Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Home Garden Sayuran Untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan Dasar Rumah Tangga di Desa Kedung Rejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo Nugroho, Tri Wahyu; Andrianto, Bagus; Firdaus, Mohammad Wahyu
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.02

Abstract

Ketahanan pangan di wilayah pedesaan merupakan salah satu tantangan utama di Indonesia, terutama dengan adanya perubahan iklim dan keterbatasan akses masyarakat terhadap teknologi pertanian yang tepat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui penerapan home gardening di Desa Kedung Rejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Home gardening dipilih sebagai solusi karena mampu memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam secara mandiri, yang dapat meningkatkan ketersediaan pangan serta memberikan dampak ekonomi bagi keluarga. Metode pelaksanaan program ini meliputi beberapa tahapan, yakni identifikasi lokasi dan peserta, sosialisasi program, pelatihan teknis bercocok tanam, penyediaan bibit dan sarana produksi, serta pendampingan intensif selama proses penanaman. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak program terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan rumah tangga. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa 95% peserta berhasil memulai home garden mereka dan mengalami peningkatan ketersediaan pangan rumah tangga. Beberapa peserta juga berhasil memasarkan hasil panen untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Selain itu, program ini mendorong terjalinnya solidaritas sosial di antara warga melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman. Program home gardening ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa Kedung Rejoso. Keberhasilan program ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah pedesaan lainnya guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penerapan Sistem Hidroponik Deep Flow Technique (DFT) untuk Diversifikasi dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Probolinggo Hanani, Nuhfil; Nugroho, Tri Wahyu; Rahman, Moh. Shadiqur
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.02

Abstract

Ketahanan pangan Indonesia menghadapi tantangan serius akibat alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan degradasi lingkungan. Salah satu solusi strategis yang diusulkan adalah pemanfaatan teknologi pertanian modern melalui sistem hidroponik, khususnya teknik Deep Flow Technique (DFT). Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo untuk mengenalkan dan mengimplementasikan hidroponik DFT sebagai pendekatan pertanian berkelanjutan di lahan pekarangan. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif mulai dari identifikasi lokasi, desain dan instalasi sistem, hingga pendampingan, pelatihan, dan pemanenan. Sistem DFT terbukti efisien dalam penggunaan air dan nutrisi, mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi seperti sawi, bayam, dan kangkung, serta ramah lingkungan karena minim penggunaan pestisida. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan teknis masyarakat dalam budidaya hidroponik, peningkatan akses terhadap sayuran bergizi, dan terbukanya peluang ekonomi lokal melalui pemasaran hasil panen. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan dan pertanian berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti kelompok tani, ibu rumah tangga, dan pelajar, program ini menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi pertanian yang dapat direplikasi di daerah lain. Secara keseluruhan, program hidroponik DFT ini memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan lahan dan sumber daya alam.