Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Oseanologia

Intervensi Aroma Amis Teh Sargassum polycystum Dengan Variasi Daun Kesum, Kulit Lemon, Kulit Buah Naga Fuadah, Aisah Samrotul; Minsas, Sukal; Prayitno, Dwi Imam
Oseanologia Vol 3, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v3i2.82033

Abstract

Minuman teh Sargassum polycystum merupakan salah satu produk olahan rumput laut berbentuk serbuk kasar dalam kemasan kantong teh celup.. preparasi bahan melalui proses pengeringan dan pemotongan kasar untuk menghasilkan formulasi teh terbaik yang tidak beraroma amis, disukai konsumen dan memiliki aktivitas antioksidan. Formulasi yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari Sargassum polycystum, daun kesum, kulit lemon, kulit buah naga dengan komposisi kontrol 1:1, formula 1 (Sargassum polycystum : kulit lemon), formula 2 (Sargassum polycystum : daun kesum), formula 3 (Sargassum polycystum : kulit buah naga). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh Sargassum mengandung senyawa fukoidan, aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 135 µg/mL, dengan formulasi terbaik yang disukai konsumen terdapat pada formulasi F2 (Sargassum polycystum : daun kesum) dengan nilai hedonik 3,5 (tidak suka-suka).  
Estimasi Karbon Serasah Daun Mangrove Di Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah Hartisa, Natasia Selvi; Safitri, Ikha; Minsas, Sukal
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.70037

Abstract

Mangrove sebagai salah satu ekosistem pesisir memiliki peran ekologis penting dalam upaya mitigasi pemanasan global yaitu sebagai penyerap karbon. Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah memiliki vegetasi mangrove yang tumbuh secara alami maupun hasil penanaman. Ekosistem mangrove tersebut dapat berperan sebagai parameter blue carbon dengan mengikat CO2 dari atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis laju produksi dan kandungan karbon serasah daun mangrove di Desa Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Pengambilan sampel serasah daun mangrove dilakukan selama 15 hari dengan menggunakan litter trap berukuran 1 x 1 m2 dengan mesh size 0,2 cm. Litter trap dipasang di 3 stasiun pengamatan dengan dua kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian, laju produksi serasah daun mangrove di Desa Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat berkisar antara 15,95"“20,13 ton/ha/tahun. Sedangkan, kandungan karbon yang tersimpan pada serasah daun mangrove sebesar 12,77"“15,14 tonC/ha/tahun. Oleh karena itu, hutan mangrove di Desa Bakau Kecil dapat berperan penting dalam penyimpanan karbon untuk mengurangi efek gas rumah kaca.
Kepadatan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Kawasan Mangrove Setapuk Besar Ramadhan, Bayu; Sofiana, Mega Sari Juane; Minsas, Sukal
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.74928

Abstract

Setapuk Besar adalah salah satu wilayah pesisir yang berada di Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat. Daerah ini memiliki ekowisata mangrove yang berbasis konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Luas hutan mangrove Setapuk Besar adalah 26,1 ha. Makrozoobentos adalah salah satu kelompok biota yang hidup di kawasan mangrove. Kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos dapat dijadikan sebagai indikator awal kualitas lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos di kawasan mangrove Setapuk Besar. Titik penentuan stasiun (Stasiun I dan II) menggunakan metode purposive sampling. Makroozoobentos diambil dari sedimen dengan menggunakan coring berdiameter 2,5 inch dengan panjang 40 cm secara vertikal dan diayak dengan ukuran mesh 0,5 mm. Spesimen diidentifikasi denga mikroskop stereo. Jumlah individu yang diperoleh kemudian dianalisis kepadatan dan keanekaragamannya. Kepadatan tertinggi makrozoobentos adalah Stasiun I dengan 4 kelas, yaitu Gastropoda (1 jenis), kelas Bivalvia (3 jenis), kelas Malascotraca (1 jenis) dan kelas Thecostraca (1 jenis).Indeks keanekaragaman (H"™), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C) pada Stasiun I   adalah 1,5 (keanekaragaman sedang), 0,96 (keseragaman tinggi), dan 0,23 (dominansi rendah), secara berurutan.
Kelimpahan Kerang Bambu (Solen sp.) di Pantai Mutiara Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Dahliana, Dahliana; Warsidah, Warsidah; Helena, Shifa; Safitri, Ikha; Minsas, Sukal
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.72968

Abstract

Kerang bambu (Solen sp) merupakan jenis moluska yang hidup pada daerah pesisir dengan substrat dasar berupa pasir berlumpur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan kerang bambu yang ada di Pantai Mutiara Kecamatan Sukadana. Pengambilan data penelitian dilakukan menggunakan metode sistematik sampling dengan penarikan secara horizontal. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 spesies solen sp di Pantai Mutiara yaitu Solen corneus Lamerckii dan Solen leanus Dunker dengan kelimpahan 27,6 ind/m2. Hasil uji korelasi kelimpahan solen sp. di pantai Mutiara dengan parameter lingkungan salinitas, pH, DO, suhu dan kecepatan arus sebesar 0,6121. Nilai tersebut menunjukan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kelimpahan kerang bambu. Hasil uji korelasi statistik hubungan kelimpahan dengan substrat yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kelimpahan kerang bambu dengan substrat yaitu sebesar 0,796.
Struktur Komunitas Fitoplankton di Pantai Pulau Datok Perairan Sukadana Fatriani, Ria; Minsas, Sukal; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.95836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di perairan Pantai pulau Datok, Sukadana. Penelitian dilakukan pada empat stasiun yang mewakili karakteristik lingkungan berbeda. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net, sedangkan parameter lingkungan seperti suhu, pH, kecerahan air, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat diukur secara in-situ dan ex-situ. Hasil menunjukkan total 61 genus dari 8 divisi dan 10 kelas fitoplankton, dengan kelas Bacillariophyceae mendominasi di semua stasiun. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,117-3,250, keseragaman (E) 0,343-0,840, dan dominansi (C) 0,055-0,388. Kepadatan tertinggi dicatat di Stasiun I yang memiliki kandungan nitrat tertinggi. Kecepatan arus terbukti berpengaruh negatif terhadap kelimpahan fitoplankton. Komunitas fitoplankton di Pantai Pulau Datok menunjukkan potensi sebagai bioindikator kondisi lingkungan perairan.
Keanekaragaman Makrozoobenthos di Epifauna di Kawasan Ekowisata Pantai Tanjung Burung Kabupaten Mempawah Sari, Nur'azizah Fatika; Minsas, Sukal; Sofiana, Mega Sari Juane
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.95825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur keanekaragaman makrozoobenthos epifauna serta kondisi parameter lingkungan di kawasan ekowisata Pantai Tanjung Burung, Kabupaten Mempawah. Sampel diambil pada empat stasiun menggunakan metode purposive random sampling. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan coring. Identifikasi spesies dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan, FMIPA UNTAN. Hasil identifikasi makrozoobentos ditemukan 14 spesies, 13 genus, 11 famili, 8 ordo dan 3 kelas. Nilai indeks keanekaragaman (H') berkisar 0,4958–1,8462 (rendah hingga sedang), indeks dominansi (D) berkisar antara 0,1735 – 0,7486 (rendah – tinggi), dan indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,3576 – 0,9487 (rendah – tinggi). Parameter lingkungan menunjukkan suhu tanah 29,4–31,9°C, pH 7,60–8,02 dan salinitas 27–29,4 ppt. Fraksi tanah didominasi liat dan debu. Kondisi ini menunjukkan lingkungan masih mendukung kehidupan makrozoobenthos.
Struktur Komunitas Gastropod di Kawasan Mangrove Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya Nadianti, Vega; Minsas, Sukal; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.96093

Abstract

Kawasan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung keanekaragaman hayati. Salah satu organisme yang hidup di kawasan ini adalah gastropoda, yang berfungsi sebagai pengurai dan indikator ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas gastropoda serta keterkaitannya dengan parameter lingkungan di kawasan mangrove Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya. Pengumpulan data dilakukan pada lima stasiun dengan metode kuadrat transek berukuran 1x1 meter. Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu tanah, pH tanah, salinitas, pH air, dan fraksi tanah. Hasil identifikasi menunjukkan tujuh spesies gastropoda dari lima famili, dengan spesies dominan Neritina violacea. Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun yang memiliki substrat lempung berpasir dan vegetasi mangrove rapat. Nilai indeks keanekaragaman berada pada kategori rendah hingga sedang. Faktor lingkungan seperti suhu dan pH tanah, serta tekstur substrat, memengaruhi distribusi spesies. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kawasan mangrove sebagai habitat alami gastropoda.
Keanekaragaman Makrozoobentos di Kawasan Mangrove Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya Hartati, Siti; Minsas, Sukal; Apriansyah, Apriansyah
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.96425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi, keanekaragaman, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi sebaran makrozoobentos di kawasan mangrove Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel dilakukan di lima stasiun menggunakan metode transek berukuran 1×1 m dengan tiga kali ulangan. Hasil penemuan ditemukan 3 filum, 3 kelas, 5 ordo, 9 famili, dan 12 genus makrozoobentos. Kepadatan spesies bervariasi antara 1,6–22,0 ind/m² dengan nilai tertinggi di Stasiun 2, didominasi Gastropoda, terutama Neritina cornucopia . Indeks keanekaragaman (H') berkisar 0,50–1,30 (rendah–sedang), indeks keseragaman (E') 0,72–0,94 (tinggi), dan indeks dominansi (D) 0,13–0,43 (rendah), menunjukkan ekosistem relatif seimbang tanpa dominansi spesies tertentu. Faktor lingkungan seperti pH, suhu, salinitas, dan fraksi tanah berpengaruh terhadap pelaporan makrozoobentos, di mana substrat yang didominasi fraksi debu yang mendukung kehidupan organisme bentik. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai kondisi ekologis mangrove Jeruju Besar dan dapat menjadi referensi untuk pengelolaan dan pelestarian kawasan mangrove secara berkelanjutan.