Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

Pemanfaatan Limbah Plastik Polyethylene Terephthalate Sebagai Pengganti Agregat Halus Dalam Pembuatan Paving Block Surya, Andika; Al Anzari, Dedi Arham; Juniarti, Ana; Setiawan, Arman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1078

Abstract

Penelitian ini mempunyai kelebihan diantaranya mampu menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah sampah plastik jenis PET sebagai salah satu bahan kontruksi yaitu paving block yang ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai pengerasan jalan, taman maupun pelataran parkir. Paving block adalah suatu komposisi bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis lainnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu beton tersebut (SNI 03-0691-1996). Komposisi paving block yang akan dibuat pada karya ini terdiri dari semen portland,pasir,limbah plastik dan air sebagai campuran yang akan direncanakan pada perancangan pembuatan paving block. Masyarakat belum banyak mengetahui bahwasanya plastik juga bisa dijadikan salah satu bahan kontruksi dengan menjadi bahan tambahan. Paving block dengan plastik ini tidak bisa diragukan kekuatannya seperti paving block pada umumnya. Karena dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paving block dengan menggunakan serat yang terdapat pada plastik dapat meningkatkan kuat tekan pada paving. Hasil uji menunjukkan bahwa hasil paving block campuran 1: 3 dengan kuat tekan paving normal 18.07 Mpa dan paving block campuran 1:6 dengan kuat tekan paving normal 11.32 MPa maka dapat diperkirakan hasil narrative review yang sesuai penelitian kami adalah sebagai berikut, pada paving block komposisi 1: 4, kuat tekan target yang terjadi direncanakan sebesar 15 Mpa dan paving block kompisisi 1:5 kuat tekan target rencana direncanakan sebesar 13 Mpa dengan tingkat kepercayaan data R = 0.9798 dari penggambungan data sebelumnya,Dengan penggunaan subtitusi plastic terhadap pasir, maka ditargetkan akan terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 30% dari paving block tanpa penggunaan plastic di komposisi subtitusi plastic sebesar 40%.Berdasarkan SNI 03-0691-1996 tentang klarifikasi mutu paving block, komposisi paving dengan subtitusi plastic 1 : 4 dan 1 : 5 cocok untuk digunakan pada taman kota dan pedestrian untuk pejalan kaki. Then, what if the plastic waste can be used. This research has advantages such as being able to be an alternative to reduce the amount of PET plastic waste as a construction material, namely paving blocks that are environmentally friendly and can be used as paving roads, parks and parking lots. Paving block is a building material composition made of a mixture of portland cement or other hydraulic adhesives, water and aggregates with or without other additives that do not reduce the quality of the concrete (SNI 03-0691-1996). The composition of the paving blocks that will be made in this work consists of portland cement, sand, plastic waste and water as a mixture that will be planned in the design of making paving blocks. People don't know much that plastic can also be used as a construction material by becoming an additional material. Paving blocks with plastic cannot be doubted as strong as paving blocks in general. This is because previous research shows that paving blocks using fibers found in plastic can increase the compressive strength of paving. The test results show that the results of a 1:3 mixed paving block with a normal compressive strength of 18.07 MPa and a mixed paving block of 1:6 with a normal compressive strength of 11.32 MPa can then be estimated that the results of a narrative review according to our research are as follows, on the paving block composition. 1: 4, the planned target compressive strength is 15 MPa and the paving block composition 1:5 is the planned target compressive strength is 13 MPa with a data confidence level of R = 0.9798 from combining the previous data. With the use of plastic substitution for sand, it is targeted to there is an increase in compressive strength of 30% from paving blocks without the use of plastic in the composition of plastic substitution by 40%. city parks and pedestrians for pedestrians.
Analisis Waktu Curing dan Bentuk Specimen Terhadap Kuat Tekan Beton PCC Sariman, Syahrul; Setiawan, Arman; Ridwan, Ridwan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i1.2505

Abstract

Kekuatan beton ditentukan oleh kuat tekannya. SNI 2847-2013 telah menetapkan bahwa kuat tekan beton diperoleh dengan menggunakan benda uji silinder diameter 15 dan  tinggi 30 cm  (C.15) atau diameter 10 cm tinggi 20 cm  (C.10) pada umur 28 hari. Permasalahan yang biasa ditemui di lapangan adalah bagaimana memperkirakan kuat tekan beton yang dapat diterima jika belum mencapai umur 28 hari dan dengan benda uji yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan dalam SNI. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor koreksi umur dan bentuk benda uji jika menggunakan kubus berukuran 15x15x15 cm (K.15) dan belum mencapai umur 28 hari dengan menggunakan Portland Composite Cement (PCC). Beton di cor dengan menggunakan  4 bentuk cetakan yaitu K15, K20, C10 dan C15.  kemudian dilakukan curing sampai umur 7, 14 dan 28 hari. Pada setiap umur perendaman, kekuatan tekan beton diuji untuk masing-masing 3 benda uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata faktor umur adalah 0,59, 0,81 dan 1 pada umur 7, 14 dan 28 hari. Sedangkan faktor bentuk benda uji terhadap bentuk standar K15 menunjukkan nilai 0,950 untuk K20, 1,028 untuk C10 dan dan 0,813 untuk benda uji C15. The strength of concrete is determined by its compressive strength. SNI 2847-2013 has determined that strong compressed concrete is obtained using cylindrical specimens with a diameter of 15 and a height of 30 cm (C.15) or a diameter of 10 cm and a height of 20 cm (C.10) at 28 days of age. The demands that are commonly encountered in the field are the acceptable compressive strength of concrete if it has not reached the age of 28 days and with specimens that do not meet the standards set out in SNI. This study aims to obtain a correction factor for the age and shape of the test object when using a cube measuring 15x15x15 cm (K.15) and not yet reaching the age of 28 days using Portland Composite Cement (PCC). Concrete is cast using 4 forms of mold namely K15, K20, C10 and C15. then cured until the age of 7, 14 and 28 days. At each immersion age, the compressive strength of the concrete was tested for each of the 3 specimens. The results showed that the average age factor was 0.59, 0.81 and 1 at 7, 14 and 28 days of age. While the form factor of the test object against the standard K15 form shows a value of 0.950 for K20, 1.028 for C10 and and 0.813 for the C15 test object.
Variasi Abu Terbang dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Beton Geopolymer Sariman, Syahrul; Setiawan, Arman; Syahrul, Syahlendra; Adum, Adum
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3912

Abstract

Produksi semen semakin meningkat seiring dengan peningkatan pemakaian beton. Hal ini menimbulkan masalah karena untuk setiap ton semen yang diproduksi, akan menimbulkan lebih dari tigaperempat ton CO2 yang dapat meningkatkan pemanasan global. Oleh sebab itu reduksi penggunaan semen harus dilakukan, salah satunya dengan membuat beton tanpa semen. Tahun 1978, Joseph Davidovits menemukan bahwa cairan alkalin bisa mereaksikan silikon (Si) dan alumunium (Al) dalam abu terbang menghasilkan binder untuk merekatkan agregat membentuk beton Geopolymer. Penelitian ini menggunakan beton konvensional dengan menggunakan semen sebagai beton control. Kemudian dibuat beton geopolymer dengan penggunaan  agregat yang sama, dengan  activator (NaOH: Na2SiO3 dengan perbandingan 2:5), membuat campuran dengan menggunakan prekursor -Abu terbang dan Abu sekam padi dengan perbandingan 100%:0%(BG0), 90%:10%(BG1), 80%:20%(BG2) dan 70%:30%(BG3). Selanjutnya dibuat perbandingan Aktivator dan Prekursor 4 : 3. Hasil pengujian kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari  menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal lebih rendah dibanding BG0 dan tidak berbeda signifikan dengan BG1. Sedangkan ratio hasil tekan 7 dan 28 hari bersesuaian dengan ratio kuat tekan 7 dan 28 hari PBI”71 yakni 0.6. Selanjutnya setiap  penambahan Abu Sekam Padi 10 % untuk menggantikan abu terbang akan menurunkan kuat tekan sebesar 2 - 3 MPa. Cement production is increasing along with the increase in concrete use. This creates a problem because every ton of cement produced will emit more than three-quarters of a ton of CO2 which can increase global warming. Therefore, cement use must be reduced, one of which is by making cement-free concrete. In 1978, Joseph Davidovits discovered that alkaline liquid could react with silicon (Si) and aluminum (Al) in fly ash to produce a binder to bond aggregates to form Geopolymer concrete. This research uses conventional concrete using cement as control concrete. Then geopolymer concrete is made using the same aggregate, with an activator (NaOH: Na2SiO3 with a ratio of 2:5), making a mixture using precursors -fly ash and rice husk ash with a ratio of 100%:0%(BG0), 90%:10 %(BG1), 80%:20%(BG2) and 70%:30%(BG3). Next, a 4:3 comparison of Activator and Precursor was made. The results of compressive strength testing at 7 and 28 days showed that the compressive strength of normal concrete was lower than BG0 and not significantly different from BG1. Meanwhile, the compressive yield ratio of 7 and 28 days corresponds to the compressive strength ratio of 7 and 28 days PBI"71, namely 0.6. Furthermore, each addition of 10% Rice Husk Ash to replace fly ash will reduce the pressure by 2 – 3  MPa..