Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN AIR TEBU KEDALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR AYAM TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRACE DAN DUROC Vernino, Yohanes Nggadik; Riwu, Agustinus Ridlof; Setyani, Ni Made Paramita; Marawali, Aloysius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan air tebu ke dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas spermatozoa pada babi persilangan Landrace dan Duroc. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen segar dari babi persilangan Landrace dan Duroc berusia 1,5 tahun, yang dalam kondisi sehat dan terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu: P0 = Tris kuning telur + 0% air tebu, P1 = Tris kuning telur + 5% air tebu, P2 = Tris kuning telur + 10% air tebu, P3 = Tris kuning telur + 15% air tebu, P4 = Tris kuning telur + 20% air tebu, dan P5 = Tris kuning telur + 25% air tebu. Variabel yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam coolbox pada suhu 18-20℃. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 dengan penambahan 20% air tebu menghasilkan motilitas sebesar 57,00±2,74%, viabilitas 67,80±4,97%, abnormalitas 5,50±0,79%, dan daya tahan hidup spermatozoa mencapai 68,52 jam. Kesimpulannya, penambahan 20% air tebu dalam pengencer tris kuning telur memberikan pengaruh positif terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa hingga 68,52 jam.
PENGARUH PENAMBAHAN AIR TEBU KEDALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR AYAM TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRACE DAN DUROC Vernino, Yohanes Nggadik; Riwu, Agustinus Ridlof; Setyani, Ni Made Paramita; Marawali, Aloysius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan air tebu ke dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas spermatozoa pada babi persilangan Landrace dan Duroc. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen segar dari babi persilangan Landrace dan Duroc berusia 1,5 tahun, yang dalam kondisi sehat dan terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu: P0 = Tris kuning telur + 0% air tebu, P1 = Tris kuning telur + 5% air tebu, P2 = Tris kuning telur + 10% air tebu, P3 = Tris kuning telur + 15% air tebu, P4 = Tris kuning telur + 20% air tebu, dan P5 = Tris kuning telur + 25% air tebu. Variabel yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam coolbox pada suhu 18-20?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 dengan penambahan 20% air tebu menghasilkan motilitas sebesar 57,00±2,74%, viabilitas 67,80±4,97%, abnormalitas 5,50±0,79%, dan daya tahan hidup spermatozoa mencapai 68,52 jam. Kesimpulannya, penambahan 20% air tebu dalam pengencer tris kuning telur memberikan pengaruh positif terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa hingga 68,52 jam.
Pengaruh penambahan sari daun binahong kedalam pengencer Tris kuning telur terhadap kualitas semen cair Babi persilangan landrace dan duroc Kota, Ino; Riwu, Agustinus Ridlof; Bette, Yustiany Yuliana
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v8i2.24883

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun binahong (SDB) dalam pengencer telur tris yolting (T-kt) terhadap kualitas spermatozoa babi hasil persilangan landrace x duroc. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen segar dari babi hasil persilangan landrace x duroc umur 1,5 tahun dalam kondisi sehat dan telah dibor untuk koleksi semen. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan perencanaan acak lengkap (RAL) yang melibatkan 6 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu: P0 = T-KT + SDB, 0%, P1 = T-KT + SDB, 0,5% P2 = T-KT + SDB, 1% P3 = T-KT + SDB, 1,5% P4 = T-KT + SDB, 2%, P5 = T-KT + SDB, 2,5%. Variabel yang diteliti adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan viabilitas spermatozoa. Semen yang telah encer disimpan dalam pendingin pada suhu 15-20℃ dan dievaluasi setiap 12 jam. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan P2 dengan konsentrasi 1% (SDB) menunjukkan motilitas 57,00±2,74%, viabilitas 66,70±3,90%, abnormalitas 5,00±0,61%, dan rentang hidup 56,20±1,54 jam.
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Setyani, Ni Made Paramita; Nalley, Wilmientje Marlene; Hine, Thomas Mata; Riwu, Agustinus Ridlof; Uly, Kirenius; Kune, Petrus; Bette, Yustiany Yuliana; Lawa, Alvrado Bire; Mulik, Simon Edison; Banamtuan, Adyanto Nessy; Riwu, Roni Markus Jami; Zulfa, Yanna Nailla; Listyadi, Rut
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.
Kualitas Semen Beku Babi Landrace dalam Pengencer Vitasem dengan Level Kuning Telur yang Berbeda Nana, Arinda E.; Kune, Petrus; Riwu, Agustinus Ridlof; Hine, Thomas M.
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i2.12177

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji kualitas semen beku babi landrace dalam pengencer vitasem dengan level kuning telur yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap. Dengan lima perlakuan dan empat ulangan, dengan perlakuan terdiri atas (P1) vitasem + 5% kuning telur, (P2) vitasem + 10% kuning telur, (P3) vitasem + 15% kuning telur, (P4) vitasem + 20% kuning telur, (P5) vitasem + 25% kuning telur. Semen diencerkan, dikemas dalam straw 0,5 ml, lalu diekuilibrasi pada 3-5℃ selama dua jam sebelum dibekukan di atas nitrogen cair         (-110℃) selama 10 menit. Selanjutnya, straw dicelupkan ke dalam nitrogen cair dan disimpan dalam wadah khusus (goblet, kanister, kontainer) pada -196℃.Variabel yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan recovery rate spermatozoa. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan DMRT. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tidak signifikan pada tahap pra-pembekuan, namun signifikan setelah thawing (P<0,05). Perlakuan P5 menghasilkan rata-rata tertinggi untuk motilitas (32,38%), viabilitas (58,51%), dan recovery rate (40,54%), sedangkan abnormalitas terendah (10,27%) ada pada P3. Penelitian ini menyimpulkan bahwa level kuning telur yang berbeda efektif mempertahankan motilitas spermatozoa pasca-thawing, dengan P5 memberikan hasil terbaik dengan motilitas ≥30%
Kualitas Semen Beku Babi Landrace dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur dengan Waktu Pre Freezing yang Berbeda Nduang, Helena Reslina; Riwu, Agustinus Ridlof; Kune, Petrus; Hine, Thomas Mata
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i2.12178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan lama waktu pre freezing sperma dalam pengencer sitrat kuning telur (S-KT). Penelitian ini menggunakan semen segar dari 4 ekor ternak babi jantan landrace yang telah mencapai dewasa kelamin dengan umur ternak babi adalah 2-3 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan dengan waktu pre freezing yakni: P1 = Sitrat kuning telur + gliserol 6% (3 menit), P2 = S-KT 6% (6 menit), P3 = S-KT 6% (9 menit), P4 = S-KT 6% (12 menit). Semen yang telah diencerkan dalam pengencer sitrat kuning telur disimpan pada sushu ruang 27-28℃ selama 2 jam (holding time). Selanjutnya disentrifugasi selama 15 menit dengan kecepatan 3000 RPM, supernatan dibuang dan pelet diencerkan kembali menggunakan pengencer S-KT. Kemudian semen dikemas dalam straw 0,5 ml dilanjutkan dengan packing dan disusun dalam rak pembekuan dan diekuilibrasi dalam suhu 3-5℃ selama 2 jam. Setelah itu pembekuan semen di atas permukaan uap N2 cair dengan waktu pre freezing 3, 6, 9, dan 12 menit dan disimpan dalam kontainer N2 cair (-196℃). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama waktu pre freezing tidak berpengaruh nyata (P> 0,05) terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan recovery rate (RR). Dapat disimpulkan bahwa waktu pre freezing yang dilakukan selama 3 hingga 12 menit tidak memberikan dampak terhadap kualitas semen beku babi landrace
Aplikasi Sari Lidah Buaya dalam Pengencer Sitrat-Kuning Telur untuk Meningkatkan Kualitas Semen Babi Persilangan Landrace-Duroc Ate, Desmon Gono; Marawali, Aloysius; Hine, Thomas Mata; Riwu, Agustinus Ridlof
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i2.12234

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari lidah buaya (SLB) pada pengencer sitrat-kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen babi persilangan landrace-duroc. Penelitian ini menggunakan semen segar yang di koleksi dari satu ekor babi persilangan landrace-duroc yang berumur 1,5 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat tiga puluh unit percobaan. Adapun perlakuan tersebut adalah: S-KT (P0), S-KT+SLB 2% (P1), S-KT+SLB 4% (P2), S-KT+SLB 6% (P3), S-KT+SLB 8% (P4), S-KT+SLB 10% (P5). Seluruh perlakuan disimpan dalam cool box dengan suhu 15-20ºC. Evaluasi motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P2 dengan SLB 4% pada jam penyimpanan ke-48 memberikan hasil terbaik (P 0,05), dengan nilai motilitas spermatozoa 51,00%, viabilitas spermatozoa 64,10%, abnormalitas spermatozoa 5,90%, dan daya tahan hidup spermatozoa 54,60 jam. Disimpulkan bahwa penambahan sari lidah buaya ke dalam pengencer sitrat-kuning telur dapat mempertahankan kualitas semen babi persilangan landrace-duroc yang lebih optimal, dengan level sari lidah buaya terbaik adalah 4%