Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kuasa Perempuan dalam Naskah Sendratari Singo Barong Babad Alas Roban Kajian Feminisme: Penelitian Aghnia Alivia Chairunnisa; Yuli Kurniati Werdiningsih; Alfiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kuasa perempuan dalam naskah Sendratari Singo Barong Babad Alas Roban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian feminisme. Sumber data penelitian ini adalah naskah Sendratari Singo Barong Babad Alas Roban. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan wacana yang memuat tentang bentuk-bentuk kuasa perempuan pada naskah Sendratari Singo Barong Babad Alas Roban. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam naskah Sendratari Singo Barong terdapat tokoh perempuan yang direpresentasikan memiliki bentuk kuasa perempuan yang meliputi kuasa atas perannya, kuasa atas dirinya, dan kuasa relasi negosiasi sebagai penentu keberhasilan tokoh lain yang ada pada naskah sendratari.
Makna Denotasi, Konotasi, dan Mitos dalam Kidung Pepeling Karya Ki Anom Suroto Sebagai Media Pengingat Sholat dalam Pujian Pasca Adzan Qurrota A’yuna Khaeroni; Alfiah; Nuning Zaidah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 4 (2024): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i4.1721

Abstract

Da'wah is an activity of voicing, calling, inviting or appealing to someone. In the Islamic religion, da'wah is an activity carried out to invite or distribute information related to the teachings of the Islamic religion. One example of da'wah is by providing information in the form of reminders to pray. Kidung Pepeling is a song initiated by Ki Anom Suroto which contains a warning message for carrying out prayers. This research regarding Kidung Pepeling by Ki Anom Suroto is intended to find out the meaning of connotation, denotation and myth contained in the lyrics. The scalpel used in this research is to use a literary critical approach, namely Roland Barthes' semiotic approach. This research was conducted using a qualitative descriptive method. The data collection process carried out was by collecting the lyric text of the Pepeling song as an initial stage. Then, the text that has been collected is first translated into Indonesian to simplify the research process. After that, the data analysis process in the form of the lyric text of the ballad is carried out based on the meaning, denotative, connotative and mythical meaning contained in the lyrics. The results obtained from this research were the discovery of semiotic signs in the form of deontation meaning, connotation meaning and mythical meaning in the Pepeling song.
Mental Health in the Perspective of Hadith Eliza Putri Ardiah; Alfiah; Nurul Habibah Arfizeah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4636

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, yang mencakup tidak hanya kesejahteraan fisik dan psikologis tetapi juga kesejahteraan spiritual. Fenomena globalisasi dan kemajuan teknologi telah memberikan dampak signifikan pada kehidupan manusia, termasuk peningkatan tekanan psikologis, stres, dan gangguan emosional. Dalam konteks ini, Islam, melalui Al-Qur'an dan Hadits, memberikan panduan komprehensif untuk menjaga kesehatan mental, menekankan ketenangan, pengendalian emosi, dan kedamaian pikiran. Studi ini bertujuan untuk meneliti konsep kesehatan mental dari perspektif hadits Nabi Muhammad (saw). Metode yang digunakan adalah riset pustaka, dengan menelaah buku, jurnal, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits Nabi menekankan pentingnya menjaga hati, kesabaran, zikir (mengingat Allah), optimisme, dan husnudzon (pikiran yang memaafkan) sebagai dasar kesehatan mental. Hadits juga menawarkan solusi praktis untuk menghadapi tekanan hidup melalui ibadah, pengendalian emosi, dan penguatan hubungan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesehatan mental, menurut hadits, bukan hanya ketiadaan gangguan mental tetapi mencakup keseimbangan spiritual, emosional, dan sosial yang membimbing manusia menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kata kunci : Konsep, Kesehatan Mental, Perspektif Hadits
Ingkar Sunah Modern (Telaah Kritis atas Pemikiran Rashad Khalifah) Hafizah; Alfiah; Nurhafiza; Anggi Fitriani; Eti Sapitri; Abdul Haziz Daulay
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4642

Abstract

Fenomena ingkar Sunnah merupakan salah satu wacana krusial dalam diskursus pemikiran Islam, khususnya terkait otoritas keagamaan dan epistemologi sumber ajaran Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis konsep ingkar Sunnah, sejarah kemunculannya, ragam argumen yang dikemukakan oleh para pengingkarnya, serta kelemahan metodologis dari argumen tersebut, dengan bertumpu pada kajian tekstual kritis terhadap karya Syuhudi Ismail. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang cenderung menempatkan Syuhudi Ismail sebagai tokoh pemikiran, penelitian ini memosisikan karyanya sebagai sumber primer untuk memetakan konstruksi wacana pengingkaran Sunnah dan respons intelektual para pembelanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ingkar Sunnah tidak hanya muncul sebagai persoalan teologis, tetapi juga sebagai problem epistemologis yang berakar pada kesalahan memahami relasi antara Al-Qur’an, Sunnah, dan otoritas kenabian. Argumen yang diajukan oleh para pengingkar Sunnah, baik yang bersifat naqli maupun non-naqli, terbukti mengandung kelemahan konseptual, historis, dan metodologis. Sebaliknya, upaya pelestarian Sunnah oleh para pembelanya dilakukan melalui pengembangan metodologi kritik sanad dan matan, pembentukan disiplin ilmu hadis, serta peneguhan kedudukan Sunnah sebagai sumber ajaran Islam yang integral. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa Sunnah tidak dapat dipisahkan dari struktur ajaran Islam tanpa menimbulkan reduksi makna dan praktik keagamaan.
Strategi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti dalam Internalisasi Literasi Digital Murid Generasi Alpha Alfiah; Halimah, Nur; Rahmawati, Aslihatul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63703

Abstract

Generation Alpha students at SMPN 3 Pakuhaji possess high digital proficiency yet face a character crisis in the virtual world (manifested in toxic speech, hoaxes, and diminished academic focus). This study aims to analyze the pedagogical strategies employed by Islamic Religious Education (PAI) and Character Education teachers to internalize digital literacy among Generation Alpha students at SMPN 3 Pakuhaji, Tangerang Regency. A qualitative field research method utilizing a case study approach was employed. Data collection involved four primary techniques: observation, interviews, documentation, and triangulation. The results indicate that the PAI teachers' pedagogical strategies are implemented by: (1) Integrating technology-based visual mediasuch as Smart TVs, projectors, YouTube videos, animations, and digital materialsto convey moral values ​​and make learning more engaging and varied; and (2) Instilling a culture of Tabayyun (verification) to counter hoaxes, providing guidance on finding credible religious websites, and reinforcing the concept of Muraqabah (awareness of God's constant presence) through lessons on faith and the practice of prayer (salat). The study concludes that these adaptive pedagogical strategies successfully fostered internal spiritual awareness among Generation Alpha students. This is evidenced by the development of a self-driven commitment to maintain digital etiquette, avoid social media conflicts, and shun negative content thereby upholding honesty and the fear of Allah SWT even without direct supervision. Furthermore, these adaptive strategies successfully bridged the learning gap and transformed digital devices from sources of distraction into tools for reinforcing noble character (akhlaqul karimah) within the digital space.