Vionalita, Gisely
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No. 9, Jakarta Barat

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENYULUHAN DIET SEHAT PRAKTIS DAN KUALITAS HIDUP ANAK PADA IBU-IBU DI WILAYAHPOSYANDU KENARI I Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v7i2.3953

Abstract

Ditemukannya beberapa masalah yang berkaitan dengan kualitas hidup anak yang terdapat di wilayah Puskesmas kalideres seperti,  adanya angka diare, ISPA dan penyakit kulit pada anak kemudian beberapa permasalahan dalam sosial dan kemampuan emosi pada anak menunjukkan rendahnya angka kualitas hidup yang didasari dengan domain fisik, social, emosi dan lingkungan. Oleh karena itu pentingnya adanya pengetahuan mengenai kualitas hidup dan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan domain di setiap kualitas hidup tersebut. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini kualitas hidup anak disertakan dengan penyuluhan mengenai diet sehat praktis.Penyuluhan ini menjelaskan mengenai definisi dan pentingnya kualitas hidup. Kemudian menjelaskan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup anak dan pentingnya menjaga diet sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.Akibat pandemic Covid-19 penyuluhan diadakan berupa penyuluhan dengan media leaflet yang berisi informasi lengkap mengenai kualitas hidup dan diet sehat praktis anak dan disebarkan ke ibu-ibu yang memiliki anak usia 6-12 tahun di Kawasan Puskesmas Kalideres. Penyuluhan juga disertakan dengan melaksanakan pengukuran pengetahuan sesudah penyuluhan yang kemudian digunakan datanya untuk memprofilkan pengetahuan kualitas hidup pasien. Hasil pengukuran pengetahuan kualitas hidup juga didapatkan meningkat dari nilai rata-rata yang mengetahui definisi kualitas hidup didapatkan sebanyak 84%, definisi dan manfaat makanan sehat 92% dan kandungan makanan yang dibutuhkan 88%. Informasi ini penting untuk dapat memastikan orang tua memahami upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak dan diet sehat praktis untuk anak. Kata kunci : Kualitas hidup anak, diet sehat, penyuluhan
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP SEHAT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI POSBINDU NUSA INDAH Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i3.3327

Abstract

AbstractThe high number of chronic diseases such as Diabetes mellitus and Hypertension in Posbindu Nusa Indah, Tangerang has an impact on the low quality of life of patients based on previous research shows that it can worsen the situation. Therefore,It is essential to have knowledge about quality of life and efforts that can be made in improving the domain in each of the quality of life of the patients. This counseling explains the definition and importance of quality of life. Then explain the efforts to improve the quality of life of patients so as to optimize the prevention and treatment of the disease. Counseling is also included by carrying out measurement of knowledge before and after counseling which is then used to profile the patient's quality of life knowledge. The results of the measurement of quality of life knowledge were also increased from an average value of 6 to 20 people. This information is important to know the quality standards in patients so they know the specific problems in which domains and can arrange further efforts to improve that domain. Keywords: Quality of life, chronic diseases, hypertensi AbstrakTingginya angka penyakit kronis seperti Diabetes mellitus dan Hipertensi di Posbindu Nusa Indah, tangerang berdampak pada rendahnya angka kualitas hidup pasien yang berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dapat memperburuk keadaannya. Oleh karena itu pentingnya adanya pengetahuan mengenai kualitas hidup dan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan domain di setiap kualitas hidup tersebut. Penyuluhan ini menjelaskan mengenai definisi dan pentingnya kualitas hidup. Kemudian menjelaskan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga dapat mengoptimalkan pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut. Penyuluhan juga disertakan dengan melaksanakan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yang kemudian digunakan datanya untuk memprofilkan pengetahuan kualitas hidup pasien. Hasil pengukuran pengetahuan kualitas hidup juga didapatkan meningkat dari nilai rata-rata yang mengetahui sebesar 6 menjadi 20 orang. Informasi ini penting untuk mengetahui standar kualitas pada pasien sehingga mengetahui permasalahan spesifik pada domain mana dan dapat mengatur upaya selanjutnya untuk meningkatkan domain tersebut. Kata kunci : Kualitas hidup, penyakit kronis, hipertensi. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN HIDUP SEHAT UNTUKKUALITAS HIDUP PASIEN KRONIS Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i2.2588

Abstract

AbstractThe low quality of life of patients with chronic diseases, especially diabetes mellitus and hypertension obtained from the results of previous studies initiated to educate patients with chronic diseases in the Ranggon 1 village health center by means of counseling. This extension explains the definition and importance of quality of life. Then explain the efforts to improve the quality of life of patients so as to optimize the prevention and treatment of the disease. Counseling is also included by measuring the quality of life of patients by distributing the WHOQOL-Bref questionnaire which is then used to profile quality of life, knowing which domains need improvement. Getting the lowest prayer is part of psychology and the environment. Counseling went smoothly and succeeded in increasing the knowledge of participants who 80% stated their agreement to get benefits according to their expectations. Therefore, it is expected that the implementation of this kind of activity can be carried out routinely so that it can monitor the patient's quality of life, with regards to optimize the patient's treatment process that must be undertaken. Keywords: quality of life, chronic diseases, counseling AbstrakRendahnya angka kualitas hidup pasien penyakit kronis, khususnya penyakit Diabetes Melitus dan hipertensi yang didapatkan dari hasil penelitian sebelumnya menginisiasi untuk melakukan edukasi terhadap pasien penyakit kronis yang ada di Puskesmas kelurahan Ranggon 1 dengan cara penyuluhan. Penyuluhan ini menjelaskan mengenai definisi dan pentingnya kualitas hidup. Kemudian menjelaskanupaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga dapat mengoptimalkan pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut. Penyuluhan juga disertakan dengan melaksanakan pengukuran kualitas hidup pasien dengan cara menyebarkan kuesioner WHOQOL-Bref yang kemudian digunakan datanya untuk memprofilkan kualitas hidup pasie, dengan mengenatahui domain mana yang perlu ditingkatkan. Didapatkan doamian terendah adalah bagian psikologi dan lingkungan.Penyuluhan berjalan dengan lancar dan berhasil meningkatkan pengetahuan dari peserta yang 80% menyatakan persetujuannya mendapatkan manfaat sesuai dengan harapannya.Oleh karena itu diharapkan pelaksanaan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan rutin sehingga dapat memonitor kualitas hidup pasien. Dengan tujuan dapat mengoptimalkan proses pengobatan pasien yang harus dijalani. Kata kunci: kualitas hidup, penyakit kronis, penyuluhan
PENINGKATAN PENGETAHUAN SETELAH PENYULUHAN CUCI TANGAN YANG BENAR PADA SISWA/SISWI KELAS V SD KALISUREN 2 KAMPUNG BARU TAHUN 2016 Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i1.1967

Abstract

PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI STIMULUS PADA ANAK USIA “GOLDEN AGE” DI KELAS PARENTING TAMAN PAUD UNIVERSITAS ESA UNGGUL Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v2i2.1590

Abstract

AbstractThere was increasing in school dropout rates  (3,14%) due to the unpreparedness of the child's brain development to face the formal education might be  caused by low stimulus developmental during  golden age period. The development of science has led us of the important role of stimuli from parents on the development of children aged 0-5 years. The objective of this parenting class is to increase the parents awareness about the importance of the stimuli that can be done from family. The stimuli can be done in various ways according to the age of the child. Stimulation of this child will have an impact on their quality of life in the future. The provision of extension materials on how to stimulate the development and optimization child's brain is given in class parenting Taman PAUD UEU divided into the first session, a paradigm shift regarding the major education obtained at school, but should start from the family, the second session of exposure of the material containing about how stimulus for children develop the ability of brain function that can be done by parents, the third session of motivation to increase the desire and willingness of parents in stimulus to brain development in children and continued with last session, the question and answer session can be interspersed with the consultation issue. Implementation considered highly successful in increasing parental knowledge in stimulating children. In summary, it can be concluded that the activities of education about how to stimulate the child's brain development and optimization is given in parenting classes in Taman PAUD UEU have demonstrated the increasing of knowledge and understanding of the importance of how to maximize the ability of a child's brain function to create a quality of human resources in the future. Keywords: PAUD, early children, parenting class AbstrakTingginya angka putus sekolah yang mencapai 3,14% dapat disebabkan oleh ketidaksiapan perkembangan otak anak dalam menghadapi pendidikan formal. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya stimulus perkembangan diusia golden age. Perkembangan ilmu pengetahuan telah mengantarkan kita akan pentingnya peranan stimulus/rangsangan dari orang tua terhadap perkembangan anak usia 0-5 tahun. Pelaksanaan kelas parenting ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya stimulus yang dilakukan di lingkungan rumah. Pemberian stimulus tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan usia anak. Penstimulusan anak ini akan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup anak dimasa yang akan datang.  Pemberian materi penyuluhan mengenai cara menstimulus perkembangan dan mengoptimalan otak anak diberikan di kelas parenting di Taman PAUD UEU dengan dibagi menjadi sesi pertama, perubahan paradigma mengenai pendidikan utama didapatkan disekolah, namun seharusnya dimulai dari keluarga, kedua, sesi pemaparan materi yang berisikan mengenai cara stimulus untuk mengembangkan kemampuan fungsi otak anak yang dapat dilakukan oleh orang tua, ketiga, sesi pemberian motivasi untuk meningkatkan keinginan dan kemauan orang tua dalam melakukan stimulus untuk perkembangan otak anak dan dilanjutkan dengan sesi terakhir, yakni sesi tanya jawab yang dapat diselingi dengan konsultasi masalah. Pelaksanaan dinilai sangat berhasil dalam meningkatkan pengetahuan orangtua dalam menstimulus anak. Secara kumulatif, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan mengenai cara menstimulus perkembangan dan mengoptimalan otak anak yang diberikan di kelas parenting di Taman PAUD UEU telah menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya cara memaksimalkan kemampuan fungsi otak anak untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Kata kunci: PAUD, anak usia dini, kelas parenting
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS CIJAKU Rahmawati, Mia; Nurmawaty, Dwi; Vionalita, Gisely
Health Publica Vol 2, No 02 (2021): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v2i02.4653

Abstract

Motivasi kerja merupakan faktor yang paling penting dalam meningkatkan kinerja tenaga kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan kepada lima tenaga kesehatan di unit rawat jalan  Puskesmas Cijaku, didapatkan hasil 80% atau 4 dari 5 orang tenaga kesehatan memiliki motivasi kerja rendah hingga sedang. Penurunan motivasi yang dialami oleh para tenaga kesehatan di unit rawat jalan Puskesmas Cijaku akan berdampak kepada kedisiplinan tenaga kesehatan. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Variabel yang diteliti antara lain, umur, tingkat pendidikan, persepsi kebijakan, persepsi supervisi, persepsi kompensasi, dan status kepegawaian. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan di unit rawat jalan Puskesmas Cijaku sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu berjumlah 34 orang dikurangi 5 orang tenaga kesehatan yang mengikuti studi pendahuluan. Data yang didapatkan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan proporsi variabel yang diteliti. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,5% tenaga kesehatan di unit rawat jalan Puskesmas Cijaku memiliki motivasi kerja yang rendah. Proporsi terbesar usia tenaga kesehatan adalah <32 tahun (55,9%), berpendidikan D3 (58,8%), memiliki status kepegawaian sebagai pegawai tidak tetap (55,9%), puas terhadap kebijakan yang berlaku (52,9), puas terhadap supervisi yang sudah berjalan (67,6%), dan tidak puas dengan kompensasi (70,6%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja adalah kebijakan dengan p value=0,002 (PR 15.167; 95% CI 2.837-81.095) dan status kepegawaian dengan p value=0,038 (PR 5.958; 95% CI 1.332-26.662). Diharapkan pihak Puskesmas dapat mengikutsertakan para pegawai dalam pembuatan kebijakan dan memberikan tugas dengan tantangan kerja yang menarik kepada pegawai. 
UPAYA PENINGKATAN PERILAKU “MELEK” HIDUP SEHAT IBU BALITA Vionalita, Gisely; Kusumaningtiar, Devi Angeliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i02.7301

Abstract

Permasalahan mitra pada RW 2 Pondok Kacang Timur adalah rendahnya pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat Ibu yang memiliki balita. Masih banyak ditemui pada masyarakat sekitar Mitra yang masih enggan atau lalai dalam mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan atau setelah menggunakan toilet. Selain itu masih banyak Ibu dengan balita tidak mengerti pola makan yang baik bagi keluarga. Ibu dan balita yang mengonsumsi makanan yang kurang bergizi atau tidak seimbang (kurang buah dan sayur) dapat menghadapi risiko kekurangan nutrisi dan masalah kesehatan lainnya. Kegiatan abdimas ini dilaksanakan dengan melaksanakan penyuluhan secara langsung dengan media leaflet. Sebelum dilaksanakan penyuluhan, hanya 48% Ibu yang memiliki pengetahuan tentang perilaku hidup Bersih dan Sehat. Hasil dari penyuluhan ini didapatkan peningkatan pengetahuan Ibu dengan balita mengenai perilaku hidup Bersih dan Sehat menjadi 80%. 
PENGENALAN GAYA PENGASUHAN DAN PENINGKATAN PANTAU PERTUMBUHAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Angkasa, Dudung; Rozali, Yuli Azmi; Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v9i02.5995

Abstract

SDN Kedaung Barat 1 has no specific room for performing a UKS (school health services) activities. Hence, growth monitoring program is rarely performe in a regular basis. UKS also may help the school society including parents to involve actively to its program and build a holistic nutrition and health program for the students. This community service aimed at enhancing the growth measurement skills and also parenting style. Representative of teacher, student and parents were involved in this activities. Participants were enthusiatic with the given educational materials. Question and answer cames from participant during discussion about the parenting styles and growth monitoring as well. Student also had a change to speak up about how they parents behave to them. This activity enabled the participant to identify why school children did not gain weight or height rapidly. Participants also gained a technical skills to measure the growth accurately and at the same time how to calibrate the measurement tools particularly the digital weighing scale. This community service activity was reported in local media mass and had been posted in a youtube channel https://youtu.be/ENqGMNrvC7k and instagram @giselprogram.
TAMPAH NASI (PENGURANGAN SAMPAH DENGAN EDUKASI) UNTUK KUALITAS HIDUP MASYARAKAT Vionalita, Gisely; Kusumaningtiar, Devi Angeliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v9i02.5905

Abstract

Permasalahan mitra di RT 05 RW 01 Komplek Pemda Jatiasih Bekasi adalah rendahnya pengetahuan mengenai perilaku pengolahan sampah sehingga banyak masyarakat yang membuang dan membakar sampah di lahan terbuka yang dimiliki di wilayah tersebut. Sehingga terdapat wilayah kumuh, penumpukkan sampah dan mencemarkan sanitasi yang berdampak terhadap kesehatan dan kualitas masyarakat. Tujuan kegiatan abdimas ini untuk merevitalisasi lahan terbuka yang ada menjadi lahan terbuka hijau yang dapat memberikan banyak manfaat untuk kegiatan positif seperti area olahraga dan area tempat anak bermain. Lahan hijau ini juga bisa jadi pusat sinergi dengan memberikan udara segar dan meningkatkan kualitas hiduap masyarakat sekitar. Untuk mencapai tujuan utama kegiatan pengabdian Masyarakat ini, akan diikuti dengan beberapa kegiatan seperti penyuluhan mengenai perilaku pebgolah sampah, dampak terhadap kesehatan, penyuluhan fungsi lahan terbuka hijau terhadap fisik, sosial, emosi dan ekosistem, pemaparan dan pelatihan cara sederhana. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan peningkatan pemahaman masyarakat sebanyak 80% mengenai pengolahan sampah, fungsi lahan terbuka hijau dan cara mendaurulang sampah menjadi suatu produk. Diharapakan mitra secara berkelanjutan melaksanakan program pemilahan sampah dan pengolahan sampah anorganik.Kata Kunci: Perilaku kesehatan, sampah, lahan terbuka hijau, produk sampah
Relationship between Health Belief Model constructs and smoking behavior among school-age adolescents in Indonesia: A cross-sectional study Vionalita, Gisely; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Angkasa , Dudung
Public Health of Indonesia Vol. 9 No. 4 (2023): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v9i4.717

Abstract

Background: Programs aimed at altering health risk behavior in adolescents have frequently been a priority for the health department in Indonesia. However, these efforts have not yielded optimal results thus far. The Health Belief Model (HBM) is considered a dependable indicator for predicting health-risk behavior. Objective: This study sought to establish the relationship between the constructs of the Health Belief Model (HBM) – namely, perceived susceptibility to health-related issues due to smoking, perceived barriers to non-smoking, perceived benefits of non-smoking, perceived self-efficacy to non-smoking, and cues to action for non-smoking – and smoking behavior among adolescents of school age. Methods: The study employed a cross-sectional design, examining smoking behavior in 171 school-age adolescents in Indonesia. This was done using an online Indonesian Smoking Behavior Questionnaire and a validated Indonesia Health Belief Model Questionnaire that measures the five domains of HBM. The Chi-square test was utilized to explore associations among different variables. Results: Adolescents with an average age of 16.04 years (ranging from 12 to 17 years) reported a 5.8% incidence of smoking in the past 30 days. Significantly, there was a relationship between perceived susceptibility (p = 0.002), barriers to quitting smoking (p <0.001), cues to action (p = 0.019), and smoking behavior in adolescents. Conclusion: The study provides valuable insights into how the Health Belief Model is linked to the involvement of adolescents in health risk behavior, particularly smoking. This information is crucial for the development of health education tailored to adolescents of school age.