Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN STRES KERJA PERAWAT DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KRAKATAU MEDIKA KOTA CILEGON BANTEN Veri, Veri; Andriati, Riris; Listiana, Ida
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2025): NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat adalah profesi kesehatan yang mengkhususkan diri pada upaya penanganan asuhan kepada pasien dengan tuntutan kerja yang bervariasi berdasarkan karateristik pekerjaan. Perawat sering dibebani tugas tambahan lain dan sering melakukan kegiatan yang bukan fungsinya. Stres di tempat kerja adalah beban kerja yang berlebihan dan ketegangan emosional yang mengganggu kinerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stres kerja perawat. Metode penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif analitik yang menggunakan data primer (kuesioner) dan memakai metode penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 perawat dengan menggunakan total sampling. Dari hasil penelitian diperoleh responden yang memiliki beban kerja yang ringan yang memiliki stres kerja yang ringan sebanyak 11 (78,6%) responden dan responden yang memiliki beban kerja yang berat memiliki stress kerja yang tinggi sebanyak 19 (73,1%) responden. Hasil uji statistik diperoleh nilai (p- value=0,005, α: 0,05) maka dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stress kerja perawat. Saran penelitian ini dapat diterapkan kepada perawat tentang beban kerja dan stress kerja, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dan acuan mahasiswa/I untuk melakukan penelitian selanjutnya dan penelitian ini diharapkan dapat bermamfaat bagi bahan masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT RUSAK, OBAT EXPIRED DATE DAN OBAT DEAD STOCK DI APOTEK “X” KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2023 Rahajeng, Suny Koswara; Kristiyowati, Anis Dwi; Listiana, Ida; Sayyidah, Sayyidah; Haryani, Setianti; Ismaya, Nurwulan Adi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 1 (2025): Vol 5 No 1 : Pharmaceutical Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i1.914

Abstract

Latar belakang: Pengelolaan obat merupakan serangkaian proses perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, pengendalian dan pencatatan serta pelaporan. Jika pengelolaan tidak dilakukan dengan benar maka akan timbul beberapa masalah di antaranya obat rusak yaitu obat yang mengalami kerusakan pada fisik, obat expired date adalah obat yang sudah melewati batas expired date yang tertera pada kemasan dan obat dead stock yaitu obat yang selama 3 bulan tidak terdapat transaksi hal – hal yang akan menimbulkan kerugian. Penyebabnya karena pengelolaan obat yaitu penyimpanan dan pengadaan. Sehingga obat menjadi rusak sebelum waktu expired date dan stok obat mengalami penumpukan akibat pengadaan dan sistem yang kurang tepat. Oleh karena itu tempat penyimpanan obat harus sesuai denganstandar agar pelayanan obat dapat berjalan dengan baik. Tujuan: untuk mengetahui melalui persentase obat rusak, obat expired date dan dead stock. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif serta pengambilan data secara retrospektif. Data yang dikumpulkan menggunakan lembar observasi kemudian diolah dengan menggunakan microsoft excel setelah itu data diukur sesuai dengan indikator. Hasil: Penelitian menunjukkan persentase obat rusak 0,5% , obat expired date 2,1% dan obat dead stock sebesar 18%. Dari hasil tersebut tingkat pengelolaan obat yang kurang baik terutama pada perencanaan dan pengadaan serta penyimpanan yang belum baik karena masih melebihi nilai indikatornya yaitu 0%. Maka dapat lebih diperhatikan untuk penyusunan, penyimpanan dan pengadaan obat di Apotek.
PENGARUH TEMAN SEBAYA, POLA ASUH DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK X KOTA DEPOK Tiara, Intan; Kasumawati, Frida; Listiana, Ida; Amala, Lulu
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 9, No 2 (2025): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v9i2.1159

Abstract

                                                         ABSTRACTAdolescence is a stage of growth after puberty to adulthood, and also a transition period from childhood to adulthood. According to the WHO, adolescence is grouped at the age of 10-19 years; the adolescent group is a large population of the world. The method in this study uses an analytical observational method with a cross-sectional design. The results of this study indicate that there is a relationship between peers and adolescent sexual behavior with a p value = 0.033 (p = α 0.05), there is no significant relationship between family roles and adolescent sexual behavior with a value of (P Value 0.21) α (0.05) and a significant relationship between social media and adolescent sexual behavior with a value of (P Value 0.21) α (0.05). Premarital sexual behavior is a behavior that can have long-term negative impacts on adolescents, including psychological impacts, social impacts, and physical impacts. Therefore, special attention is needed for adolescents, because if unhealthy sexual urges arise, it will lead to irresponsible sexual behavior and can damage the future of adolescents. Many factors influence premarital sexual behavior, including peers and sources of information. Suggestion: This activity can provide further understanding and awareness of adolescents regarding the impact of risky sexual behavior. This activity is carried out in an effort to provide knowledge to adolescents so that they have a positive self-concept in the form of religion and morals.                                                          ABSTRAKMenurut WHO (2020), internal stigma adalah orang diberi label, Remaja merupakan suatu tahapan pertumbuhan sesudah pubertas sampai dewasa, dan juga masa transisi dari anak-anak ke dewasa. Menurut WHO masa remaja dikelompokkan pada usia 10-19 tahun, kelompok remaja merupakan populasi yang besar dari penduduk dunia. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan teman sebaya dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,033 (p=α 0,05), tidak ada hubungan bermakna antara peran keluarga dengan perilaku seksual remaja dengan diperoleh nilai (P Value 0,21) α (0.05) dan  hubungan bermakna antara media sosial dengan perilaku seksual remaja dengan diperoleh nilai (P Value 0,21) α (0.05). Perilaku seks pranikah merupakan perilaku yang dapat menimbulkan dampak negatif yang bersifat jangka panjang pada remaja diantaranya dampak psikologis, dampak social dan dampak fisik. Maka dari itu diperlukan perhatian khusus pada remaja, karena bila timbul dorongan-dorongan seksual yang tidak sehat akan menimbulkan perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab dan dapat merusak masa depan remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah diantaranya teman sebaya dan sumber informasi. Saran: melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman lebih jauh dan kesadaran remaja mengenai dampak perilaku seksual yang beresiko. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya memberikan pengetahuan pada remaja agar memiliki konsep diri berupa agama dan moral yang positif.                                                    ABSTRACTAdolescence is a stage of growth after puberty to adulthood, and also a transition period from childhood to adulthood. According to WHO, adolescence is grouped at the age of 10-19 years, the adolescent group is a large population of the world's population. The method in this study uses an analytical observational method with a cross-sectional design. The results of this study indicate that there is a relationship between peers and adolescent sexual behavior with a p value = 0.033 (p = α 0.05), there is no significant relationship between family roles and adolescent sexual behavior with a value of (P Value 0.21) α (0.05) and a significant relationship between social media and adolescent sexual behavior with a value of (P Value 0.21) α (0.05). Premarital sexual behavior is a behavior that can have long-term negative impacts on adolescents including psychological impacts, social impacts and physical impacts. Therefore, special attention is needed for adolescents, because if unhealthy sexual urges arise, it will lead to irresponsible sexual behavior and can damage the future of adolescents. Many factors influence premarital sexual behavior, including peers and sources of information. Suggestion: through this activity, it can provide further understanding and awareness of adolescents regarding the impact of risky sexual behavior. This activity is carried out in an effort to provide knowledge to adolescents so that they have a positive self-concept in the form of religion and morals