Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SOSIALISASI KEWASPADAAN TERHADAP PENYAKIT TIDAK MENULAR KEPADA MASYARAKAT DESA JEMBUNGAN, BOYOLALI Hernawan, Budi; Maulana, Faiz; Amalia, Lina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 1. No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.992 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v1i1.267

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) mempunyai angka mortalitas 63% yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia. Modernisasi menyebabkan perubahan gaya hidup tidak sehat seperti diet tidak sehat, olahraga kurang, dan merokok. Gaya hidup tidak sehat tersebut menyebabkan peningkatan tekanan darah, gula darah, kadar lemak darah, serta obesitas, yang pada akhirnya meningkatkan prevalensi penyakit jantung, dan pembuluh darah, penyakit paru obstruksi kronik, dan kanker. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai definisi dari penyakit tidak menular, faktor risiko penyakit tidak menular, penyebab timbulnya penyakit tidak menular, dan pencegahan terhadap penyakit tidak menular. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan, dengan pretest sebelum penyuluhan dan posttest setelah penyuluhan. Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan 50% mengenai pengetahuan penyakit tidak menular. Simpulan dari sosialisasi yaitu terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tidak menular. Kata kunci: konseling, penyakit tidak menular, pengetahuan
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PERILAKU MEROKOK TERHADAP RISIKO TERJADINYA HIPERTENSI SERTA MASALAH KESEHATAN RONGGA MULUT MELALUI WEBINAR Riolina, Ana; Hernawan, Budi; Amanu, Fahrul Mahardian; Nur’aini, Fatla; Sabrina, Rifda Muthia; Pratama, Rafika Surya; Gonzales, Nico; Kencana, Nabila Safhira Titan; Pertiwi, Arum Setya; Prestiaji, Unggul; Tiaradita, Lutfiana Chrisma; Syafi’ie, Muhammad; Mustipralampito, Firman; Irawan, Irvincha Aura Fasya; Yamsun, Rahmat Dani; Niza, Solikhatin; Nurhayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 1. No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.311 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v1i2.346

Abstract

ABSTRAK Permasalahan kesehatan sering dialami oleh masyarakat baik disadari ataupun tidak disadari. Permasalahan kesehatan dapat terjadi karena pola hidup yang kurang baik. Kurangnya aktivitas fisik, merokok, dan mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menimbulkan penyakit seperti hipertensi. Pengobatan hipertensi dapat memeberikan pengaruh bagi lingkungan rongga mulut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal tim penulis terkait hipertensi dan masalah kesehatan gigi dan mulut beserta faktor risikonya sebelum dan setelah dilakukan pemberian edukasi kesehatan melalui seminar tentang materi terkait. Hasil memeperlihatkan rata-rata hasil skor ujian sebelum pemberian edukasi (89%) dan sesudah pemberian edukasi (97%). Dari hasil dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari pengetahuan masyarakat terkait hipertensi dan masalah kesehatan gigi dan mulut beserta faktor risikonya, sebelum dan setelah dilakukan intervensi berupa pemberian edukasi kesehatan melalui seminar online (p < 0,05).   ABSTRACT Health problems are often consciously or unconsciously experienced by the public. Health problems can occur because of an unfavorable lifestyle. Lack of physical activity, smoking, and consumption of excessive sugar can cause diseases, such as hypertension. The treatment for hypertension can give an effect on the oral cavity. The purpose of this study is to see the knowledge regarding hypertension, oral health problems, and their risk factors of the people who live in the same areas as the researchers before and after providing health education about the issue on webinar.  The results of the study are seen from the average score of the tests that were taken before giving health education (89%) and after giving health education (97%) on the study group. From the results of the study, it can be concluded that there are significant differences in the knowledge of the public regarding hypertension and oral health problems and their risk factors before and after the intervention of providing health education on the online seminar (p < 0.05).
Strategi Peningkatan Pemahaman Pentingnya Pemanasan dan Pendinginan saat Melakukan Aktivitas Fisik pada Klub Olahraga Remaja Masjid Punggawan Surakarta Nurhidayat, Nurhidayat; Jariono, Gatot; Warthadi, Anugrah Nur; Sistiasih, Vera Septi; Hernawan, Budi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): IJPM - Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.526

Abstract

Salah satu tujuan dari PKM ini adalah untuk menghindari cedera pada bagian tubuh saat berolahraga, jadi sangat penting untuk melakukan latihan pemanasan dan pendinginan. Meskipun aktivitas pemanasan yang dilakukan secara bertahap membuat tubuh berkeringat dan meningkatkan suhunya, itu membantu jantung dan pembuluh darah karena meningkatkan aliran darah ke otak. Untuk itu, perlu ada pelatihan yang difokuskan pada "Strategi Meningkatkan Pemahaman pentingnya pemanasan dan pendinginan saat melakukan aktivitas fisik Pada Club Olahraga Remaja Masjid Punggawan Surakarta ". Pelatihan ini diadakan di Masjid Sholihin Jl. Gajah Mada No.97, Punggawan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini mencakup pendampingan melaksanakan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga. Hasil pengabdian peserta memperoleh pengetahuan yang bermanfaat dan pemahaman tentang cara melakukan aktivitas pemanasan dan pendinginan saat berolahraga. Kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja masjid Punggawan Surakarta mengenai pemanasan dan pendinginan. Remaja masjid punggawan Surakarta tampak lebih terampil dan konsisten dalam melakukan pemanasan dan pendinginan dalam olahraga serta lebih siap dan lebih sedikit mengalami ketegangan otot sebelum dan sesudah berolahraga. Penerapan teknik yang diajarkan selama pendampingan menunjukkan hasil positif dalam mengurangi risiko cedera olahraga pada remaja masjid punggawan Surakarta.
JARAK PANDANG PADA PEMAKAIAN GAWAI BERHUBUNGAN DENGAN PENURUNAN VISUS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI SURAKARTA Hernawan, Budi; Muhammad Hafizh Hanifa
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.641

Abstract

Tingkat pemakaian gawai mengalami kenaikan setiap tahunnya, hampir seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran di Surakarta menggunakan gawai tiap hari. Penurunan visus dapat menjadi salah satu akibat dari pemakaian gawai tersebut. Pemakaian gawai dengan jarak pandang kurang dari 30 centimeter serta durasi lebih dari 4 jam perhari dinilai sebagai unsafe action. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara jarak pandang serta durasi penggunaan gawai dengan penurunan visus pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Surakarta. Jenis penelitian ini memakai kuantitatif desain deskriptif korelatif yang mengenakan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang digunakan sebanyak 63 responden dengan pengambilan sampel memakai stratified sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil uji chi square terkait jarak pandang dengan penurunan visus didapatkan nilai p sebesar 0, 012 ( p< 0, 05). Hasil uji chi square terkait durasi penggunaan gawai dengan penurunan visus diperoleh nilai p sebesar 0, 935 ( p> 0, 05). Simpulan yaitu terdapat hubungan antara jarak pandang dengan penurunan visus serta tidak terdapat hubungan antara durasi pemakaian gawai dengan penurunan visus pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Surakarta.
Optimalisasi Pemahaman Pemanasan dan Pendinginan untuk Mencegah Cedera pada Klub Olahraga Nurhidayat, Nurhidayat; Jariono, Gatot; Warthadi, Anugrah Nur; Sistiasih, Vera Septi; Hernawan, Budi
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i1.23179

Abstract

One of the goals of PKM is to avoid injury to body parts when exercising, so it is very important to do warm-up and cool-down exercises. Although warm-up activities performed gradually make the body sweat and increase its temperature, it helps the heart and blood vessels because it increases blood flow to the brain. For this reason, there needs to be training focused on "Strategies to increase understanding of the importance of warming up and cooling down when doing physical activity at the Punggawan Mosque Youth Sports Club, Surakarta". This training was held at the di Masjid Sholihin Jl. Gajah Mada No.97, Punggawan, Banjarsari, Surakarta City, Central Java. As a result of their service, participants gain useful knowledge and understanding of how to carry out warm-up and cool-down activities when exercising. Then every time you exercise, proper warm-up and cool-down can improve performance, temperature, blood flow and heart rate before exercise are also good, and injuries occur less frequently. Basically, cooling and warming up is really necessary to prepare the heart and blood vessels. In addition, it can help reduce the risk of cramps, injuries and muscle soreness after exercise.
Dampak Integrasi Teknologi Informasi dan Clinical Pathway terhadap Efisiensi Operasional di Rumah Sakit X: Studi Mixed-Methods Binuko, Raafika Studiviani Dwi; Fauziyah, Nida Faradisa; AlFajri, Asri; Hernawan, Budi; Syifa, Hasna Nurwina
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.1975

Abstract

Efisiensi operasional merupakan isu strategis bagi rumah sakit di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan kesehatan berkualitas. Integrasi teknologi informasi dan clinical pathway dipandang potensial untuk meningkatkan efisiensi, meskipun hasil implementasinya belum konsisten. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak integrasi tersebut terhadap efisiensi operasional di Rumah Sakit X dengan desain mixed-methods. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi langsung, serta analisis data sekunder operasional. Tiga indikator efisiensi dianalisis, yaitu waktu tunggu pasien, lama rawat inap, dan tingkat pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) medis. Uji ANOVA dan regresi linier digunakan untuk menilai signifikansi perubahan indikator sebelum dan sesudah integrasi, dengan konfirmasi validitas melalui uji normalitas, homogenitas varians, dan autokorelasi. Hasil menunjukkan penurunan signifikan pada waktu tunggu pasien dan lama rawat inap, serta peningkatan efisiensi dalam pemanfaatan tenaga medis pasca integrasi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi informasi dan clinical pathway berkontribusi positif terhadap efisiensi operasional, sekaligus menyoroti pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan sistem pelayanan rumah sakit berbasis data dan bukti empiris.
Hubungan Tingkat Stres dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Tenaga Kesehatan Di RS Qolbu Insan Mulia Batang Talita, Putri Nabilla Mitha; Agustina, Tri; Hernawan, Budi; Risanti, Erika Diana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi merupakan suatu proses alamiah yang dialamiperempuan dan akan menjadi masalah jika terjadi ketidakteraturandalam siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhiketidakteraturan siklus menstruasi diantaranya stres dan indeksmassa tubuh. Stres mempengaruhi produksi hormon prolaktin yangberhubungan dengan aktivitas elevasi kortisol basal sehingga terjadipenurunan hormon LH. Sedangkan indeks massa tubuh padaresponden dengan indeks massa tubuh normal memiliki lama siklusmenstruasi yang normal. Tujuannya untuk menganalisis adanyahubungan antara tingkat stres dan indeks massa tubuh terhadapketeraturan siklus menstruasi pada tenaga kesehatan di RS QolbuInsan Mulia Batang. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik dengan metode cross sectional dilaksanakandi Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia Batang pada bulan Desember2020. sebanyak 149 responden dari tenaga kesehatan yang mengikutipenelitian ini. Pengambilan data skor stres, indeks massa tubuh, danketeraturan siklus menstruasi dilakukan menggunakan kuesionerPSS-10 (Perceived Stres Scale 10) dan mengisi google form. Datadianalisis menggunakan Chi Square dan regresi logistik. Hasilanalisis multivariat regresi logistik untuk stres mempunyai nilai p =0,000 dan OR = 0,077, indeks massa tubuh didapatkan nilai p =0313, dan OR = 0,675. Dengan demikian, terdapat hubungan antarastres terhadap keteraturan siklus menstruasi.
Rehabilitasi Ekosistem Pesisir melalui Penanaman Mangrove di Terengganu, Malaysia: Indonesia Hernawan, Budi; Dewi, Listiana Masyita; Anggitaratri, Zakia Novi; Fathin, Afif Naufal; Pranata, Nasywa Sekar Utami; Wafiq, Muhammad Azzim; Omar, Puteri Nur Atiqah Binti Omar; Muzaid, Intan Muzainah Binti Noorul
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 08, Issue 1, Maret 2026
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol8.iss1.art8

Abstract

Increasing coastal degradation in Terengganu, Malaysia, due to human activities and climate change, has prompted the need for ecosystem rehabilitation program through mangrove planting activities. This program is designed to restore coastal ecosystems, protect coastlines from erosion, and raise public awareness about the importance of the environment. Mangrove planting also provides economic benefits through ecotourism and sustainable fisheries. The implementation of activities involved students, lecturers, volunteers, and local communities in the MYCORAL 8.0 program, with stages of activities including site preparation, planting technique training, seedling planting, and initial monitoring. The results of the activity show an increase in mangrove coverage in the target area and the growth of active community participation in protecting the coastal environment. In addition to ecological benefits in the form of improved ecosystem quality and increased marine biota habitat, this activity also has a socio-economic impact through community empowerment and the potential for ecotourism development. These findings underscore the importance of integrating ecological, social, and technological aspects in coastal restoration, serving as a collaborative model that can be replicated in other regions. Overall, this program makes a tangible contribution to environmental conservation efforts while strengthening the relationship between academics and communities in addressing the challenges of climate change.
The Correlation Between Physical Activity and Kidney Stone Formation: A Literature Review Hernawan, Budi; Gonzales, Nico
Smart Medical Journal Vol 6, No 2 (2023): August
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v6i2.71483

Abstract

Background: Kidney stones or nephrolithiasis is a disease where crystals form in kidney due to increased excretion of stones-forming components such as calcium, oxalate, uric acid, cystine, xanthine, and phosphate, or reduced urine volume. In addition, poor eating and drinking habits along with lack of physical activity put individuals at a high risk of developing kidney stones. Previous studies showed that physical activity can both reduce and increase the risk of kidney stones.Purpose: This study aims to determine the relationship between physical activity and formation of kidney stones.Method: A literature review design was used by conducting a journal search through PubMed, Science Direct, and Google Scholar databases using the keywords ("kidney stone" OR nephrolithiasis OR urolithiasis OR "renal calculi") AND ("physical activity" OR exercise)".Results: The results showed a total of 15 articles that discussed correlation between physical activity and kidney stones formation. Ten articles explained that physical activity reduced kidney stones formation, while four reported no significant effect. The last article stated that physical activity increased kidney stones formation Conclusion: Kidney stones formation occurred through the exacerbation of hypercalciuria in the absence of physical activity. Moderate physical activity reduced formation of kidney stones by decreasing calcium excretion in the urine. Meanwhile, excessive physical activity increased the occurrence of kidney stones in the absence of adequate fluid intake.