Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI JENIS DAN INDEKS KEANEKARAGAMAN ECHINODERMATA DI WILAYAH PERAIRAN KELURAHAN WAIBALUN, KABUPATEN FLORES TIMUR Maria Yohanista; Maria Imaculata Rume; Margaretha Helkrisdianti Dua Nela
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis dan untuk mengetahuai indeks keanekaragaman Echinodermata serta kondisi lingkungan di Wilayah Perairan Kelurahan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 14 Agustus 2019 sampai 14 September 2019. Lokasi penelitian bertempat di Wilayah Perairan Pantai Kelurahan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan adalah Metode observasi (pengamatan langsung) sedangkan untuk mengetahui jenis dan kondisi Echinodermata menggunakan Metode Transek Kuadrat pada 2 stasiun yaitu substrat berbatu pasir dan substrat berbatu sedikit berlumpur. Analisis data yang digunakan meliputi Indeks keanekaragaman (Diversity Indeks) menggunakan Indeks Shannon – Winner (Ludwig & Reynolds, 1988 disitasi Kepel dkk., 2012) serta Pengukuran kualitas air menggunakan alat ukur masing-masing. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 6 jenis Echinodermata yang ditemui antara lain jenis Archaster typicus sebesar 105 individu, Linckia laevigata sebesar 36 individu, Diadema setosum sebesar 40 individu, Echinometra mathei sebesar 41 individu, Holothuria leucospilota sebesar 12 individu, dan Ophiocomina nigra sebesar 446 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H’) Echinodermata sebesar 2,015 termasuk kriteria keanekaragaman sedang dimana hasil pengukuran parameter air laut diperoleh suhu 30 0C, pH 8 dan salinitas 34 ‰.
STUDI MANFAAT LANGSUNG HUTAN MANGROVE TERHADAP PRODUKSI KEPITING BAKAU, SIPUT, KERANG DAN TAMBAK BANDENG DI DESA REROROJA, KECAMATAN MAGEPANDA, KABUPATEN SIKKA Angelinus Vincentius; Ana Maria Manda; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 2 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai manfaat langsung hutan mangrove Desa Reroroja. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Agustus 2019 sampai tanggal 15 September 2019 di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Pengambilan sampel menggunkan Metode Purposive Sampling. Data-data yang dikumpulkan dari lapangan dianalisis dengan menggunakan metode analisis kuantitatif. Penelitian ini menemukan bahwa manfaat langsung yang didapatkan oleh masyarakat terdiri dari nilai manfaat langsung kepiting bakau sebesar Rp.48.000.000/1KK/tahun atau Rp.860.678/Ha/tahun, manfaat langsung siput bakau sebesar Rp.14.400.000/5KK/tahun atau Rp.258.204/Ha/tahun, manfaat langsung kerang sebesar Rp.73.440.000/15KK/tahun atau Rp.1.316.837/Ha/tahun, manfaat langsung tambak bandeng sebesar Rp.22.500.000/2KK/tahun atau Rp.403.443/Ha/tahun. Total manfaat langsung hutan mangrove Desa Reroroja dalam setahun sebesar Rp.158.340.000/20KK/tahun atau Rp. 2.839.162/Ha/tahun.
STUDI INDEKS KELIMPAHAN (Di), INDEKS KEMERATAAN (E) DAN INDEKS DOMINANSI (D) ECHINODERMATA DI PERAIRAN WAIBALUN, KABUPATEN FLORES TIMUR Maria Yohanista; Maria Imaculata Rume; Margaretha Helkrisdianti Dua Nela
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 2 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis dan untuk mengetahuai indeks Kelimpahan (Di), Indeks Kemerataan (E) dan Indeks Dominansi (D) Echinodermata di Perairan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 14 Agustus 2019 sampai 14 September 2019. Lokasi penelitian bertempat di Wilayah Perairan Pantai Kelurahan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan adalah Metode observasi (pengamatan langsung) sedangkan untuk mengetahui jenis dan kondisi Echinodermata menggunakan Metode Transek Kuadrat pada 2 stasiun yaitu substrat berbatu pasir (I) dan substrat berbatu sedikit berlumpur (II). Analisis data yang digunakan meliputi Di menggunakan rumus Rahma & Fitriana (2006), nilai E menggunakan rumus Pielou (1966) disitasi Odum (1993) dan nilai D menggunakan rumus Simpson dari Odum (1996) disitasi Fachrul (2012). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Di sebesar 3,02 Individu/m², nilai E sebesar 0,560 termasuk kategori penyebaran jenis lebih merata (0,61 – 0,80) sedangkan nilai D sebesar 0,955 artinya tergolong kategori sedang dimana berdasarkan kriteria indeks dominasi Shannon – Wienner yakni C mendekati 1 berarti terdapat spesies yang mendominasi spesies lain
IDENTIFIKASI JENIS IKAN YANG TERTANGKAP PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN WAILITI KELURAHAN WOLOMARANG KABUPATEN SIKKA Hartina Iyen; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 2 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis ikan pada ekosistem padang lamun di perairan pantai Wailiti, Kelurahan Wolomarang Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan adalah metode survei dan Jaring ingsan (gill net) digunakan untuk memperoleh sampel ikan pada dua stasiun pengamatan selama kurun waktu pertengahan bulan September hingga Oktober 2019. Keanekaragaman ikan dinilai berdasarkan pada komposisi jenis ikan dan beberapa indeks. Total ikan yang diperoleh yaitu 217 individu, terdiri dari 10 famili dan 10 spesies, jumlah tangkapan ikan tertinggi terdapat pada stasiun I dengan jumlah tangkapan 157 individu. Kelimpahan relatif tertinggi dari stasiun I nilai 22,3% terdapat pada spesies Lethrinus lentjan dan spesies Gnathanodon speciosus dan stasiun II dengan nilai persentase 21,67%, terdapat pada spesies Rasbora argyrotaenia dan spesies Ambassis nalua. Secara umum komunitas ikan berada pada kondisi yang stabil dengan tidak adanya jenis ikan yang mendominasi. Nilai indeks keanekaragaman (H’) keseluruhan stasiun pengamatan menunjukkan kekayaan spesies berada pada kondisi sedang dengan nilai stasiun I (2,040), stasiun II (2,017). Sedangkan nilai keseragaman (e), menunjukkan nilai stasiun I (0,886) stasiun II (0,876) pengamatan berada pada kondisi yang stabil (0,75< e d”1,00). Kondisi demikian mengisyaratkan bahwa penyebaran disetiap stasiun pengamatan bersifat merata.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK INTENSIF BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR, SULAWESI SELATAN Sesilia Siring Liwu; Angelinus Vincentius; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 2 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dibudidayakan di Tambak Intensif Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan mulai 27 September – 5 Desember 2022, dengan padat penebaran awal 165 ekor/m². Pengambilan data pertumbuhan berat dan panjang udang dilakukan setiap 7 hari sekali. Metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan data. Padat penebaran awal benur udang vaname yang dapat memberikan hasil berat terbaik adalah 165 ekor/m2 dengan pertambahan berat rata-rata per minggu sebesar 3,69 gram/ekor dan pertambahan panjang rata-rata per minggu sebesar 7,7 cm/ekor. Berat akhir udang vaname saat panen pada DOC 65 sebesar 4,98 gram/ekor dan panjang 8,76 cm/ekor. Pertumbuhan mutlak udang vaname selama penelitian sebesar 4,97 gram/ekor. Hasil panen udang dengan kepadatan 150 ekor/m2 menggambarkan survival rate selama pemeliharaan sebesar 90,9% yang dikategorikan baik. Pertumbuhan harian udang vaname yaitu pertumbuhan bobot relatif udang vaname sebesar 7,65 %/hari menunjukkan bahwa udang mampu memanfaatkan nutrien pakan untuk disimpan dalam tubuh dan mengkonversinya menjadi energi. Feed Convertion Ratio sebesar 1,60 yang merupakan hasil perbandingan dari jumlah pakan yang diberikan dengan berat total komoditas hasil panen. Kisaran parameter kualitas air di lokasi penelitian yaitu suhu 27-30 0C, pH 7,5- 8,5 dan DO 4-7 ppm, dimana kisaran parameter kualitas air tersebut masih dalam batas optimal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname.
PERSEPSI PEMANFAATAN KARTU KUSUKA BAGI PELAKU USAHA BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN DI DESA NANGAHALE, KABUPATEN SIKKA Mariano Chrisantus Mahe; Yohanes Don Bosco R. Minggo; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 3 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitan ini yaitu ingin mengetahui persepsi para pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan terhadap manfaat kartu KUSUKA di Desa Nangahale Kabupaten Sikka. Penelitan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2022 hingga 18 September 2022 dengan menggunakan Metode Deskriptif dengan Penilaian Skala Likert yang terdiri dari 4 keriteria yaitu (1) Sangat Tepat Sasaran dan Sangat Tepat Guna; (2) Tepat Sasaran dan Tepat Guna; (3) Kurang Tepat Sasaran dan Kurang Tepat Guna; (4) Sangat Kurang Tepat Sasaran dan Sangat Kurang Tepat Guna dalam Budianto (2017). Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 Responden dan yang menerima Bantuan Kartu KUSUKA berjumlah 40 nelayan di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Berdasarkan hasil Penilaian Persepsi dengan kategori Sangat tetap sasaran dan Sangat tepat guna memperoleh nilai sebesar 3%, tepat sasaran dan tepat guna 20%, kurang tetap sasaran dan kurang tetap guna 70% dan sangat kurang tetap sasaran dan sangat kurang tetap guna 8%.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA TUNA LOIN (Thunnus sp) DI DESA PEMANA, KECAMATAM ALOK, KABUPATEN SIKKA Wa Windia1; Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 3 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuna loin adalah produk olahan hasil perikanan dengan bahan baku tuna segar yang mengalami perlakuan sebagai berikut : penerimaan bahan baku, pemotongan kepala, pembuatan loin, pembuangan kulit, pembuangan daging hitam (trimming), perapihan, pencucian, penimbangan, pengemasan, dan pendinginan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui aspek-aspek analisis finansial usaha tuna loin yang meliputi: Keuntungan/Pendapatan, Benefit Cost Ratio (BCR) dan Return on Investment (ROI). Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1bulan dimulai pada tanggal 1 Juli sampai tanggal 30 Juli 2022, bertempat di Desa Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan 2 responden dengan rumus analisis finansial. Hasil penelitian menyebutkan bahwa nilai total pendapatan/keuntungan usaha tuna loin Ibu Rosmawati sebesar Rp. 8.799.900 dan nilai total pendapatan/keuntugan usaha tuna loin Ibu Asma sebesar Rp. 18.051.858. Nilai BCR usaha tuna loin Ibu Rosmawati sebesar 1,096 sedangkan usaha tuna loin Ibu Asma sebesar 1,063. Nilai ROI usaha tuna loin Ibu Rosmawati adalah 1,176 atau 117,6%, sedangkan usaha tuna loin Ibu Asma adalah 2,413 atau 214,3%.
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KERAPATAN MANGROVE SERTA PARAMETER KUALITAS AIR DI DESA REROROJA, KECAMATAN MAGEPANDA, KABUPATEN SIKKA Ignasius Rinto Rengga; Angelinus Vincentius; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 4 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan kerapatan mangrove serta parameter kualitas air di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode systematic sampling with random start dengan tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman setiap stasiun penelitian berkisar antara 0,35-0,37 dimana dari hasil penelitian ini cenderung memiliki nilai keanekaragaman yang rendah, artinya keanekaragaman spesies dalam suatu komunitas kurang, dan kisaran nilai kerapatan jenis mangrove di setiap stasiun mangrove antara 0,33 (ind/m2 ) hingga 0, 5 (ind/m2 ), sementara kerapatan terendah stasiun 3 adalah 0,33 (ind/m2 ), dan kerapatan tertinggi stasiun 1 dan 2 adalah 0,5 (ind/m2 ).Rhizophora sp memiliki nilai dominansi tertinggi yaitu 0,74%. Hal ini disebabkan jenis Rhizophora sp mampu berkompetisi dengan baik untuk memperoleh unsur hara dari jenis mangrove lainnya. Nilai parameter kualitas air yang diukur seperti, suhu di ketiga stasiun menunjukan nilai suhu yang sama sebesar 28 oC. Nilai salinitas pada lokasi penelitian sebesar 27 ‰. Kondisi pH pada perairan ekosistem mangrove di ketiga stasiun pengamatan dengan nilai pH 7 yang menunjukkan kondisi yang baik.
Kajian Uji Kadar Amonia Pada Penanganan Prakonsumsi Rumput Laut Eucheuma cottonii di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka Maria Yohanista; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 4 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kadar amonia pada penanganan prakonsumsi rumput laut Eucheuma cottonii di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 April 2021 sampai tanggal 20 Mei 2021, bertempat di Laboratorium Perikanan Terpadu, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan sedangkan analisis Kimia dilakukan di Laboratorium Kimia Pertanian UNDANA, Kupang. Metode penelitian ini adalah ekperimen dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Kadar Amonia menggunakan Metode Analisis Fotometri dengan menggunakan Instrument HI 3214 Wastewater Treatment Photometer. Hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa hasil Uji Amonia rumput laut Eucheuma cottonii memperlihatkan bahwa perlakuan dengan menggunakan beberapa jenis bahan perendaman memberikan pengaruh yang sangat nyata (F hitung > F tabel 0,01) terhadap kandungan amonia rumput laut Eucheuma cottoniii. Kemudian hasil uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) menunjukan ada perbedaan masing-masing perlakuan terhadap kadar amonia yang dipengaruhi oleh bahan perendaman yang digunakan perlakuan terbaik yang memiliki kadar amonia terendah adalah rumput laut yang menggunakan bahan perendaman air payau dengan nilai rata-rata kadar amonia adalah 3,99 mg/g.
ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN DAN KEUNTUNGAN BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SKALA INTENSIF DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) TAKALAR, SULAWESI SELATAN Yohanes Krismasno1; Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai biaya, penerimaan, dan keuntungan pada satu siklus pemeliharaan selama 4 bulan. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 7 Agustus 2023 sampai 7 Desember 2023 di BPBAP Takalar, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Survei. Data diperoleh dengan teknik wawancara dengan karyawan pengelola tambak Udang Vaname BPBAP Takalar dan studi literatur terkait. Variabel yang diamati adalah biaya, penerimaan dan keuntungan dengan analisis yang digunakan adalah Analisis total biaya atau Total Cost/TC menggunakan rumus Chusnul et.al., (2010) dalam Nainggolan et.al., (2021); analisis total penerimaan atau Total Revenue/TR menggunakan rumus Budiman et.al., 2014 dalam Nainggolan et.al., (2021); dan analisis keuntungan (Ï€) menggunakan rumus Purnamasari et.al., (2022). Hasil penelitian menunjukkan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 580.850.000, terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 78.000.000 dan biaya variabel sebesar Rp 502.850.000 dengan nilai penerimaan sebesar Rp 862.400.000 dan keuntungan sebesar Rp 281.550.000.