Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : cybernetics

Pemetaan Kesiapan Sekolah Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Berbasis SIG Ryan Permana; Chandra Lesmana
CYBERNETICS Vol 4, No 02 (2020): CYBERNETICS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/cbn.v4i02.2429

Abstract

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran. Perbaikan kurikulum menjadi hal yang penting dalam pendidikan guna menyempurnakan suatu kurikulum. Tujuan dari perbaikan ini adalah agar kurikulum yang di terapkan bisa mencapai tujuan pendidikan nasional terutama untuk menyongsong pendidikan Era Revolusi Industri 4.0. Permasalahan yang dihadapi oleh DIKBUD Kota Pontianak adalah minimnya informasi kesiapan SMA Kota Pontianak dalam mengimplementasikan matapelajaran informatika pada kurikulum 2013, sehingga pihak DIKBUD tidak mengetahui kendala yang dihadapi oleh sekolah tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan suatu aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat memetakan dan menginformasikan kepada DIKBUD Kota Pontianak mengenai kesiapan sekolah-sekolah dalam mengimplementasikan matapelajaran informatika pada kurikulum 2013. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menyusun data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Pengumpulan dan penyusunan data melalui observasi dan wawancara ini dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi. Dalam penelitian ini, triangulasi digunakan untuk mendapatkan keakuratan data menggunakan berbagai cara, prosedur, dan metode agar data yang diperoleh dapat dipercaya kebenarannya. Berdasarkan Hasil analisis unjuk kerja menyatakan aplikasi ini memperoleh skor 80 dengan kategori “Baik” dan siap digunakan. Dengan maka dapat disimpulkan aplikasi ini dapat membantu DIKBUD dalam pemerataan kesiapan SMA dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada matapelajaran informatika di Kecamatan Pontianak Barat dan Selatan.
Perbedaan Routing Menggunakan Routing Information Protocol (RIP) Dengan Open Shortest Path First (OSPF) Febrianto Sabirin; Ryan Permana
CYBERNETICS Vol 1, No 02 (2017): CYBERNETICS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.28 KB) | DOI: 10.29406/cbn.v1i02.748

Abstract

Pemilihan protokol routing dalam jaringan akan memungkinkan router yang diatur secara dinamis untuk bertukan informasi yang ada dalam jaringan. Pertukaran secara dinamis lebih mudah daripada menggunakan routing statis dan default, akan terjadi perbedaan dalam hal proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan. Saat ini routing protocol yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu distace vector routing protocol dan link state routing protocol. Routing Information Protocol (RIP) merupakan contoh dari distance vector routing protocol sedangkan Open Shortest Path First (OSPF) merupakan contoh dari link state routing protocol. Penentuan jenis routing protocol yang akan digunakan dalam sebuah jaringan, tentunya tergantung pada kondisi, tujuan pembentukan jaringan, serta kebijakan dari pemilik jaringan itu sendiri. Dalam penelitian ini akan membandingkan kecepatan transfer data dan banyaknya data yang berhasil diterima oleh host tujuan dengan menggunakan routing RIP dan routing OSPF menggunakan simulator GNS3 dan ENSP.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSPF memberikan waktu transfer data yang lebih baik apabila dibandingkan dengan RIP, terdapat perbedaan sebesar 521 milidetik antara OSPF dengan RIP dengan menggunakan GNS3 sedangkan dengan menggunakan ENSP terdapat perbedaan … milidetik. Untuk keberhasilan pengiriman data pada GNS3 routing OSPF lebih baik dengan hanya kehilangan 2 paket data apabila dibandingkan dengan RIP yang kehilangan 18 paket data sedangkan pada penggunaan ENSP routing OSPF maupun RIP tidak terdapat kehilangan dataKata Kunci: RIP, OSPF, GNS3, ENSP, Link State
Pengembangan Media Pembelajaran IP Traffic Work Berbasis Augmented Reality Ryan Permana; Ridho Dedy Arief Budiman
CYBERNETICS Vol 4, No 01 (2020): CYBERNETICS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/cbn.v4i01.1970

Abstract

Pembelajaran merupakan hubungan timbal balik antara mahasiswa dengan pengajar yang menjadi sumber belajar pada suatu konsep lingkungan proses belajar mengajar. Proses pembelajaran merupakan sumbangsih yang diberikan oleh pengajar untuk mendukung peserta didik dalam memproses ilmu dan pengetahuan, kemahiran, pembentukan kepercayaan dan sikap. Hasil wawancara dengan dosen IKIP PGRI Pontianak khususnya dosen pengampu matakuliah Jaringan Komputer, bahwa kendala yang dihadapi bersifat konvensional dimana mahasiswa hanya melihat dan membayangkan komponen jaringan komputer berdasarkan penjelasan dari dosen, tanpa mengetahui dengan jelas bentuk dari komponen tersebut. Faktor lainnya yaitu dalam hal tujuan pembelajaran dimana dosen dituntut untuk pemilihan media pembelajaran yang tepat. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka peneliti bermaksud mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality dengan menggunakan metode R&D dan pende katan ADDIE. Media pembelajaran ini dikembangkan menggunakan sistem operasi pada ponsel android dengan ekstensi .apk. Hasil desain yaitu pengembangan media pembelajaran dengan validator yaitu 2 (dua) orang ahli media dan 1 (satu) orang ahli materi. Hasil validasi media memperlihatkan bahwa media pembelajaran termasuk ke dalam kategori ”Baik”. Rerata skor yang dihasilkan dari ahli media pertama yaitu: 3,32; sedangkan rerata skor yang dihasilkan dari ahli media kedua yaitu: 3,36. Sehingga total rerata skor yang diperoleh yaitu: 3,34. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor 3,34 memiliki kategori “BAIK”. Hasil validasi ahli materi rerata skor yang dihasilkan dari ahli materi yaitu: 3,38.