Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT KUSTA MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING (Studi Kasus : UPT Puskesmas Talango-Sumenep) Siti Nuraisyah; Indra Dharma Wijaya; Mungki Astiningrum
Jurnal Informatika Polinema Vol. 1 No. 4 (2015): Vol 1 No 4 (2015)
Publisher : UPT P2M State Polytechnic of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jip.v1i4.124

Abstract

Puskesmas Talango merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kabupaten atau kota (UPTD) yang berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional dinas kesehatan kabupaten atau kota dan merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang berada di Kabupaten Sumenep tepatnya di Kecamatan Talango. Puskesmas tersebut menjadi tumpuan kesehatan bagi masyarakat Talango dan sekitar karena Puskesmas Talango satu-satunya tempat berobat bagi masyarakat setempat. Penyakit kusta adalah penyakit menular, menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae) yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya kecuali susunan saraf pusat. Sistem pakar berasal dari istilah knowledge-based expert system. Istilah ini muncul karena untuk memecahkan masalah, sistem pakar menggunakan pengetahuan seorang pakar yang dimasukkan ke dalam komputer. Seorang yang bukan pakar menggunakan sistem pakar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, sedangkan seorang pakar menggunakan sistem pakar untuk knowledge assistant. Adapun tujuan yang akan dicapai adalah untuk membuat aplikasi sistem pakar yang berguna sebagai alat bantu untuk mendapatkan informasi dan dugaan awal dalam mendiagnosa penyakit kusta. Hasil dalam penelitian ini adalah sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit kusta dengan menggunakan metode backward chaining ini dapat menyelesaikan masalah diagnosa penyakit kusta beserta memberikan solusi sementara kepada pasien. Backward chaining merupakan strategi pencarian yang arahnya kebalikan dari runut maju. Proses pencarian dimulai dari tujuan, yaitu kesimpulan yang menjadi solusi permasalahan yang dihadapi. Representasi pengetahuan yang digunakan adalah tabel keputusan, pohon pelacakan, kaidah produksi berbentuk IF-THEN.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SITUS LOWONGAN KERJA MENGGUNAKAN METODE MOORA Fajriyah Mayzura Agustin; Indra Dharma Wijaya; Budi Harijanto
Jurnal Informatika Polinema Vol. 9 No. 4 (2023): Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : UPT P2M State Polytechnic of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jip.v9i4.1422

Abstract

Indonesia merupakan urutan ke-10 negara yang durasi penggunaan media sosial tersering menurut (DataIndonesia.id, 2022), dengan menggunakan media sosial dapat menemukan banyak hal yang berguna seperti iklan online yang dapat menjadi sarana yang lebih efektif dalam mencari kerja. Namun terdapat juga dampak negatif bagi pencari kerja hal tersebut dibuktikan masih banyak yang mengalami penipuan lowongan kerja dalam platform yang tidak resmi sehingga tidak terjamin informasi dan keamanannya. Hal tersebut membuat para pencari kerja kuwalahan dalam memilih papan iklan (board job) lowongan kerja yang terpercaya. Berdasarkan dari permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah Sistem Pendukung Keputusan yang dapat membantu menentukan platform resmi untuk mencari lowongan kerja bagi pencari kerja. Pada penelitian milik (Kurnianty, Ekojono, & Rohadi, 2023) tentang pendukung keputusan menggunakan metode MOORA menghasilkan akurasi sebesar 100%, dimana penggunaan metode MOORA memiliki tingkat selektifitas yang baik sehingga dapat digunakan pada penelitian ini. Metode yang digunakan yakni metode Multi-Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) dikarenakan kriteria yang dibutuhkan terdapat beberapa kriteria yang bertentangan. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode ini yakni hasil yang sesuai. Hasil Pengujian dengan membandingkan perhitungan secara manual dengan sistem menggunakan Confusion Matrix mendapatkan hasil akurasi sebesar 100%, kemudian pengujian kepada responden mendapat hasil akhir rata-rata kepuasan sebesar 89.28%, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem ini dapat memenuhi kebutuhan dan dapat membantu pencari kerja dalam memilih situs lowongan kerja.
Strategi Meningkatkan Resiliensi Dalam Tata Kelola Pemerintahan Pada Era Digital Salam, Rudi; Aris Bahasruddin; Indra Dharma Wijaya; Muhammad Faisal
Jurnal Administrasi Publik Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pengembangan dan Pelatihan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52316/jap.v20i2.437

Abstract

Di era digital, berbagai langkah strategis telah diinisiasi untuk meningkatkan resiliensi tata kelola guna menjaga stabilitas dan keamanan sistem digital dalam pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan hambatan utama dalam penerapan strategi resiliensi digital, termasuk keterbatasan anggaran dan kurangnya sumber daya manusia yang terlatih. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Resiliensi Organisasi yang menjelaskan kemampuan organisasi untuk bertahan dan beradaptasi dalam menghadapi perubahan dan tantangan eksternal. Selain itu, juga digunakan Teori Keamanan Siber yang membahas pengelolaan ancaman terhadap data dan sistem digital dalam konteks tata kelola pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait di pemerintahan di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun langkah-langkah seperti pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi dan integrasi digitalisasi dalam perencanaan jangka panjang telah dilakukan, keterbatasan koordinasi antar lembaga dan dukungan sumber daya yang memadai masih menjadi kendala. Gap teori yang ditemukan adalah minimnya penerapan teori resiliensi organisasi dalam konteks pemerintahan daerah yang memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan sumber daya digital yang terbatas. Gap riset dalam studi ini terletak pada keterbatasan penelitian terkait penerapan strategi resiliensi digital di kota-kota besar di Indonesia, khususnya di tingkat pemerintahan lokal yang menghadapi tantangan spesifik dalam koordinasi dan alokasi anggaran.
Sistem Penilaian Kinerja Karyawan dan Rekomendasi Pengembangan Kompetensi Menggunakan Metode Rule-Based System pada PT. XYZ Widya Indah Puspita Sari; Dr. Ely Setyo Astuti; Indra Dharma Wijaya
Jurnal Informatika Polinema Vol. 11 No. 4 (2025): Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : UPT P2M State Polytechnic of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jip.v11i4.7430

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini telah merambah ke banyak sektor industri. Meskipun demikian, sumber daya manusia tetap menjadi aspek penting dalam pengelolaan segala prosesnya. Sehingga penting bagi setiap perusahaan untuk memantau kinerja karyawannya. PT. XYZ sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif masih menerapkan metode manual dalam proses penilaian kinerja karyawan. Hal tersebut menimbulkan berbagai kendala seperti penggunaan kertas yang berlebihan, kesalahan perhitungan, memakan waktu yang banyak, dan kesulitan dalam melakukan analisis hasil penilaian. Dari permasalahan yang ada, pengembangan ini bertujuan untuk membangun sistem penilaian kinerja karyawan berbasis web yang dapat melakukan perhitungan secara otomatis serta menyajikan hasil penilaian secara informatif dalam bentuk visualisasi data dan memberikan rekomendasi pengembangan kompetensi karyawan secara tepat menggunakan metode rule-based system. Pada proses rekomendasi agar sistem dapat secara otomatis memberikan rekomendasi berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh Divisi Human Resource PT. XYZ. Dari hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat menghasilkan perhitungan nilai yang tepat, menyajikan visualisasi data serta memberikan rekomendasi pengembangan kompetensi, sehingga membantu Divisi Human Resource dalam menganalisis dan mengambil keputusan yang tepat sasaran terkait pengembangan kompetensi karyawan. Sehingga proses evaluasi kinerja menjadi lebih terstruktur, terorganisir dan tepat sasaran.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI MONITORING KBM PADA MIS NU SABILUN NAJAH 26 PASURUAN Hendrawan, Muhammad Afif; Pramana Yoga Saputra; Indra Dharma Wijaya; Arwin Datumaya Sumari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.19342

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) NU Sabilun Najah 26 adalah salah madrasah ibtidaiyah swasta yang ada di Pasuruan. MIS NU Sabilun Najah 26 menginginkan sebuah sistem informasi monitoring kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa. Hal ini dikarenakan, dalam kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan dirasa masih kurang pengawasan. Pihak orang tua tidak mengetahui apa yang siswa di sekolah. Diharapkan ada evaluasi mengenai perilaku siswa di sekolah, kehadiran siswa, pelaksanaan ujian, beberapa event yang diadakan oleh sekolah. Sehingga dengan adanya sistem informasi monitoring KBM siswa, dapat memudahkan orang tua untuk monitoring kegiatan siswa. Selain itu dapat mencegah adanya kesalahpahaman antara pihak wali murid dan pihak lembaga. Serta dapat membantu pihak sekolah untuk memonitoring siswa dengan mudah, serta dalam penyimpanan data dan perekapan data dengan menggunakan sistem terkomputerisasi.