Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK SYMBOLIC MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMP NEGERI 14 KENDARI Juita, Juita; Aspin, Aspin; Arifyanto, Alber Tigor
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bening.v3i1.10652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Kendari melalui layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik symbolic modelling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre ekperimen dengan desain one grup pre-test and post-test. Data dikumpulkan menggunakan angket kecerdasan emosional. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Kendari mengalami peningkatan sebesar 10,5% setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan kelompok menggunakan  teknik symbolic modelling. Hasil uji hipotesis  dengan menggunakan wicoxon signed rank dengan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh Pvalue = 0,012. Pvalue < α (0,012 < 0,05) dengan demikian H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik symbolic modelling dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Kendari. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Layanan Bimbingan Kelompok, Symboli Modelling.   
PENGARUH SENAM HAMIL DENGAN LAMANYAPERSALINAN KALA I DAN KALA II DI BIDANPRAKTIKMANDIRI (BPM) DINCE SAFRINAPEKANBARU TAHUN 2017 Juita, Juita; Laila, Ani; Hevrialni, Rully
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 5, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.374 KB) | DOI: 10.36929/jia.v5i1.9

Abstract

Senam hamil merupakan suatu metode terapi latihan gerak yang diberikan pada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik persiapan fisik maupun mental yang bertujuan untuk mencapai persalinan yang cepat, aman dan spontan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh senam hamil dengan lamanya persalinan kala I dan kala II di Bidan Praktik Mandiri Dince Safrina Pekanbaru tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah quasyeksperimental dengan rancangan penelitian static group comparison/ post test only control group design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III (UK 28–32 mg) pada bulan Maret 2017. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling berjumlah 20 orang terdiri dari 10 orang yang melakukan senam hamil dan 10 orang tidak senam hamil, kemudian dilihat lama persalinan kala I dan kala II pada masing-masing kelompok menggunakan lembar partograf.Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ibu yang melakukan senam hamil dapat mempercepat persalinan kala I sebesar 90 % dan ibu yang tidak senam hamil sebesar 10 %. Ibu yang melakukan senam hamil dapat mempercepat persalinan kala II sebesar 90 % dan ibu yang tidak senam hamil sebesar 20 % . Dari hasil uji statistik adanya pengaruh senam hamil dengan lamanya persalinan kala I dan kala II di Bidan Praktik Mandiri Dince Safrina Pekanbaru tahun 2017 dengan p value adalah 0,005 pada kala I dan p value adalah 0,002 pada kala II. Disarankan kepada pimpinan BPM. Dince Safrina dapat mempertahankan senam hamil yang telah dilakukan dan membuat program ini menjadi SOP guna memperlancar dan mempercepat lamanya proses persalinan.
OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN WASTING MELALUI HEALTH EDUCATION TENTANG GIZI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK Damayanti, Risna; Anggraini Adhisty, Weny; Ishak, Muh; Andini, Sri; Juita, Juita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.575-580

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat tergantung pada pemenuhan asupan gizi, dimulai sejak masa kehamilan bahkan sejak ibu remaja. Untuk mencapai hal tersebut secara optimal, anak- anak perlu mendapatkan nutrisi seimbang dalam jumlah dan kualitas yang memadai, Kesehatan anak dan stimulasi yang sesuai dengan tahapan usianya juga berperan penting. Penting bagi ibu dan keluarga untuk memahami dan menyediakan makanan terbaik, disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan bahan makanan. Salah satu permasalahan Kesehatan mengenai pemenuhan gizi pada balita selain stunting adalah wasting. Wasting dikenal dengan anak kurus yang menunjukkan penurunan berat badan akut dan parah sehingga anak beresiko terkena berbagai penyakit akibat kurang gizi, imun yang kurang bahkan juga gangguan kecerdasan dan intelektual bahkan menyebabkan kematian. Untuk menghindari hal tersebut terjadi pada anak maka perlu mengoptimalkan peran keluarga, salah satunya dengan menambah dan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang gizi dan tumbuh kembang anak melalui Health Education. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan mitra Masyarakat kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, yang dihadiri sebanyak 25 orang Ibu, pengetahuan ibu tentang gizi, dan wasting diukur dengan menggunakan kuisioner sebelum dan setelah diberikan edukasi. Rata-rata nilai pengetahuan ibu sebelum kegiatan adalah 6,80, sedangkan rata-rata nilai pengetahuan ibu setelah kegiatan adalah 7,92. Kesimpulannya kegiatan edukasi berhasil meningkatkan pengetahuan ibu. Diharapkan Pemberian edukasi kepada keluarga memberikan kesempatan untuk mengubah perilaku yang tidak sehat terkait gizi dan pola makan. Orang tua yang teredukasi akan lebih mungkin untuk membuat pilihan makanan yang lebih baik dan mempraktikkan pola asuh yang mendukung Kesehatan anak untuk mencegah terjadinya wasting.
Peran Strategis Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dalam Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Masyarakat di Sumatera Utara Siregar, Ilham Jaya Kusuma; Juita, Juita; Hafidza, Nurul; Khadijah, Siti; Musa, Tazkia Shuhaila; Irwansyah, Rio
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26015

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan budaya, menghadapi tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di Sumatera Utara yang memiliki tingkat heterogenitas tinggi. Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumatera Utara hadir sebagai wadah untuk memperkuat persatuan melalui program-program seperti dialog antaragama, workshop kebangsaan, dan mediasi konflik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis peran strategis FPK dalam menciptakan harmoni sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FPK berhasil memediasi konflik adat dan agama, meningkatkan literasi media, serta membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi dan kerukunan. Melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan, dan kerjasama dengan lembaga pendidikan, FPK telah menjadi mediator dan fasilitator yang efektif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat di Sumatera Utara.
HEALTH LITERACY LEVEL IBU HAMIL USIA REMAJA DAN DEWASA AWAL DI KABUPATEN MAJENE Adhisty, Weny Anggraini; Damayanti, Risna; Marisa, Elsa; Ishak, Ishak; Andini, Sri; Juita, Juita
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 1 (2025): Maret
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i1.284

Abstract

Latar belakang: Health Literacy merupakan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat sehingga perlu mengakses, memahami, mengevaluasi dan menerapkan informasi kesehatan dengan tujuan untuk membuat keputusan terkait pemeliharaan kesehatan. Selama kehamilan, health literacy ibu hamil merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan. Kehamilan di usia remaja dan dewasa awal merupakan salah satu contoh kondisi Health Literacy sangat penting, karena pada fase ini perilaku ibu hamil sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ibu dan janin. Ibu hamil usia remaja dan dewasa awal yang tidak memiliki Health Literacy yang cukup cenderung memiliki kesenjangan terhadap kesiapan prenatal. Hal ini merupakan salah satu penyumbang Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran Health Literacy Level Ibu Hamil Usia Remaja dan Dewasa Awal di Kabupaten Majene. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah populasi sebesar 748 Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lembang, Puskesmas Pamboang, serta Puskesmas Sendana adapun Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan didapatkan 115 responden. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebesar 52 responden (45,2%) mengalami Health Literacy Level “bermasalah”. Mayoritas responden tersebut memiliki riwayat pendidikan SMA, tidak bekerja, status paritas Primipara dengan usia kehamilan trimester II. Hasil evaluasi menggunakan item pertanyaan didapatkan mayoritas responden mengalami keterbatasan dalam memahami informasi kesehatan dari media, kesulitan dalam menentukan suatu keputusan kesehatan, serta sulit dalam Menilai perilaku kesehatan sehari-hari yang berhubungan dengan kondisi kesehatan. Kesimpulan : Hasil analisa menunjukkan gambaran Health Literacy Level Ibu Hamil Usia Remaja dan Dewasa Awal di Kabupaten Majene mayoritas masih dalam kategori bermasalah.
Liberalisme dalam Prespektif Agama-Agama (Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu) Siregar, Idris; Siregar, Ilham Jaya Kusuma; Juita, Juita; Amanda, Tasya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liberalisme, sebuah ideologi yang telah tumbuh dan berkembang sejak abad ke-17, telah menciptakan jejaknya sendiri dalam evolusi pemikiran dan politik global. Dari berbagai sumber yang tersedia, kita bisa melihat bahwa evolusi liberalisme seringkali dikaitkan dengan negara-negara Barat. Negara-negara ini, dengan kekuatan ekonomi, politik, dan militer mereka, berhasil mendominasi hampir semua aspek kehidupan dan pemerintahan. Namun, liberalisme bukan hanya fenomena Barat. Di Timur, khususnya di negara-negara Islam seperti Arab, liberalisme juga menjadi fokus para pemikir. Agama-agama lain seperti Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu juga memiliki pandangan mereka sendiri tentang liberalisme. Setiap agama ini memiliki pemahaman dan interpretasi mereka sendiri tentang apa arti kebebasan dan bagaimana kebebasan itu harus diterapkan dalam konteks agama dan masyarakat mereka. Jurnal ini dirancang untuk membahas liberalisme dari perspektif berbagai agama, menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu serangkaian penelitian yang berfokus pada metode pengumpulan data literatur. Pada akhirnya, tulisan ini mencapai kesimpulan bahwa secara umum, semua agama mengakui pentingnya kebebasan individu, tetapi mereka juga menekankan bahwa kebebasan ini harus diiringi dengan tanggung jawab dan tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan nilai-nilai agama masing-masing.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dalam Perspektif Agama Islam Harahap, Aprilinda; Juita, Juita; Sharmila, Sharmila; Mariska, Yohana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13344

Abstract

Kesehatan mental adalah aspek vital dari kesejahteraan individu yang telah menjadi perhatian penting dalam bidang kesehatan global. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental, dengan fokus pada korelasi antara kesehatan mental dan kesejahteraan umum. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data dari responden yang mewakili berbagai lapisan masyarakat. Analisis regresi dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel kesehatan mental dan kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental yang baik berkorelasi positif dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Implikasi temuan ini untuk praktik klinis dan kebijakan kesehatan didiskusikan.
OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN WASTING MELALUI HEALTH EDUCATION TENTANG GIZI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK Damayanti, Risna; Anggraini Adhisty, Weny; Ishak, Muh; Andini, Sri; Juita, Juita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.575-580

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat tergantung pada pemenuhan asupan gizi, dimulai sejak masa kehamilan bahkan sejak ibu remaja. Untuk mencapai hal tersebut secara optimal, anak- anak perlu mendapatkan nutrisi seimbang dalam jumlah dan kualitas yang memadai, Kesehatan anak dan stimulasi yang sesuai dengan tahapan usianya juga berperan penting. Penting bagi ibu dan keluarga untuk memahami dan menyediakan makanan terbaik, disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan bahan makanan. Salah satu permasalahan Kesehatan mengenai pemenuhan gizi pada balita selain stunting adalah wasting. Wasting dikenal dengan anak kurus yang menunjukkan penurunan berat badan akut dan parah sehingga anak beresiko terkena berbagai penyakit akibat kurang gizi, imun yang kurang bahkan juga gangguan kecerdasan dan intelektual bahkan menyebabkan kematian. Untuk menghindari hal tersebut terjadi pada anak maka perlu mengoptimalkan peran keluarga, salah satunya dengan menambah dan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang gizi dan tumbuh kembang anak melalui Health Education. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan mitra Masyarakat kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, yang dihadiri sebanyak 25 orang Ibu, pengetahuan ibu tentang gizi, dan wasting diukur dengan menggunakan kuisioner sebelum dan setelah diberikan edukasi. Rata-rata nilai pengetahuan ibu sebelum kegiatan adalah 6,80, sedangkan rata-rata nilai pengetahuan ibu setelah kegiatan adalah 7,92. Kesimpulannya kegiatan edukasi berhasil meningkatkan pengetahuan ibu. Diharapkan Pemberian edukasi kepada keluarga memberikan kesempatan untuk mengubah perilaku yang tidak sehat terkait gizi dan pola makan. Orang tua yang teredukasi akan lebih mungkin untuk membuat pilihan makanan yang lebih baik dan mempraktikkan pola asuh yang mendukung Kesehatan anak untuk mencegah terjadinya wasting.
SEJARAH AGAMA SHINTO DAN PERKEMBANGANNYA DI JEPANG juita, juita; Amanda, Tasya Amanda
Al Hikmah Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v9i2.15712

Abstract

ABSTRAK  Shinto, yang secara harfiah berarti "jalan dewa" dalam bahasa Jepang, adalah agama asli Jepang yang memiliki akar sejarahnya di India dan dibawa ke Jepang melalui Cina dan Korea pada tahun 538 Masehi. Dengan kata lain, Shinto telah menjadi bagian integral dari identitas dan budaya Jepang selama ribuan tahun. Ini tidak hanya menjadi sebuah kepercayaan spiritual, tetapi juga memainkan peran penting dalam pembentukan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat Jepang. Shinto memuja banyak dewa, atau "kami", yang dianggap mewakili kekuatan alam, roh leluhur, dan prinsip-prinsip yang mengatur kehidupan manusia. Meskipun Shinto sering dianggap sebagai agama tradisional, pengaruhnya masih kuat dalam kehidupan modern Jepang, yang terlihat dalam festival, ritual, dan praktik keagamaan sehari-hari. Sebagai warisan budaya yang kaya, Shinto terus berkembang sambil tetap berpegang pada nilai-nilai yang mendalam dan relevan bagi masyarakat Jepang.
Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Mendukung Kehamilan Sehat Melalui Peningkatan Health Literacy Ibu Hamil Damayanti, Risna; Adhisty , Weny Anggraini; Ishak, Muh.; Juita, Juita; Anggraini, Dea; Rohasrikandi, Rohasrikandi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/41sax542

Abstract

Health literacy merupakan salah satu faktor penentu utama dalam bidang kesehatan yang berperan penting dalam meningkatkan pelayanan sosial serta kemajuan ekonomi individu, hal ini mencerminkan sejauh mana seseorang mampu memperoleh, mengolah, dan memahami informasi dasar tentang kesehatan dan layanan yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatannya. Kemampuan health literacy ibu hamil dapat menunjang kesehatan ibu dan bayi. Banyak faktor yang mempengaruhi health literacy ibu hamil, salah satunya adalah akses informasi yang membuat ibu hamil kurang mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatan ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2024 dengan judul health literacy level ibu hamil usia remaja dan dewasa awal di kabupaten Majene menunjukkan bahwa sebesar 52 responden (45,2%) mengalami health literacy level bermasalah. Masih rendahnya health literacy ibu hamil menjadi permasalahan mitra saat ini. Health literacy pada ibu hamil bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman, membentuk sikap dan perilaku yang positif terkait kehamilan, serta membantu mengurangi berbagai keluhan yang muncul selama kehamilan. Informasi yang salah atau tidak akurat yang diperoleh dari media sosial atau lingkungan sekitar juga seringkali mempengaruhi ibu hamil dan keluarga salah dalam mengambil keputusan. Pengabdian ini dilaksanakan di Lingkungan Barane, Adapun kegiatannya yaitu pemberian edukasi tentang pentingnya health literacy dan peran keluarga dalam mendukung kehamilan sehat, pembagian modul health literacy pada ibu hamil. Hasil dari pengabdian Masyarakat yaitu Hasil pengisian modul menunjukkan Sebagian besar ibu hamil mampu mengidentifikasi informasi Kesehatan yang benar, adanya peningkatan kedisiplinan kunjungan ANC setelah kegiatan. Monitoring juga dilakukan melalui kegiatan posyandu, dimana Sebagian besar peserta aktif hadir dan terlibat.