misi perusahaan. Kata kunci — Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Key Performance Indicator, Proses Bisnis,Streamlining
Perancangan Sistem Persediaan Herbisida Pada Gudang Sentral Dengan Menggunakan Metode Continuous Review Untuk Meminimasi Biaya Persediaan Di Pt Tpp Rosaldi, Benny Alfani; Saragih , Nova Indah; Kusuma , Putu Giri Artha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT TPP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit yang terletak di IndragiriHulu, Riau. Dalam menjalankan kegiatan produksi nya,perusahaan memerlukan barang herbisida untuk mengatasiserangan hama pada tanaman sawit. Akan tetapi dalammelakukan proses persediaan, perusahaan belum melakukanpengendalian yang efektif. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya angka persediaan (overstock) herbisida sehinggamengakibatkan tingginya angka biaya persediaan herbisida.Penelitian ini dilakukan pada barang herbisida yang adadigudang dengan memiliki 10 jenis barang. Penyelesaianmasalah akan menggunkan metode continuous review dengananalisis ABC sebagai klasifikasi barang. Berdasarkan hasilperhitungan pada barang kelas A terjadi penurunan padatotal biaya persediaan sebesar 24% dengan total biayapersediaan usulan Rp 85.141.278. Sedangkan barang kelas B& C terjadi penurunan sebesar 59% dengan total biayapersediaan sebesar Rp. 32.241.564. Kata kunci— Overstock, Pengendalian Persediaan, Analisis ABC, Continuous Review
Optimasi Alokasi Kapal ke Dermaga pada PT XYZ di Pelabuhan Panjang Menggunakan Metode Cuckoo Search Algorithm (CSA) untuk Meminimalkan Total Biaya Operasional Kapal Yoara Damar Puspasari; Erlangga Bayu Setyawan; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ sebagai operator di Pelabuhan Panjang menghadapi permasalahan keterlambatan penyandaran kapal yang berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional, seperti biaya tunggu, penanganan, dan penalti. Permasalahan ini timbul akibat alokasi dermaga yang belum optimal, terbatasnya fasilitas pelabuhan, serta faktor eksternal seperti cuaca dan keterbatasan kapal pemandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan alokasi dermaga dengan meminimalkan total biaya operasional kapal menggunakan pendekatan Cuckoo Search Algorithm (CSA). Model optimasi dirancang dalam bentuk pemrograman integer dengan mempertimbangkan berbagai pembatas seperti panjang dermaga, waktu aman antar kapal, slot dermaga, dan preferensi posisi sandar kapal. CSA dipilih karena kemampuannya dalam menangani ruang pencarian solusi yang besar dan kompleks secara efisien. Hasil simulasi terhadap 91 kapal selama periode 10 hari menunjukkan bahwa penerapan CSA mampu menekan biaya tunggu dari Rp878 juta menjadi Rp0 dan mengurangi biaya penalti hingga 74%. Secara keseluruhan, total biaya operasional kapal dapat ditekan sebesar 40–60%. Penelitian ini menunjukkan bahwa CSA efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data di pelabuhan. Kata kunci— Alokasi dermaga, Cuckoo Search Algorithm, Optimasi Biaya, Pelabuhan, Penjadwalan Kapal
Penentuan Lokasi Optimal Asphalt Mixing Plant Di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Metode Fixed Charge Facility Location Problem Untuk Meminimalkan Biaya Distribusi Rendra Bagus Kusuma Jati; Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) di Provinsi Jawa Barat, khususnya wilayah UPTD III, dengan menggunakan metode Fixed Charge Facility Location Problem (FCFLP). Studi ini berfokus pada minimasi biaya distribusi sekaligus memenuhi permintaan hotmix di berbagai lokasi. Data yang digunakan meliputi lokasi quarry, AMP eksisting, titik permintaan, panjang jalan, dan kondisi infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 AMP eksisting, hanya 5 lokasi yang optimal (Margaasih, Padamulya, Cipageran, Padaasih, dan Wanakerta) dengan penghematan biaya distribusi mencapai 47% (Rp3,47 miliar). Analisis sensitivitas membuktikan model ini stabil terhadap kenaikan harga BBM hingga 20%, namun peka terhadap perubahan waktu tempuh maksimal. Implikasi penelitian mencakup efisiensi sumber daya dan dasar kebijakan pembangunan infrastruktur yang lebih efektif. Kata kunci— Asphalt Mixing Plant, optimasi lokasi, Fixed Charge Facility Location Problem, biaya distribusi, hotmix.
Penentuan Prioritas Wilayah Alokasi Bantuan Bencana Di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Akhmad Haidar Ramadhani; Putu Giri Artha Kusuma; Seto Sumargo
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat kejadian bencana tinggi di Indonesia, namun penentuan prioritas wilayah alokasi bantuan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat masih bergantung pada data eksternal seperti IRBI, tanpa mempertimbangkan variabel lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Diketahui dari data penyaluran bantuan tahun 2022 bahwa penyaluran sering kali dilakukan ke wilayah dengan indeks risiko bencana yang tidak seharusnya didahulukan. Hal tersebut dapat mengakibatkan kesenjangan terhadap wilayah yang seharusnya didahulukan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas wilayah alokasi bantuan bencana secara lebih objektif dan terstruktur. Empat kriteria utama yang digunakan adalah populasi, risiko bencana, aksesibilitas, dan infrastruktur, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, serta data penyaluran bantuan. Hasil AHP menunjukkan bahwa populasi memiliki bobot terbesar (36,56%), diikuti risiko bencana (31,17%), aksesibilitas (17,37%), dan infrastruktur (14,90%). Kabupaten Cianjur teridentifikasi sebagai alternatif wilayah prioritas utama, disusul alternatif wilayah Garut dan Tasikmalaya. Hasil temuan ini mencerminkan pentingnya mempertimbangkan jumlah penduduk terdampak dalam perencanaan bantuan. Sistem yang dihasilkan diharapkan menjadi alat bantu yang akuntabel bagi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan distribusi bantuan yang objektif dan transparan yang berbasis data. Kata kunci — Analytical Hierarchy Process, Bantuan Bencana, Prioritas Wilayah.
Perancangan Sistem Informasi Kriteria Penentuan Lokasi Gudang Sementara Untuk Bantuan Bencana Di Bpbd Jawa Barat Ilham Muhammad Faisal; Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several sub-districts in Cianjur regency stillexperience uneven distribution of aid from the threeexisting central warehouse. This issue arises because thedistribution process is concentrated in specific areas,while other sub-districts lacak clear logistics routes andbalanced delivery frequency. Such inequality can hinderthe effective delivery of aid to communities that have notyet received Adequate support. This highlights the needto carefully consider multiple criteria when selectingtemporay warehouse locations for disaster reliefdistribution. Poor location choices can significantlyreduce the effiency of aid delivery. Therefore, a thoroughanalysis of key factors – such as proximity tobeneficiaries, safety from disaster-prone areas,availability of road infrastructure, environmentalsecurity and warehouse facilities-is essential. TheAnalytical Hierarchy Process (AHP) is one method thatcan be applied to systematically and objectively assessand prioritize these criteria, enabling the selection of themost suitable warehouse locationsKata kunci— Logistik kemanusiaan, Penentuan Lokasi Gudang,Analytic Hierarchy Process, Manajemen Logistik Indonesia,Rantai Pasokan.
Usulan Alat Ukur Penilaian Praktik Green Supply Chain Pada Asphalt Mixing Plant (Amp) Menggunakan Metode Best Worst Method (Bwm) Dharma Air Putra; Putu Giri Artha Kusuma; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Jawa Barat meningkatkan permintaan campuran aspal panas (hotmix) yang diproduksi oleh Asphalt Mixing Plant (AMP). Namun, aktivitas AMP berdampak signifikan terhadap lingkungan melalui emisi karbon. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran penerapan Green Supply Chain (GSC) pada AMP menggunakan metode Best Worst Method (BWM). Penentuan kriteria dan sub kriteria dilakukan melalui studi literatur dari jurnal ilmiah internasional, regulasi pemerintah Indonesia. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada responden ahli yang dipilih berdasarkan latar belakang profesional di bidang jas konstruksi dan industri AMP Hasil menunjukkan bahwa Green Production memiliki bobot tertinggi, disusul Waste Management Recycling. Sub-kriteria tertinggi adalah Recycling of Production Waste. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kriteria Green Production memiliki bobot tertinggi sebesar 0,372, diikuti oleh Waste Management Recycling sebesar 0,261, Green Supplier sebesar 0,183, dan Green Transportation sebesar 0,184. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk alat ukur evaluatif yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan pelaku industri sebagai panduan pengambilan keputusan serta peningkatan keberlanjutan pada AMP. Kata kunci— Green Supply Chain, Asphalt Mixing Plant (AMP), Best Worst Method (BWM), Rantai Pasok, Kriteria, Subkriteria
Usulan Kriteria Pemilihan Lembaga Usaha Sebagai Mitra Bpbd Provinsi Jawa Barat Dalam Penanganan Bencana Dengan Metode Fuzzy Ahp Ni Wayan Savitri Arsa Putri; Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat sebagai bagian dari Indonesiatermasuk dalam kawasan Ring of Fire, area di manasejumlah besar gempa bumi dan letusan gunung berapiterjadi di cekungan Samudra Pasifik. Menurut (BPS,2023)Jawa barat menempati urutan pertama sebagai provinsidengan jumlah bencana alam terbanyak di tahun 2023mencapai 844 kejadian. Akibat kejadian bencana tersebutmencatat sudah sebanyak 3.314.997 jiwa terdampak akibatkejadian bencana alam yang menimbulkan kerugian jiwahingga kerusakan infrastruktur. Pada penelitian ini berfokuspada situasi tanggap darurat bencana. Sesuai dalamPeraturan Kepala BNPB Nomor 12 Tahun 2014 bahwalembaga usaha memiliki peran yang cukup strategis dalammendukung penanggulangan bencana. Namun dari kondisiexisting pada BPBD Provinsi Jawa Barat dari data kemitraanyang terjalin dengan BPBD Provinsi Jawa Barat tahun 2024,yang diperoleh melalui penunjukan langsung dari e-katalogdan selama proses pemilihan mitra BPBD Provinsi JawaBarat belum memiliki acuan secara sistematis dan terstrukturdalam proses pemilihan mitra. Berdasarkan kondisi tersebut,penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan kriteriapemilihan dalam pelaksanaan pemilihan lembaga usahasebagai mitra BPBD Provinsi Jawa Barat dengan pendekatanberbasis kebutuhan. Untuk menentukan usulan kriteria,penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AnalyticalHierarchy Process (FAHP).Kata kunci — Logistik kemanusiaan, kemitraan, kriteria,sub-kriteria, fuzzy AHP
Usulan Perbaikan Kebijakan Persediaan Menggunakan Pendekatan Vendor Managed Inventory Model (r, Q) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan di Gudang CV XYZ Ameylia Ika Pramudita; Putu Giri Artha Kusuma; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan distributor komoditas kedelai yang mengirim ke berbagai industri kedelai lain dalam jumlah besar maupun kecil. Pada kondisi existing Gudang CV XYZ belum menerapkan kebijakan persediaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa gejala dan dampak yang ditimbulkan. Dalam 51 minggu terjadi 46 kali backlog sehingga persentasenya adalah 90,20% dan permintaan yang dipenuhi secara normal adalah 9,80%. Total biaya persediaan aktual yang telah dihitung menggunakan rumus klasik menunjukkan persentase yang berlebih sebesar 9,03%. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan kebijakan persediaan pada Gudang CV XYZ untuk meminimasi total biaya persediaan, perancangan tersebut dilakukan dengan cara membandingkan kondisi aktual menggunakan model No-VMI dan VMI. Perbandingan jumlah backlog yang berhasil ditekan dari kondisi aktual ke VMI adalah 167,83 kg dengan persentase penurunan sebesar 99,98%. Total biaya persediaan kondisi aktual Rp 9.642.573,29 mengalami penurunan menjadi Rp 1.059.293,94 Penurunan total biaya persediaan dari kondisi aktual ke VMI adalah sebesar 90%, faktor yang mempengaruhi penurunan ini adalah ukuran lot pemesanan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gudang CV XYZ serta jumlah permintaan yang dibacklog diminimasi untuk mengurangi biaya denda yang timbul. Kata kunci — kedelai, kebijakan persediaan, backlog, vendor managed inventory.