Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : jurnal syntax admiration

Analisis Pengaruh Jarak Pemasangan PVD Terhadap Derajat Konsolidasi pada Konstruksi Timbunan Daniel Anderson Munthe; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i3.195

Abstract

Metode pembebanan awal (preloading) dan drainase vertikal adalah salah satu metode populer yang digunakan untuk meningkatkan kuat geser tanah lunak dengan besar pembebanan yang sama atau lebih daripada beban yang akan dipikul oleh tanah baik saat tahapan konstruksi maupun setelah tahapan konstruksi selesai. Sedangkan drainase vertikal dapat mempercepat proses konsolidasi. Berdasarkan perkembangan drainase vertikal adalah penggunaan PVD (Prefabricated Vertical Drain). PVD berfungsi untuk mengalirkan air yang terdisipasi akibat proses konsolidasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil penurunan yang lebih mendekati antara perhitungan analitis dan dengan pemodelan Plaxis 2D baik tanpa memperhitungkan efek smear zone maupun dengan memperhitungkan efek smear zone. Berdasarkan hasil analisis ini diperoleh untuk perhitungan derajat konsolidasi pemasangan PVD dengan jarak pemasangan 1 meter lebih cepat dibandingkan jarak 1,3 meter dan 1,5 meter dan juga hasil analisis ini diperoleh besar penurunan yang terjadi pada proses konsolidasi dengan pemodelan pada Plaxis 2D dengan memperhitungkan efek smear zone adalah 1,484 meter dan 1,76 meter tanpa memperhitungkan efek smear zone. Sedangkan untuk penurunan aktual yang terjadi dilapangan berdasarkan data Settlement Plate-02 adalah 1,637 meter. Waktu yang dibutuhkan dalam proses konsolidasi menggunakan pemodelan Plaxis 2D baik dengan memperhitungkan efek smear zone lebih lama dibandingkan tanpa memperhitungkan efek smear zone.
Studi Perbandingan Parameter Konsolidasi Standar dengan Konsolidasi Loading Unloading Reloading untuk Tanah dengan Klasifikasi MH Atau A-7-5 (24) Sarfin Halim; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i4.208

Abstract

Tanah lunak memiliki dua permasalahan utama yaitu kuat gesernya yang kecil dan kompresibilitasnya yang besar. Hal yang akan diteliti adalah kompresibilitasnya yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan setelah pembangunan selesai. Lokasi penelitian adalah tanah lunak di Marelan Terjun. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penurunan dari tanah lunak yang terdapat di wilayah tersebut, agar dapat menjadi masukan dalam pembangunan di wilayah tersebut. Penelitian yang akan dilakukan pada tanah lunak Marelan Terjun adalah pengujian sifat fisis, konsolidasi standar dan konsolidasi loading unloading reloading. Hasil penelitian klasifikasi tanah yang diperoleh berdasarkan USCS dapat digolongkan menjadi MH, yaitu lanau berplastisitas tinggi, sedangkan berdasarkan AASHTO dapat digolong menjadi A-7-5 (24), yaitu tanah berlempung. Untuk parameter-parameter pada konsolidasi standar didapat antara lain Cv = 22 x 10-4 cm2/detik; Cc = 0,234; Cr = 0,064; av = 0,266; mv = 0,0914 dan k = 2,68 x 10-7. Sedangkan pada konsolidasi loading unloading reloading didapatkan hasil antara lain Cv = 69 x 10-4 cm2/detik; Cc = 0,183; Cr = 0,0615; av = 0,207; mv = 0,0434 dan k = 2,13 x 10-7. Nilai Cc, av dan mv pada konsolidasi standar lebih besar konsolidasi loading unloading reloading akibat konsolidasi standar yang mengalami pembebanan terus-menerus sampai 160 kg sebelum beban dilepaskan sampai 5 kg. Hal ini dikarenakan pada konsolidasi standar beban diberikan secara terus menerus.
Studi Perbandingan Parameter Kekuatan Geser Triaxial (Cu) Multistage Dengan Singlestage Untuk Tanah Klasifikasi Mh Atau A-7-5(25) Agus Pronoto; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i4.210

Abstract

Tanah lunak memiliki dua permasalahan utama yaitu kuat gesernya yang kecil dan kompresibilitasnya yang besar. Hal yang akan diteliti adalah kompresibilitasnya yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan setelah pembangunan selesai. Lokasi penelitian adalah tanah lunak di Marelan Terjun. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penurunan dari tanah lunak yang terdapat di wilayah tersebut, agar dapat menjadi masukan dalam pembangunan di wilayah tersebut. Penelitian yang akan dilakukan pada tanah lunak Marelan Terjun adalah pengujian sifat fisis, konsolidasi standar dan konsolidasi loading unloading reloading. Hasil penelitian klasifikasi tanah yang diperoleh berdasarkan USCS dapat digolongkan menjadi MH, yaitu lanau berplastisitas tinggi, sedangkan berdasarkan AASHTO dapat digolong menjadi A-7-5 (24), yaitu tanah berlempung. Untuk parameter-parameter pada konsolidasi standar didapat antara lain Cv = 22 x 10-4 cm2/detik; Cc = 0,234; Cr = 0,064; av = 0,266; mv = 0,0914 dan k = 2,68 x 10-7. Sedangkan pada konsolidasi loading unloading reloading didapatkan hasil antara lain Cv = 69 x 10-4 cm2/detik; Cc = 0,183; Cr = 0,0615; av = 0,207; mv = 0,0434 dan k = 2,13 x 10-7. Nilai Cc, av dan mv pada konsolidasi standar lebih besar konsolidasi loading unloading reloading akibat konsolidasi standar yang mengalami pembebanan terus-menerus sampai 160 kg sebelum beban dilepaskan sampai 5 kg. Hal ini dikarenakan pada konsolidasi standar beban diberikan secara terus menerus.
Pengaruh Penambahan Serat Rami pada Tanah Terjun-Medan dengan Pengujian Standard Compaction, Triaxial Unconsolidated Undrained, dan Prediksi Balik dengan Plaxis 2D Handi Utama Thomas; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i4.220

Abstract

Tanah mempunyai peranan yang penting dalam konstruksi. Daya dukung tanah wajib mampu menahan beban struktur di atasnya. Problematika tanah lunak yang sering dijumpai seperti kerusakan jalan perkerasan lentur maupun kaku, kelongsoran timbunan, kelongsoran lereng, dan penurunan tanah yang menyebabkan kerusakan struktur. Diperlukan inovasi yang ramah lingkungan dalam penanganan tanah lunak tersebut secara in-situ disamping dengan pertimbangan dari segi ekonomis, waktu, dan ketersediaan material. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat rami pada tanah terhadap kekuatan geser dan kepadatan kering maksimum tanah. Penelitian ini menggunakan serat rami yang dicampurkan secara acak dengan tanah dengan kadar rami sebesar 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% dari berat tanah kemudian dilakukan compaction test dan Triaxial UU. Pengujian Triaxial UU dilakukan untuk tanah dengan kandungan serat maksimum. Hasil penelitian ini yaitu kepadatan kering maksimum (ℽdmax) tanah mengalami penurunan seiring dengan penambahan serat rami dimana ℽdmax tertinggi sebesar 1,595 g/cm3 sedangkan ℽdmax terendah sebesar 1,438 g/cm3. Penambahan serat rami sebesar 5% menghasilkan peningkatan pada nilai kekuatan geser (cu) hasil pengujian Triaxial UU sebesar 477,1% dari 1,05 kg/cm2 menjadi 5,01 kg/cm2. Hasil pemodelan Triaxial UU dengan pemodelan harderning soil model pada program Plaxis 2D cukup mendekati dengan hasil pengujian laboratorim dengan hasil tegangan deviatorik yang relatif sama.
Analisis pasang surut air dan konsolidasi reklamasi belawan phase I dengan PLAXIS 2D dan 3D Yunike Wulandari Br Tarigan; Roesyanto Roesyanto; Gina Cynthia Raphita Hasibuan; Rudianto Surbakti
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i9.468

Abstract

Salah satu solusi untuk teknik perbaikan tanah di proyek reklamasi belawan phase I adalah dengan teknik Preloading yang melakukan suatu kombinasi dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Metode ini dipilih karena dianggap efektif dalam mempercepat konsolidasi tanah. Serta mampu mengurangi total waktu yang diperlukan dalam proses pemadatan tanah oleh preloding. Berkaitan dengan hal tersebut PVD juga dapat mengurangi beban tambahan yang dibutuhkan untuk mencapai kepadatan tanah yang diinginkan dalam jangka waktu yang sama beserta dengan penerapan beban sementara pada tanah dengan tekanannya akan setara atau lebih besar dari tekanan desain. Pada teknik penimbunan tanah yang dikombinasikan preloading dengan PVD (Prefabricated Vertical Drain) memiliki potensi manfaat yang besar yakni mengurangi besar penurunan setelah pembangunan, mempercepat proses konsolidasi , meningkatkan stabilitas tanah dan mengurangi mitigasi efek likuifaksi. (Badan Standarisasi Nasional, 2017).
Pengaruh Penambahan Bubuk Gypsum Terhadap Kuat Geser Tanah Berdasarkan Pengujian Triaksial Serta Pemodelan Dengan Metode Elemen Hingga Ade Al Muhyi; Roesyanto Roesyanto; Gina Cynthia Rapitha Hasibuan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i9.474

Abstract

Tanah merupakan elemen yang sangat penting dalam suatu konstruksi dimana berperan sebagai pondasi pendukung segala jenis konstruksi ataupun bahan konstruksi tersebut. Tanah dapat dijadikan pondasi struktur diatasnya apabila memiliki daya dukung yang cukup.  Dari nilai CBR dan nilai kuat geser dapat dilihat parameter daya dukung tanah . Dalam penelitian ini, serbuk gipsum akan digunakan sebagai bahan perkuatan tanah karena gipsum mengandung silika sebagai pengikat mineral, yang memiliki kinerja lebih baik daripada pengikat organik karena tidak menimbulkan polusi udara dan murah, tahan api, tahan terhadap faktor biodegradable dan bahan kimia.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tanah plesteran terhadap kuat geser tanah, berat jenis kering maksimum dan CBR . Selain itu pada penelitian ini juga akan menganalisis perbandingan hasil parameter kuat geser tanah antara pengujian UCT dengan Triaxial UU serta menganalisis bagaimana perbandingan hasil pengujian Triaxial UU laboratorium dengan simulasi pengujian Triaxial UU yang dilakukan pada program PLAXIS 2D 2017.01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kering maksimum (ℽdmax) tanah menurun dengan penambahan bubuk gipsum, dmax tertinggi 1,60 g/cm3, dan dmax terendah 1,59 g/cm3. Nilai kekuatan geser (cu) hasil pengujian UCT mengalami peningkatan seiring dengan penambahan bubuk gypsum dimana nilai cu terendah sebesar 0,90 kg/cm2 sedangkan nilai cu tertinggi sebesar 2,983 kg/cm2, terjadi peningkatan 231%.  Hasil pemodelan dari pemodelan UU triaksial dan model tanah yang diperkeras pada program PLAXIS 2D sangat mendekati hasil pengujian laboratorium, menghasilkan hasil tegangan deviator 15% yang relatif sama.
Analisis Konsolidasi dengan Metode Preloading dikombinasikan dengan PVD berdasarkan Perhitungan Analitis dan Plaxis 2d Baby Purba; Roesyanto Roesyanto; Gina Cyntia Raphita; Rudianto Surbakti
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i12.518

Abstract

Soft soil has poor soil characteristics. These soils generally have high compressibility, low permeability and low carrying capacity. Soil improvement by preloading and PVD is one of the common soil improvement methods to speed up the process of soil consolidation. The initial loading is carried out with the aim of consolidating the soft soil layer with the same or more loading amount than the load that will be carried by the soil both during and after construction. While vertical drainage can speed up the consolidation process. This analysis aims to determine the magnitude of consolidation settlement using analytical methods and finite element methods with PLAXIS 2D modeling, the effect of modeling using quadratic triangle elements (6 nodal points) and quartic triangle elements (15 nodal points) on the consolidation magnitude and calculation processing time. The method used in this thesis is the analytical method using Terzaghi's theory and the finite element method using PLAXIS 2D. From the results of the analysis it was found that the use of a quadratic triangle element with 6 nodal points and 15 nodal points did not have a significant effect on the reduction results, but had a large effect on the length of the calculation process. After analyzing using 2D modeling using a quadratic triangle element with 6 nodal points and a quartic triangle element with 15 nodal points, a decrease of -6.673 meters for 6 nodal points and -6.669 meters for 15 nodal points is obtained. There was no significant difference between the two methods, which was only 4 mm different. The time needed to calculate with 6 nodes is about 1 hour and 15 nodes is about 4 hours.
Analisis Daya Dukung & Penurunan Bored Pile 80cm di Proyek Kompleks Kantor-Apartemen dengan Metode Analitis & Elemen Hingga Gusar Tampubolon; Roesyanto Roesyanto; Gina Cynthia R Hasibuan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i4.1102

Abstract

This study will look for the ultimate bearing capacity value of bored pile foundation and foundation subsidence, based on SPT data and loading test calculated empirically with SPT data using equations provided by O'Neil and Reese while loading test data using curve interpretation Davidson Method, Mazurkiewich Method, Chin Method and finite element method using 2D Plaxis software with all types of medium mesh. After analysis, the ultimate bored pile carrying capacity value of ø 80 cm based on SPT data using the O'neill and Reese equations was 1242 tons, then analysis using the Davisson method of 875 tons, using the Mazurkiewiech method of 960 tons and the Chin method of 876 tons. While the ultimate carrying capacity based on PLAXIS 2D calculations is 1364 tons. 5. Based on SPT data, the carrying capacity of a single bored pile axial permit (Qi) was obtained at 497 tons with SF = 2.5. And for the value of the decrease that occurs in the bored pile foundation based on analytical results is 22.85 mm, based on the loading test is 7.95 mm and based on the PLAXIS 2D program is 14.12 mm. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the O'Neil and Reese equations provide a greater value than the interpretation of load testing so that it will provide a large safety value if used when design and descent analysis that is closest to the results in the field is analysis with 2D PLAXIS with the Mohr-Coulomb modeling type. There are differences in carrying and lowering capacity analysis results with several methods used, but the use of analytical methods and finite element methods with PLAXIS 2D meets the safety requirements of bored pile foundations.
Analisis Daya Dukung Lateral Bored Pile Ø 80 Cm dengan Menggunakan Uji Beban Lateral dan Menggunakan Metode Elemen Hingga pada Proyek Menara BRI - Medan Rizky Simanjuntak; Roesyanto Roesyanto; Syiril Erwin Harahapan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i8.1398

Abstract

Bored pile foundations are deep foundations that are often used in the construction of large construction sites located in dense areas with the consideration of reducing noise and the influence of vibrations that would occur if pile foundations were used. This analysis aims to calculate the lateral bearing capacity of the bored pile foundation based on the results of analytical calculations using the Broms method, the Davisson method, the Chin method, the Mazurkiewich method, and analyzing the displacement of the bored pile foundation based on loading tests in the field. and the results of soil modeling with Allpile and finite element methods with the Mohr-Coulomb soil model, and the Hardening Soil model. Based on the analysis that has been carried out, the ultimate bearing capacity of the bored pile based on SPT data using the Broms method is 18.92 tons, while the results of the interpretation of the loading test using the Davisson method are 18 tons, the Chin method is 18.98 tons, and the Mazurkiewich method is 19 tons. For the large deflection of a single bored pile with a load of 200% with the Allpile program the large deflection that occurs is 4.25 mm and analysis based on FEM PLAXIS 3D using soil modeling with Mohr - Coulomb large deflection of 3.0 mm and soil modeling with Hardening Soil 2.99 mm.
Analisis Pondasi Bored Pile pada Proyek Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing dengan Metode Analitis dan Metode Elemen Hingga Baliaan Muhammad Maulana; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 6 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i6.257

Abstract

Pondasi Bored Pile merupakan solusi dalam pemilihan pondasi dalam dengan beberapa keadaan yang kompleks sehingga tidak memungkinkan penggunaan tiang pancang. Namun dalam analisisnya, terdapat perbedaan dengan pondasi tiang pancang sehingga analisis tiang pancang tidak dapat diaplikasikan dalam perhitungan Bored Pile. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis Bored Pile berupa daya dukung dan penurunan secara analitis dan metode elemen hingga dengan Plaxis 3D. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, nilai daya dukung ultimate Bored Pile tunggal yang didapat dari perhitungan secara analitis dengan metode O’neil dan Reese adalah 511,03 ton, sedangkan berdasarkan interpretasi pengujian pembebanan di lapangan dengan metode Davisson adalah 410 ton, dengan metode Chin 560 ton dan metode Mazurkiewichz adalah 630 ton. Besar daya dukung dari hasil analisis Plaxis 3D dengan metode Davisson adalah 155 ton, metode Chin 547 ton dan dengan metode Mazurkiewichz adalah 635 ton. Besar penurunan Bored Pile secara analitis dengan metode penurunan elastis adalah 56,6 mm, dengan analisis Plaxis 3D dengan Mesh medium adalah 219 mm, sedangkan hasil penurunan di lapangan berdasarkan data pengujian pembebanan adalah 36,4 mm. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai daya dukung ultimate Bored Pile berdasarkan metode O’neil dan Reese lebih besar daripada hasil interpretasi loading test dengan metode Davisson, dan nilai terbesar diperoleh dari interpretasi metode Mazurkiewichz. Sedangkan hasil analisis penurunan, besar penurunan yang paling mendekati hasil di lapangan adalah berdasarkan metode penurunan elastis.