Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Usaha Kemplang Ikan Skala Rumah Tangga di Desa Terusan Menang Ogan Komering Ilir: Pengabdian Rina Dwi Wulandari; Zakia Royadi; Muhammad Ferdiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5475

Abstract

Kemplang merupakan produk olahan berbahan dasar ikan yang banyak diusahakan oleh masyarakat Desa Terusan Menang sebagai industri rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan proses produksi kemplang ikan sekaligus mendeskripsikan tahapan pengolahan yang masih mempertahankan metode tradisional. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui pendampingan langsung, observasi, dan dokumentasi terhadap proses produksi yang dikelola oleh Ibu Kartini di Desa Terusan Menang, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses produksi meliputi pengolahan ikan segar, pencampuran bahan secara manual, pembentukan adonan, pengukusan, dan penjemuran menggunakan sinar matahari. Meskipun masih menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada kondisi cuaca, pengrajin mampu menghasilkan kemplang dengan kualitas yang relatif stabil berkat keterampilan dan ketelitian dalam proses pengolahan.
Analisis Model Bisnis Syariah Pada Usaha Kemplang Tunu di Desa Pipa Putih Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (Studi Kasus pada Usaha Bik As Kemplang) Haji Rizki; Rina Dwi Wulandari; Yuniar Handayani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model bisnis syariah pada usaha Bik As Kemplang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model bisnis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, pekerja, dan konsumen. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan model bisnis yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya pada industri makanan tradisional seperti kemplang tunu. Usaha kemplang tunu di Desa Pipa Putih memiliki potensi ekonomi yang cukup besar sebagai produk kuliner khas daerah, namun pengelolaannya masih bersifat tradisional sehingga perlu dianalisis kesesuaiannya dengan prinsip bisnis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha Kemplang Tunu Bik As telah menerapkan model bisnis syariah melalui kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, seperti menghindari riba, gharar, dan maisir, serta menerapkan nilai kejujuran, keadilan, dan transparansi dalam transaksi dan pelayanan. Aspek kehalalan produk juga terpenuhi melalui penggunaan bahan baku yang halal dan proses produksi yang bersih, meskipun belum memiliki sertifikasi halal formal. Selain itu, usaha ini menunjukkan tanggung jawab sosial melalui keterlibatan masyarakat sekitar. Kualitas produk dijaga melalui bahan baku yang baik, proses produksi yang terstruktur, serta konsistensi rasa dan kesegaran. Faktor pendukung meliputi komitmen terhadap kehalalan dan kejujuran, tidak adanya pinjaman berbunga, serta dukungan keluarga, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan tenaga kerja, persaingan usaha, dan faktor cuaca yang memengaruhi produksi.
Analisis Peningkatan Kualitas dan Nilai Jual Produksi Batik Palembang (Studi Kasus Toko Kasih Ibu Living Plaza Palembang) Marainisari Marainisari; Rina Dwi Wulandari; Hendri Nuralam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12758

Abstract

Industri batik di Palembang memiliki potensi besar, tetapi pengembangannya masih menghadapi keterbatasan informasi pasar dan rendahnya kolaborasi antara perajin, komunitas, serta pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan memahami upaya peningkatan kualitas dan nilai jual batik Palembang, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis konsekuensinya bagi pengusaha batik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Kasih Ibu Living Plaza Palembang meningkatkan kualitas dan nilai jual produk melalui riset pasar, pengujian produk, penerapan standar operasional produksi, pengendalian mutu oleh tim QC, pelatihan tenaga kerja, pemilihan bahan berkualitas, teknik pewarnaan dan finishing yang tepat, penyediaan variasi ukuran, panduan perawatan, serta strategi pemasaran yang mencakup desain, warna, promosi, dan kemasan estetis. Faktor internal yang berpengaruh meliputi SOP, kontrol kualitas, kompetensi tenaga kerja, bahan baku, teknik produksi, dan informasi perawatan. Faktor eksternal mencakup tren permintaan, persaingan pasar, citra merek, rekomendasi sosial dan media, serta belum adanya sertifikasi eksternal. Peningkatan kualitas berdampak pada kebutuhan dokumentasi, monitoring, pengelolaan sumber daya, dan penjadwalan produksi yang lebih baik. Di sisi lain, langkah tersebut mampu mengurangi cacat produk, meningkatkan persepsi nilai, peluang penjualan, dan loyalitas pelanggan. Namun, pengusaha juga perlu mempertimbangkan biaya tambahan, efisiensi operasional, serta kemungkinan sertifikasi atau uji laboratorium untuk memperluas akses pasar dan memperkuat bukti kualitas produk.