Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENYULUHAN DIET SEHAT PRAKTIS DAN KUALITAS HIDUP ANAK PADA IBU-IBU DI WILAYAHPOSYANDU KENARI I Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v7i2.3953

Abstract

Ditemukannya beberapa masalah yang berkaitan dengan kualitas hidup anak yang terdapat di wilayah Puskesmas kalideres seperti,  adanya angka diare, ISPA dan penyakit kulit pada anak kemudian beberapa permasalahan dalam sosial dan kemampuan emosi pada anak menunjukkan rendahnya angka kualitas hidup yang didasari dengan domain fisik, social, emosi dan lingkungan. Oleh karena itu pentingnya adanya pengetahuan mengenai kualitas hidup dan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan domain di setiap kualitas hidup tersebut. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini kualitas hidup anak disertakan dengan penyuluhan mengenai diet sehat praktis.Penyuluhan ini menjelaskan mengenai definisi dan pentingnya kualitas hidup. Kemudian menjelaskan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup anak dan pentingnya menjaga diet sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.Akibat pandemic Covid-19 penyuluhan diadakan berupa penyuluhan dengan media leaflet yang berisi informasi lengkap mengenai kualitas hidup dan diet sehat praktis anak dan disebarkan ke ibu-ibu yang memiliki anak usia 6-12 tahun di Kawasan Puskesmas Kalideres. Penyuluhan juga disertakan dengan melaksanakan pengukuran pengetahuan sesudah penyuluhan yang kemudian digunakan datanya untuk memprofilkan pengetahuan kualitas hidup pasien. Hasil pengukuran pengetahuan kualitas hidup juga didapatkan meningkat dari nilai rata-rata yang mengetahui definisi kualitas hidup didapatkan sebanyak 84%, definisi dan manfaat makanan sehat 92% dan kandungan makanan yang dibutuhkan 88%. Informasi ini penting untuk dapat memastikan orang tua memahami upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak dan diet sehat praktis untuk anak. Kata kunci : Kualitas hidup anak, diet sehat, penyuluhan
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP SEHAT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI POSBINDU NUSA INDAH Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i3.3327

Abstract

AbstractThe high number of chronic diseases such as Diabetes mellitus and Hypertension in Posbindu Nusa Indah, Tangerang has an impact on the low quality of life of patients based on previous research shows that it can worsen the situation. Therefore,It is essential to have knowledge about quality of life and efforts that can be made in improving the domain in each of the quality of life of the patients. This counseling explains the definition and importance of quality of life. Then explain the efforts to improve the quality of life of patients so as to optimize the prevention and treatment of the disease. Counseling is also included by carrying out measurement of knowledge before and after counseling which is then used to profile the patient's quality of life knowledge. The results of the measurement of quality of life knowledge were also increased from an average value of 6 to 20 people. This information is important to know the quality standards in patients so they know the specific problems in which domains and can arrange further efforts to improve that domain. Keywords: Quality of life, chronic diseases, hypertensi AbstrakTingginya angka penyakit kronis seperti Diabetes mellitus dan Hipertensi di Posbindu Nusa Indah, tangerang berdampak pada rendahnya angka kualitas hidup pasien yang berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dapat memperburuk keadaannya. Oleh karena itu pentingnya adanya pengetahuan mengenai kualitas hidup dan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan domain di setiap kualitas hidup tersebut. Penyuluhan ini menjelaskan mengenai definisi dan pentingnya kualitas hidup. Kemudian menjelaskan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga dapat mengoptimalkan pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut. Penyuluhan juga disertakan dengan melaksanakan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yang kemudian digunakan datanya untuk memprofilkan pengetahuan kualitas hidup pasien. Hasil pengukuran pengetahuan kualitas hidup juga didapatkan meningkat dari nilai rata-rata yang mengetahui sebesar 6 menjadi 20 orang. Informasi ini penting untuk mengetahui standar kualitas pada pasien sehingga mengetahui permasalahan spesifik pada domain mana dan dapat mengatur upaya selanjutnya untuk meningkatkan domain tersebut. Kata kunci : Kualitas hidup, penyakit kronis, hipertensi. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN HIDUP SEHAT UNTUKKUALITAS HIDUP PASIEN KRONIS Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i2.2588

Abstract

AbstractThe low quality of life of patients with chronic diseases, especially diabetes mellitus and hypertension obtained from the results of previous studies initiated to educate patients with chronic diseases in the Ranggon 1 village health center by means of counseling. This extension explains the definition and importance of quality of life. Then explain the efforts to improve the quality of life of patients so as to optimize the prevention and treatment of the disease. Counseling is also included by measuring the quality of life of patients by distributing the WHOQOL-Bref questionnaire which is then used to profile quality of life, knowing which domains need improvement. Getting the lowest prayer is part of psychology and the environment. Counseling went smoothly and succeeded in increasing the knowledge of participants who 80% stated their agreement to get benefits according to their expectations. Therefore, it is expected that the implementation of this kind of activity can be carried out routinely so that it can monitor the patient's quality of life, with regards to optimize the patient's treatment process that must be undertaken. Keywords: quality of life, chronic diseases, counseling AbstrakRendahnya angka kualitas hidup pasien penyakit kronis, khususnya penyakit Diabetes Melitus dan hipertensi yang didapatkan dari hasil penelitian sebelumnya menginisiasi untuk melakukan edukasi terhadap pasien penyakit kronis yang ada di Puskesmas kelurahan Ranggon 1 dengan cara penyuluhan. Penyuluhan ini menjelaskan mengenai definisi dan pentingnya kualitas hidup. Kemudian menjelaskanupaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga dapat mengoptimalkan pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut. Penyuluhan juga disertakan dengan melaksanakan pengukuran kualitas hidup pasien dengan cara menyebarkan kuesioner WHOQOL-Bref yang kemudian digunakan datanya untuk memprofilkan kualitas hidup pasie, dengan mengenatahui domain mana yang perlu ditingkatkan. Didapatkan doamian terendah adalah bagian psikologi dan lingkungan.Penyuluhan berjalan dengan lancar dan berhasil meningkatkan pengetahuan dari peserta yang 80% menyatakan persetujuannya mendapatkan manfaat sesuai dengan harapannya.Oleh karena itu diharapkan pelaksanaan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan rutin sehingga dapat memonitor kualitas hidup pasien. Dengan tujuan dapat mengoptimalkan proses pengobatan pasien yang harus dijalani. Kata kunci: kualitas hidup, penyakit kronis, penyuluhan
PENINGKATAN PENGETAHUAN SETELAH PENYULUHAN CUCI TANGAN YANG BENAR PADA SISWA/SISWI KELAS V SD KALISUREN 2 KAMPUNG BARU TAHUN 2016 Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i1.1967

Abstract

PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI STIMULUS PADA ANAK USIA “GOLDEN AGE” DI KELAS PARENTING TAMAN PAUD UNIVERSITAS ESA UNGGUL Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v2i2.1590

Abstract

AbstractThere was increasing in school dropout rates  (3,14%) due to the unpreparedness of the child's brain development to face the formal education might be  caused by low stimulus developmental during  golden age period. The development of science has led us of the important role of stimuli from parents on the development of children aged 0-5 years. The objective of this parenting class is to increase the parents awareness about the importance of the stimuli that can be done from family. The stimuli can be done in various ways according to the age of the child. Stimulation of this child will have an impact on their quality of life in the future. The provision of extension materials on how to stimulate the development and optimization child's brain is given in class parenting Taman PAUD UEU divided into the first session, a paradigm shift regarding the major education obtained at school, but should start from the family, the second session of exposure of the material containing about how stimulus for children develop the ability of brain function that can be done by parents, the third session of motivation to increase the desire and willingness of parents in stimulus to brain development in children and continued with last session, the question and answer session can be interspersed with the consultation issue. Implementation considered highly successful in increasing parental knowledge in stimulating children. In summary, it can be concluded that the activities of education about how to stimulate the child's brain development and optimization is given in parenting classes in Taman PAUD UEU have demonstrated the increasing of knowledge and understanding of the importance of how to maximize the ability of a child's brain function to create a quality of human resources in the future. Keywords: PAUD, early children, parenting class AbstrakTingginya angka putus sekolah yang mencapai 3,14% dapat disebabkan oleh ketidaksiapan perkembangan otak anak dalam menghadapi pendidikan formal. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya stimulus perkembangan diusia golden age. Perkembangan ilmu pengetahuan telah mengantarkan kita akan pentingnya peranan stimulus/rangsangan dari orang tua terhadap perkembangan anak usia 0-5 tahun. Pelaksanaan kelas parenting ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya stimulus yang dilakukan di lingkungan rumah. Pemberian stimulus tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan usia anak. Penstimulusan anak ini akan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup anak dimasa yang akan datang.  Pemberian materi penyuluhan mengenai cara menstimulus perkembangan dan mengoptimalan otak anak diberikan di kelas parenting di Taman PAUD UEU dengan dibagi menjadi sesi pertama, perubahan paradigma mengenai pendidikan utama didapatkan disekolah, namun seharusnya dimulai dari keluarga, kedua, sesi pemaparan materi yang berisikan mengenai cara stimulus untuk mengembangkan kemampuan fungsi otak anak yang dapat dilakukan oleh orang tua, ketiga, sesi pemberian motivasi untuk meningkatkan keinginan dan kemauan orang tua dalam melakukan stimulus untuk perkembangan otak anak dan dilanjutkan dengan sesi terakhir, yakni sesi tanya jawab yang dapat diselingi dengan konsultasi masalah. Pelaksanaan dinilai sangat berhasil dalam meningkatkan pengetahuan orangtua dalam menstimulus anak. Secara kumulatif, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan mengenai cara menstimulus perkembangan dan mengoptimalan otak anak yang diberikan di kelas parenting di Taman PAUD UEU telah menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya cara memaksimalkan kemampuan fungsi otak anak untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Kata kunci: PAUD, anak usia dini, kelas parenting
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS CIJAKU Rahmawati, Mia; Nurmawaty, Dwi; Vionalita, Gisely
Health Publica Vol 2, No 02 (2021): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v2i02.4653

Abstract

Motivasi kerja merupakan faktor yang paling penting dalam meningkatkan kinerja tenaga kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan kepada lima tenaga kesehatan di unit rawat jalan  Puskesmas Cijaku, didapatkan hasil 80% atau 4 dari 5 orang tenaga kesehatan memiliki motivasi kerja rendah hingga sedang. Penurunan motivasi yang dialami oleh para tenaga kesehatan di unit rawat jalan Puskesmas Cijaku akan berdampak kepada kedisiplinan tenaga kesehatan. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Variabel yang diteliti antara lain, umur, tingkat pendidikan, persepsi kebijakan, persepsi supervisi, persepsi kompensasi, dan status kepegawaian. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan di unit rawat jalan Puskesmas Cijaku sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu berjumlah 34 orang dikurangi 5 orang tenaga kesehatan yang mengikuti studi pendahuluan. Data yang didapatkan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan proporsi variabel yang diteliti. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,5% tenaga kesehatan di unit rawat jalan Puskesmas Cijaku memiliki motivasi kerja yang rendah. Proporsi terbesar usia tenaga kesehatan adalah <32 tahun (55,9%), berpendidikan D3 (58,8%), memiliki status kepegawaian sebagai pegawai tidak tetap (55,9%), puas terhadap kebijakan yang berlaku (52,9), puas terhadap supervisi yang sudah berjalan (67,6%), dan tidak puas dengan kompensasi (70,6%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja adalah kebijakan dengan p value=0,002 (PR 15.167; 95% CI 2.837-81.095) dan status kepegawaian dengan p value=0,038 (PR 5.958; 95% CI 1.332-26.662). Diharapkan pihak Puskesmas dapat mengikutsertakan para pegawai dalam pembuatan kebijakan dan memberikan tugas dengan tantangan kerja yang menarik kepada pegawai. 
Perbedaan Pengetahuan Anemia dan Tablet Tambah Darah (TTD) Sebelum dan Sesudah Pendidikan Kesehatan Melalui Media Video dan Aplikasi Quizlet Devita Sari; Gisely - Vionalita
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4370

Abstract

The problem of anemia in adolescent girls will have a negative impact on decreased learning concentration and later pregnancy. Based on data of Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) in 2017, only 8% of young women answered correctly about the meaning of anemia and 23.4% answered they did not know about the cause of anemia. This study aims to determine differences in students knowledge about anemia and Tablets Added Blood (TTD) before and after health education through video media and Quizlet Applications. This research uses Quasi Experimental Design with Pretest-Posttest with Control Group Design. The sampling technique used Stratified Random Sampling for the experimental group of 30 respondents and the control group of 30 respondents. The results of the T-Dependent and T-Independent tests showed that there were differences in students knowledge about anemia and Tablets Added Blood (TTD) before and after health education through video media and Quizlet Applications, with a Pvalue 0,000. It is expected that Health Center and Schools can work together in providing health education through video media and the Quizlet Application by holding a Healthy Friday Program and the Health Center can employ specialized human resources educated in Information Technology (IT) to develop video media and online-based applications.
THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL HEALTH UNITS BASED ON WORK TEAM AND TRIAS UKS IN THE PRIMARY SCHOOLS: SCHOOL HEALTH UNITS Gisely Vionalita; Devi Angeliana Kusuma Ningtiar; Sella Puspita Sari
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 3 No. 2 (2021): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol3.Iss2/92

Abstract

Background: The proper management of School Health Units (in Indonesian abbreviation as “UKS”) in educational institutions has the ability to sustain health behavior and optimize student growth and development. As evaluation of the program is a reliable process to measure efficiency and effectiveness of their activities, we aimed to report the evaluation of development the UKS work team and the Three Main Programs of Schools Health Units (TRIAS UKS) in Ngawen Subdistrict, Blora Regency as an indicators’ for Indonesia health research networks and programs. Methods: This is a quantitative descriptive research with data obtained from principals of 30 Primary Schools by using purposive sampling. The evaluation using the work team form and TRIAS UKS form indicators, including health education, health services and healthy school environments, is designed to profile the development of school health program. Results: Based on those indicators, the UKS work team still had problems in showing the decree on the organization of UKS team. In terms of health education, many of the schools hd lack of media to promote health. The schools  also had difficulties in doing some consultation for mental health for students and some of schools were  unsuccessful developing the healthy canteen. Conclusion: Research evaluation the UKS work team and TRIAS UKS are important elements in the success of the School Health Units (UKS). Thus, it creates  constructive positive learning process and provides an overview of the limitations and challenges which can  be used for better planning and promotion of the health research system nationally and globally.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Mengenai Sanitasi Lingkungan Sekolah Pada Siswa-Siswi SD N Pegadungan 02 Pagi Jakarta Barat Devi Angeliana Kusumaningtiar; Gisely Vionalita; Prita Dhyani Swamilaksita; Mertien Sa&#039;pang
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 7, No 1 (2021): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat)-September
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2017, penyakit diare merupakan penyebab kedua kematian anak sebanyak 526.000 anak tiap tahunnya. Berdasarkan Kementerian Kesehatan (2016), di Indonesia penyakit diare merupakan penyakit berpontensial KLB yang dosertai dengan kematian. Kebersihan anak maupun kebersihan lingkungan memegang peranan penting pada tumbuh kembang anak baik fisik maupun psikisnya. Kebersihan anak yang kurang, akan memudahkan terjadinya penyakit cacingan dan diare pada anak. SD N Pegadungan 02 Pagi Jakarta Barat merupakan sekolah dasar yang memiliki tingkat ekonomi bervariasi, dari tingkat atas, sedang atau kebawah. Sekolah ini terletak dipinggir jalan raya dan memiliki jumlah perkiraan kasus diare terbesar di wilayah Jakarta Barat. Sekitar lingkungan sekolah banyak penjual jajanan dan minuman. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menurukan prevalensi kejadia diare dan meningkatkan pemahaman siswa-siswi akan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. 
Factors Related to Anemia in Trimester of III among Pregnant Women in the Working Area of Puskesmas, Cengkareng District, 2019 Ummu Nida; Gisely Vionalita
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 4 No. 3 (2021): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v4i3.427

Abstract

Anemia in pregnant women is a condition of red blood cells (erythrocytes) <11 gr/dl in trimesters III. It is unable to fulfill its function as a carrier of oxygen to all body tissues. Data obtained from the Cengkareng District Health Center recorded the number of anemia sufferers in third-trimester pregnant women in October 2019 as many as 40 people. This study aims to determine the factors associated with anemia incidence in third-trimester pregnant women in the Cengkareg District Health Center in 2019. This type of research is quantitative with a case-control research design to obtain field data of 80 respondents conducted by filling in medical records with total sampling techniques for case group respondents and control groups. The results of the Chi-Square test showed a relationship between nutritional status (p = 0.002), ANC visits (p = 0,000), parity (p = 0.022) and the incidence of anemia in third trimester pregnant women. It is expected that the public health center can further optimize programs for pregnant women so that they do not experience an increase in third-trimester pregnant women's anemia