Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Obat Herbal dan Obat Tradisional pada Pasien Hipertensi Sahanaz Zaqiyah Darozah; Dwi Aulia Ramdini; Afriyani; Oktafany
Medula Vol 14 No 3 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i3.1012

Abstract

The use of traditional medicine derived from various types of plants has become a culture and tradition in Indonesia. It is primarily used for treating metabolic and degenerative diseases, with hypertension being one of the notable examples. Hypertension stands as a leading cause of premature death worldwide. The global incidence of hypertension in 2015 reached 1.13 billion, with a prevalence ranging between 30-45%. Currently, approximately 75-80% of the world's population with hypertension decide to use herbal medicines because they can be tolerated by the body and have fewer associated side effects. The utilization of herbal and traditional medicines is widespread across various countries, including 29.4% in Iran, 21% in South Africa, 75.6% in Tanzania, 30.6% in Malaysia, and 54%-78% in Indonesia. Therefore, this article discusses factors influencing the use of herbal and traditional medicines among hypertensive patients. Factors known to influence the utilization of these medicines include gender, age, education, occupation, and medication adherence. Health professionals have to be concerned about herbal and traditional medicines use in hypertensive patients to ensure that the treatment is safe, effective, and minimizes the risk of side effects and drug interactions.
Relationship between Student Engagement in Learning and Grade Point Average of Students Kristiani, Rini; Oktafany; Setiawan, Gigih; Lisiswanti, Rika
Medula Vol 14 No 11 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i11.1353

Abstract

Student engagement in learning is a form of student participation in the learning process. There are three dimensions in student involvement, namely behavioral, emotional, and cognitive dimensions. This study aims to find the relationship between student engagement in learning and its dimensions on GPA in students of the Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, Lampung University (PSPD FK Unila). This research design is descriptive analytic with a cross-sectional approach conducted on students of class 2022 PSPD FK Unila with the sampling technique is total sampling. The data collection process used the University Student Engagement Inventory (USEI) questionnaire along with demographic data for GPA. The research was conducted in October-November 2024. The analysis was conducted using the spearman test. The results showed that the level of student engagement The highest was in the medium + low category totaling 168 students (80.8%), the most dominant dimension in engagement was behavioral engagement, then cognitive, and the lowest was emotional. Most students' GPA is in the very satisfactory category (64.5%), followed by praise (20.2%), and the last is satisfactory (15.3%). There was a significant relationship between student engagement in learning and GPA (p value = 0.027, r = 0.155). Further analysis found that there was a relationship between behavioral engagement on GPA (p value = 0.014, r = 0.173) and cognitive engagement on GPA (p value = 0.021, r = 0.162), while emotional engagement showed no significant relationship on GPA (p value = 0.558). There is a significant relationship between student engagement in learning and GPA in FK Unila PSPD students. The dimensions that are significantly related to GPA are the dimensions of behavioral and cognitive engagement, while the emotional dimension does not show a significant relationship to student GPA.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Empati pada Mahasiswa Kedokteran Alifah, Rahmah; Lisiswanti, Rika; Ratna, Maya Ganda; Oktafany
Medula Vol 14 No 11 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i11.1468

Abstract

Empathy in medical students is an important aspect that affects how medical students interact with patients and understand their feeling. In the medical world, empathy can enhance the doctor-patient relationship, improve patient satisfaction, and can even affect clinical outcomes. Patients who feel empathy from their doctors are more likely to fully explain their symptoms and actively engage in the doctor-patient relationship. Research shows that empathetic doctors tend to have more satisfied and compliant patients. A number of studies have identified that the level of empathy in medical students varies and is influenced by several factors. The purpose of this literature review is to identify the factors that affect empathy in medical students. The journal were obtained from Google Scholar and Pubmed database with keyword (Empathy) and (Medical Student) for publication in 2015-2024. Journal inclusion criteria used were medical student population, journals that discussed the relationship between several factors with empathy levels, and published between 2015-2024. Exclusion criteria are journals that cannot be accessed completely. The method of analysis carried out in this literature review is a descriptive method, which describes and explains through narratives of the articles found. Based on the results of review from several journals, it was found that factors such as stress, role models, empathy training, mental health, self-control, self-motivation, social awareness, and social skills, perception of learning environment, personality, self-reflection, emotional intelligence, and gratitude.
Komponen Biaya yang Mempengaruhi Total Cost of Illness pada Pasien Hipertensi Rawat Inap: Narrative Review Sabrina, Dewi; Oktafany; Iqbal, Muhammad; Suri, Nurma
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.902

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tekanan pada pembuluh darah menjadi terlalu tinggi, yaitu tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut WHO, prevalensi hipertensi di dunia diperkirakan mencapai 33,1% dan 32,4% di kawasan Asia Tenggara. Penyakit dengan prevalensi yang tinggi ini menimbulkan beban ekonomi yang signifikan, terutama pada pasien rawat inap. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi komponen biaya yang mempengaruhi total Cost of Illness(COI) melalui tinjauan literatur yang diperoleh dari beberapa sumber database dan dipilih delapan artikel yang relevan. Artikel relevan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya medis langsung, seperti biaya obat-obatan dan prosedur medis non-bedah merupakan komponen terbesar yang berkontribusi dalam total COI di mana semakin lama waktu perawatan maka biaya yang dikeluarkan akan semakin bertambah. Selain itu, biaya langsung non-medis seperti transportasi dan akomodasi, serta biaya tidak langsung seperti hilangnya pendapatan bagi pasien dan pendamping, juga berkontribusi besar terhadap akumulasi biaya beban penyakit. Untuk mengurangi biaya tersebut, diperlukan strategi pengendalian melalui pendekatan secara promotif, preventif, kuratif, dan juga rehabilitatif yang berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mempercepat pemulihan. Pemahaman terhadap struktur biaya ini penting bagi pembuat kebijakan dalam menyusun strategi pembiayaan kesehatan yang efisien.
Analisis Faktor Dominan Stres Akademik dan Implikasinya terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa Farmasi Universitas Lampung Risanti, Yumna Dwi; Suri, Nurma; Meiliana, Made Laksmi; Oktafany
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1008

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu masalah yang banyak dialami mahasiswa dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup, khususnya pada mahasiswa bidang kesehatan yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres akademik dengan kualitas hidup mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 272 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner PAS, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF yang meliputi domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan skor kualitas hidup berdasarkan tingkat stres akademik. Sebanyak 8 responden (2,9%) memiliki stres akademik ringan, 192 responden (70,6%) stres sedang, dan 72 responden (26,5%) stres tinggi. Skor kualitas hidup tertinggi terdapat pada domain lingkungan (70,93 ± 13,78) dan terendah pada domain hubungan sosial (61,18 ± 16,78). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres akademik dengan seluruh domain kualitas hidup (p < 0,001). Tingkat stres akademik paling dominan dipengaruhi oleh periode ujian dan berhubungan signifikan dengan kualitas hidup mahasiswa, di mana semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah kualitas hidup.
Interaksi Obat Antihipertensi dengan Obat Anti Inflamasi Non Steroid Terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Literatur Aryni, Dinda Chalysta; Oktafany; Oktoba, Zulpakor; Nurmasuri
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1045

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan memerlukan terapi jangka panjang. Pasien hipertensi umumnya menggunakan obat lain secara bersamaan, salah satunya obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Namun, penggunaan OAINS diketahui dapat memengaruhi tekanan darah dan efektivitas terapi antihipertensi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan obat antiinflamasi non steroid terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi yang menjalani terapi antihipertensi berdasarkan temuan penelitian yang ada. Metode: Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed dan Elsevier pada periode 2015-2025. Artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan OAINS dapat memengaruhi tekanan darah dan berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi. Besarnya peningkatan tekanan darah bervariasi tergantung jenis OAINS dan kombinasi antihipertensi yang digunakan. OAINS non selektif dan selektif COX-2 dilaporkan dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan, pada aspirin dosis rendah tidak menunjukkan peningkatan tekanan darah yang bermakna. Simpulan: Penggunaan OAINS bersamaan terapi antihipertensi memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi tekanan darah dan menurunkan efektivitas terapi. Pemilihan jenis OAINS yang tepat disertai pemantauan tekanan darah secara berkala dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko klinis.