Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Korelasi Kadar Kreatinin Serum Pasien Thalassemia yang Mendapatkan Deferasirox di RSU Kabupaten Tangerang Yuniar, Isna; Rachmawati, Nurmeily; Trisna, Citra
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.262 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i2.500

Abstract

Thalassemia adalah penyakit genetik yang terjadi akibat penurunan sintesis salah satu rantai utama pada hemoglobin. Penyakit ini ditandai dengan tidak terbentuknya atau berkurangnya rantai globin baik α maupun β yang merupakan komponen utama penyusun molekul hemoglobin normal. Orang yang memiliki kelainan thalassemia biasanya melakukan transfusi untuk meningkatkan hemoglobin dalam darah dan menggunakan kelasi besi sebagai terapi setelah transfusi. Salah satu jenis kelat besi adalah deferasirox. Khelasi besi ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal. Salah satu pemeriksaan untuk mengetahui fungsi ginjal adalah pemeriksaan kreatinin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin serum dan hubungan usia, jenis kelamin, serta frekuensi transfusi dengan gambaran kadar kreatinin serum pada penderita thalassemia yang mendapatkan deferasirox tipe khelasi besi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional menggunakan uji statistik beda independent t test dengan jumlah sampel 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar kreatinin adalah 0,433 mg/dL dengan nilai minimal 0,2 mg/dL dan nilai maksimal 0,7 mg/dL. Analisis data yang diperoleh dilakukan dengan uji statistik independent t test berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kadar kreatinin serum yang ditandai dengan uji statistik diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,213 > 2,04. Pada variabel umur, jarak transfusi, dan lama transfusi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar kreatinin serum yang ditandai dengan uji statistik pada perolehan thitung < ttabel yaitu 0,639, 1,056 dan 0,684 < 2,04.
Pengaruh Polaritas Pelarut terhadap Efisiensi Ekstraksi Total Alkaloid dari Daun Rambai (Sonneratia caseolaris) Masodah, Siti; hariati, Niken widiastuti; Rachmawati, Nurmeily; Nurhayati, Serli Dwi
Jurnal Skala Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Skala Kesehatan Edisi Januari 2026
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v17i1.494

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease with a rising prevalence. Alkaloids are known to have antidiabetic effects by inhibiting carbohydrate-digesting enzymes and enhancing glucose metabolism. This study aimed to determine the total alkaloid content of Rambai leaves (Sonneratia caseolaris) using solvents with different polarities: ethanol and n-hexane. A descriptive study was conducted using the maceration method, followed by quantification of alkaloids with the quinine equivalent method using a UV-Vis spectrophotometer. Results showed that ethanol extract produced a higher yield (17.72 g; 35.44%) compared to n-hexane (3.09 g; 6.18%). The alkaloid content in the ethanol extract was 414.43 µg/g, nearly twice that of n-hexane (217.09 µg/g). Statistical analysis revealed a significant difference (p<0.001). Ethanol was proven to be more effective in extracting polar to semi-polar alkaloid compounds. The high alkaloid content indicates Rambai leaves have potential as a natural source for diabetes therapy. These findings provide a foundation for future product development and preclinical trials.
Potensi Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Mangga (Mangifera indica L.) dan Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Terhadap Staphylococcus aureus Anliza, Syarah; Marwin, Deisya Tyas; Rachmawati, Nurmeily; Hamtini
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infectious diseases caused by Staphylococcus aureus are one of the health problems occurring in Indonesia. Infectious diseases can be treated with antibiotics. However, antibiotics used without proper prescription can trigger antibiotic resistance. To overcome antibiotic resistance, a combination of natural ingredients such as kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) and mango leaves (Mangifera indica L.) can be used. This study aims to determine the inhibitory activity and effective concentration of the combination of mango leaves extract (Mangifera indica L.) and kirinyuh leaves  extract (Chromolaena odorata L.) as antibacterial agents against Staphylococcus aureus. The methods used in this study included maceration to prepare mango leaves and kirinyuh leaves extract, phytochemical screening to identify the presence of secondary metabolites in the kirinyuh leaves and mango leaves extract, and the disk diffusion method for antibacterial testing. The results showed inhibitory activity at all concentrations due to the presence of secondary metabolites in the kirinyuh leaves and mango leaves extracts. At a 1:3 concentration, an inhibition zone of 18 mm was obtained; at a 1:1 concentration, an inhibition zone of 19 mm was obtained; at a 3:1 concentration, an inhibition zone of 20 mm was obtained. The effective concentration of the combination as an antibacterial agent is the 3:1 concentration. The results of this study fall into the strong category, indicating that the combination of mango leaves and kirinyuh leaves extracts has antibacterial efficacy against Staphylococcus aureus.
Community Empowerment in Increasing Awareness about The Danger of Cholesterol in The Body Rachmawati, Nurmeily; Anliza, Syarah
Jurnal Menara Pengabmas Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Menara Pengabmas
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmp.v1i1.514

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia. Salah satu permasalahan terkait kesehatan adalah kesadaran dari setiap individu untuk menciptakan lingkungan dengan pola hidup sehat. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan berupa peningkatan pengetahuan, pencegahan penyakit, dan pemulihan kesehatan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan peningkatan prevelansi penyakit stroke pada usia diatas 15 tahun dan cenderung tinggi pada rentang usia 55-64 tahun. Beberapa penyebab Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut adalah perilaku gaya hidup, kurang aktivitas fisik, dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Rumusan masalah pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu perlunya dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui suatu kegiatan yang informative dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahaya kolesterol didalam tubuh. Tujuan kegiatan ini yaitu dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat akan bahaya kolesterol terhadap kesehatan tubuh dapat menjadikan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat menjadi lebih baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengukur pengetahuan awal sebelum dan sesudah masyarakat tentang bahaya kolesterol didalam tubuh serta pengukuran kadar kolesterol didalam darah menggunakan metode POCT. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata masyarakat sebesar 37,17% dan terdapat 7 orang warga (21%) yang memiliki kadar kolesterol diatas 200 mg/dL.