Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Makam-Makam Kuno Barus, Eksplorasi Peradaban Titik Nol Islam di Kota Tua yang Terlupakan Siregar, Muklis; Harahap, Indra; Winaldi, Ahmad; Indah, Fasrah; Syawal, Rakhmat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13070

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendalami kota tua Barus sebagai Titik Nol Persebaran Islam di Nusantara, sebuah kota yang kini terlupakan. Fokus penelitian adalah pada revitalisasi makam-makam kuno di Barus sebagai eksplorasi mendalam terhadap peradaban Islam di Sumatera Utara. Penelitian dimulai dengan memaparkan kekayaan sejarah dan budaya yang melekat pada kota tua Barus. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana memahami dan mempertahankan warisan peradaban Islam di Barus yang telah tenggelam dalam keterlupakan modernitas, dengan mengidentifikasi potensi dan kekayaan sejarah dalam makam-makam kuno, penelitian ini berkontribusi pada pelestarian dan apresiasi terhadap warisan budaya dan agama. Metode penelitian menggunakan pendekatan historis dalam penelitian kepustakaan. Analisis konten digunakan untuk merinci temuan data sejarah, terutama terkait makam-makam kuno yang menjadi saksi bisu masa lalu. Temuan penelitian mengungkap bahwa warisan peradaban Islam di Barus, terutama melalui makam-makam kuno seperti Makam Mahligai dan Papan Tinggi, memiliki nilai signifikan. Selain sebagai tempat peristirahatan para ulama terkemuka, situs-situs ini membawa pesan sejarah dan nilai-nilai keIslaman di masa lalu. Dalam konteks modern, pemahaman dan pelestarian peradaban ini menjadi lebih jelas. Warisan sejarah di Barus bukan hanya milik warganya, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari warisan sejarah Islam di Nusantara. Penelitian ini memberikan dasar untuk pelestarian, pengembangan pariwisata, dan membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya dan agama dalam peradaban kota tua Barus.
Eskatologis Menurut Pandangan Islam dan Kristen Adinda, Chairani Biru; Harahap, Indra; Siregar, Husna Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini karena permalasahan yang sering terjadi dalam kehidupan yaitu manusia percaya akan adanya akhir zaman atau hari akhir namun pada realitanya, lupa dan lalai akan kewajibannya dan melupakan Tuhannya. Terlena dengan kehidupan yang sementara, bahwa kehidupan didunia hanya sebatas titipan yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Maka penulis menarik tema ini untuk di teliti dengan maksud agar memberikan dorongan untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu dan melakukan perbuatan baik agar bisa mendapatkan cukup banyak pahala untuk bisa dipertanggungjawabkan kelak di akhir zaman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) yang bertujuan untuk mengkaji dan menelaah berbagai dokumen baik berupa buku atau tulisan yang berkaitan tentang bahasan tentang Eskatologis menurut Pandangan Islam dan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode komparatit, yang bertujuan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti dengan membandingkan fakta-fakta dari dua objek maupun sampel yang berbeda. Hasil penelitian ini adalah bahwa setiap umat beragama yang ada di dunia mempercayai kedatangan akhir zaman. Keyakinan pada akhir zaman atau hari akhir memberikan ketentraman dan ketenangan hati. Saat menghadapi kesulitan, cobaan atau penderitaan dalam hidup, dan memberikan harapan bahwa keadilan akhir akan datang dan setiap penderitaan akan mendapatkan balasan yang adil di akhirat.
PERSEPSI MASYARAKAT ISLAM TERHADAP ALIRAN SEMPALAN DI LINGKUNGAN VII KELURAHAN BANTAN KECAMATAN MEDAN TEMBUNG -, Andhara; Harahap, Indra
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v9i2.2153

Abstract

Keragaman pemahaman Islam di Indonesia telah melahirkan berbagai gerakan keagamaan yang dipandang berbeda dari ajaran Islam umumnya, sehingga menimbulkan tantangan sosial di level masyarakat. Fenomena ini penting untuk diteliti mengingat dampaknya terhadap keharmonisan dan persatuan umat Islam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap masyarakat Muslim di Lingkungan VII Kelurahan Bantan, Medan Tembung mengenai kehadiran aliran sempalan, menelaah aspek-aspek yang membentuk cara pandang mereka, dan mengetahui bentuk-bentuk tanggapan sosial yang berkembang. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara sengaja. Hasil riset memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki cara pandang yang bervariasi walaupun sebagian besar menyatakan tidak ada aliran sempalan di wilayah mereka. Pembentukan cara pandang dipengaruhi pendidikan agama, peran ulama, cerita dari masyarakat, media massa, dan faktor ekonomi-sosial. Tanggapan masyarakat menunjukkan sikap hati-hati tetapi tetap terbuka dalam menghadapi perbedaan kepercayaan. Penelitian ini menyajikan gambaran tentang kehidupan beragama masyarakat dan urgensi pendekatan yang bijak dalam menyikapi keberagaman paham keagamaan. 
Evolusi Gerakan Sosial Keagamaan: Studi Kepustakaan Tentang Kontribusi Walubi dalam Pembangunan Masyarakat Inklusif harahap, Indra; Alda Malik Fadillah; Anya Dwi Aprillia; Putri Zahra; Mh Farhan; Fika Fahriza
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the transformation of the Indonesian Buddhist Community Representative (Walubi) from a representative-bureaucratic entity into a socio-religious driving actor through the praxis of Engaged Buddhism. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) method that adapts the PRISMA protocol, this research synthesizes academic literature published from 2005 to 2026 to dissect Walubi's social maneuvers in the public sphere. The results indicate that Walubi's contribution to building an inclusive society in Indonesia manifests in three movement typologies: (1) cross-boundary health philanthropy that effectively deconstructs stereotypes of minority exclusivity; (2) disaster emergency response mobilization utilizing the liminality phase to weave communal solidarity; and (3) nonviolent structural diplomacy within the Religious Harmony Forum (FKUB). Sociologically, these maneuvers successfully mitigate primordial prejudice through intense cultural interactions. However, this study also finds that inclusion built upon philanthropic schemes leaves an asymmetrical class power relation, risking becoming a "pseudo-inclusion" if unaccompanied by equality advocacy in public policy. This article concludes that amidst the threat of identity politics polarization, Walubi's Engaged Buddhism movement is challenged to evolve from a mere crisis-mitigation instrument into a sustainable agent of multicultural citizenship literacy. Artikel ini mengkaji transformasi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dari entitas representatif-birokratis menjadi aktor penggerak gerakan sosial keagamaan melalui praksis Engaged Buddhism. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengadaptasi protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis literatur akademik terbitan 2005-2026 untuk membedah manuver sosial Walubi di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Walubi dalam membangun masyarakat inklusif di Indonesia bermanifestasi dalam tiga tipologi gerakan: (1) filantropi kesehatan lintas batas yang secara efektif mendekonstruksi stereotip eksklusivitas minoritas; (2) mobilisasi tanggap darurat bencana yang memanfaatkan fase liminalitas untuk merajut solidaritas komunal; serta (3) diplomasi struktural nirkekerasan di dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Secara sosiologis, manuver ini berhasil meredam prasangka primordial melalui interaksi kultural yang intens. Namun, kajian ini juga menemukan bahwa inklusi yang dibangun melalui skema filantropi masih menyisakan ketimpangan relasi kuasa kelas, yang berisiko menjadi "inklusi semu" jika tidak dibarengi advokasi kesetaraan di ranah kebijakan publik. Artikel ini menyimpulkan bahwa di tengah ancaman polarisasi politik identitas, gerakan Engaged Buddhism Walubi dituntut untuk berevolusi dari sekadar instrumen peredam konflik krisis menjadi agen literasi kewarganegaraan multikultural yang berkelanjutan.
Evolusi Gerakan Sosial Keagamaan: Studi Kepustakaan Tentang Kontribusi Walubi dalam Pembangunan Masyarakat Inklusif harahap, Indra; Alda Malik Fadillah; Anya Dwi Aprillia; Putri Zahra; Mh Farhan; Fika Fahriza
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the transformation of the Indonesian Buddhist Community Representative (Walubi) from a representative-bureaucratic entity into a socio-religious driving actor through the praxis of Engaged Buddhism. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) method that adapts the PRISMA protocol, this research synthesizes academic literature published from 2005 to 2026 to dissect Walubi's social maneuvers in the public sphere. The results indicate that Walubi's contribution to building an inclusive society in Indonesia manifests in three movement typologies: (1) cross-boundary health philanthropy that effectively deconstructs stereotypes of minority exclusivity; (2) disaster emergency response mobilization utilizing the liminality phase to weave communal solidarity; and (3) nonviolent structural diplomacy within the Religious Harmony Forum (FKUB). Sociologically, these maneuvers successfully mitigate primordial prejudice through intense cultural interactions. However, this study also finds that inclusion built upon philanthropic schemes leaves an asymmetrical class power relation, risking becoming a "pseudo-inclusion" if unaccompanied by equality advocacy in public policy. This article concludes that amidst the threat of identity politics polarization, Walubi's Engaged Buddhism movement is challenged to evolve from a mere crisis-mitigation instrument into a sustainable agent of multicultural citizenship literacy. Artikel ini mengkaji transformasi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dari entitas representatif-birokratis menjadi aktor penggerak gerakan sosial keagamaan melalui praksis Engaged Buddhism. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengadaptasi protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis literatur akademik terbitan 2005-2026 untuk membedah manuver sosial Walubi di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Walubi dalam membangun masyarakat inklusif di Indonesia bermanifestasi dalam tiga tipologi gerakan: (1) filantropi kesehatan lintas batas yang secara efektif mendekonstruksi stereotip eksklusivitas minoritas; (2) mobilisasi tanggap darurat bencana yang memanfaatkan fase liminalitas untuk merajut solidaritas komunal; serta (3) diplomasi struktural nirkekerasan di dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Secara sosiologis, manuver ini berhasil meredam prasangka primordial melalui interaksi kultural yang intens. Namun, kajian ini juga menemukan bahwa inklusi yang dibangun melalui skema filantropi masih menyisakan ketimpangan relasi kuasa kelas, yang berisiko menjadi "inklusi semu" jika tidak dibarengi advokasi kesetaraan di ranah kebijakan publik. Artikel ini menyimpulkan bahwa di tengah ancaman polarisasi politik identitas, gerakan Engaged Buddhism Walubi dituntut untuk berevolusi dari sekadar instrumen peredam konflik krisis menjadi agen literasi kewarganegaraan multikultural yang berkelanjutan.