Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Solusi penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan organisasi siswa intra sekolah (OSIS) di SMPN 4 Klari Yuli Fatimah; Aris Riswandi Sanusi; Yogi Nugraha
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2020): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v5i1.1331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana solusi dari penanaman nilai Pancasila melalui organisasi siswa intra sekolah (OSIS) di SMP Negeri 4 Klari. Subjek penelitian ini adalah Pembina OSIS, peserta didik pengurus OSIS dan Peserta didik bukan pengurus OSIS. Hasil penelitian ini menunjukan Anggota OSIS harus lebih aktif dan bisa melahirkan pemikiran-pemikiran kreatif dan inisiatif lagi mendorong kawan kawan dan para peserta didik agar mengikuti program kegiatan OSIS, buatlah acara semeriah mungkin contohnya ketika diadakanya acara Maulid Nabi SAW, Menumbuhkan kesadaran pada diri peserta didik adalah salah satu solusi agar kedisiplinan disekolah bisa lebih meningkat lagi, mengajak semua anggota OSIS untuk lebih bisa menghargai waktu dan harus mempunyai rasa tanggung jawab.
PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGURUSTAMAAN GENDER (Studi Deskriptif Masyarakat Dusun Pasirkonci Kabupaten Subang) Deasy aprilianti; Yogi Nugraha; Fitri Silvia Sofyan
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2021): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v6i1.1348

Abstract

Kesetaraan gender merupakan keadilan yang harus di samakan setiap orang, tidak memandang tingkatan orang tersebut, hak dan kewajibannya agar tidak terjadi ketimpangan dalam kehidupan bermasyarakat agar meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Hak dan keadilan yang perlu mereka dapatkan. Oleh karena itu gender bukanlah menjadi suatu keadaan yang bersifat sementara tapi kodrat yang sudah ditentukan dan memiliki proses yang berjalan terus menerus. Seseorang harus bersikap sebagai laki-laki atau perempuan harus bersikap sebagai perempuan disitulah cara pandang masyarakat saat ini karena masyarakat hanya berfikir bahwa laki-laki tidak bisa mengerjakan tanggung jawab perempuan dan sebaliknya. Dalam praktik sehari-hari selalu muncul pembedaan peran gender yang berakibat terjadinya bias gender, yakni suatu pandangan yang membedakan peran, kedudukan, serta tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan pembangunan, bias gender sering berkonsekuensi diskriminasi gender.