Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Social Science Education

KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI MANJAU MAJU MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN PEKON KEDALOMAN KABUPATEN TANGGAMUS Satrio Alpen Pradanna; Muhammad Mona Adha; Edi Siswanto
Journal of Social Science Education Vol 2, No 2 (2021): Vol 2, No 2 (2021) Journal of Social Education
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.169 KB)

Abstract

Penelitian ini berfokus kepada nilai kearifan lokal dalam tradisi manjau maju Pekon Kedaloman Kabupaten Tanggamus. Tradisi manjau maju merupakan salah satu tradisi dalam perkawinan masyarakat adat Lampung yang hingga kini masih dipegang teguh oleh masyarakat Pekon Kedaloman sehingga penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dari pelaksanaan kearifan lokal dalam tradisi manjau maju serta menjelaskan nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi manjau maju masyarakat Lampung Saibatin Pekon Kedaloman Kabupaten Tanggamus, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dalam mengumpulkan data yang ada di lapangan penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, data yang dikumpulkan kemudian di analisis dengan menggunakan teknik analisis data oleh Miles and Huberman. Hasil penelitian ditemukan bahwa dalam kearifan lokal tradisi manjau maju dalam perkawinan masyarakat Lampung Saibatin Pekon Kedaloman kabupaten tanggamus, tradisi manjau maju adalah rangkaian acara adat Lampung merupakan bagian dari tradisi pernikahan adat Lampung Saibatin, dimana tradisi manjau maju dapat  diartikan sebagai kegiatan memperkenalkan pengantin baik pengantin wanita maupun pengantin laki-laki kepada masyarakat dan  lingkungan tempat tinggal dengan tujuan untuk berdaptasi dengan lingkungan sosial, sehingga mempermudah mereka dalam bersosialisasi, seperti halnya tradisi lain, tradisi manjau maju juga memiliki tahapan-tahapan didalam pelaksanaannya yang dimana didalam setiap rangkaian tahapannya terdapat nilai kearifan lokal yang masih dipegang teguh masyarakat Pekon Kedaloman.Kata Kunci : Kearifan Lokal, Tradisi dan Masyarakat Lampung
Pengaruh Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru 3M Terhadap Tingkat Kepatuhan Masyarakat Ahman Tosy Hartino; Muhammad Mona Adha; Yunisca Nurmalisa; Berchah Pitoewas
Journal of Social Science Education Vol 2, No 2 (2021): Vol 2, No 2 (2021) Journal of Social Education
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.225 KB)

Abstract

Pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung, baik secara global maupun secara nasional. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda pandemi ini akan berakhir walupun secara global dan nasional program vaksinasi sudah berjalan tetapi hal tersebut belum menjadi jaminan sepenuhnya terhindar dari bahaya Covid-19. Sementara itu, untuk meminimalisir bahaya Covid-19 yang bisa saja semakin besar,  pemerintah Indonesia sendiri mengeluarkan kebijakan. Pemerintah, terhitung sudah mengeluarkan beberapa kebijakan semenjak Covid-19 masuk ke Indonesia seperti kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kebijakan adaptasi kebiasaan baru(AKB), dan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro (PPKM). Kebijakan adaptasi kebiasaan baru, merupakan salah satu kebijakan yang membuat kita agar tetap bisa beraktifitas di tengah kondisi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan melihat bagaimana pengaruh kebijakan adaptasi kebiasaan baru 3m terhadap tingkat kepatuhan masyarakat. Metode yang digunakan dalam karya penulisan ini menggunakan pendekatan kuanitatif. Hasil dari artikel ini membahas mengenai presentase hasil dari kuisioner yang disebarluaskan kepada responden berkaitan dengan pengaruh kebijakan adaptasi kebiasaan baru 3m terhadap tingkat kepatuhan masyarakat.