Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Chemical and Microbiological Quality of Broiler Meat Supplemented Fermented Pursalane (Portulaca oleracea L.) Flour in Commercial Diets Simon Edison Mulik; Jublin Franzina Bale-Therik; Annytha Ina Rohi Detha
Buletin Peternakan Vol 43, No 3 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (3) AUGUST 2019
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v43i3.40178

Abstract

The aim of this research was to know the effect of supplemented fermented purslane flour (FPF) in diet on the chemical quality, and microbiology of broiler chicken meat. One hundred DOC were used in this research. This research used a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. The treatments were K0 = commercial diet without FPF, K1 = commercial diet + 2.5% FPF, K2 = commercial diet + 5% FPF, K3 = commercial diet + 7.5% FPF, and K4 = commercial diet + 10% FPF. The variables studied were water content, protein content, and cholesterol levels of meat and contamination of Salmonella sp. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results showed that the supplemented fermented purslane flour in diet significantly affected the water content and protein content of meat, but it did not significantly affect the cholesterol meat levels and contamination of Salmonella sp. It was concluded that the supplemented of fermented purslane flour in broiler chickens with a level of 10% was the best level. At this level, chicken meat is produced with the lowest water content while the highest protein content.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KROKOT DALAM RANSUM TERHADAP KANDUNGAN TOTAL KOLESTEROL, OMEGA 3 DAN OMEGA 6 DALAM DAGING AYAM BROILER Simon Edison Mulik; Marthen Luther Mullik; Johanis Ly
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.790

Abstract

The aim of the experiment was to evaluate the effect of increamental level portulaca flour (Portulaca oleracea L) inclusion into commercial ration on total cholesterol, omega 3 and omega 6 of broiler meat. One hundred DOC were used in this experiment. Method used was completely randomized design (CRD) four treatments withfive replicates. The treatments were Kr00= commercial ration without portulaca flour, Kr25= commercial ration + 2,5% portulaca flour, Kr50= commercial ration + 5%portulaca flour, and Kr75= commercial ration + 7,5% portulaca flour. The results showed that including portulaca flour into commercial ration inhibit cholesterol formation resulted in a lower total cholesterol concentration by 24% in the meat. Increasing level of portulaca flour in the ration did not have effect on omega 3 concentration, but significantly reduced omega 6 concentration from 410,44 mg/100 g meat to195,52 mg/100 g meat.It can be concluded that inclusion of portulaca flour in the ration can reduce total cholesterol concentration and improve the ratio of omega 6 : omega 3 in the meat of broiler chicken. ABSTRAK Suatu penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung krokot (Portulaca oleracea L) dalam ransum terhadap kandungan total kolesterol, omega 3 dan omega 6 dalam daging ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam broiler. Metode yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Empat perlakuan tersebut Kr00= ransum komersial tanpa tepung krokot, Kr25= ransum komersial + 2,5% tepung krokot, Kr50= ransum komersial + 5% tapung krokot, dan Kr75= ransum komersial + 7,5% tepung krokot. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung krokot dalam ransum menghambat pembentukan kolesterol sehingga menurunkan total kolesterol sebesar 24%. Kandungan asam lemak omega 3 dalam daging tidak nyata dipengaruhi oleh level tepung krokot, sebaliknya asam lemak omega 6 menurun secara drastis dari 410, 44 mg/100 g daging ke 195,52 mg/100 g daging, sehingga terjadi penurunan rasio omega 6 : omega 3 dari 6,43 ke 3,77. Disimpulkan bahwa penambahan tapung krokot dalam ransum komersial untuk broiler dapat menurunkan kadar kolesterol daging dan menyebabkan rasio omega 6 : omega 3 menjadi lebih baik
Kandungan Protein Kasar Bahan Kering dan Bahan Organik Hijauan Kangkung Afkir (Ipomoea aquatica) Terfermentasi Ragi Tape (Saccharomyces cerevisiae) Sebagai Alternatif Bahan Pakan Alberth Nugrahadi Ndun; Simon Edison Mulik; I Made Adi Sudarma
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 3 (2023): Edisi September-Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i3.687

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kandungan protein kasar, dan bahan kering hijauan kangkung terfermentasi ragi tape sebagai alternatif bahan pakan. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah R0 = Hijauan kangkung + ragi tape 0%, R1 = Hijauan kangkung + ragi tape 5%, R2 = Hijauan kangkung + ragi tape 10%, R3 = Hijauan kangkung + ragi tape 15%. Variabel yang diamati adalah kandungan protein kasar, bahan kering, dan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan aplikasi software JASP versi 0.17.3.0 dengan prosedur sidik ragam ANOVA, dan apabila terdapat pengaruh nyata, maka di uji lanjut menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik fermentasi hijauan kangkung dengan level ragi tape sampai 15% menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05), serta mampu meningkatkan kandungan protein kasar dengan nilai rataan tertinggi pada perlakuan R3 sebesar 16,19%, penelitian ini juga meningkatkan bahan kering, serta bahan organik. Nilai tertinggi bahan kering terdapat pada perlakuan R3 sebesar 35,20%, sedangkan nilai terbaik bahan organik terdapat pada perlakuan R1 sebesar 67,66%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya level ragi tape dalam fermentasi hijauan kangkung mampu meningkatkan kandungan protein kasar, bahan kering, serta bahan organik.
Perubahan nilai nutrisi tepung tongkol jagung yang difermentasi menggunakan probiotik komersial pada lama pemeraman yang berbeda Simon Edison Mulik; Alberth Nugrahadi Ndun; Redempta Wea; David Agustinus Nguru; Yori Raimona Menoh
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 3 (2023): Edisi September-Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i3.662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman yang berbeda terhadap kadar bahan kering, bahan organik, dan abu tepung tongkol jagung. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari CCf0 (Tepung tongkol jagung tidak difermentasi), CCf1 (Tepung tongkol jagung + 20 ml probio 7 + difermentasi selama 5 hari), CCf2 (Tepung tongkol jagung + 20 ml probio 7 + difermentasi selama 10 hari), dan CCf3 (Tepung tongkol jagung + 20 ml probio 7 + difermentasi selama 15 hari). Variable yang diamati adalah bahan kering, bahan organic dan abu. Semua data dianalisis dengan analisis varians satu arah. Uji Tukey digunakan untuk menentukan perbedaan rata-rata pada P<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemeraman berpengaruh sangat nyata terhadap kadar bahan kering (45,694 % sampai 92,198 %), bahan organik ( 95,031 % sampai 95,841 %), dan abu (4,159 % sampai 4,969 %). Disimpulkan bahwa meningkatnya periode fermentasi dapat memperbaiki kualitas nutrisi tepung tongkol jagung.
NILAI KECERNAAN IN VITRO SILASE CAMPURAN RUMPUT KUME (Sorghum plumosum var. Timorense) DAN DAUN GAMAL (Gliricidiasepium) DENGAN LEVEL BERBEDA Ndun, Alberth Nugrahadi; Mulik, Simon Edison; Nifu, Salden Eliazar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v12i1.31178

Abstract

ujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kecernaan silase campuran rumput Kume dan daun gamal secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah : R0 = rumput Kume 60% : daun Gamal 40% ; R1 = rumput Kume 70% : daun Gamal 30% ; R2 = rumput Kume 80% : daun Gamal 20% ; R3 = rumput kume 90% : daun Gamal 10%, masing-masing perlakuan ditambahkan gula air 3%, sebagai pengawet. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yakni nilai kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Hasil penelitian menunjukkan nilai kecernaan bahan kering semakin meningkat seiring bertambahnya level daun Gamal dari nilai 58,66% (R3) hingga 63,00% (R0). Bertambahnya level daun Gamal juga menyebabkan kecernaan bahan organik meningkat, 61,34% (R3) menjadi 64,34% (R0). Bertambahnya level daun Gamal, juga mampu menurunkan BETN dari 40,67% pada R3 menjadi 40,33% pada R0. Dapat disimpulkan bahwa penambahan daun Gamal dalam campuran silase rumput Kume meningkatkan kecernaan bahan kering, dan bahan organik namun menurunkan BETN.
PERUBAHAN NILAI NUTRISI TEPUNG TONGKOL JAGUNG YANG DIFERMENTASI PADA LAMA WAKTU YANG BERBEDA MENGGUNAKAN PROBIOTIK KOMERSIAL: The Nutritional Changes of Fermented Corn Cob Flour at Different Lengths of Time Using Commercial Probiotics Mulik, Simon Edison; Alberth Nugrahadi Ndun; David Agustinus Nguru; Yori Raimona Menoh
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 2 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i2.1533

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan probiotik komersial dalam tepung tongkol jagung (TKJ) yang difermentasi dengan lama yang berbeda. Rancangan acak lengkap (RAL) berpelakuan 4 dan berulangan 4 digunakan untuk menguji 4 campuran bahan dalam proses biofermentasi yaitu tepung tongkol jagung tidak difermentasi (CCf0), dan TKJ yang ditambahi 2% probiotik dan difermentasi selama 5 hari (CCf1), atau 10 hari (CCf2), atau 15 hari (CCf3). Probiotik yang digunakan adalah “Probio 7”. Variable yang diamati adalah protein kasar (PK), lemak kasar (LK), dan serat kasar (SK). Data yang diperoleh dianalisis varians satu arah sesuai prosedur RAL. Beda perlakuan dideteksi dengan uji Tukey.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kandungan protein kasar, lemak kasar dan serat kasar.Protein kasar meningkat secara linear terhadap waktu fermentasi yakni dari 4,09% pada CCf0 dan mencapai nilai tertinggi (5,58%) pada CCf3. Lemak kasar pun terendah (2,18%) pada CCf0 dan tertinggi (3,99%) pada CCf3. Sebaliknya, kandungan SK menurun dari 30,33% (CCf0) ke 27,22% (CCf3). Disimpulkan bahwa penggunaan probiotik komersial sebanyak 2% dalam TKJ yang difermentasi dengan lama waktu berbeda meningkatkan kandungan PK dan LK, tetapi menurunkan SK, di mana perlakuan terbaik adalah penambahan probiotik sebanyak 2% dan lama fermentasi 15 hari. Kata kunci:  Nutrisi, probiotik, fermentasi, tongkol jagung
EFEK PERENDAMAN NaOH TERHADAP KANDUNGAN KALSIUM CANGKANG KERANG KIJING (Pilsbryoconcha exilis) SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER MINERAL BAGI TERNAK UNGGAS: Effect of Naoh Soaking on the Calcium Content of Kijing Clam Shells (Pilsbryoconcha Exilis) as an Alternative Source of Minerals for Poultry Menoh, Yori Raimona; Zeferino De Jesus Guterres; Simon Edison Mulik; Alberth Nugrahadi Ndun
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1605

Abstract

Cangkang kerang (CK) merupakan limbah perikanan yang kaya akan kalsium dan dapat digunakan sebagai bahan baku sumber mineral bagi ternak. Hingga saat ini, pemanfaatannya masih terbatas karena kulitnya yang keras. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam larutan basa (NaOH) 1 M terhadap kandungan mineral tepung CK kijing. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. (P1): CK tidak direndam dalam larutan NaOH 1 M. (P2): CK direndam dalam larutan NaOH 1 M selama 1 jam. (P3): CK direndam dalam larutan NaOH 1 M selama 2 jam. (P4): CK direndam dalam larutan NaOH 1 M selama 3 jam. Parameter yang diteliti yaitu kandungan kalsium, fosfor dan natrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan berpengaruh nyata terhadap kadar mineral cangkang kerang. Kadar kalsium mengalami peningkatan dari 8,10% (P3) menjadi 9,02% (P4), kadar fosfor mengalami penurunan yang signifikan pada perlakuan P4 (75,76 ppm) dan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 yaitu 298,36 ppm. Sedangkan kadar natrium berada pada kisaran 0,47% (P1dan P2) dan yang tertinggi ada pada P4 (0,54%). Disimpulkan bahwa perlakuan P4 dapat meningkatkan kadar kalsium dan natrium, namun pada perlakuan yang sama menurunkan kadar fosfor. Kata kunci:  Mineral, Perendaman, Cangkang kerang, Larutan Basa
Pengaruh Pemberian Rebusan Krokot (Portulaca oleracea L) Dalam Air Minum Terhadap Persentase Organ Dalam Ayam Broiler Mulik, Simon Edison
AgriMalS Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v4i2.1381

Abstract

Merespon larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) dalam pakan unggas karena dapat menyebabkan retensi bagi manusia, maka diperlukan observasi untuk memanfaatkan berbagai senyawa yang terkandung di dalam tumbuhan untuk dapat dijadikan sebagai alternatif AGP. Krokot adalah salah satu tumbuhan yang diketahui dapat digunakan sebagai alternatif AGP. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian rebusan krokot (RK) dalam air minum terhadap persentase organ dalam ayam broiler. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis RK yang dipakai yaitu kontrol (tanpa rebusan krokot dalam air minum), 25 mL RK/1 liter air minum (Kr25), 50 mL RK/1 liter air minum (Kr50), dan 75 mL RK/1 liter air minum (Kr75). Data yang diperoleh kemudian dianalisis ANOVA. Apabila terdapat perbedaan yang nyata (P<0.05) maka dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pemberian dosis rebusan krokot hingga 75 mL/1 liter air minum tidak mempengaruhi persentase hati, gizzard, dan usus halus ayam broiler (P>0.05). Walaupun tidak mempengaruhi persentase organ dalam, pemberian rebusan krokot diketahui dapat menghasilkan persentase organ dalam yang berada pada kisaran normal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian rebusan krokot dalam air minum dapat dimanfaatkan sebagai alternatif AGP bagi ternak ayam tanpa memberikan efek negatif.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN UMBI Amorphophallus campanulatus TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN NON-KARKAS AYAM BROILER Luis, Ricko; Mulyantini, N. G. A.; Mulik, Simon Edison
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19575

Abstract

Umbi suweg (Amorphophallus campanulatus) adalah bahan pakan potensial yang berada di daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, umbi suweg (AC) mengandung antinutrisi seperti asam oksalat sehingga perlu pre-treatment sebelum diberikan pada ayam. Studi ini dirancang untuk menilai dampak pemberian tepung AC terhadap Berat potong, karkas, non-karkas, dan akumulasi lemak abdominal. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan rancangan percobaan dengan empat perlakuan berbeda dan diulang sebanyak lima kali. Hasil dari studi ini mengungkapkan bahwa pemberian tepung AC hingga tingkat 15% dapat meningkatkan berat potong, berat karkas, serta mengurangi lemak abdominal
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN UMBI Amorphophallus campanulatus TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN NON-KARKAS AYAM BROILER Luis, Ricko; Mulyantini, N. G. A.; Mulik, Simon Edison
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19575

Abstract

Umbi suweg (Amorphophallus campanulatus) adalah bahan pakan potensial yang berada di daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, umbi suweg (AC) mengandung antinutrisi seperti asam oksalat sehingga perlu pre-treatment sebelum diberikan pada ayam. Studi ini dirancang untuk menilai dampak pemberian tepung AC terhadap Berat potong, karkas, non-karkas, dan akumulasi lemak abdominal. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan rancangan percobaan dengan empat perlakuan berbeda dan diulang sebanyak lima kali. Hasil dari studi ini mengungkapkan bahwa pemberian tepung AC hingga tingkat 15% dapat meningkatkan berat potong, berat karkas, serta mengurangi lemak abdominal