Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Relationship Between Nurse’s Knowledge about Ventilators and Compliance in Preventing Ventilator - Associated Pneumonia (VAP) in the ICU Wahyuni, Tri; Achmad, Viyan Septiyana; Pannyiwi, Rahmat; Rahmat, Rezqiqah Aulia
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i4.892

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) is one of the most common nosocomial infections in ICU patients and has the potential to increase morbidity, mortality, and cost of care. Nurses' compliance with VAP prevention protocols is greatly influenced by their knowledge of ventilators and related nursing practices. This study aims to analyze the relationship between nurses' knowledge of ventilators and their compliance in VAP prevention in the ICU. This study was an observational study with a cross-sectional design. The sample consisted of 60 ICU nurses selected purposively in three hospitals in city X. Data were collected using a ventilator knowledge questionnaire and VAP prevention compliance observation. Data analysis used the Pearson correlation test to determine the relationship between knowledge and compliance. The results showed a significant positive relationship between nurses' knowledge level about ventilators and compliance in VAP prevention (r = 0.58; p < 0.01). In conclusion, increasing nurses' knowledge regarding ventilators has an effect on improving VAP prevention compliance. It is recommended that hospitals regularly conduct training and education for ICU nurses to improve nosocomial infection prevention practices.
Penerapan Prosedur Tindakan Keperawatan Pemasangan Cairan Infus Di Instalasi Gawat Darurat Wijayanti, Lumastari Ajeng; Yunus, Muhammad; Surtikanti, Surtikanti; Achmad, Viyan Septiyana; Dunggio, Abdul Rivai Saleh; Hoda, Ferdinandus Suban; Pannyiwi, Rahmat
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10159

Abstract

Standar Operasional Prosedur memasang selang infus yang digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia adalah cuci tangan, dekatkan alat, jelaskan kepada klien tentang prosedur dan sensasi yang akan dirasakan selama pemasangan infus, atur posisi pasien berbaring, siapkan cairan dengan menyambung botol cairan dengan selang infus dan gantungkan pada standar infus, menentukan area vena yang akan ditusuk, pasang alas, pasang tourniket pembendung ± 15 cm diatas vena yang akan ditusuk, pakai sarung tangan, desinfeksi area yang akan ditusuk dengan diameter 5-10 cm, tusukan intra vena catheter ke vena dengan jarum menghadap ke jantung, pastikan jarum intra vena masuk ke vena, sambungkan jarum intra vena dengan selang infus, lakukan fiksasi ujung jarum intra vena ditempat insersi, tutup area insersi dengan kasa kering kemudian plester, atur tetesan infus sesuai program medis, lepas sarung tangan, pasang label pelaksanaan tindakan yang berisi : nama pelaksana, tanggal dan jam pelaksanaan, bereskan alat, cuci tangan, dan observasi dan evaluasi respon pasien, catat pada dokumentasi keperawatan Pemasangan infus atau terapi intravena yang dilakukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama, tentunya akan meningkatkan terjadinya komplikasi dari pemasangan infus, salah satunya adalah flebitis. Pemasangan infus adalah salah satu cara atau bagian dari pengobatan untuk memasukkan obat atau vitamin ke dalam tubuh pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Standar Operasional Prosedur Pemasangan Infus Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit di Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan Case Study Research. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu panduan wawancara dan panduan observasi. Hasil penelitian didapatkankan bahwa sikap perawat sudah mulai ramah terhadap pasien, sebelum memasang infus perawat terlebih dahulu mempersiapkan alat, dan perawat sudah melakukan tindakan sesuai Standar Operasional Prosedur. Hasil observasi peneliti didapatkan perawat melakukan tindakan tidak semuanya sesuai Standar Operasional Prosedur , sebagian perawat tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan. Hasil penelitian memberikan informasi kepada tenaga kesehatan khususnya perawat terkait dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Standar Operasional Prosedur.
PENGARUH EDUKASI AIRWAY MANAGEMENT PADA KEMAMPUAN MENOLONG OBSTRUKSI JALAN NAPAS SISWA SMP Achmad, Viyan Septiyana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9058

Abstract

Obstruksi jalan napas atas adalah kondisi tersumbatnya saluran napas yang dapat menyebabkan sesak napas dan komplikasi serius. Penyebabnya meliputi trauma, infeksi, iatrogenik, dan epiglotitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi airway management terhadap kemampuan siswa SMP Ay-Yusufiyah Kota Tangerang dalam menolong korban obstruksi jalan napas. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pretest dan posttest pada 50 siswa. Instrumen penelitian mengukur kemampuan pembebasan jalan napas, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan siswa setelah edukasi, dengan nilai probabilitas 0.000 (p < 0.05). Mean rank hasil posttest sebesar 25,00 dengan seluruh responden menunjukkan peningkatan. Kesimpulannya, edukasi airway management secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam menolong korban obstruksi jalan napas. Hasil ini menegaskan pentingnya pemberian edukasi airway management sebagai upaya pencegahan dan penanganan awal yang efektif.
Peran Kemandirian Kesehatan Keluarga Terhadap Kontrol Diri pada Individu Penderita Hipertensi Ayu, Shinta Arini; Achmad, Viyan Septiyana; Wijayaningsih, Kartika Sari; Nurajizah, Rhifa Saski
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13921

Abstract

ABSTRACT The family is the smallest unit in society which is the entry point in efforts to achieve family health status. In the health sector, families have the responsibility to improve and maintain family health. The five functions of family health services can only be carried out well and appropriately if the family receives guidance and guidance in carrying them out. The aim of this research is to identify. The role of family health independence on self-control in individuals suffering from hypertension in Sindangasih Village, Kab. Cianjur. The design of this research is correlation analytical. with a cross-sectional sampling approach using purposive sampling with a total sample of 106 people. Primary data obtained from questionnaires and observation results. The research will be carried out in Sindangasih Village with a period of November 2022 - May 2023. Statistical test results using quantitative correlation research with a significance level (a) <0.05, show that there is a correlation between the role of family health independence and the self-control of hypertension sufferers (p=0.000) in Sindangash Village, Kab. Cianjur, Based on this research, it is hoped that this research will provide information about the role of family independence in the self-control of individuals suffering from hypertension, so that they can achieve optimal levels of family health. Keywords: Family Health Independence, Hypertension, Self-Control, Family  ABSTRAK Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang  merupakan entry point dalam upaya mencapai derajat kesehatan keluarga. Dalam bidang kesehatan, keluarga mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan keluarga.Kelima fungsi pelayanan kesehatan keluarga hanya dapat terlaksana dengan baik dan tepat jika keluarga mendapat pembinaan dan bimbingan dalam menjalankannya. Tujuan dari Penelitian ini mengidentifikasi peran kemandirian kesehatan keluarga terhadap kontrol diri pada individu penderita hipertensi di Desa Sindangasih Kab. Cianjur. Rancangan pada penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan croos-sectional. Sampling menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sample 106 orang. Data primer didapatkan dari kuesioner dan hasil observasi. Penelitian di akan lakukan di Desa Sindangasih dengan rentang waktu November 2022 – mei 2023. Hasil uji statistic menggunakan penelitian kuantitatif korelasi dengan tingkat kemaknaan (α) ≤0.05, menunjukkan ada korelasi antara ada korelasi antara peran kemandirian kesehatan keluarga dengan kontrol diri penderita hipertensi (p=0.000) di Desa Sindangasih Kab. Cianjur. Berdasarkan penelitian ini diharapkan menjadi masukan dan informasi tentang peran kemandirian keluarga terhadap kontrol diri individu penderita hipertensi, sehingga dapat mencapai derajat kesehtan keluarga yang optimal. Kata Kunci: Kemandirian Kesehatan Keluarga, Hipertensi, Kontrol Diri, Keluarga