Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jantra

PSYCHOHISTORY GAYATRI RAJAPATNI SEBAGAI ROH PANCASILAIS Robit Nurul Jamil; Hermanu Joebagio
Jantra. Vol 13 No 2 (2018): Solidaritas Nasional sebagai Upaya Penguatan NKRI
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.783 KB)

Abstract

Pendekatan psychohistory merupakan studi motivasi dan juga dapat dikembangkan menjadi konsep psikologi sosial (sociopsychological) untuk menjelaskan perilaku individu, kelompok, dan anggota masyarakat. Psychohistory akan memberikan sebuah nilai self-esteem yang mampu diserap oleh generasi selanjutnya, Psychohistory dalam tulisan ini bertugas mencari nilai sejarah. Sosok Gayatri sebagai bikshuni menempatkan dewi kebijaksanaan ini menjadi guru besar dalam kerohanian kerajaan. Di sisi lain, sumber sejarah mengatakan Gayatri adalah sosok pembina serta pembimbing raja-raja Majapahit. Kehidupan Gayatri ketika ditelisik melalui studi motivasi atau psychohistory, memiliki perjalanan yang panjang akan warisan nilai. Kehadiran nilai-nilai kejuangan tersebut lahir untuk kemaslahatan masyarakat pada waktu itu. Roh progresif merupakan pondasi bagi generasi mendatang. Roh progresif Pancasila adalah nilai yang dimiliki oleh Gayatri Rajapatni sebagai pelaku sejarah yang memiliki warisan nilai Pancasila dalam praktek. Tujuan dari penulisan ini memberikan gambaran sejarah dalam praktik nilai-nilai Pancasila, maksudnya adalah memberikan asumsi nilai-nilai Pancasila yang pernah dialami Gayatri Rajapatni sebagai perempuan di balik kejayaan Majapahit.
REFLEKSI KETAUHIDAN DALAM WAYANG SADAT LAKON KI AGENG PENGGING Hasan Ashari; Hermanu Joebagio; Musa Pelu
Jantra. Vol 14 No 2 (2019): Seni Pertunjukan
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.851 KB) | DOI: 10.52829/jantra.v14i2.91

Abstract

Firstly performed in 1985 by Suryadi (a religious figure of Trucuk), Wayang Sadat is a medium to teach Tauhid (tawheed), the message of Islam. This research analyzes the teaching of Tauhid within Wayang Sadat performance, in the lakon (story) “Ki Ageng Pengging”. The sources of data were key informants, documents, and archives related to Wayang Sadat performance. The data were collected by interviews, the content of the performed lakon, depth examination of document and archives. The triangulation method was used to test the validity of the collected data. The data was analysed using the interactive model that consists of three stages: data reduction, data presentation, and data verification. The result of the research shows that the lakon “Ki Ageng Pengging” contains the teachings of Tauhid embedded in the janturan (narration), dialogues, lyrics of the music, and lyrics of sulukan (songs by the dalang – puppet master).