Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kelas Gizi Keputrian: Edukasi dalam Pencegahan Anemia dan Kurang Energi Kronik (KEK) pada Santri Pondok Pesantren Yatama Mandiri Septiyanti, Septiyanti; Karuniawati, Nia
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16698

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah, yang menyebabkan penurunan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Di Indonesia, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya cukup tinggi, terutama di kalangan remaja. Kondisi ini perlu diwaspadai mengingat anemia defisiensi zat besi pada masa remaja putri akan berdampak pada kondisi kesehatan saat ini dan masa depan. Anemia pada remaja dapat mempengaruhi perkembangan fisik, menurunnya konsentrasi belajar yang mengakibatkan prestasi belajar menurun, daya tahan tubuh yang lebih lemah sehingga lebih mudah terserang infeksi. Adapun dampak jangka panjang anemia pada remaja putri akan berpengaruh negatif saat kehamilan yang akan berisiko menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, komplikasi penyakit bahkan kematian pada ibu dan anak. Sementara itu, Kurang Energi Kronik (KEK) dapat mengganggu berbagai proses metabolisme di dalam tubuh. Dampak dari terganggunya metabolisme tersebut dalam jangka waktu lama dapat mengurangi simpanan zat besi di dalam tubuh, yang akhirnya menimbulkan anemia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan dalam pencegahan anemia dan Kurang Energi Kronik (KEK) pada santri di pondok pesantren. Metode pendekatan yang ditawarkan antara lain partisipatif, yaitu pendekatan yang berorientasi kepada upaya dalam meningkatkan pengetahuan santri secara langsung dalam proses dan pelaksanaan pengabdian. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan santri, yang diukur dengan menggunakan pertanyaan sebelum dan setelah edukasi. Diperlukan pembinaan berkelanjutan terkait dengan kelas gizi ini, agar pengetahuan yang telah diterima dilanjutkan dengan penerapan yang konsisten di lingkungan pondok pesantren.
Side Effects and Return of Fertility of Hormonal and Non-Hormonal Contraceptive Acceptors in the Kassi-Kassi Health Center Work Area, Makassar City Masnilawati, Andi Masnilawati; Taqiah, Yusra; Karuniawati, Nia
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 2 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i2.1846

Abstract

Side effects are an important factor influencing women's contraceptive choices. Concerns such as menstrual disorders, pelvic cramps, excessive bleeding, and delayed return of fertility after discontinuing contraception can negatively impact contraceptive use. This study aimed to examine the side effects and return of fertility among hormonal and non-hormonal contraceptive acceptors in the Kassi Health Center Work Area, Makassar City. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted on 79 contraceptive acceptors selected through purposive sampling. Data were collected through structured interviews using validated questionnaires. Results showed significant associations between menstrual disorders (p=0.029) and changes in body weight (p=0.013) with the type of contraception used. No significant association was found for vaginal discharge (p=0.956), headache/dizziness (p=0.186), and return of fertility (p=0.181) with the contraceptive method. Hormonal contraceptives such as pills were associated with weight gain and headache/dizziness; injections and implants were linked to menstrual disorders, weight changes, vaginal discharge, and headache/dizziness. Non-hormonal contraceptives like IUDs were associated with menstrual disorders and vaginal discharge. These findings highlight the need for personalized contraceptive counseling to consider side effects and fertility expectations in contraceptive decision-making.
Determinants of Unmet Need for Hormonal Contraception in Couples of Fertilizing Age (PUS) at the Faculty of Public Health, University of Muslim Indonesia Karuniawati, Nia; Jama, Fatma; Masnilawati, Andi
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 2 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i2.1870

Abstract

The high rate of unmet need is a demographic phenomenon that constitutes an important aspect to consider in the future development of family planning programs. Unmet need refers to married women who are sexually active but do not use contraceptive methods, despite expressing a desire either to delay childbearing or to stop having children altogether. One of the consequences of unmet need is the increased incidence of unintended pregnancies (UPs). Unintended pregnancies include both mistimed and unwanted pregnancies. This study aimed to analyze the determinants of unmet need for hormonal contraception among female students at the Faculty of Public Health, Muslim University of Indonesia. This research employed an analytical survey method with a cross-sectional study design. The sampling technique used was total sampling, and data were collected using a structured questionnaire. Statistical analysis was performed using the Chi-square test. The findings revealed no significant association between parity and unmet need for hormonal contraception (P-value = 0.541 > α = 0.05), no significant association between contraceptive side effects and unmet need (P-value = 0.061 > α = 0.05), and no significant association between husband support and unmet need (P-value = 1.000 > α = 0.05). There is no significant relationship between parity, side effects, or husband support and the unmet need for hormonal contraception.
Asuhan Kebidanan Perawatan Tali Pusat pada Bayi Ny. N Nur Khadijah; Akbar, Nurlina; Karuniawati, Nia
Window of Midwifery Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/dqj1bb65

Abstract

Berdasarkan data dari World Health Organization di tahun 2017, tetanus serta infeksi tali pusat adalah penyebab morbilitas dan mortalitas berkelanjutan di berbagai negara. Pada tahun 2021 angka kematian bayi neonatal (usia 0-28 hari) secara global sebesar 17 dari 100 bayi lahir hidup. Salah satu ancaman bayi baru lahir adalah terjadinya infeksi tali pusat dikarenakan perawatan tali pusat yang tidak baik dan benar serta adanya ketidaksesuaian dengan standar operasional prosedur yang telah ditentukan. Dari pendataan yang diperoleh dari RSKDIA Siti Fatimah Makassar pada bulan Juni 2022 sampai Februari tahun 2023 jumlah keseluruhan bayi baru lahir mencapai 1.406 bayi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan perawatan tali pusat pada bayi Ny. N di RSKDIA Siti Fatimah dengan penerapan manajemen asuhan kebidanan sesuai wewenang bidan. Jenis penelitian ini berdasarkan teori ilmiah yang dipadukan dengan praktik dan pengalaman mengkaji kasus dan disusun dengan metode 7 langkah Varney dan catatan perkembangan dalam bentuk SOAP. Bedasarkan studi kasus asuhan kebidanan perawatan tali pusat pada bayi Ny. N tidak ditemukan adanya perbedaan antara teori dan kasus, yaitu bayi lahir dengan normal, keadaan umum baik, berat badan 2500 gram, cukup bulan (gestasi 39 minggu 2 hari), nilai APGAR 8 per 10, pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda bahaya pada bayi dan tidak terdapat tanda-tanda infeksi terutama pada tali pusat. Dengan adanya penelitian ini diharapkan agar orang tua maupun bidan mampu menerapkan asuhan bayi baru lahir terutama perawatan tali pusat.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. H di RSUD Kota Makassar Karamaha, Pinki; Karuniawati, Nia; Sundari, Sundari
Window of Midwifery Journal Vol. 6 No. 1 (Juni, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/7pp1mh60

Abstract

Continuity of care midwifery care is the provision of continuous midwifery care from pregnancy, childbirth, newborns, the postpartum period, and family planning to reduce maternal and infant mortality. Continuity of care is a comprehensive service that supports women throughout pregnancy, childbirth, postpartum care, and family planning. The philosophy of comprehensive midwifery care holds that pregnancy and birth are physiological and that the welfare of the mother and fetus must be considered through ongoing care. This relates to the role of midwives as professional healthcare workers, which often involves assisting women throughout the reproductive health cycle. The research aimed to gain real-world experience in implementing comprehensive midwifery care using Verney and Soap's seven-step care management model. The results of the assessment were obtained on Mrs "H" aged 32 years GVIPVAI, at the Makassar City Regional Hospital, the pregnancy was normal, the antenatal care examination was carried out six times, the birth was spontaneous without complications, the baby was born spontaneously with a newborn: 2,900 grams, birth body length 51 cm, head circumference: 33cm chest circumference: 31cm, abdominal circumference: 30cm, Apgar/score: 8/10, gender female. Postpartum progressed normally; complaints were still in the normal category, and family planning care was provided regarding contraceptive counseling. The author concludes that, from pregnancy and childbirth through the newborn period and postpartum period, to family planning, everything is normal without any complications.  
Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny. J dengan Hiperemesis Gravidarum Tingkat II Muntia, Wa Ode; Saputri, Linda Hardianti; Karuniawati, Nia; Sundari, Sundari; Husnah, Nurul
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.449

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan mual dan muntah yang tidak dpat di kendalikan dan terus-menerus sebelum minggu ke-20 kehamilan. Menurut World Health Organization (WHO) jumlah kejadian hiperemesis gravidarum mencapai 12,5 % dari jumlah seluruh kehamilan di dunia dengan angka kejadian yang beragam mulai dari 0,3% di Swedia, 0,5% di California, 0,8% di Canada, 10,8% di China, 0.9% di Norwegia, 2,2% di Pakistan dan 1,9% di Turki, serta di Amerika serikat, prevalensi hiperemesis gravidarum adalah 0,5-2%. Sedangkan angka kejadian hiperemesisis gravidarum di Indonesia adalah mualai dari 1-3% dan seluruh kehamilan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingat hiperemesis gravidarum yang dirasakan Ny”J” di RS Bhayangkara Makasasar tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu: Pengumpulan Data Dasar, Interpretasi Data Dasar, Diagnosa Potensial, Tindakan Segera, Menyusun Rencana, Melaksanakan Secara Menyeluruh Asuhan Kebidanan serta Mengevaluasi Keberhasilannya. Dari kasus Ny”J” yaitu Hiperemesis Gravidarum Tingkat II belum teratasi namun ibu dapat beradaptasi dengan keadaanya saat ini, tidak terdapat tanda-tanda hiperemesis gravidarum tingkat III. Pada kasus ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
Asuhan Kebidanan pada Ny. A Akseptor KB Suntik Depo Progestin Nahdiyat Abdullah, Andi; Karuniawati, Nia; Husnah, Nurul
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.470

Abstract

Perubahan penduduk secara implisif menyatakan pertambahan atau penurunan jumlah penduduk secara parsial maupun keseluruhan sebagai akibat perubahan komponen utama dimana komponen utama mencakup perubahan penduduk yaitu kelahiran, kematian dan migrasi. Keluarga Berencana menurut UU No 10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Menurut World Health Organization (WHO), penggunaan kontrasepsi telah meningkat di berbagai belahan dunia terutama di Asia dan Amerika Latin, tetapi terus menjadi rendah di Sub-Sahara Afrika. Secara global, penggunaan kontrasepsi modern telah meningkat sedikit dari 54% pada tahun 1990 menjadi 57,4% pada tahun 2015. Secara regional, proporsi wanita usia 15-49 tahun telah meningkat 6 tahun terakhir dan di Asia dari 60,9% menjadi 61,7%.Tujuan dari penelitian ini yaitu melaksanakan asuhan kebidanan Keluarga Berencana pada Ny. A akseptor KB suntik depo progestin di RSIA Malebu Husada Makassar. Berdasakan hasil pengkajian, tidak ditemukan adanya kesenjangan dan ibu menjadi akseptor KB suntik depo progestin. Dengan menggunakan manajemen asuhan 7 langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP, kesimpulan hasil study kasus Ny. A berjalan dengan normal, tidak ada kesenjangan dan komplikasi yang terjadi pada ibu dan ibu telah menjadi akseptor KB suntik depo progestin.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA KLINIK PRATAMA BKIA RAKYAT KOTA MAKASSAR Husnah, Nurul; Akbar, Nurlina; Karuniawati, Nia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.29532

Abstract

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil, yang sangat berpengaruh pada perkembangan janinnya. Jika status gizi seorang ibu kurang maka akan mempengaruhi proses kehamilan dan perkembangan janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi status gizi pada ibu hamil di wilayah kerja Klinik Pratama BKIA Rakyat Kota Makassar. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional dimana pengumpulan baik variable bebas maupun terikat dilakukan dalam waktu bersamaan. Populasi pada penelitian ini yaitu semua ibu hamil yang berada di wilayah kerja Klinik Pratama BKIA Rakyat Kota Makassar. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling yaitu sampel dipilih berdasarkan kriteria penelitian yaitu kriteria eksklusi dan inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan analisis univariat dan bivariate Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,643 menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara jarak kehamilan dan status gizi Ibu,  nilai p-value =0,58 disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Riwayat kunjungan ANC dengan kejadian status gizi kurang, nilai p-value= 0,001 ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi kurang pada ibu hamil, nilai p Value = 0,001, maka didapati hasil bahwa ada hubungan antara sikap ibu terhadap status gizi kurang pada ibu hamil dan nilai p value = 0,003 ada  hubungan antara pekerjaan dengan  status gizi ibu hamil di wilayah kerja klinik pratama BKIA rakyat kota makassar.
PEMBERDAYAAN KADER DESA MARAYOKA PADA KELAS IBU HAMIL MELALUI EDUKASI & PELATIHAN ENDORPHINE MASSAGE PERSIAPAN PERSALINAN Nurhayati, Nurhayati; Karuniawati, Nia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.73-78

Abstract

Salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh Ibu hamil Trimester III yaitu nyeri Punggung ketika menjelang waktu Persalinan. Hal tersebut menjadi salah satu keluhan para Ibu hamil terutama Ibu dengan kehamilan pertama yang pada akhirnya akan mempengaruhi pikiran dan psikologis Ibu.  Tindakan nonfarmakologis tanpa harus pemberian obat pada ibu yang akan melahirkan untuk mengurangi nyeri ketikan dan menjelang persalinan  yakni salah satunya Endorphine Massage merupakan terapi pemijatan ringan di daerah punggung. Kegiatan ini bertjuan untuk memberdayakan Kader Desa pada kelas ibu hamil melalui edukasi dan pendampingan langsung pelatihan endoprhine massage sehingga Kader tersebut dapat mengaplikasikan ilmu dan skill yang didapatkan nantinya ketika para Kader melakukan Kegiatan pada kelas Ibu Hamil. Melalui edukasi dan pelatihan endoprhine massage untuk kader desa yang terlibat aktif pada kelas Ibu Hamil maka Kader tersebut selanjutnya akan memiliki keterampilans dan selanjutnya dapat melakukan pendampingan untuk Ibu Hamil untuk melakukan endorphin massage menjelang persalinan dalam mengatasi Nyeri melalui endorphin massage sehingga sangat diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan pada Ibu Hamil menjelang persalinan. 
PEMBERDAYAAN KESEHATAN REMAJA KARANG TARUNA DESA KAPITA MELALUI PELATIHAN PIJAT ENDORPHINE ATASI DISMENORHEA REMAJA DI DESA KAPITA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Karuniawati, Nia; Hadriyanti Hamang, Sitti; Nurhayati, Nurhayati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1229-1233

Abstract

Salah satu tanda keremajaan wanita secara biologis dimulianya remaja mengalami menstruasi. Menstruasi dimulai saat pubertas dan kemampuan seorang wanita untuk mengandug anak atu masa reproduksi. Ketika menstruasi tiba, ada kalanya terdapat kelainan atau gangguan yang ada hubungannya dengan menstruasi diantaranya premenstrual tension ( ketegangan sebelum haid), mastodinia, mittelschmerz (rasa nyeri saat ovulasi) dan dismenorhea yaitu rasa yang nyeri pada saat menstruasi. Dismenorhea merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri yang ditandai dengan nyeri perut bagian bawah dan dapat disertai dengan gejala lain. Sebahagian besar besar nyeri haid terjadi saat usia remaja dan dapat menimbulkan dampak konflik emosional, ketegangan dan kegelisahan. Akibat dismenore mereka bahkan tidak dapat pergi kesekolah, aktivitas belajar dalam pembelajaran terganggu, konsentrasi menjadi menurun bahkan tidak ada dalam pembelajaran terganggu, konsentrasi menjadi menurun bahkan tidak ada sehingga materi yang diberikan selama pembelajaran yang berlangsung tidak bisa ditangkap oleh remaja yang sedang mengalami dismenorea. Salah satu cara untuk mengatasi dismenorea yaitu dengan manajemen sentuhan yaitu pijat endorphine. Pijat endorphine merupakan sebuah terapi pijatan ringan yang cukup penting diberikan pada wanita yang mengalami nyeri. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk pemberdayaan Kesehatan Remaja Putri Karang Taruna Desa Kapita melalui Pijat Endorphine.Melalui pemberdayaan Kesehatan Remaja Putri Karang Taruna  maka sangat menjadi peluang besar sebagai pusat informasi remaja putri di Desa Kapita sehingga manfaatnya lebih dekat karena informasi bisa mereka dapat langsung melalui peran para remaja yang terlibat dalam Karang Taruna.