Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

INOVASI PELAYANAN APLIKASI TA-YO (KITA MENGAYOMI) DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II KOTA KENDARI Selvi, Nanda; Haning, Moh Thahir; Nara, Nurdin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.505-511

Abstract

Inovasi Layanan Aplikasi TA-YO (Kita Mengayomi) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Kendari (Dibimbing oleh Moh. Thahir Haning dan Nurdin Nara)  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi TA-YO dengan menggunakan indikator inovasi pelayanan publik dari Rogers yaitu Nilai lebih, Kesesuaian dengan masalah, Kerumitan, Kemudahan diamati dan Bisa dicoba. Penelitian menggunakan teknis analisis data kualitaif melalui interpretasi dan verifikasi cermat terhadap setiap informasi melalui wawancara, penghimpunan data sekunder maupun literatur dan sumber lainnya. Informasi ini diperoleh dari Kepala Kantor Lembaga Pembinaan Khusu Anak Kelas II Kendari, Ketua tim kerja pembangunan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, Ketua kelompok kerja penataan tata laksana, keluarga anak binaan pengguna aplikasi TA-YO. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi TA-YO di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Kendari telah memenuhi semua indikator diantaranya yaitu 1. Nilai lebih (relative advantage), yaitu pemanfaatan teknologi secara masif sehingga menghasilkan sebuah aplikasi, hadirnya fitur-fitur yang membantu pelayanan dimasa pandemi covid-19 lalu penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya. 2. Kesesuaian dengan masalah (compatibility/contextuality) bahwa aplikasi TA-YO merupakan sebuah solusi bagi pelayanan yang sempat terkendala akibat pandemi covid-19. 3. Kerumitan(Complexity) bahwa sampai saat ini belum ada kritik yang diterima oleh pihak LPKA dari pengguna aplikasi TA-YO, 4. Kemudahan diamati (Observability) bahwa tampilan sederhana yang langsung merujuk pada menu memberikan kemudahan bagi pengguna, 5. Bisa dicoba (Triability) bahwa jumlah pengguna yang sesuai dengan banyaknya anak binaan yang sedang menjalani masa tahanan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Kendari membuktikan bahwa keluarga tiap anak binaan telah menggunakan aplikasi ini yang bisa dicoba di berbagai kalangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi unit pelaksana teknis, khusus Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kendari untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi anak binaan dan masyarakat.
Pengembangan Model Implementasi Agile Governance pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Provinsi Sulawesi Puji Lestari, Nana; Fajar Putera, Arifin; Hasniati, Hasniati; Rusdi, Muhammad; Nara, Nurdin; Amalia, Ayu
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v7i4.1330

Abstract

This study examines the implementation of Agile Governance in the Investment and One-Stop Service Offices (DPMPTSP) across Sulawesi provinces, addressing rapid regulatory shifts under the OSS-RBA system and the absence of an empirically validated implementation model. The study aims to analyze the effects of environmental factors, agile capabilities, and governance capabilities on business operations and value delivery, and to develop an evidence-based implementation model. A sequential explanatory mixed-methods design was applied. The quantitative phase surveyed 380 civil servants in South Sulawesi, Central Sulawesi, and West Sulawesi and was analyzed using SEM-PLS. The qualitative phase, conducted in West Sulawesi, involved in-depth interviews, performance document analysis (SKM, SAKIP, budget absorption, investment realization), and NVivo-based thematic coding. Results show that environmental factors do not directly affect business operations (E→B not significant), but their influence emerges through agile and governance capabilities. The strongest relationship is governance capability → value delivery (G→R; highest F²), followed by agile capability → governance capability (A→G). Qualitative findings confirm that high SKM scores (“Very Good”), SAKIP grades (“A”), and budget absorption above 90% reflect administrative compliance rather than adaptive agility. Key barriers include hierarchical bureaucracy, regulatory instability, and uneven human resources competencies. The study proposes an Agile Governance implementation model emphasizing the simultaneous strengthening of agile and governance capabilities, flexible cross-unit coordination, real-time data utilization, and stronger feedback loops with business actors. Policy implications include integrating adaptiveness indicators into performance management, enhancing data-driven service control units, and building adaptive capacities among civil servants in licensing and investment services.