Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Usulan Alat Ukur Penilaian Praktik Green Supply Chain Pada Asphalt Mixing Plant (Amp) Menggunakan Metode Best Worst Method (Bwm) Dharma Air Putra; Putu Giri Artha Kusuma; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Jawa Barat meningkatkan permintaan campuran aspal panas (hotmix) yang diproduksi oleh Asphalt Mixing Plant (AMP). Namun, aktivitas AMP berdampak signifikan terhadap lingkungan melalui emisi karbon. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran penerapan Green Supply Chain (GSC) pada AMP menggunakan metode Best Worst Method (BWM). Penentuan kriteria dan sub kriteria dilakukan melalui studi literatur dari jurnal ilmiah internasional, regulasi pemerintah Indonesia. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada responden ahli yang dipilih berdasarkan latar belakang profesional di bidang jas konstruksi dan industri AMP Hasil menunjukkan bahwa Green Production memiliki bobot tertinggi, disusul Waste Management Recycling. Sub-kriteria tertinggi adalah Recycling of Production Waste. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kriteria Green Production memiliki bobot tertinggi sebesar 0,372, diikuti oleh Waste Management Recycling sebesar 0,261, Green Supplier sebesar 0,183, dan Green Transportation sebesar 0,184. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk alat ukur evaluatif yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan pelaku industri sebagai panduan pengambilan keputusan serta peningkatan keberlanjutan pada AMP. Kata kunci— Green Supply Chain, Asphalt Mixing Plant (AMP), Best Worst Method (BWM), Rantai Pasok, Kriteria, Subkriteria
Usulan Kriteria Pemilihan Lembaga Usaha Sebagai Mitra Bpbd Provinsi Jawa Barat Dalam Penanganan Bencana Dengan Metode Fuzzy Ahp Ni Wayan Savitri Arsa Putri; Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat sebagai bagian dari Indonesiatermasuk dalam kawasan Ring of Fire, area di manasejumlah besar gempa bumi dan letusan gunung berapiterjadi di cekungan Samudra Pasifik. Menurut (BPS,2023)Jawa barat menempati urutan pertama sebagai provinsidengan jumlah bencana alam terbanyak di tahun 2023mencapai 844 kejadian. Akibat kejadian bencana tersebutmencatat sudah sebanyak 3.314.997 jiwa terdampak akibatkejadian bencana alam yang menimbulkan kerugian jiwahingga kerusakan infrastruktur. Pada penelitian ini berfokuspada situasi tanggap darurat bencana. Sesuai dalamPeraturan Kepala BNPB Nomor 12 Tahun 2014 bahwalembaga usaha memiliki peran yang cukup strategis dalammendukung penanggulangan bencana. Namun dari kondisiexisting pada BPBD Provinsi Jawa Barat dari data kemitraanyang terjalin dengan BPBD Provinsi Jawa Barat tahun 2024,yang diperoleh melalui penunjukan langsung dari e-katalogdan selama proses pemilihan mitra BPBD Provinsi JawaBarat belum memiliki acuan secara sistematis dan terstrukturdalam proses pemilihan mitra. Berdasarkan kondisi tersebut,penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan kriteriapemilihan dalam pelaksanaan pemilihan lembaga usahasebagai mitra BPBD Provinsi Jawa Barat dengan pendekatanberbasis kebutuhan. Untuk menentukan usulan kriteria,penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AnalyticalHierarchy Process (FAHP).Kata kunci — Logistik kemanusiaan, kemitraan, kriteria,sub-kriteria, fuzzy AHP
Usulan Perbaikan Kebijakan Persediaan Menggunakan Pendekatan Vendor Managed Inventory Model (r, Q) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan di Gudang CV XYZ Ameylia Ika Pramudita; Putu Giri Artha Kusuma; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan distributor komoditas kedelai yang mengirim ke berbagai industri kedelai lain dalam jumlah besar maupun kecil. Pada kondisi existing Gudang CV XYZ belum menerapkan kebijakan persediaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa gejala dan dampak yang ditimbulkan. Dalam 51 minggu terjadi 46 kali backlog sehingga persentasenya adalah 90,20% dan permintaan yang dipenuhi secara normal adalah 9,80%. Total biaya persediaan aktual yang telah dihitung menggunakan rumus klasik menunjukkan persentase yang berlebih sebesar 9,03%. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan kebijakan persediaan pada Gudang CV XYZ untuk meminimasi total biaya persediaan, perancangan tersebut dilakukan dengan cara membandingkan kondisi aktual menggunakan model No-VMI dan VMI. Perbandingan jumlah backlog yang berhasil ditekan dari kondisi aktual ke VMI adalah 167,83 kg dengan persentase penurunan sebesar 99,98%. Total biaya persediaan kondisi aktual Rp 9.642.573,29 mengalami penurunan menjadi Rp 1.059.293,94 Penurunan total biaya persediaan dari kondisi aktual ke VMI adalah sebesar 90%, faktor yang mempengaruhi penurunan ini adalah ukuran lot pemesanan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gudang CV XYZ serta jumlah permintaan yang dibacklog diminimasi untuk mengurangi biaya denda yang timbul. Kata kunci — kedelai, kebijakan persediaan, backlog, vendor managed inventory.
Perancangan Kodefikasi Barang Bantuan Bencana Pada Sistem Elektronik Logistik Untuk Bencana (E-LUNA) BPBD Provinsi Jawa Barat Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma; Atya Nur Aisha; Hendra Hendrawan; Usep Supdana; Syakila Putri Nansya; Margaretha Yesy Angelina; Raihanul Hakim; Nadhif Althafu Rutama
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 12 No. 1 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Jawa Barat mengalami peristiwa bencana alam tahun 2022 mencapai 821 total peristiwa. Kondisi ini mendorong kerja sama antara tim pengabdian Telkom University dan BPBD Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan sistem informasi penanganan bantuan bencana yang berfokus pada fase pra-bencana atau fase penguatan. Sistem informasi tersebut dinamakan Elektronik Logistik untuk Bencana (e-Luna). Pada tahun 2025, sistem diperbarui ke versi 3.3 untuk dapat menangani pencatatan barang yang lebih beragam. Pengabdian ini fokus pada perancangan dan implementasi sistem kodefikasi barang sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan BNPB No. 1 Tahun 2024 tentang Standar Minimal Kebutuhan Logistik dan Peralatan. Metode terdiri dari tiga tahap utama: identifikasi jenis barang bantuan bencana, perancangan struktur kode lima level, dan integrasi kodefikasi ke dalam fitur sistem e-Luna. Hasil kajian menunjukkan bahwa kodefikasi barang telah berhasil dirancang dan diintegrasikan ke dalam sistem e-Luna versi 3.3 serta dengan penambahan barcode label pada barang saat proses penerimaan, yang memungkinkan sistem untuk mengelola data bantuan logistik yang lebih beragam, akurat dan terstandarisasi.
Implementation of FSN Analysis and Periodic Review System for Inventory Management Improvement in Spare Parts Warehouse Leo Rama Kristiana; Gisti Ayu Pratiwi; Putu Giri Artha Kusuma; Grass Aditya Pringgodani; Irza Farhand; Theresia Jeremia Purba
SITEKNIK: Sistem Informasi, Teknik dan Teknologi Terapan Vol. 3 No. 3 (2026): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21533846

Abstract

Effective inventory management is essential for maintaining spare parts availability and ensuring high service levels in the automotive industry. PT IAMI, particularly the PSM Dept. and PC Dept. Bekasi, identified inventory management issues at its Medan Depot as a pilot project for inventory improvement. The depot initially achieved a fill rate of only 60%, below the company’s target of 70%, due to the absence of standardized spare parts classification, review period policies, replenishment planning, and an integrated monitoring system. To address these issues, a community service program was conducted by Telkom University through technical assistance in developing an inventory management framework. The program integrated Fast-Slow-Non Moving (FSN) Analysis, the Periodic Review System (R,s), and a dashboard-based inventory monitoring system using Microsoft Excel. The implementation stages included field observation, focus group discussion, operational data analysis, spare parts classification, inventory parameter calculation, dashboard development, and validation with the partner. The results showed that the proposed inventory policy improved the fill rate from 60% to 99%, exceeding the company target. In addition, the dashboard improved inventory visibility by displaying stock status, fill rate, safety stock, reorder warnings, and other operational indicators.
Implementation of FSN Analysis and Periodic Review System for Inventory Management Improvement in Spare Parts Warehouse Leo Rama Kristiana; Gisti Ayu Pratiwi; Putu Giri Artha Kusuma; Grass Aditya Pringgodani; Irza Farhand; Theresia Jeremia Purba
SITEKNIK: Sistem Informasi, Teknik dan Teknologi Terapan Vol. 3 No. 3 (2026): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21533846

Abstract

Effective inventory management is essential for maintaining spare parts availability and ensuring high service levels in the automotive industry. PT IAMI, particularly the PSM Dept. and PC Dept. Bekasi, identified inventory management issues at its Medan Depot as a pilot project for inventory improvement. The depot initially achieved a fill rate of only 60%, below the company’s target of 70%, due to the absence of standardized spare parts classification, review period policies, replenishment planning, and an integrated monitoring system. To address these issues, a community service program was conducted by Telkom University through technical assistance in developing an inventory management framework. The program integrated Fast-Slow-Non Moving (FSN) Analysis, the Periodic Review System (R,s), and a dashboard-based inventory monitoring system using Microsoft Excel. The implementation stages included field observation, focus group discussion, operational data analysis, spare parts classification, inventory parameter calculation, dashboard development, and validation with the partner. The results showed that the proposed inventory policy improved the fill rate from 60% to 99%, exceeding the company target. In addition, the dashboard improved inventory visibility by displaying stock status, fill rate, safety stock, reorder warnings, and other operational indicators.