Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Konstruksi Skala Motivasi Belajar pada Mahasiswa di Kota Samarinda Sistara, Dama; Ramadhan, Yoga Achmad; Purwaningrum, Evi Kurniasari; Hurang, Oktavianus Aldius; Evangelista, Grace; Dati, Wa Zainab Pelu
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i3.1127

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor kritis dalam keberhasilan pendidikan, mendorong mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran seperti pemahaman materi dan pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan skala motivasi belajar khusus untuk mahasiswa di Samarinda. Mengidentifikasi dan merumuskan dimensi motivasi belajar, meliputi ketekanan, ketangguhan menghadapi tantangan, minat dan perhatian, prestasi, serta kemandirian belajar. Sebanyak 110 mahasiswa aktif dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda berpartisipasi, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang divalidasi oleh ahli. Hasilnya menunjukkan mayoritas responden (78,18%) memiliki motivasi sedang, sedangkan 21,82% tergolong tinggi. Instrumen ini memiliki konsistensi internal sangat tinggi (α=0,926), meskipun beberapa butir memerlukan revisi untuk meningkatkan validitas. Item yang dinyatakan tidak valid jika memiliki nilai korelasi (r) < 0,3 dan nilai signifikansi (p) > 0,005. Berdasarkan uji validitas yang telah dilakukan terdapat 18 item yang dinyatakan tidak valid dan terdapat 69 item yang dinyatakan valid. 69 item yang valid terdiri dari 34 item favorabel dan 35 item unfavorabel. Temuan ini sejalan dengan teori motivasi seperti Self-Determination Theory dan Achievement Goal Theory, yang menekankan peran faktor intrinsik dan ekstrinsik.
Pengembangan Skala Kelelahan Emosional pada Karyawan Tambang di Kota Samarinda Warti, Warti; Ramadhan, Yoga Achmad; Purwaningrum, Evi Kurniasari; Tarfi, Farhana Qashiratu; Siska, Verety
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i3.1128

Abstract

Kelelahan emosional merupakan salah satu bentuk kelelahan psikologis yang berdampak pada performa dan kesejahteraan individu, khususnya dalam lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti industri pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun skala kelelahan emosional yang valid dan reliabel berdasarkan konteks lokal Indonesia. Subjek penelitian berjumlah 294 karyawan tambang di Kota Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan pengembangan alat ukur dengan validasi isi, konstruk (EFA dan CFA), dan uji reliabilitas. Hasil menunjukkan bahwa skala terdiri dari tiga dimensi yaitu kelelahan fisik, emosional, dan mental. Skala memiliki validitas isi tinggi (CVI = 0,896), loading faktor item mayoritas > 0,50, dan reliabilitas sangat baik (α = 0,950). Temuan ini mengindikasikan bahwa skala layak digunakan untuk mengukur kelelahan emosional di konteks organisasi kerja bertekanan tinggi.
Penyusunan Skala Burnout Akademik Sahanaya, Dhinda Dara; Ramadhan, Yoga Achmad; Purwaningrum, Evi Kurniasari; Amelia, Rizqa; Qasrin, Muhammad Rafli Saputra
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i3.1149

Abstract

Burnout akademik merupakan permasalahan psikologis yang umum terjadi pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), ditandai dengan kelelahan emosional, penurunan motivasi belajar, dan perasaan tidak mampu menghadapi tuntutan akademik. Namun, hingga saat ini belum tersedia alat ukur yang dikembangkan secara khusus untuk mengidentifikasi burnout akademik dalam konteks siswa SMA di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan skala burnout akademik yang valid dan reliabel bagi siswa SMA. Penyusunan skala dilakukan melalui pendekatan teori top-down dan data empiris bottom-up. Tiga aspek utama yang diacu berasal dari Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI–SS), yaitu kelelahan emosional, sinisme akademik, dan penurunan efikasi diri, serta dilengkapi dengan dua aspek tambahan hasil studi pendahuluan, yaitu tekanan akademik dan evaluasi diri negatif. Penelitian ini melibatkan 300 siswa SMA dari berbagai daerah sebagai responden. Validitas konten diuji menggunakan Aiken’s V, sedangkan validitas konstruk dianalisis melalui analisis faktor eksploratori (EFA) dan konfirmatori (CFA). Reliabilitas skala diuji menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian ini berhasil mengembangkan skala burnout akademik yang reliabel dan memiliki struktur faktor yang sejalan dengan teori, memberikan dasar yang kuat untuk penelitian dan intervensi lebih lanjut terkait burnout pada siswa SMA.
The Effect of Organizational Climate on Job Engagement with Job Satisfaction as A Mediator Achsan, Salsa Shabila; Purwaningrum, Evi Kurniasari; Umaroh, Siti Khumaidatul
Journal of Psychological Perspective Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.7311212025

Abstract

The 2022 ASN work engagement survey, conducted by the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform of the Republic of Indonesia, shows that the percentage of ASN employees in administrative positions is lower than the percentage of employees in other positions. This study was conducted with the aim of empirically determining the influence of organizational climate on job engagement with job satisfaction as a mediator. The main hypothesis of this study is to determine whether job satisfaction can mediate the relationship between organizational climate and job engagement among civil servants. This study used a quantitative method with 183 civil servants as the research sample. This study employs three types of scales: Job Engagement UWES (Utrecht Work Engagement Scale), Organizational Climate using OCQ (Organizational Climate Questionnaire), and Job Satisfaction using MSQ (Minnesota Satisfaction Questionnaire). The SPSS 25 program for Windows was used to analyze research data using mediation regression techniques. The results of the study showed that organizational climate had a significant effect on job engagement with job satisfaction as a mediator with a p-value of 0.000 (p 0.05). The R value is 0.301. Job satisfaction as a mediator is very important because when there is a fair, open, and supportive work environment, it does not immediately make employees engaged in their work. Instead, when the work environment creates job satisfaction, this will encourage employees to be more emotionally, cognitively, and physically engaged in their work.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Loyalitas Konsumen Melalui Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Intervening pada Jasa Bongkar Muat Petikemas PT Kaltim Kariangau Terminal Bogie Bramanto; Eka Yudhyani; Evi Kurniasari Purwaningrum
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 9 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i9.8856

Abstract

The decreasing process of loading and unloading flow means that port service users must provide extra operations to the company. In addition, this condition also shows that the quality of service and services at PT Kaltim Kariangau Terminal still needs to be improved, because the work achievements in equipment readiness show a decreasing percentage every year. The purpose of this study is to determine the effect of service quality trust on consumer satisfaction, to determine the effect of consumer satisfaction, the effect of service quality and trust on consumer loyalty, to determine the effect of service quality and customer trust on consumer loyalty through consumer satisfaction at PT Kaltim Kariangau Terminal Container Loading and Unloading Services The method used in this study is quantitative research, the analysis tool is Partial Least Square (PLS) with a population of 137 companies represented by their operational staff, so that all research populations will be used as samples. Field Work Research and Library Research). Service quality and consumer trust have a positive and significant effect on consumer satisfaction, consumer satisfaction, service quality and consumer trust have a positive and significant effect on customer loyalty, service quality and consumer trust have a positive and significant effect on customer loyalty through customer satisfaction, trust has a positive and significant effect on customer loyalty through customer satisfaction in container loading and unloading services of PT Kaltim Kariangau Terminal
Pengaruh Beban Kerja terhadap Prokrastinasi Kerja pada Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara Ramadhan, Andika Budhi; Sulistyani, Nuraida Wahyu; Purwaningrum, Evi Kurniasari
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i3.1240

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja terhadap prokrastinasi kerja pada pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara. Prokrastinasi kerja adalah kecenderungan menunda tugas yang dapat menurunkan produktivitas. Beban kerja tinggi sering kali menjadi faktor utama penyebab perilaku ini. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai di berbagai divisi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara beban kerja dan prokrastinasi kerja, dengan nilai signifikansi 0,021 (<0,05). Artinya, semakin tinggi beban kerja, semakin besar kecenderungan pegawai untuk menunda tugas. Pengaruh beban kerja terhadap prokrastinasi kerja ditunjukan oleh nilai R-Square sebesar 0,067, yang berarti bahwa prokrastinasi kerja dipengaruhi oleh variable beban kerja sebesar 67%.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Organization Citizenship Behaviour pada Karyawan Perusahaan Ritail di Kota Samarinda Laili, Qamariatul; Sulistyani, Nuraida Wahyu; Purwaningrum, Evi Kurniasari
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1259

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan perusahaan ritel di Samarinda. OCB dipahami sebagai perilaku sukarela di luar tugas utama yang dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Kecerdasan emosional dipandang sebagai salah satu aspek kepribadian yang berperan penting dalam mendorong munculnya OCB. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner berbasis skala Likert. Jumlah responden sebanyak 110 orang, dengan rentang usia 20–32 tahun serta masa kerja antara 3 bulan hingga 4 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik hipotetik untuk menguji keterkaitan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan OCB karyawan berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Lebih lanjut, ditemukan bahwa kecerdasan emosional memberikan pengaruh signifikan terhadap OCB. Karyawan yang mampu mengendalikan emosi serta menjalin interaksi positif cenderung menunjukkan perilaku ekstra peran yang mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Pengaruh Fear of Missing Out dan Emosi Positif Terhadap Pembelian Impulsif Pada Generasi Z Kota Samarinda Amanda, Aulia; Purwaningrum, Evi Kurniasari; Mariskha, Silvia Eka Mariskha
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji secara empiris pengaruh Fear of Missing Out dan Positive Emotions terhadap perilaku pembelian impulsif pada Generasi Z di Kota Samarinda. Penelitian ini melibatkan 191 responden yang memenuhi kriteria Generasi Z berusia 18 hingga 25 tahun, berdomisili di Samarinda, merupakan pengguna aktif media sosial, serta pernah melakukan transaksi pembelian baik secara offline maupun online. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen pengukuran, yaitu Impulsive Buying Tendency Scale, On-FOMO Scale, dan MDES Scale. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak JASP dan SPSS 26.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa model regresi linier berganda yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah: Y = 41,848 + 0,286 X1 + 0,294 X2 + e, yang menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (X1) dan Positive Emotions (X2) berpengaruh terhadap perilaku pembelian impulsif Generasi Z di Kota Samarinda.
The The Role of Supportive Leadership and eHealth Literacy in Fostering Employee Well-being in SMEs Purwaningrum, Evi Kurniasari; Sulistyani, Nuraida Wahyu; Suraya, Intan
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Employee well-being underpins performance, safety, and productivity, yet workplace mental health is often undervalued and stigmatized in Indonesian small and medium-sized enterprises (SMEs). This study tested an integrated model in which supportive leadership relates to employee well-being directly and indirectly via employees’ engagement in mental health, with eHealth literacy examined as a boundary condition. Survey data were collected from 278 SME employees (purposive sampling) and analyzed using structural equation modeling. Engagement in mental health (β = 0.536, p < .001) and supportive leadership (β = 0.289, p < .001) were positively associated with employee well-being (R² = 0.485). eHealth literacy strengthened the supportive leadership–engagement link (β = 0.150, p < .001), but did not moderate the engagement–well-being association (β = 0.063, p = .152). Findings suggest that leadership support and affective–motivational engagement are central levers for workforce well-being in SMEs, while digital health competence enhances employees’ responsiveness to supportive leaders.  
The Effect of Ergonomic Facility Management and Organizational Culture on Job Engagement through Quality of Work Life Petrus, Simon; Latif, Imam Nazarudin; Purwaningrum, Evi Kurniasari; Syahrial, Erialdi
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 2 (2026): JIMKES Edisi March 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i2.5090

Abstract

Human resources quality and job engagement are crucial to support high-pressure immigration services and ensure optimal, accountable public service delivery. This study examines whether environmentally ergonomic-based facility management and organizational culture influence job engagement among immigration office civil servants in the East Kalimantan-North Kalimantan region, and whether these effects operate through perceived quality of work life. Survey data from 397 civil servants were analyzed using partial least squares structural equation modeling with bootstrapping to estimate both direct and mediated relationships among the constructs. The results show that environmentally ergonomic-based facility management and organizational culture significantly improve the quality of work life, while neither variable has a significant direct effect on job engagement. Quality of work life exerts a strong positive effect on job engagement and fully transmits the effects of both workplace factors to engagement, indicating that improvements in engagement occur primarily when employees experience safer and healthier conditions, stronger development opportunities, and better work-life balance. The study discusses these patterns as evidence that public sector engagement initiatives are most effective when ergonomic and cultural interventions are integrated with programs that explicitly strengthen employees’ quality of work life.