Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Workshop Strategi Peningkatan Reputasi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Manajemen Akun SINTA Bagi Dosen Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan Universitas Muhammadiyah Buton Findra, Muhammad Nur; Cahyani, Waode Sitti; Sirza, LM Junaidin; Subur, Riyadi; Ajo, Antasalam; Hamar, Bahtiar; Failu, Ismail; Bone, Abdul Hadi; Wardana, Wardana
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i1.8114

Abstract

Dalam mendukung terlaksananya tridarma perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi setiap tahunnya membuka kesempatan bagi para dosen untuk mengusulkan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa tahun terakhir, pengusulan proposal ini telah menetapkan skor SINTA (Score Overall) sebagai salah satu persyaratan wajib bagi ketua pengusul dan terjadi peningkatan persyaratan skor SINTA minimal di setiap tahunnya. Fenomena peningkatan persyaratan skor SINTA ini mengakibatkan banyaknya dosen menjadi tidak eligible untuk mengajukan usulan, termasuk dosen di Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan (PSDP) Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton). Melihat permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian berupa workshop untuk mengelola akun SINTA sebagai strategi dalam meningkatkan reputasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi dosen Program Studi PSDP UM Buton. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2024 yang bertempat di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu penyampaian materi oleh narasumber, pendampingan dan diskusi, serta evaluasi dan penutupan. Kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dan mencapai target luaran yang diharapkan. Pelaksanan kegiatan ini telah memberikan hasil yang signifikan pada peningkatan skor SINTA dosen Program Studi PSDP UM Buton. Setelah mengikuti workshop ini juga beberapa dosen telah memenuhi persyaratan untuk mengusul proposal pengabdian kepada masyarakat (skema PKM) dengan skor sinta overall di atas 50, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Work Ethic of Bajo Women in Marine Product Processing on the Coast of Waburense Village, Central Buton Taherong, Rosmawati; Cahyani, Waode Sitti
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 6 No. 4 (2025): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v6i4.4459

Abstract

The Bajo people are a coastal community with a strong connection to the marine environment and a rich cultural heritage passed down through generations, encompassing value systems, gender-based role divisions, and traditional economic practices. Bajo women, known as ningkinda Bajo, play a central role in household economic activities such as fish processing, seaweed cultivation, and marketing despite having limited access to technology and formal education. This study aims to identify the work ethic of Bajo women and measure their resilience in managing marine resources in Waburense Village, Central Buton Regency. Using a qualitative descriptive method through field observations, in-depth interviews, and documentation, the study reveals that Bajo women operate under highly irregular working hours and face multidimensional challenges, including dual workloads, extreme environmental conditions, health risks, and limited access to resources. Their work ethic is reflected in their perseverance, physical endurance, adaptive strategies, and commitment to sustaining household and community economies. These burdens are compounded by structural factors such as poverty, low education levels, and insufficient policy intervention. The findings affirm that Bajo women are key actors in the socio ecological resilience of coastal communities. Therefore, inclusive and gender responsive empowerment policies are urgently needed to enhance their capacity, access to technology, skill training, and overall well being.