Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Pengaruh Kehalusan Mesh Plaxis 2d dan 3d terhadap Prediksi Penurunan Konsolidasi pada Proyek Reklamasi Belawan Phase I Tika Ermita Wulandari; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.447 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i4.1773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan besar penurunan konsolidasi dengan metode elemen hingga Plaxis 2D dan 3D dengan beberapa tipe mesh yaitu very coarse, coarse, medium, fine dan very fine dengan data Settlement Plate (S29) di lapangan. Dari hasil analisis diperoleh besar penurunan konsolidasi menggunakan pemodelan Plaxis 2D menggunakan beberapa tipe yaitu very coarse = 7,432 m, coarse = 7,421 m, medium = 7,466 m, fine = 7,486 m dan very fine = 7,491 m sedangkan penurunan konsolidasi dengan pemodelan plaxis 3D pada tipe very coarse = 6,874 m, coarse = 6,983 m, medium = 6,783 m, fine = 6,627 m dan very fine = 6,956 m. Sehingga dapat disimpulkan pengaruh mesh tidak selamanya linier semakin kecil atau besar tetapi fluktuatif. Namun dari hasil yang didapat penurunan konsolidasi Plaxis 3D relatif lebih mendekati aktual di lapangan dengan persentasi perbandingan mesh tipe very coarse = -4,39%, coarse = -2,88%, medium = -5,66%, fine = -7,83% dan very fine=-3,25% sedangkan pemodelan Plaxis 2D didapat persentasi perbandingan pada mesh tipe very coarse = 3,37%, coarse = 3,21%, medium = 3,84%, fine = 4,12% dan very fine = 4,19%.
Analisa Konsolidasi Di Area Non Sand-Key pada Areal Reklamasi Proyek Pengembangan Pelabuhan Belawan-Phase I Menggunakan Plaxis 2D dan 3D Melvi Maulita Napitupulu; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.789 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.2187

Abstract

Reklamasi adalah salah satu cara untuk menggunakan lahan atau perairan yang digunakan untuk pembuatan lahan daratan baru dari dasar perairan. Sand key adalah lokasi di mana sand replacement dikerjakan, pada lokasi ini tanah lunak akan digali dari elevasi permukaan dasar laut sampai elevasi yang didapatkan. Kemudian akan ditimbun kembali menggunakan pasir yang memiliki karakteristik yang lebih baik. Fungsi dari sand replacement ini adalah untuk menahan tekanan yang bergerak dari area reklamasi menuju ke alur pelayaran sebagai akibat dari proses reklamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar penurunan konsolidasi dengan menggunakan metode elemen hingga dengan pemodelan pada plaxis 2D dan 3D, di area non sand key. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode elemen hingga menggunakan plaxis 2D dan 3D. Dari hasil analisis diperoleh bahwa besar penurunan pada plaxis 2D adalah 7,930 meter dan dari analisis plaxis 3D adalah 7,935 meter. Penurunan yang terjadi menurut pengamatan settlement plate di lapangan adalah 7,850 meter. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan akibat data laboratorium tidak mewakili keseluruhan lapisan tanah. Penurunan konsolidasi dengan plaxis 2D dan 3D memberikan hasil yang lebih mendekati penurunan hasil observasi di lapangan dimana persentasi perbedaan penurunan sebesar 1,008% dan 1,071%.
Analisis Daya Dukung Aksial Bored Pile Ø 80 CM dengan Menggunakan Uji Beban Statik dan Menggunakan Metode Elemen Hingga pada Proyek Menara BRI – Medan Sundari, Risky Fajar; Roesyanto, Roesyanto; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Surbakti, Rudianto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i1.14840

Abstract

Tingginya jumlah penduduk diberbagai kota besar seperti Kota Medan membuat berkembangnya gedung di kota ini semakin pesat. Hal ini mempengaruhi kebutuhan pile pada suatu pondasi yang bangunan karena perkembangan bangunan yang memiliki konsep vertikal maka diperlukan pondasi yang kuat untuk menerima beban dari struktur atas (upper structure). Pondasi yang digunakan di Kota Medan rata-rata menggunakan pondasi bored pile, karena pondasi yang tergolong pondasi dalam ini memiliki dampak getaran yang kecil dalam pengerjaannya dan cocok digunakan di area padat penduduk. Hal ini sangatlah menentukan desain pondasi bored pile yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Strategi penelitian yang digunakan untuk menjawab perumusan masalah penelitian ini adalah mengumpulkan data dari lapangan (proyek) data tanah. Kemudian dianalaisis dengan metode Reese and O'neill yang digunakan untuk mendapatkan nilai daya dukung dari hasil uji SPT dan menghitung besarnya penurunan yang terjadi pada pondasi bored pile proyek Menara BRI-Medan secara analitis dan dengan metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D dan PLAXIS 3D dengan jenis tanah Mohr-Coulomb dan Hardening Soil. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, daya dukung ultimate bored pile berdasarkan data SPT dengan menggunakan persamaan O’Neil dan Reese adalah 388 ton sedangkan hasil interpretasi loading test dengan metode Davisson memberikan nilai 240 ton, metode Mazurkiewich 325 ton dan metode Chin 344 ton. Untuk besar penurunan bored pile tunggal, secara analitis dengan metode elastis menghasilkan besar penurunan 3,40 mm, analisis berdasarkan FEM PLAXIS 2D Mohr-Coulomb penurunan maksimum sebesar 4,51 mm dan Hardening Soil penurunan maksimum sebesar 3,85 mm, serta analisis berdasarkan FEM PLAXIS 3D Mohr-Coulomb penurunan maksimum sebesar 3,87 mm, dan Hardening Soil penurunan maksimum sebesar 3,41 mm. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa persamaan O’Neil dan Reese memberikan nilai lebih besar dari pada interpretasi pengujian pembebanan sehingga akan memberikan nilai keamanan yang besar jika digunakan saat desain dan analisis penurunan yang paling mendekati hasil di lapangan adalah analisis dengan PLAXIS 3D dengan jenis permodelan Hardening Soil dan perhitungan analitis
Analisis Daya Dukung Aksial Dan Penurunan Pondasi Bored Pile Dengan Menggunakan Uji Beban Statik Dan Menggunakan Metode Elemen Hingga Pada Pembangunan Bri-Medan Mungkur, Bonar Lumsa; Roesyanto, Roesyanto; Harahap, Syiril Erwin; Fischer, Indra Jhon
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60755

Abstract

This study analyzes the axial bearing capacity and settlement of a single bored pile foundation with a diameter of 80 cm used in the construction project of the BRI Tower, utilizing static load testing and the Finite Element Method (PLAXIS 3D program). Field data from the Standard Penetration Test (SPT) and cyclic loading test were compared with numerical simulations using the Mohr-Coulomb and Hardening Soil models. The ultimate axial compressive bearing capacity (Qu) of a single bored pile determined analytically using SPT data and the O’Neil and Reese equation is 454.5 tons. The ultimate axial bearing capacity (Qu) of a single bored pile based on loading test data interpreted using the Davisson method is 492.0 tons, the Mazurkiewich method is 464.0 tons, and the Chin method is 416.6 tons. Based on the Finite Element Method (PLAXIS 3D) using the Hardening Soil model, the ultimate axial bearing capacity interpreted using the Davisson method is 497.0 tons, the Mazurkiewich method is 482.0 tons, and the Chin method is 588.2 tons. Meanwhile, the ultimate axial bearing capacity based on the Finite Element Method (PLAXIS 3D) using the Mohr-Coulomb model is 445.0 tons by the Davisson method, 450.0 tons by the Mazurkiewich method, and 714.2 tons by the Chin method. Based on analytical calculations, load tests, and the Finite Element Method, the elastic settlement of a single bored pile was 18.85 mm analytically, 6.13 mm from the loading test, 8.15 mm from the PLAXIS 3D Mohr-Coulomb model, and 6.11 mm from the PLAXIS 3D Hardening Soil model. Overall, the settlements remain within the acceptable tolerance limit (25 mm). Recommendations include the potential for further development of this research by using other analysis software such as MIDAS. Furthermore, future updates to the axial bearing capacity testing standards are suggested, where analysis of foundation bearing capacity may be performed solely using the Finite Element Method (PLAXIS 3D) or other software.