Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Fisika Unand

Tinjauan Klimatologis Kejadian Banjir Bandang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan Tanggal 5 Juli 2023 Mediany, Shinta; Haryanto, Yosafat Donni; Fadlan, Ahmad
Jurnal Fisika Unand Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.14.3.279-290.2025

Abstract

BPBD reported that a flash flood occurred in Lahat Regency due to high rainfall in the early hours of Wednesday, July 5, 2023. This led to an overflow of the Lematang River, causing flooding that submerged roads and parts of residential areas. Therefore, research is essential to understand atmospheric dynamics and review climatological conditions during the flash flood event in Lahat Regency, covering Pulau Pinang District, Lahat District, and Mulak Sebingkai District. This research is expected to serve as a scientific basis for mitigation and adaptation measures against hydrometeorological disasters. Global phenomena such as the Madden–Julian Oscillation (MJO), El Niño Southern Oscillation (ENSO), and monsoon activity have been analyzed. The analysis of local and regional-scale meteorological parameters was conducted using atmospheric reanalysis datasets from JRA-3Q, NCEP/NCAR, and NCICS. Additionally, a climatological review was carried out based on rainfall data from several cooperative rain gauge stations around the affected area, supplemented with GSMaP satellite data. The study indicates that the flash flood was caused by heavy to very heavy rainfall in the surrounding areas. This rainfall resulted from several factors, including the active MJO over the Indian Ocean, wind convergence, and the presence of the Intertropical Convergence Zone (ITCZ) extending along the western part of Sumatra. The presence of a low-pressure area enhanced the potential for convective cloud formation, further intensified by atmospheric moisture levels exceeding 80% at the 850 mb layer, increasing water vapor content in the upper atmosphere. A historical data review shows that, climatologically, the rainfall during the flash flood event represented the highest recorded daily maximum rainfall for July within the observation period, surpassing pentad and decadal averages. The influence of global, regional, and local-scale phenomena contributed to the increased rainfall intensity in the flash flood-affected area.
Analisis Variabilitas Iklim Di Kabupaten Lampung Selatan Hidayat, Rizal; Haryanto, Yosafat Donni
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.254-260.2023

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil menjadi rentan terhadap dampak perubahan iklim. Salah satu wilayah yang juga rentan terhadap perubahan iklim adalah Kabupaten Lampung Selatan. Dampak potensial adanya perubahan iklim adalah perubahan pola hujan, peningkatan suhu udara dan kenaikan permukaan laut. Sektor yang akan menerima dampak perubahan iklim dengan serius adalah sektor kehutanan dan pertanian. Untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi maka diperlukan informasi perubahan iklim yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabilitas iklim di Kabupaten Lampung Selatan. Data yang digunakan adalah data curah hujan dan suhu dari Stasiun Meteorologi Radin Inten II selama 30 tahun (1991-2020). Metode yang digunakan adalah analisis kecenderungan curah hujan, analisis perubahan suhu udara, analisis perubahan tipe iklim dan analisis pergeseran bulan basah, lembab dan kering. Berdasarkan parameter yang dianalisis, variabilitas iklim di Kabupaten Lampung Selatan adalah tipe iklim Schmidt-Ferguson mengalami perubahan dari sangat basah menjadi basah, curah hujan bulanan dan tahunan memiliki kecenderungan yang menurun, suhu udara rata-rata bulanan pada umumnya mengalami peningkatan; serta terjadi pergeseran dan perubahan jumlah bulan basah dan bulan kering.