Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ruang

Pola Pengelolaan Sampah Berdasarkan Persepsi Masyarakat Di Permukiman Atas Air Kelurahan Klandasan Ilir Balikpapan Kota Sofyar, Nadia Larasati; Yorika, Rahmi
Ruang Vol 10, No 1 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.10.1.17-26

Abstract

Berdasarkan Instrumen Strategi Sanitasi Kota tahun 2021 sampah yang telah dihasilkan oleh masyarakat di Kelurahan Klandasan Ilir adalah sebanyak 5.316 ton sampah, dan terdapat jumlah sampah tidak terkelola sebesar 31,07%. Permasalahan yang terdapat di Permukiman Atas Air adalah masyarakat  melakukan penumpukan sampah skala Domestik, kurangnya kesadaran masyarakat pada kondisi lingkungan, dan tidak ada sistem pengelolaan pemilahan sampah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pengelolaan sampah berdasarkan persepsi masyarakat di permukiman atas air Kelurahan Klandasan Ilir. Metode analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif dan analisis faktor. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui karakteristik sistem pengelolaan sampah di permukiman atas air Kelurahan Klandasan Ilir tidak memiliki organisasi pengelolaan sampah yang terbentuk, pada 7 RT tidak ada yang melakukan pemilahan sampah, RT 28, RT 29, RT 32, RT 36, RT 50, dan 59 melakukan pewadahan sampah berupa kantung plastik dan RT 30 melakukan pewadahan sampah berupa bak sampah, dari 7 RT hanya RT 30 yang melakukan pengumpulan sampah di TPS, untuk pengangkutan sampah seluruh RT telah terlayani oleh jasa pengangkutan sampah oleh pemerintah, seluruh RT telah dilakukan kegiatan yang dilakukan pemerintah, dari 7 RT hanya RT 30 yang melakukan pemungutan retribusi swadaya, berdasarkan kegiatan pengelolaan seluruh RT berupa kerja bakti, berdasarkan kebiasaan masyarakat seluruh RT aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah, berdasarkan sikap positif dari 7 RT hanya RT 30 yang memiliki tempat sampah, berdasarkan bentuk keperdulian bahwa masyarakat di RT 28, RT 30, RT 36, RT 50, dan RT 59 sudah cukup baik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Faktor yang berpengaruh signifikan berdasarkan persepsi masyarakat adalah pewadahan sampah, pengumpulan sampah, kegiatan pengelolaan sampah, keperdulian terhadap sampah, dan sikap positif.Kata kunci: Pengelolaan sampah, Permukiman Atas Air, Persepsi Masyarakat
Arahan Peningkatan Kinerja Saluran Drainase pada Koridor Jalan Barito Kelurahan Simpang Tiga Kota Samarinda Setyawan, Trisna Adji; Yorika, Rahmi
Ruang Vol 10, No 2 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.10.2.80-89

Abstract

Kelurahan Simpang Tiga dalam Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda tercatat sebagai kawasan rawan banjir, di mana salah satu instrumen pengendalian banjir yang digunakan adalah pengelolaan sistem drainase terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan peningkatan kinerja saluran drainase dengan tiga langkah sasaran: (1) Menghitung kinerja teknis saluran drainase berdasarkan nilai kemampuan drainase, (2) Menganalisis faktor sosial yang mempengaruhi kinerja drainase, dan (3) Merumuskan program peningkatan kinerja saluran drainase. Berdasarkan analisis teknis, jaringan drainase dinilai melalui waktu konsentrasi, intensitas curah hujan, dan koefisien aliran gabungan untuk menentukan debit limpasan. Semakin tinggi koefisien aliran, semakin besar debit limpasan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kapasitas dan kinerja drainase. Ketika debit limpasan melebihi kapasitas drainase, kondisi drainase dinilai buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja teknis drainase di lokasi penelitian bernilai negatif, yang berarti drainase tidak berfungsi dengan baik. Pada kondisi eksisting, banyak endapan lumpur, pasir, dan sampah yang menyumbat aliran, serta dimensi penampang yang tidak seragam menyebabkan genangan. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan drainase memperburuk situasi. Berdasarkan kebijakan Pemerintah Daerah dan temuan sebelumnya, disusun program peningkatan kinerja drainase yang meliputi pembangunan ulang dimensi saluran, revitalisasi drainase dengan partisipasi masyarakat, perencanaan saluran drainase dan sanitasi terpadu, serta penetapan regulasi yang mengatur peran serta masyarakat dalam pengelolaan drainase.