Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Mengembangkan Ekowisata Berkelanjutan di Kepulauan Kabupaten Mempawah Jumardi Budiman; Okianna, Okianna; Minsas, Sukal; Kuncoro, Iwan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v5i3.4290

Abstract

Mempawah Regency has abundant marine tourism potential, especially on Datuk, Setinjan, and Temajo Islands, which can be a driver of economic growth for the local community. However, the utilization of this potential is still constrained by the limited managerial capacity of the Jejak Nusa Tourism Awareness Group (Pokdarwis), the lack of supporting facilities, and the weak marketing strategy. The Partnership Community Service (PKM) Activity, funded by the Directorate of Research and Community Service, Directorate General of Research and Development, Ministry of Higher Education, Science, and Technology, aims to strengthen the capacity of Pokdarwis through training, mentoring, and the application of technology and innovation to realize sustainable ecotourism. The implementation method is carried out in a participatory manner through five stages, namely socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and program sustainability planning. Steps include preparing organizational work programs, providing business and financial management training, offering digital marketing assistance through blogs and social media, offering snorkeling facilities and underwater cameras, and facilitating cooperation with the village government and ship owners. The results of the activity showed a significant increase in the aspects of organizational management, finance, and digital marketing of Pokdarwis. Additionally, the presence of new tourism facilities encourages the growth of tourist interest, increases the community's income potential, and fosters social solidarity and environmental awareness. Thus, this program has succeeded in creating an ecotourism-based community empowerment model that supports economic welfare while maintaining the sustainability of marine ecosystems.
Pelatihan Pengolahan Bingke’ berbahan Eucheuma cottonii pada Mahasiswa dan Alumni Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura minsas, sukal; warsidah; Nurdiansyah , Syarif Irwan; Helena, Shifa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bingke' is a typical Pontianak food made from eggs, coconut milk, granulated sugar and wheat flour. Some of the existing flavor variants include pumpkin, potato, taro and corn, which apart from providing a new taste, are also a partial substitute for wheat flour. The aim of this PKM activity is to improve the skills and understanding of activity participants, namely marine science students and alumni, in processing fishery products into bingke' as a high-fiber food preparation, as well as developing a business utilizing E. cottonii seaweed, which is one of the one of the leading fisheries commodities in West Kalimantan. The activity was attended by 18 participants consisting of 9 students and 9 alumni of the Department of Marine Science, Tanjungpura University. From the evaluation results during the activity until the end, it shows that the training participants already have the knowledge and skills in making seaweed-based bingke, with a savory and delicious taste and a distinctive seaweed aroma and a medium consistency, not hard and not too soft.
Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Pulau Karimata dalam Kegiatan Monitoring Terumbu Karang Kurniadi, Bambang; Minsas, Sukal; Helena, Shifa; Nurdiansyah, syarif Irwan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coral reefs are the main ecosystem of marine waters, having an ecological function as a habitat for most marine biota. Apart from that, it also functions as a sea wave defense in the first phase, so it can protect coastal areas including mangroves and settlements from wave abrasion. The fertility of coral reefs is an indicator of the fertility of the waters, and the abundance of potential biota for food such as fish and mollusks and other phyla. The aim of this PKM activity is to provide outreach and assistance to the Karimata coastal fishing community in an effort to monitor the health of coral reefs in the waters with Line Intercept Transect method of Karimata Island. The partners for this activity were the Betok Jaya village community consisting of teenagers and parents including housewives, totaling 25 participants and carried out for 7 days. The results of the activity evaluation show that partners in this activity have a good understanding of the importance of monitoring coral reef growth, and have skills in carrying out coral reef monitoring techniques and reporting accompanied by supporting data.
Inisasi Eduwisata Kubu Raya Estuary Cruise Sebagai Upaya Konservasi Inklusif Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Kusumardana, Setra; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Juane Sofiana, Mega Sari; Apriansyah, Apriansyah; Arief Nurrahman, Yusuf; Irwan Nurdiansyah, Syarif; Minsas, Sukal; Agustina, Sella
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2692

Abstract

Teluk Bengkolan (Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat) merupakan kawasan laut semi tertutup (estuaria) serta memiliki kondisi ekosistem mangrove sangat baik dan memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Meskipun demikian, terdapat dilema yang membebani usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Teluk Bengkolan. Peran Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura (PSIK Untan) menjadi sangat penting dalam mengatasi dilema ini. Dan untuk mengakomodir tridharma tersebut, PSIK Untan membuat program inovasi wisata pendidikan bertajuk Pelayaran Estuari Kubu Raya (Estuary Kubu Raya Cruise) yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui wisata dan upaya konservasi melalui penyadartahuan khalayak. Kegiatan Pelayaran Pendidikan ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak dan dilaksanakan pada tanggal 13 – 15 Oktober 2023 di Estuari Teluk Bengkolan, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu dosen dan mahasiswa PSIK Untan, Yayasan Webe Konservasi Ketapang, Lembaga Pengelola Hutan Desa Sugai Nibung, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dan KM Arif Azam Jaya. Pelayaran yang berlangsung selama 3 hari 2 malam memberikan pengamalan belajar bagi peserta pelayaran. Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya diperoleh peserta namun juga masyarakat Desa Sungai Nibung. Pelayaran memberi dampak pada peningkatan minat peserta dan masyarakat untuk menjaga dan mengelola lingkungan berkelanjutan serta membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat.
Analisis Garam dari Daun Mangrove Rhizophora stylosa dan Rhizophora mucronata Enjella, Enjella; Prayitno, Dwi Imam; Minsas, Sukal
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i2.70660

Abstract

Rhizophora sp. merupakan jenis mangrove yang akan menyimpan kelebihan garam dalam daun terutama pada daun yang tua selanjutnya untuk mengatasi kelebihan garam tersebut mangrove akan menggugurkan daun tuanya. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi garam dari daun tua mangrove, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan 3 kali ulangan dan melalui 5 tahap, yaitu 1) pengambilan dan preparasi bahan baku, 2) pembuatan tepung daun mangrove, 3) ekstraksi dan pembuatan garam daun mangrove, 4) perhitungan rendemen serta 5) menganalisa kandungan mineral garam menggunakan alat WDXRF (Wavelength Dispersive X-ray Fluorescence). Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah rendemen dan kandungan mineral. Hasil penelitian menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda antara rasio tepung daun mangrove dan akuades sehingga berpengaruh terhadap rendemen. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil rendemen dan kandungan mineral yang diperoleh dari garam daun mangrove Rhizophora stylosa dan Rhizophora mucronata. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah daun R.stylosa yang sudah berumur tua memiliki kandungan mineral Mg (0,468%), Si (0,163%), P (0,0870%), S (0,358%), Cl (8,04%), K (0,903%), Ca (2,94%), Mn (0,163%), Fe (0,0060%), Br (0,0567), Sr (0,0311%) sedangkan pada daun R.mucronata memiliki kandungan mineral Mg (0,675%), Si (0,253%), P (0,119%), S (0,788%), Cl (6,66%), K (1,36%), Ca (1,51%), Mn (0,162%), Fe (0,0096%), Br (0,0491), Sr (0,0098%).
Simpanan Karbon pada Sedimen Mangrove di Kedalaman Berbeda di Desa Jeruju Besar Kalimantan Barat Sumarni, Goreti; Nurrahman, Yusuf Arief; Minsas, Sukal
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2024): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i1.64375

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting dalam penyimpanan karbon dan layak menjadi kajian dalam ekosistem Blue Carbon. Mangrove memanfaatkan CO2 untuk proses fotosintesis dan menyimpannya dalam stok biomassa dan sedimen sebagai  upaya mitigasi perubahan iklim. Perkiraan penyimpanan karbon pada ekosistem mangrove begitu besar sehingga penting untuk menghitung persentase estimasi simpanan karbon pada sedimen mangrove di Desa Jeruju Besar, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan karbon tersimpan pada sedimen mangrove di kedalaman yang berbeda dan mengetahui parameter fisika kimia pada daerah perairan. Penentuan titik lokasi pengamatan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel sedimen mangrove dilakukan dengan metode stratified sampling. Data yang dianalisis adalah bulk density, Presentase bahan organik sedimen dan presentase karbon organic pada sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbon total di ekosistem mangrove di Desa Jeruju Besar berkisar antara 3379,91-3905,29  ton/ha. Simpanan karbon yang paling tinggi yaitu di kedalaman 30-60 cm pada stasiun III yaitu 5224,70 ton/ha.
COMMUNITY STRUCTURE OF MACROALGAE IN LEMUKUTAN ISLAND WATERS, WEST KALIMANTAN Safitri, Ikha; Juane, Mega Sari; Warsidah, Warsidah; Helena, Shifa; Minsas, Sukal; Yuliono, Agus
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 8 NUMBER 1, 2022
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jiks.v8i1.17914

Abstract

Macroalgae or known as seaweed is one of the potential resources and is responsible for primary productivity in marine waters. Macroalgae plays an important role in marine ecosystems, provides food, oxygen, and habitat for several types of marine biota. Moreover, macroalgae have been reported as renewable resources in marine environment and widely used in various fields. The biodiversity and abundance of macroalgae are strongly influenced by aquatic environmental factors. Lemukutan Island is the largest inhabited island located in Bengkayang Regency, West Kalimantan and has the potential natural resources, including macroalgae. This Island can become a center for producing macroalgae that can be used to meet food needs both locally and domestically. The main objective of this study were to determine the community structure of macroalgae and the condition of the environmental physico-chemical parameters. The sampling locations were carried out in-situ at three stations and the determination of the sampling site was done by purposive random sampling method, by selecting an area based on the presence of macroalgae. The sampling of macroalgae was carried out using a quadratic transect with size of 10x10 m2 and the water quality parameters were measured using the AZ 8603 of WQC instrument. The study found 6 genera of macroalgae, such as Caulerpa, Halimeda, Padina, Turbinaria, Sargassum, and Gracillaria. Among the identified macroalgae, Phaeophyceae have the highest per cent contribution (50%), and Padina had the highest abundance (29.84 ind/m2). Lemukutan Island waters had a moderate level of diversity, high macroalgae uniformity, and dominance index in the low category. The aquaatic environmental factors influenced the abundance of macroalgae in Lemukutan Island waters.  
Analisis Kondisi Lamun Enhalus acoroides di Perairan Desa Sutera Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Jo, Ronaldus Oa; Minsas, Sukal; Kushadiwijaya, Ari Antasari; Idiawati, Nora
Akuatiklestari Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i.5152

Abstract

Lamun merupakan salah satu ekosistem penting untuk kehidupan biota laut di sekitarnya. Salah satu spesies lamun yang ada di perairan Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara adalah Enhalus acoroides. Kajian kondisi lamun dan parameter perairan perlu dilakukan sebagai informasi awal untuk pengelolaan secara terpadu. Analisis kondisi lamun meliputi kerapatan jenis, dan persentase tutupan jenis. Pengambilan data lamun dilakukan dengan metode line transect pada satu stasiun terdapat 3 line transek dengan panjang 50 m dan lebar 10 m dan kuadran transek 50 cm x 50 cm yang dipasang tegak lurus dengan garis pantai ke arah laut. Kerapatan jenis E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 25,87 ind/m², 16,37 ind/m², dan 20,5 ind/m², secara berurutan. Rata-rata persentase tutupan lamun E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 27,77%, 17,01% dan 21,52% secara berurutan. Data kerapatan jenis dan persentase tutupan lamun ini dapat dikategorikan lamun di perairan dalam kondisi jarang. Parameter fisika-kimia perairan di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan, kedalaman dan substrat telah dilakukan. Perairan Desa Sutera memiliki salinitas 19-20‰, temperatur 29-30oC dan pH 5,70-7,45. Kedalaman 1,38 cm dan kecerahan habitat lamun 45 cm. Substrat yang ditemukan berupa substrat debu, liat dan pasir yang di mana jenis substrat ini kurang cocok untuk pertumbuhan lamun E. acoroides. Hasil analisis korelasi antara kerapatan lamun dengan parameter fisika-kimia perairan menunjukan nilai korelasi dari sedang hingga sangat kuat hal ini sesuai dengan data lapangan dimana parameter fisika-kimia perairan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lamun.
INVENTARISASI AIR SUMUR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI DESA SUNGAI NIBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Sofiana, Mega Sari Juane; Harianto, Harianto; Prayitno, Dwi Imam; Nurdiansyah, Sy. Irwan; Helena, Shifa; Idiawati, Nora; Minsas, Sukal; Nurrahman, Yusuf Arief; Rudiyanto, Rudiyanto; Safitri, Ikha; Apriansyah, Apriansyah; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Warsidah, Warsidah; Darma, Surya
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v4i3.1623

Abstract

A common problem faced by coastal communities is the lack of clean water kamislot. This issue also occurs in the coastal area of Sungai Nibung Village, Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency. The community relies on dug well water; however, this water is yellowish, murky, and has an iron odor. This activity, in Community Service (PKM), aims to collect data on the condition of water and existing clean water fasilities and infrastructure, and offer treatment solutions that consider the current situation. The method was carried out through field surveys, raw water sampling, simple water testing (pH, salinity, and coagulation-flocculation tests), and observation of clean water supporting facilities. High levels of in the water can be reduced through coagulation-flocculation using soda ash and PAC to precipitate the iron. If the sedimentation stage is skipped, the workload of the filters in te available facilities becomes heavier. One applicable solution for the community is to add aeration and sedimentation tanks to oxidize and precipitate the iron.
Struktur Komunitas Fitoplankton di Pantai Pulau Datok Perairan Sukadana Fatriani, Ria; Minsas, Sukal; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.95836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di perairan Pantai pulau Datok, Sukadana. Penelitian dilakukan pada empat stasiun yang mewakili karakteristik lingkungan berbeda. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net, sedangkan parameter lingkungan seperti suhu, pH, kecerahan air, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat diukur secara in-situ dan ex-situ. Hasil menunjukkan total 61 genus dari 8 divisi dan 10 kelas fitoplankton, dengan kelas Bacillariophyceae mendominasi di semua stasiun. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,117-3,250, keseragaman (E) 0,343-0,840, dan dominansi (C) 0,055-0,388. Kepadatan tertinggi dicatat di Stasiun I yang memiliki kandungan nitrat tertinggi. Kecepatan arus terbukti berpengaruh negatif terhadap kelimpahan fitoplankton. Komunitas fitoplankton di Pantai Pulau Datok menunjukkan potensi sebagai bioindikator kondisi lingkungan perairan.