Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Educatio

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DAPAT MENINGKATKAN KEBERMAKNAAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH MU’ALLIMIN NW PANCOR Waluyo, Edy
Educatio Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.948 KB) | DOI: 10.29408/edc.v8i1.4

Abstract

Pembelajaran matematika dalam kurikulum berbasis kompetensi ditekankan pada kemampuan memecahkan masalah, pengembangan cara berpikir dan bernalar, serta mengkomunikasikan gagasan matematika pada berbagai konteks ilmu pengetahuan dan teknologi (Depdiknas, 2003). proses pembelajaran matematika yang selama ini dilakukan yaitu pembelajaran yang lebih mementingkan hasil akhir daripada proses tidak cukup memadai untuk menjawab tuntutan kurikulum matematika 2004. Pembelajaran Matematika Realistik merupakan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang menggunakan realitas ( dunia nyata ) kehidupan siswa sebagai tempat belajar atau sebagai pengantar ke pokok bahasan atau konsep yang akan di pelajari. Kebermaknaan pemahaman matematika merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa baik selama mengikuti proses pembelajaran maupun setelah mengikuti proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh perubahan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan kebermaknaan pemahaman matematika melalui pembelajaran Matematika Realistik siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pengembangan Inovasi Pembelajaran di Sekolah yang pelaksanaannya terdiri dari 2 siklus. Masing masing siklus terdiri dari 5 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Pada siklus I terdapat 27 siswa yang tuntas belajar dan 13 siswa belum tuntas belajar, sehinga prosentasae ketuntasan belajar siswa  pada siklus I adalah 67,5 %. Dari 40 siswa yang mengikuti tes hasil belajar setelah pembelajaran pada siklus II terdapat 37 siswa yang tuntas belajar dan 3 siswa belum tuntas belajar, sehinga prosentasae ketuntasan belajar siswa  pada siklus I adalah 92,5 %. Berdasarkan indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan yaitu P ≥ 85 % maka  pada pelaksanaan siklus II telah  mencapai ketuntasan belajar secara klasikal.
PENGEMBANGAN BAHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD BERACUAN KONSTRUKTIVISME DENGAN MODEL GROUP INVESTIGASI DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Waluyo, Edy
Educatio Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.059 KB) | DOI: 10.29408/edc.v9i1.19

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah saat ini masih berorientasi pada guru bukan pada siswa. Pembelajaran matematika dikelas perlu ditekankan pada keterkaitan antara konsep konsep matematika dengan pengalaman anak sehari hari. Tujuan dari penelitian tahun pertama ini adalah  (1) Untuk mengetahui Deskripsi kebutuhan adanya model rancangan pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran dan pedoman evaluasi pembelajaran matematika   Kelas V Sekolah Dasar di kabupaten Lombok Timur,(2) Menyusun draf bahan ajar matematika kelas V Sekolah Dasar beracuan konstruktivisme dengan model Group Investigasi. Rancangan penelitian pada tahun pertama adalah survey pada 12 kecamatan dan masing masing kecamatan secara random diambil 3 Sekolah Dasar. Instrumen yang digunakan adalah angket yang dikenakan pada guru guru matematika  dan siswa kelas V. Berdasarkan hasil survei terhadap karakteristik siswa dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat 72% siswa aktif dalam pembelajaran matematika di kelas, (2) Terdapat 92% siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah-masalah yang sifatnya non rutin, (3) Terdapat 95% siswa lebih tertarik belajar matematika apabila materi matematika dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari, (4) Terdapat 93% siswa belum mampu berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika. Survey terhadap kompetensi guru diketahui bahwa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, diketahui 84% guru menjelaskan konsep matematika dengan menekankan pada pentingnya keterampilan berhitung, dan rumus-rumus matematika, 86% guru  menjelaskan konsep matematika berdasarkan tema-tema yang ada dalam silabus, 92% guru memberikan latihan soal matematika yang mempunyai satu jawaban benar, dan  79 % guru kesulitan dalam menemukan permasalahan sehari-hari yang sesuai dengan materi matematika yang diajarkan. Sedangkan Survey terhadap perangkat pembelajaran guru diperoleh 49% guru kesulitan mendapatkan buku yang sesuai dengan kurikulum matematika yang berlaku, 95 % guru menggunakan RPP dalam  pembelajaran, 97% guru menggunakan LKS dalam pembelajaran, 72% guru menggunakan alat peraga dalam pembelajaran, dan 65% guru menggunakan komputer dalam pembelajaran.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI GROUP INVESTIGASI DAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DAN AKTIVITAS SISWA Waluyo, Edy
Educatio Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.954 KB) | DOI: 10.29408/edc.v6i2.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan menggunakan metode Pemecahan Masalah  dan grup investigasi, 2) Perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan aktivitas  tinggi dan rendah, 3) Perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan kemampuan berpikir tinggi dan rendah, 4) Interaksi antara penggunaan metode Pemecahan  masalah dan grup investigasi dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar, 5) Interaksi antara penggunaan metode Pemecahan Masalah dan grup investigasi dengan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar, 6) Interaksi antara aktivitas belajar dengan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar, 7)  Interaksi antara penggunaan metode Pemecahan Masalah dan Grup Investigasi dengan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling, dengan satu kelas diberikan perlakuan pembelajaran GI  dan satu kelas diberikan perlakuan pembelajaran Pemecahan Masalah.`Analisis data dengan menggunakan Anava tiga jalan dengan taraf sifnifikasi 5%. Dari analisis data diperoleh : 1) Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan menggunakan metode pemecahan masalah dan grup investigasi, 2) Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan aktivitas  tinggi dan rendah,  3) Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan kemampuan berpikir tinggi dan rendah, 4) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pemecahan masalah dan grup investigasi dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar, 5) tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pemecahan masalah dan grup investigasi dengan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar, 6) tidak terdapat  interaksi antara aktivitas belajar dengan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar, 7)  tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pemecahan masalah dan grup investigasi dengan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DAPAT MENINGKATKAN KEBERMAKNAAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH MU’ALLIMIN NW PANCOR Edy Waluyo
Educatio Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v8i1.4

Abstract

Pembelajaran matematika dalam kurikulum berbasis kompetensi ditekankan pada kemampuan memecahkan masalah, pengembangan cara berpikir dan bernalar, serta mengkomunikasikan gagasan matematika pada berbagai konteks ilmu pengetahuan dan teknologi (Depdiknas, 2003). proses pembelajaran matematika yang selama ini dilakukan yaitu pembelajaran yang lebih mementingkan hasil akhir daripada proses tidak cukup memadai untuk menjawab tuntutan kurikulum matematika 2004. Pembelajaran Matematika Realistik merupakan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang menggunakan realitas ( dunia nyata ) kehidupan siswa sebagai tempat belajar atau sebagai pengantar ke pokok bahasan atau konsep yang akan di pelajari. Kebermaknaan pemahaman matematika merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa baik selama mengikuti proses pembelajaran maupun setelah mengikuti proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh perubahan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan kebermaknaan pemahaman matematika melalui pembelajaran Matematika Realistik siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pengembangan Inovasi Pembelajaran di Sekolah yang pelaksanaannya terdiri dari 2 siklus. Masing masing siklus terdiri dari 5 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Pada siklus I terdapat 27 siswa yang tuntas belajar dan 13 siswa belum tuntas belajar, sehinga prosentasae ketuntasan belajar siswa  pada siklus I adalah 67,5 %. Dari 40 siswa yang mengikuti tes hasil belajar setelah pembelajaran pada siklus II terdapat 37 siswa yang tuntas belajar dan 3 siswa belum tuntas belajar, sehinga prosentasae ketuntasan belajar siswa  pada siklus I adalah 92,5 %. Berdasarkan indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan yaitu P ≥ 85 % maka  pada pelaksanaan siklus II telah  mencapai ketuntasan belajar secara klasikal.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI GROUP INVESTIGASI DAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DAN AKTIVITAS SISWA Edy Waluyo
Educatio Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v6i2.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan menggunakan metode Pemecahan Masalah  dan grup investigasi, 2) Perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan aktivitas  tinggi dan rendah, 3) Perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan kemampuan berpikir tinggi dan rendah, 4) Interaksi antara penggunaan metode Pemecahan  masalah dan grup investigasi dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar, 5) Interaksi antara penggunaan metode Pemecahan Masalah dan grup investigasi dengan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar, 6) Interaksi antara aktivitas belajar dengan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar, 7)  Interaksi antara penggunaan metode Pemecahan Masalah dan Grup Investigasi dengan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling, dengan satu kelas diberikan perlakuan pembelajaran GI  dan satu kelas diberikan perlakuan pembelajaran Pemecahan Masalah.`Analisis data dengan menggunakan Anava tiga jalan dengan taraf sifnifikasi 5%. Dari analisis data diperoleh : 1) Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan menggunakan metode pemecahan masalah dan grup investigasi, 2) Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan aktivitas  tinggi dan rendah,  3) Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan kemampuan berpikir tinggi dan rendah, 4) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pemecahan masalah dan grup investigasi dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar, 5) tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pemecahan masalah dan grup investigasi dengan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar, 6) tidak terdapat  interaksi antara aktivitas belajar dengan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar, 7)  tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pemecahan masalah dan grup investigasi dengan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir terhadap prestasi belajar.
PENGEMBANGAN BAHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD BERACUAN KONSTRUKTIVISME DENGAN MODEL GROUP INVESTIGASI DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Edy Waluyo
Educatio Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i1.19

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah saat ini masih berorientasi pada guru bukan pada siswa. Pembelajaran matematika dikelas perlu ditekankan pada keterkaitan antara konsep konsep matematika dengan pengalaman anak sehari hari. Tujuan dari penelitian tahun pertama ini adalah  (1) Untuk mengetahui Deskripsi kebutuhan adanya model rancangan pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran dan pedoman evaluasi pembelajaran matematika   Kelas V Sekolah Dasar di kabupaten Lombok Timur,(2) Menyusun draf bahan ajar matematika kelas V Sekolah Dasar beracuan konstruktivisme dengan model Group Investigasi. Rancangan penelitian pada tahun pertama adalah survey pada 12 kecamatan dan masing masing kecamatan secara random diambil 3 Sekolah Dasar. Instrumen yang digunakan adalah angket yang dikenakan pada guru guru matematika  dan siswa kelas V. Berdasarkan hasil survei terhadap karakteristik siswa dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat 72% siswa aktif dalam pembelajaran matematika di kelas, (2) Terdapat 92% siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah-masalah yang sifatnya non rutin, (3) Terdapat 95% siswa lebih tertarik belajar matematika apabila materi matematika dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari, (4) Terdapat 93% siswa belum mampu berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika. Survey terhadap kompetensi guru diketahui bahwa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, diketahui 84% guru menjelaskan konsep matematika dengan menekankan pada pentingnya keterampilan berhitung, dan rumus-rumus matematika, 86% guru  menjelaskan konsep matematika berdasarkan tema-tema yang ada dalam silabus, 92% guru memberikan latihan soal matematika yang mempunyai satu jawaban benar, dan  79 % guru kesulitan dalam menemukan permasalahan sehari-hari yang sesuai dengan materi matematika yang diajarkan. Sedangkan Survey terhadap perangkat pembelajaran guru diperoleh 49% guru kesulitan mendapatkan buku yang sesuai dengan kurikulum matematika yang berlaku, 95 % guru menggunakan RPP dalam  pembelajaran, 97% guru menggunakan LKS dalam pembelajaran, 72% guru menggunakan alat peraga dalam pembelajaran, dan 65% guru menggunakan komputer dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS POWER POINT INTERAKTIF SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Asy'ari, M. Hasan; Waluyo, Edy; Badarudin, Badarudin
Educatio Vol 19 No 1 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v19i1.25449

Abstract

              Pendidikan dipandang sebagai upaya dan perencanaan yang disengaja untuk menciptakan situasi belajar dan lingkungan pembelajaran yang menggalakkan peserta didik untuk aktif mengasah dan menemukan bakat mereka, termasuk kecerdasan, keterampilan, dan kepribadian yang diperlukan saat mereka berinteraksi dalam lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran “Tematik Berbasis Power point Interaktif” siswa kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian research and development (R&D) dengan desain penelitian ADDIE yang terdiri dari lima langkah yaitu: (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) implementasi), (5) evaluasi. Penellitian ini dilakukan pada peserta didik kelas V sekolah dasar. Intrumen penelitian pengembangan ini menggunakan lembar validasi . Validasi dilakukan oleh ahli bahasa, ahli tampilan, dan ahli materi, dengan kriteria yang mencapai tingkat kebaikan yang sangat baik. Tes hasil belajar peserta didik pada tes skala makro menunjukkan tingkat pencapaian sebesar 95%, sementara tes skala mikro memperoleh tingkat kesuksesan 100%. Respon peserta didik dari angket secara total menunjukkan tingkat setuju terhadap penggunaan media pembelajaran ini. Sehingga dapat disimpulkan pengembangan media pembelajaran ini efektif digunakan untuk siswa sekolah dasar terutama kelas V.
Pengaruh Model Problem Based Learning Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar IPA Nurhidayati, Nurhidayati; Waluyo, Edy; Halqi, Muhammad
Educatio Vol 19 No 2 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v19i2.27880

Abstract

This research aims to determine whether there is an influence of the Problem Based Learning model with the Inquiry Learning model and emotional intelligence on the mathematics learning outcomes of class VI students at SD Negeri 1 Suka Damai for the 2024/2025 academic year. The approach used in this research is a quantitative approach with the research type being True Experimental Design, which is used to control all external variables that influence the course of the experiment. The population in this study was class VI students at SD Negeri 1 Suka Damai, totaling 40 students. Meanwhile, the sampling used in this research was a random sampling technique. Where the sample class is class VI A as an experimental class using the Problem Based Learning learning model and VI B as a control group using learning learning. After processing the data based on hypothesis testing, it shows that there are differences in the influence caused by Problem Based Learning and students' emotional intelligence on science learning. This is proven by the results of the hypothesis test, namely FA(count) = 25,214 and FA(table) = 4.01 where (25.214 ≥ 4.01) which means that Ha is accepted and Ho is rejected. Furthermore, there are interactions generated by the Problem Based Learning learning model on the science learning outcomes of class VI students at SD Negeri 1 Suka Damai for the 2024/2025 academic year. This can also be proven from the results of the hypothesis test, namely FAB(count) = 4.747 and FAB(table) = 4.01 where (4.747 ≥ 4.01) which means that Ha is accepted and Ho is rejected.
Implementasi Nilai-Nilai Budaya Lokal Dalam Kerajinan Tenun Melalui Pembelajaran IPAS Di Sekolah Dasar Bahri, Muh.; Waluyo, Edy; Halqi, Muhammad
Educatio Vol 19 No 2 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v19i2.27970

Abstract

This study aims to: 1) find cultural values ​​in Pringgasela woven cloth crafts, Pringgasela District, East Lombok Regency; 2) explain the role and function of cultural values ​​in Pringgasela woven cloth crafts, Pringgasela District, East Lombok Regency, and 3) reflect the implementation of cultural values ​​in Pringgasela woven cloth crafts through learning natural and social sciences (IPAS) in Elementary Schools. This study uses a qualitative approach to find local cultural values ​​in woven fabric crafts. The study was conducted at Pringgasela Elementary School with research subjects of community leaders, weavers, and teachers. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data with examination steps, namely the degree of trust, transferability, dependence, and certainty. The analysis stages consist of data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results of the study show that: 1) cultural values ​​in woven fabric crafts are related to self, fellow human beings, and the environment. Values ​​related to self are five values, namely creative values, self-confidence, hard work, perseverance, and patience. Cultural values ​​related to fellow human beings are five values, namely the values ​​of cooperation, caring for others, simplicity, entrepreneurship, and precision. Cultural values ​​related to the environment are four values, namely the values ​​of mutual cooperation, commitment, caring for the environment, and responsibility; 2) the role of cultural values ​​in woven fabric crafts, namely preserving identity, a container for economic development, strengthening social relations, cultural heritage. The function of cultural values ​​in woven fabric crafts as a symbol of culture, strengthening social, economic relations, and a reflection of identity, and 3) implementation of cultural values ​​in woven fabric crafts through science and natural science learning in elementary schools is carried out through classroom activities, science and natural science learning themes, and learning methods. Classroom activities consist of additional study hours, strengthening local cultural appreciation, and shaping student character. The science and natural science learning theme in elementary schools related to woven fabric crafts is developed through the materials "Stories about My Region" and "My Indonesia is Rich in Culture". The learning method uses practice, demonstration, and mini looms. Learning strategies by introducing local culture, direct demonstrations, giving students simple weaving introduction projects, visiting woven fabric craft places, and integration with other subjects.